Adelia Azzahra seorang gadis mandiri yang mampu mendirikan perusahaannya sendiri dari nol. Dia gadis yang cantik dan akan bertemu dengan Adam Wijaya seorang pembisnis handal yang dingin. Dulu Adam adalah seorang pria yang baik dan ramah. Dia berubah dingi karena saat hari pertunanganya gadis yang ia cintai tak kunjung datang. Dia sangat marah karenan ada seseorang yang mengirimkan foto gadis yang ia cinta tengah tidur bersama seorang pria. Sejak saat itu Adam tidak percara kepada wanita. Dan dia bersikap dingin kepada siapa saja yang mendekatinya.
Bagaimanakah kisah cinta antara mereka bisa berjalan
Yuk ikuti ceritanya.
happy reading 😊😊
by Diyah Nur Arroyan❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Nanda yang melihat Adam keluar dari kantor masuk kembali ke dalan lift. Sebenarnya Adel berada di kantor. Adel tidak ingin pulang kerumah karena jika dia kerumah Adel pasti akan bertemu dengan Adam.
flashback
Adel baru sampai di kantor Adam. dia langsung menuju lift untuk keruangan Adam. saat sampai di depan ruangan Adam. Adel bertemu dengan Agan sekertaris Adam.
" selamat siang bu Adel. jika ingin bertemu dengan pak Adam silahkan masuk saja bu. soalnya pak Adam berada di ruangnya" ucap Agam. Agan tidak tau tentang kedatangan Ratna karena saat Ratna datang Ag6am berada di ruangnya sendiri.
" iya terima kasih. emm... saya harus memanggila anda siapa?" tanya Adel ramah
" panggil saja saya Agan" ucap Agan
" oh baiklah pak Agan" ucap Adel
" tidak usah seformal itu bu panggil saja Agan" imbuh Agan
" baik lah Agan saya masuk dulu terima kasih " ucap Adel dan di balas dengan senyuman dari Agan
" beruntung sekali pak Adam mendapatkan istri bu Adel dia wanita yang ramah dan juga bisa menghargai bawahanya" guman Agan yang akan kembali keruangan nya namun terhenti karena melihat Adam bersama Ratna sedang berciuman.
Agan melihat Adel hanya mematung di depan pintu ruang kerja Adam. Adel mulai gemetar melihat pemandangan yang berada di depan matanya.
" mas Adam " ucap Adel lirih
"Adel" Adam yang melepas ciuman dari Ratna
" maaf aku mengganggu" ucap Adel dam berlari meninggalkan ruangan Adam
Agan yang melihat istri bos nya berlari pun mengikutinya sampai di depan lift.
" buk Adel anda tidak apa-apa? maaf saya tidak tau jika di dalam..." belum selesai Agan berbicara pintu lift sudah terbuka dan Adel msuk kedalam lift.
" saya nggak papa Agan kamu kembalilah bekerja saya ingin pulang dan tolong jangan kejar saya. saya ingin sendiri dulu saya mohon biarkan saya sendiri " ucap Adel yang mulai menangis dan melihat Agan akan mengikutinya.
Adel sampai di lantai bawah dan langsung berlari menuju mobilnya. Semua orang yang berpapasan dengan Adel melihat Adel dengan heran. Karena Adel keluar kantor berlari sambil menangis.
Adel telah sampai di kantornya memberikan kunci mobil nya ke satpam kantor
" tolong masukkan ke parkiran ya pak" ucap Adel yang menahan tangisannya.
" baik buk" ucap satpam
" dan juga jika ada yang mencari saya bilang saja saya sedang keluar" ucap Adel
" baik bu Adel" satpam
Adel masuk ke kantor nya dan menuju ruangan nya. Saat menuju ruangannya Adel melewati ruang kerja Nanda.
" lho Adel katanya mau makan siang dengan suaminya kenapa sudah kembali ke kantor" ucap Nanda dan keluar ruangan menuju ruang kerja Adel
Adel yang sudah sampai di ruangannya menangis di meja kerjanya menunduk kan kepalanya dan tangan sebagai bantalanya. Nanda masuk kedalam ruangan Adel. Adel langsung mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang masuk ke ruangannya.
" Nanda " panggil Adel dan seketika tangisannya pun pecah saat melihat sahabatnya lah yang masuk ke dalam ruangannya.
Adel bangun dari duduk nya dan berlari menuju Nanda. Adel memeluk tubuh sahabatnya itu. Dia menangis sejadi jadinya di dalam peluka Nanda.
" ada apa Del? kenapa kamu menangis?" tanya Nanda
" mas Adam Nan" ucap Adel terhenti karena merasa sakit hatinya jika mengingkat apa yang ia lihat tadi.
