Siapa yang percaya jatuh cinta pada pandangan pertama?
Nayla merasakan getaran di kalbunya ketika bertemu dengan seorang laki-laki jenius, tampan, berkharisma, dan humoris. Laki-laki bernama Dito berhasil menghadirkan cinta di hatinya.
Setelah menjalani hubungan bersama Dito, akhirnya Dito meminta Nayla menikah diam-diam dengannya ketika mereka masih duduk masa putih-abu-abu.
Akankah Nayla menerima lamaran Dito?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Akrab
Pagi ini Dito sudah bersiap-siap berangkat ke sekolah, dengan wajah yang ceria dia mempersiapkan dirinya dengan tidak melewatkan sedikit pun keperluannya.
"Pagi semua, " Sapa Dito di ruang makan
"Tumben ceria kak?" ucap Adiknya
"Hhhuuhh, anak kecil pengen tau saja bawaanya" ucap Dito sambil mengacak rambutnya.
"Apa sih kak, rambutku udah tapi malah diacak sih" ucap Dika sambil cemberut
"kan tinggal dirapiin lagi bereskan"
Dika tidak menjawab kakaknya, Dia hanya memoyongkan bibirnya, yang membuat Dito tertawa.
"Tumben rapi amat sih Dit" Ucap Ayu
"Oooo.. pastinya donk kak"
"Mmmm.. kayak mau pacaran saja"
"Ye' kakak bisa saja. Emang kalau sudah rapi mau pacaran gitu. Sarapan gih" ucap Dito
"Emang kamu sudah punya pacar? " tanya mama
"Banyak ma" ucap Ayu
"Banyak apaan, sembarangan aja kakak ngomong"
"Boleh pacaran Dit, asalkan utamakan sekolah dulu, kalau kamu sudah lulus dan punya penghasilan sendiri kan enak. Dan jangan juga sampe kebablasan, kau yang susah nanti, harus mati-matian cari uang buat keluarga" Ucap papa
"Kalau sampai kebablasan yah mama nggak akan anggap kamu anak lagi, malu-maluin keluarga saja" Lanjut Mama
Dito merinding sendiri jadinya " Siap ma, aman, pasti nggak bakalan kejadian hal yang tidak diinginkan oleh mama" ucap Dito meyakinkan mama
"Tu dengarin Dit, jangan sembarangan sama cewek, semua cewek diembat. " ucap Ayu
"Emang makanan kak diembat, lagian Dito nggak lakuin apa-apa, suruh siapa dekatin Dito, Ditonya juga nggak pernah ngejar mereka, dan salah siapa coba salah sangka sama Dito,"
"Yah nggak usah diladenin" ucap Ayu
" Takutnya tersinggung kak, Dito cuma mau temenan aja nggak lebih"
"Ngomong aja kalau kamu nggak suka, malah semua tawaran mereka diladeni, dasar. "
"Kakak gitu karena teman kakak ada yang naksir aku kan, dan bencinya sama kakak. iya kan.. iya kan.. malah protesnya juga sama kakak" Goda Dito
"Iya.. karena kelakuan kamu imbasnya ke aku"
"Kan sudah dibilangin kakakku sayang, akunya nggak enak kalau nolaknya. Gimana yah jelasinnya"
"Bilang saja kalau nggak mau pacaran atau mau temenan saja, yah nggak usah kasih harapan mau ditemani sama kamu jalan dan sebagainya"
"Okay, aku akan langsung bilang kalau nggak suka kalau ada teman kakak yang mau dekatin aku PUAS"
"Yah bilangnya juga nggak usah bikin mereka sakit hati"
"Gimana sih? diterima salah, dianggap teman juga salah, ditolak juga salah, nggak jelas banget kakak ini" ucap Dito
"Hehh sudah-sudah malah ribut habisin makanannya. Malah membahas yang nggak ada faedahnya. Dit.. siapa tuh cewek yang kamu pernah cerita namanya Nayla yah atau siapa sih.. mama lupa? " pertanyaan mama membuat Dito keselek dan batuk-batuk dan langsung menyambar minumannya.
"Nayla ma" ucap Ayu
"Ooo.. baik nggak, cantik nggak orangnya? " tanya mama
"Cantik ma TOP deh, Bahkan terpilih sebagai Tim VOLI sekolah. Namun tidak bergeming dengan ketampanannya Dito ma hehehehehe" lanjut Ayu sambil terkekeh
"Wah, Tim Voli. Berarti olahragawan donk, " lanjut mama
"Semua cowok di kelas aku ma' lagi ngefans sama Nayla Ma, katanya kalau sudah di lapangan lawannya nggak dikasih ampun. Tapi anehnya dia nggak tertarik sama sekali sama Dito, Kenapa yah? " Ucap Ayu sambil melirik Dito
Dito hanya diam dan tidak menjawab serta memberi tanggapan tetap melanjutkan sarapannya.
"Berarti cewek itu kacangin Kak Dito donk kalau gitu" Timpa Dika
"Anak kecil habisin sarapannya, malah ikut campur saja kayak micin" Jawab Dito
"Lah kamu Dit, ditanya mama malah nggak jawab, nggak sopan banget sama orang tua" ucap Ayu
"Lagi sarapan kak, malah ngegosip" ucap Dito yang sudah selesai sarapan.
"Dito berangkat dulu yah ma, " ucap Dito berdiri dan langsung salim sama mama dan papa
"Iya.. hati-hati di jalan, nanti kamu kenalin yah sama mama"
"Masih proses PDKT ma, " ucap Dito yang tak lupa mencium pipi mama
"Susah dekatinnya Ma' Nayla nggak bisa ditaklukin sama Dito, kayak cewek-cewek lain Hahahahaha. Nggak mempan pesona Dito dihadapan Nayla. " Ucap Ayu meledek Dito
"Terserah mau bilang apa? Lihat saja dia pasti klepek-klepek sama aku. Da.. da.. da.. da mama" Berjalan meninggalkan ruang makan tanpa menggubris kakaknya.
