NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dokter Forensik Jadi Anak Villain

Transmigrasi Dokter Forensik Jadi Anak Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sinnox

Amelia Kusumawardhani, seorang dokter forensik yang blak-blakan dengan kehidupan sederhana yang dipenuhi novel, anime, dan kerajinan tangan, tidak pernah menyangka kematiannya akan membawanya ke dalam novel favoritnya.

Lebih buruk lagi, ia terlahir sebagai anak pungut keluarga penjahat dalam cerita asli yang ditakdirkan untuk menghancurkan kerajaan.

Dan dia sendiri?
Ia hanya memiliki satu akhir dalam novel.

Yaitu mati.

Berlatar di sebuah Kerajaan Fantasi bergaya Eropa, akankah Amelia mampu bertahan, menemukan kebenaran, dan mengubah takdir yang seharusnya menjadi miliknya. Bagaimanakah kelanjutan kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinnox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga Tanda Cinta

Vins mengantar Eve kembali melewati lorong mansion. Setelah meninggalkan ruang kerja Lucien, langkah kecil Eve tidak lagi secepat tadi. Kepalanya masih dipenuhi percakapan yang baru saja didengarnya, terutama soal pasukan Kekaisaran dan aroma aneh yang sempat dia cium dari Marquess Guzman. Namun, sebelum sempat memikirkan semuanya lebih jauh, Eve melihat seseorang berdiri tidak jauh dari depan kamarnya.

Cecil datang sambil membawa sebuah vas mewah berisi bunga-bunga berwarna ungu muda. Beberapa tangkainya menjuntai keluar dari vas, memenuhi lorong dengan warna lembut yang cukup mencolok.

Eve memperlambat langkah.

"Cecil?" panggilnya sambil menunjuk vas tersebut. "Buna apa itu?"

Cecil langsung tersenyum. "Bunga lilac, Nona. Saya mendapatkannya dari Marquess Guzman. Beliau mengatakan bunga tersebut merupakan hadiah untuk Nona karena sudah menjadi bagian dari keluarga Duke."

Eve berhenti di depan Cecil. Tatapannya berpindah dari bunga lilac ke wajah pelayan muda tersebut. Kemudian perlahan, dia melirik Vins yang berdiri beberapa langkah di belakangnya.

Vins hanya memberikan senyum hangat.

"Bukankah bagus, Nona? Bawahan Yang Mulia bahkan membawakan hadiah seperti ini. Artinya, Anda sudah diterima dengan baik oleh orang-orang di sekitar Duke."

Eve menatapnya tanpa berkedip.

'Yang bener aja.'

Beberapa menit lalu, orang yang sama bahkan menyebut statusnya sebagai anak angkat dengan nada yang nyaris bisa dirasakan dari cara dia mengucapkannya. Eve masih ingat senyum tipis Marquess Guzman ketika membicarakan darah bangsawan. Kalau semua ucapan tersebut dianggap sebagai bentuk penerimaan, standar keramahan bangsawan di dunia ini benar-benar rendah.

Namun Eve tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengulurkan kedua tangannya ke arah vas.

"Belikan padatuu," pintanya dengan suara cadel. Cecil segera mendekat, tetapi tidak langsung menyerahkan vas tersebut.

"Hati-hati, Nona. Vasnya cukup berat. Saya akan memegangnya untuk Anda," ujar Cecil sambil menahan bagian bawah vas dengan kedua tangan.

Cecil kemudian memiringkan vas sedikit agar Eve bisa melihat bunganya lebih dekat. Eve mendekat tanpa banyak berpikir. Hidung kecilnya menangkap aroma lilac yang cukup jelas. Eve merasakan aroma yang sama dengan yang tadi dia cium ketika melewati Marquess Guzman.

Eve menatap bunga-bunga ungu di hadapannya, lalu kembali mengingat wajah tua sang Marquess.

'Hm.'

Potongan informasi mulai tersusun di kepalanya.

'Jadi bukan Marquess Guzman yang bau aneh.' Eve mendekat sedikit lagi, lalu menarik napas pendek.

'Tapi bunganya?' Dia hampir merasa malu sendiri.

Tadi dia sudah sempat mencurigai seorang bangsawan tua hanya karena mencium aroma yang mengingatkannya pada ruang autopsi. Padahal sumbernya kemungkinan besar cuma bunga yang sedang dibawanya, bunga lilac untuk sebagian orang memiliki bau yang berbeda-beda, entah karena penciuman eve masih standar anak kecil, atau memang baunya yang berbeda.

'Untung gue gak ngomong apa-apa tadi.'

Eve membayangkan dirinya menunjuk Marquess Guzman sambil bertanya kenapa tubuhnya bau mayat. Sudut bibirnya bergerak sedikit.

'Bisa panjang urusannya.'

Cecil membawa vas tersebut masuk ke kamar dan meletakkannya di atas meja kecil. Eve mengikuti dari belakang. Begitu pintu kamar tertutup, dia naik ke ranjang dan duduk di tengah kasur, kedua kakinya menjuntai pendek di sisi ranjang. Tatapannya masih tertuju pada Cecil yang sibuk memastikan vas berada di tempat yang aman.

Beberapa detik Eve hanya memperhatikannya.

Eve tahu bunga tersebut memiliki makna tertentu dalam bahasa bunga. Ingatan lamanya masih cukup jelas mengenai simbol-simbol yang sering digunakan dalam novel maupun acara formal. Lilac sering dikaitkan dengan cinta pertama, kenangan cinta yang masih muda, atau perasaan romantis yang baru tumbuh.

Tatapan Eve kembali jatuh pada bunga ungu di atas meja.

'Kenapa Marquess Guzman ngasih gue lilac?'

