NovelToon NovelToon
The Failed Playboy

The Failed Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:204.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nureti

Cerita ini tentang cowok 'penakut' yang selalu ditolak sama cewek.

Dia bernama Dafa, dimana dia selalu berteman dengan cewek dan dengan mudahnya dia jatuh cinta. Entah beneran cinta atau karena merasa iri sama yang lain yang bisa dengan mudahnya mendapatkan pacar. Dafa tipe orang yang mudah terbawa perasaan, sehingga jika ada seseorang yang baik kepadanya dia langsung suka. Tetapi sayangnya, yang dekat dengannya rata-rata hanya menganggap dia sebagai teman tidak lebih.

Ikuti ceritanya dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nureti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Senin.

Hari ini aku masuk sekolah. Sudah empat hari aku cuti, sebenarnya pengen masuk sekolah dari hari sabtu, cuma nenek tidak ngizinin. Jadi. Yah, bisa dihitung hampir seminggu di rumah.

Viana sudah ada di kelas.

"Hai Na." ucapku dan langsung memeluknya

"Akhirnya lu masuk juga." ucapnya.

"Iya, gue bosan banget seminggu di rumah." kataku.

"Hey Nina... gue kangen banget." kata Dafa yang baru datang dan memelukku.

"Haddeuh, lepasin Dafa." kataku.

"Emang lu tidak kangen gue apa?" tanyanya.

"Iya tidaklah Daf, mana ada sih orang yang kangen sama tingkahnya seperti bocah kayak lu." kata Lastri yang baru datang.

"Tri, iya ampun kangen." kataku.

"Tuh giliran Viana sama Lastri saja dikangenin, masa gue tidak." kata Dafa yang ngambek.

"Dasar bocah." kata Viana melirik Dafa.

Bunyi bel masuk sekolah telah terdengar, menandakan jam pelajaran akan dimulai.

Selama proses belajar berlangsung aku sesekali melirik ke tempat duduk Ikhsan dan tersenyum.

"Semoga kamu sudah tenang disana, karena lihatlah sekarang aku sudah baik-baik saja kan?" batinku.

Adit yang duduk disebelah tempat duduk itu, melihat aku tersenyum, dia juga ikut tersenyum dan pandangan kita bertemu. Aku kembali menghadap ke depan ketika Adit tersenyum kepadaku.

"Kamu beruntung punya sahabat seperti Adit." batinku.

Jam istirahat.

Aku menuju ke perpustakaan untuk mengembalikan novel yang aku pinjam waktu itu.

Aku duduk di dalam perpustakaan, sambil membaca novel yang baru. Tiba-tiba seseorang duduk di sebelahku.

"Hai." ucapnya.

"Hai juga Yan." ucapku

"Gimana kabarnya?" tanyanya.

"Baik." kataku tersenyum.

"Syukurlah, gue juga ikut berduka atas kepergiannya Ikhsan." katanya.

Aku hanya diam mendengarkan.

"Gue tahu dia tidak suka sama gue, melainkan sama lu Nin." katanya.

"Kata siapa?" tanyaku.

"Gue bisa lihat dari cara dia deketin lu dan tatapan dia ke lu." katanya

Aku kembali diam

"Maafin gue yang tidak tahu kalau lu juga suka sama Ikhsan." katanya.

"Sudahlah Yan, semua sudah berlalu dan maafin gue juga. Karena gue sudah egois tanpa mikirin perasaan lu." kataku menggenggam tangannya.

Dia memelukku dan aku membalas pelukannya.

"Sudah Yan, malu kita di perpustakaan." kataku melepaskan pelukannya.

"Oh iya lupa." katanya yang melepaskan pelukannya juga.

Akhirnya aku dan Yanti sudah saling memaafkan dan tidak ada kesalah pahaman lagi.

Aku masuk ke kelas bersama Yanti. Dafa yang melihat aku dekat dengan Yanti kembali merasa aneh. Karena Dafa sudah tahu kita sama-sama menyukai orang yang sama.

Jam pulang sekolah.

Yanti kembali seperti dulu yang selalu mengajak aku shalat bareng di musolah sekolah.

"Nin, kita shalat dulu yuk." ucapnya.

"Ayo." kataku tersenyum.

Aku dan Yanti menuju musolah sekolah untuk melaksanakan shalat dzuhur. Aku menatap tempat duduk yang dulu Ikhsan pernah duduk disana untuk nungguin aku.

"Terlalu cepat untuk menjadi kenangan." batinku.

"Ayo Nin, sudah mau iqomah." kata Yanti mengagetkanku.

"Oh iya." kataku cepat-cepat ambil wudhu.

Selesai shalat.

"Nin gue duluan yah." katanya.

"Bentar Yan tungguin, kita bareng sampai depan." kataku menghampiri Yanti.

Sampai di depan aku harus berpisah sama Yanti karena arah rumah kita berlawanan. Yanti yang ke arah utara dan aku ke arah selatan.

"Sampai ketemu besok Nin." katanya melambaikan tangan.

"Iya Yan sampai ketemu besok." kataku melambaikan tangan.

Aku berjalan kaki seorang diri.

...****************...

1
June
semangat terus kak
jangan lupa mampir di karyaku juga ya
Bryan Sbasthiant Pernandez
bacanya pusing
minding baca komik bobo
Jhie Abhy
ini tentang dafa ataw tentang nina... bikin pusing.. 🙈
Puan Harahap
mampir nih 10 like ya thor
Puan Harahap
salken thor, pria idola, mampir ya
Bahrudin Udin
anak rajin dan sholeha
Keii68
like buat cerita kakak, semangat selalu ya.

salam dari Barryneald :))
xiaoyu
yuuuhuuu aku mampir yak,, semangat buat karya karya baru lgi thorr 😘
Valerie Grachia
Hallo Kak salam kenal, mampir juga yuk ke novelku "Mengejar Cinta Rangga" siapa tahu suka, makasih
#Izin Thor
kh!@#g fu sh3=g
60 like hadir, semangat thor. salken"jangan panggil aku monster"
Agus Irawan
Yah kok End
HIATUS
Hai thor 👐
salam kenal 🤗
semangat berkarya 💖
jika ada waktu jgn lupa feedback ke karyaku "love in silence" dak tinggal kan jejak like dan comment mu sbg bentuk dukungan karayku 😘
Agus Irawan
Season 2 nya gak ada yah
Agus Irawan
kenapa belum Up
Dea Amira 🍁
ada nma ku tini 🤣🤣🤣smngt trus thor...
Dea Amira 🍁
aq mmpir thor...
Dream Sky
"Sayap Pelindungmu" Telah mampir nih! Dan memberi Like and Komen. Selalu semangat ya kakak! Dan di tunggu FeedBack kakak. Ayo kita sebagai penulis, saling support 😊.
Terima-kasih banyak.
Titin
semangat thor
Titin
like thor
Radin Zakiyah Musbich
aq hadir kembali 🥯🥯🥯

jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️

tinggalkan like and comment ya 🥭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!