"Kepedeaan banget" ucap Ayo yang tidak digubris oleh Dito.
Mama hanya menggeleng kepala melihat tingkah anak laki-lakinya yang sudah beranjak remaja itu. Dito langsung mengambil sepedanya dan mengayuh pelan sambil bersiul-siul riang. Sebenarnya orang tuanya telah membelikan motor untuknya, tapi motor itu hanya digunakan kalau dalam keadaan mendesak dan hanya keperluan jalan-jalan bersama kakaknya atau teman-temannya. Dito lebih memilih menggunakan sepeda ke sekolah daripada motornya. Karena jarak rumahnya dari sekolah juga tidak jauh.
***
Di rumah juga Nayla sedang bersiap-siap untuk ke sekolah dan tak lupa juga Nayla sarapan bersama.
"Sore ini kamu mulai latihan voli kan Nay? " Tanya Mama
"Iya ma' "
"Mo pulang dulu atau balik lagi ke rumah?" Tanya mama
"Naya ke rumah Feby saja Ma, istirahat sama Feby, rumahnya juga dekat kok dari sekolah soalnya kalau balik lagi ke rumah takutnya terlambat ma"
"Ya sudah kalau begitu, nanti pake motor saja, "
"Nggak ma' Naya naik angkot saja, nanti pulang bisa minta Rizal antar ke rumah? "
"Ooo.. Rizal anaknya ibu Derni itu? "
"Iya ma, "
"Nanti kalau naik motor helmnya dibawa sekalian biar nggak kena tilang kalian"
"Biasanya juga Rizal sering bawa helm kok ma"
"Ooo.. ya sudah, siap-siap gih, mama juga mau berangkat nih, takut telat. "
Nayla dan mamanya menunggu angkot bersama, walaupun mama Nayla seorang Guru, tapi tugas sebagai seorang istri dan ibu tidak pernah ditinggalkan oleh mama Nayla.
Semua keperluan keluarga mulai dari sarapan sampai makan siang pasti sudah disiapkan oleh mamanya.
Nayla sampai di sekolah dengan menggunakan angkot karena jarak rumah Nayla dengan sekolah jaraknya 4 KM, lumayan jauh.
Ketika sampai di gerbang sekolah Nayla berpapasan dengan Dito.
"Pagi cantikku" Sapa Dito kepada Nayla
"mmmm.. masih pagi Dit" ucap Nayla ketus
"Emang kenapa dengan pagi? "
"Sudah berapa cewek yang kamu kadalin haaahh? " Tanya Nayla yang langsung berhenti dan menatap Dito
"Hahahahahahaha.. Salahnya mereka yang mau aku kadalin" Ucap Dito
"mmmm,,, terusin saja kelakuanmu itu Dit, "
"Emang kenapa dengan kelakuanku Cantik? "
"Aku punya nama dan namaku bukan Cantik ok"
"Biasanya juga nggak protes kalau aku panggil Cantik, jadi nggak masalah kan"
Nayla terdiam, memang selama ini dirinya tidak protes dengan sebutan Dito yang selalu disandangkan untuknya.
"Terserah deh, dan aku nggak akan pernah bisa jadi cewek yang bisa kamu kadalin, Ok"
"Siapa juga yang mau kadalin kamu, yang ada aku serius tau.. " ucap Dito
"Nonsense apa yang kamu omongin, ok.. Bye.. aku ke kelas dulu" Ucap Nayla sambil meninggalkan Dito.
Cepat-cepat Dito memarkir sepedanya dan berlari menyusul Nayla.
"Naya... tunggu" panggil Dito namun tidak dihiraukan oleh Nayla, dia malah mempercepat langkahnya.
Dito berusaha mengejar Nayla, begitu dekat dengan Nayla, Dito langsung menahan tangannya.
"Heyi, kenapa buru-buru sih Cantik kan masih pagi"
"Emang ada apa Dit? "
"Nanti sore kamu ada waktu nggak, kalau ada temani aku ke toko buku yah" pinta Dito kepada Nayla.
"Maaf yah Dit, aku nggak bisa, ok"
"Kenapa? Kamu nggak mau jalan sama aku? "
"Ya iyalah, ntar cewek-cewek kamu marah lagi"
"Hahahahaha.. yah nggaklah, kita main aman ok. "
"Dasar playboy kelas teri kamu Dit" Ucap Nayla sambil tertawa kecil
"Boleh yah.. yah.. please... " ucap Dito memelas
"Yah aku nggak bisa Dito sayang"
"Idih mulai berani ternyata, kirain hanya di telpon doank.. hahahahahaha. " ucap Dito
"Hahahahaha.. habisnya kamu maksa sih, aku ada latihan voli sore ini"
"Kalau besok gimana? "
"Aku nggak bisa janji, soalnya jadwal latihan bisa berubah-ubah tergantung program latihannya coach Yosef. "
"Kok gitu?"
"Iya, karena latihannya bukan hanya main voli doank tetap ada latihan fisik sama kebugarannya"
"Ooo.. gitu yah. mmm ya udah deh, lihat waktu kosong saja kalau gitu."
" siplah "
" ok deh.. semoga harimu menyenangkan yah hari ini, aku ke kelas dulu"
" ok"
Keduanya masuk ke kelas masing-masing, dan tak lama berselang bel masuk berbunyi.
***
ka Ella kapan mau nerusin yg sebelah,,,aku kangen dengan kehangatan Dito,Nayla,,,,