Pertanyaan tersebut membuat Eve mengernyit. Mungkin memang sekadar hadiah biasa. Mungkin Marquess hanya mengambil bunga yang tersedia dan mengirimkannya sebagai bentuk basa-basi. Namun kalau memang begitu, kenapa memilih lilac?

Rasa penasaran akhirnya menang.

"Cecil," panggil Eve sambil memiringkan kepala.

Cecil yang sedang merapikan ujung taplak meja langsung menoleh. "Ya, Nona?"

Eve menatapnya serius beberapa detik sebelum mengeluarkan pertanyaan yang muncul begitu saja dari kepalanya.

"Cecil, apa Malquess itu ceolang pedofil?"

Tangan Cecil langsung berhenti, wajahnya berubah pucat sesaat sebelum kedua matanya membesar.

"Nona!" Cecil buru-buru mendekat ke ranjang. "Dari mana Nona tahu kata-kata seperti itu?"

Eve berkedip.

'Waduh, harusnya gue gak bilang kan?.'

Dia sendiri sebenarnya tidak punya alasan bagus. Pertanyaan tersebut muncul begitu saja setelah mengingat arti bunga lilac. Eve menggerakkan kakinya pelan sambil berusaha mempertahankan ekspresi polos.

"Eve cuma nanya," jawabnya dengan suara kecil.

Cecil menarik napas panjang, lalu berjongkok di depan ranjang agar sejajar dengan wajah Eve.

"Marquess Guzman bukan orang yang dikenal memiliki perilaku seperti itu, Nona," jelas Cecil hati-hati. "Saya juga tidak pernah mendengar rumor semacam itu mengenai beliau."

Eve mengangguk pelan.

'Ya, gue juga gak bilang dia begitu.'

Cecil masih terlihat gelisah.

"Nona sebaiknya jangan mengatakan kata tersebut sembarangan kepada orang lain. Bisa menimbulkan kesalahpahaman besar."

Eve mengangguk lagi, kali ini lebih patuh.

"Iya."

Cecil akhirnya mengembuskan napas lega. Namun Eve justru kembali melirik lilac di meja.

"Ceecil."

"Ya, Nona?"

"Buna lilac altinya apa?"

Cecil menoleh ke arah vas. "Lilac?"

Eve mengangguk.

Cecil tampak berpikir sebentar sebelum tersenyum. "Kalau berdasarkan bahasa bunga, lilac sering dikaitkan dengan cinta pertama atau perasaan kasih yang masih baru."

'Cinta pertama? kan apa gue bilang. ' Tatapannya berpindah dari bunga kepada Cecil, lalu kembali lagi kepada bunga.

Ingatan tentang Marquess Guzman muncul lagi. Senyum tipisnya. Cara dia memandang Eve dari kepala sampai kaki. Kemudian ada hadiah bunga.

'Jangan-jangan...'

Eve menatap lilac tersebut dengan ekspresi semakin curiga.

'Marquess Guzman ngasih gue bunga yang artinya cinta pertama?'

Dia langsung menggelengkan kepala kecilnya.

'Tidak, gak mungkin.'

Mungkin memang ada makna lain. Orang dewasa di dunia ini mungkin memiliki kebiasaan berbeda mengenai simbol bunga. Bisa saja Marquess tidak mengetahui makna tersebut dan hanya menganggap lilac sebagai bunga yang cantik.

Namun tetap saja, rasa tidak nyaman mulai muncul di benaknya. Eve memandang Cecil dengan wajah polos.

"Jadi... Malquess kacih Apee buna cinta petama?"

Cecil tertawa kecil melihat ekspresinya. "Mungkin beliau hanya ingin memberikan hadiah yang indah kepada Nona. Jangan terlalu dipikirkan."

Eve tidak menjawab.

'Semoga memang cuma hadiah biasa.'

'Karena kalau maksudnya aneh-aneh...'

Eve menyipitkan mata ke arah vas.

'Gue bakal mulai curiga sama orang tua itu.'

1
Nisa Nisa
wadau lucu kali ngomong nya siapa jadi capa🤣
Nisa Nisa
belum tentu bunuh diri juga kan bisa jdi dia di bunbun🤭
Myz Pena
eve dan ape atau epe ?? 🤣🤣🤣
Myz Pena
wkwkkwkwk tunggu thor aku ngakak ya Allah 🤣🤣🤣
Myz Pena
banyak banget makanannya.. emang bia dihabisin ??🤧
Myz Pena
ya Tuhan,, bukannya kemarin di bilang mirip cacing.. sekarang pendek lagi 🤣🤣
ginevra
jangan2 kamu yang dicari Mel... wah auto kaya raya
Myz Pena
sudah dibilang kamu cari alasan aja biar nggak makan sama tuh orang 🤧
ginevra
Amelia nggak bakalan takut soalnya jiwanya kan orang dewasa
ginevra
namanya makanan bayi ya hambar donk... kalau pakai Masako nanti tenggorokan sakit
Cimol krispy
tapi Ave dan eve beda tipis aja kok
Cimol krispy
tapi apa eve bisa makan itu semua
Cimol krispy
ya jelas ada dia lah eve, orang memang dia yg bawa kamu kesini
Cimol krispy
mau bilang eve kurus kan lo
Cimol krispy
ya iyalah mau dimandiin. kan baru 4 th
Cimol krispy
kamu harus bisa jadi pawang buat Lucien
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
hoo iya nama jangan di ganggu gugatt, mantapp Evelyn 🤣
Xlyzy
mungkin ceritanya udah melenceng semenjak kehadiran kamu
Xlyzy
ya enakan kamu lah berubah jadi anak kicik lagi bisa manja manja lagi weh🤣
Xlyzy
Sabar ya tunggu 10 tahun lagi nanti balas dendam 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!