" iya suami mu kenapa?" tanya Nanda kawatir
" dia ... menghianati aku Nan" Adel dan mulai menangis kembali.
" kamu tenang dulu ayo kita ke kamar kamu dulu" ajak Nanda masuk ke kamar istirahat Adel yang berada di ruangan Adel
" baiklah sekarang cerita lah. apa maksud mu dengan pak Adam menghianatimu?" tanya Nanda
" tadi aku ke kantor nya dan aku melihat dia sedang berciuman dengan seorang wanita di dalam ruangan nya" jawab Adel sambil menangis
" apa mungkin kamu salah lihat Del?" tanya Nanda yang merasa ragu atas ucapa Adel
" aku nggak salah lihat Nan mereka berciuman di depan mata aku sendiri" ucap Adel
" ya sudah kamu tenangkan dirimu dulu ya" Nanda yang mencoba menenangkan Adel
" apa kamu mau aku antar pulang saja?" tanya Nanda ke Adel
" nggak usah Nan aku mau di sini saja aku belum siap ketemu mas Adam sekarang aku ingin menenangkan diri aku dulu" ucap Adel
" baik lah kamu tunggu di sini dulu aku turun sebentar ya mau menyerahkan berkas ke bagian keuangan dulu" ucap Nanda ke Adel dan di jawab anggukan kepala oleh Adel.
Nanda turu ke lantai 15 lantai yang di tempati karyawan keuangan. Namun saat menyerahkan berkas Nanda melihat melalui jendela. dia melihat Adam yang berjalan menuju kantor Adel. Nanda pun berlari ke arah lift untuk menemui Adam. Nanda tau mungkin ia salah karena menghadang Adam untuk bertemu dengan Adel
Namun Nanda juga tau Adel ingin menenangkan diri terlebih dulu. akhirnya Nanda sampai di bawah dan berpapasan dengan Adam.
Nanda berbincang dengan Adam. Adam lalu keluar kantor Adel setelah berbincang dengan Nanda. Nanda pun kembali naik keruangan Adel yang bermaksud untuk memberi tau Adel tentang kedatangan Adam ke lantor nya.
flashback off
Sampai di lantai teratas Nanda menuju ke ruangan Adel namun sebelum itu dia membuatkan teh hangat untuk Adel agar membantu Adel sedikit lebih tenang.
tok tok tok
" Adel aku masuk ya?" ucap Nanda yang berada di depan pintu kamar istirahat Adel.
" masuk saja Nan" ucap Adel. Nanda pun masuk kedalam kamar Adel
" nih aku buatin teh hangat buat kamu" Nanda yang menyerahkan teh untuk Adel
" makasih ya Nan" ucap Adel
" tadi pak Adan datang kesini" ucap Nanda
Adel yang sedang meminum teh dari Nanda pun terhenti.
" apa dia berada di sini sekarang?" tanya Adel yang menaruh teh nya di meja.
" tidak dia sudah pegi. Tadi aku bertemu dengannya di bawah dan aku berbohong dengan nya tentang kamu. aku bilang kamu belum kembali ke sini. maaf kan aku adel karena aku tidak mempertemukan kalian berdua" ucap Nanda bersalah
" tidak papa Nan aku juga belum siap untuk bertemu dengan nya. aku takut jika bertemu dengannya aku tidak bisa menahan emosi ku" ucap Adel
" terus rencana kamu apa sekarang? apa kamu mau di sini terus?" tanya Nanda
" tidak aku ingin pulang ke apartemen aku saja. mas Adam tidak tau jika aku memiliki apartemen. aku akan tinggal di sana untuk sementara waktu" ucap Adel menundukkan kepalanya
" apa nggak sebaiknya kamu pulang kerumah dan membicarakan masalah ini bersama?" tanya Nanda kembali
" aku belum siap Nan aku takut kejadian yang dulu terulang kembali" ucap Adel yang masih tertunduk kepalanya.
" ya sudah kamu istirahatlah" ucap Nanda dan beranjak meninggalkan Adel
" Nanda" panggil Adel
" iya " Nanda berbalik
" bisakah kamu mengantarkan aku ke apartemen sekarang?" tanya Adel
"Baik lah ayo kita pergi kesana sekarang" ucap Nanda.
# lanjut besok lagi ya kak
# selamat membaca
# terimakasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
mulai deh pelakor nya
sebagai tokoh cep gak memiliki karakter yg kuat
terlalu lemah mudah di jebak.. maaf thor... bye bye
seharusnya sebagai ceo
punya bodyguard atau orang kepercayaan. biar bisa jd tameng gak mudah tersentuh
ini sekretaris nya malah gak ikut di acara penting
kita greget cerita nya
sabah serawak NKRI hartoni 8000aplikasi.