NovelToon NovelToon
My Husband Is A Merman

My Husband Is A Merman

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Dilarang Plagiat Karya Saya ‼️

Hidup sendirian berada di suatu pulau terpencil, kawasan tersebut sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh manusia. Letaknya sangat jauh dan tidak diketahui, namun pada suatu hari seorang wanita cantik tersesat ketika dirinya healing sendirian.

"Merman? Bukannya merman itu hanya dalam mitos belaka? Hahaha, itu bukan merman!"

"Merman tidak mungkin ada dan mustahil jika muncul di dunia nyata! Mitos tetaplah mitos, dan tidak akan pernah menjadi nyata!"

"Hufh... aku salah melihat pasti!" Namun dugaannya salah, makhluk yang ia anggap mitos ternyata memang nyata.

"Ace..." Merman itu bergumam pelan.

"Hah? Kau mengatakan apa?" Dahi wanita itu mengernyit kebingungan.

"Ace... mm ngan igi!"

"....." Mengerjapkan mata dan terdiam membisu.

"Maksudnya?" Pikirnya wanita itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ryiemnthiuzt Menjebak Kekasihnya Thienvra

Setelah sarapan pagi, mereka bertiga duduk di ruang keluarga, dan televisi menayangkan sebuah film horor.

Saat asiknya menonton, tiba-tiba ponsel miliknya berdering, menandakan panggilan masuk yang entah siapa peneleponnya.

"Oh, nomor ini. Ck, malas sekali mengangkat." Thienvra menggerutu.

"Hm, ada apa?" Ucap Thienvra mengawalinya.

"Hai, sahabatku, kamu sedang di rumah kan?" Mendengar pertanyaan itu, Thienvra berpikir.

"Apa jangan-jangan ucapan Qierzaf memang akan terjadi? Sekarang pukul 10.00, dan sebentar lagi siang." Pikir wanita itu.

"Kenapa begitu?" Thienvra bertanya.

"Eee, hehehe aku ingin berkunjung ke rumahmu, boleh ya, please?" Thienvra bingung harus menjawab apa.

"Silakan." Menjawabnya dengan singkat.

"Wah, ter..." Belum melanjutkan perkataannya, telepon sudah ditutup secara sepihak, pelakunya Thienvra sendiri.

"Hih!" Mendengus kasar.

Ponsel ditaruh ke atas meja, lalu ketika pandangan terangkat, dan tiba-tiba muncul jumpscare menyeramkan.

"HUWAAAA SETAN EH HANTU!" Thienvra terkejut, kemudian langsung mematikan televisi.

"Huh..huh..kaget aku..hufh.." Mengatur nafasnya perlahan.

Setelah membaik, dia merasa janggal karena suasananya mendadak hening. Lalu menolehkan kepala ke samping, Qierzaf tak sadarkan diri, dan menoleh lagi ke arah kanannya Chio pun sama persis.

"Ya Tuhan, kedua makhluk ini pingsan, huh!?" Menepuk jidat, lalu tertawa sehingga air mata keluar dari netranya.

"Hahahaha, aku kira mereka tak mempan, nyatanya penakut juga." Menggelengkan kepala.

"Eh, aku pun sama, tapi bukan takut sih, cuman terkejut." Lanjutnya Thienvra berbicara.

"Aduh! Bagaimana ini caranya membangunkannya?" Pikir Thienvra sembari menggigit bibir bawahnya.

"Meong." Gino, kucing kesayangannya menghampirinya, Thienvra mengendongnya lalu meletakkan di pangkuannya.

"Mmmm..." Bergumam dengan jari jemari tangannya mengelus si Gino.

Beberapa Menit Kemudian.....

"Heh! Kok belum pada bangun sih!?" Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Haish, gimana ini?" Thienvra bermondar-mandir.

"Bentar lagi, wanita itu datang." Menggigit kuku tangannya.

Ting

Sebuah ide terlintas di otak cantiknya, Thienvra tersenyum smirk.

"Hihi, ekhem..." Sebelum memulai aksi, ia mengambil nafas, lalu menghembuskannya.

"GAWAT ADA SIREN JAHAT! DIA MENYERANGKU! TOLONG QIERZAF!" Teriakannya Thienvra membuat nama orang yang diteriakinya terbangun.

"HAH? MANA? MANA DIA? AKU HAJAR!?" Disusul tertawanya Thienvra.

"HUHAHAHAHA..." Tawanya Thienvra pecah.

"Ih! Menyebalkan kamu ini!?" Kata Qierzaf sambil menatap ke arahnya sinis.

"Hehe, maafkan aku, bestis. Tapi benar sih, dia kan datang dalam hitungan detik." Balasnya Thienvra, reaksi Qierzaf membulatkan mata.

"Kamu tunggu disini! Aku akan mengamankan si Chio!" Qierzaf mengangguk dengan patuh.

Pria merman itu masih pingsan, alhasil Thienvra memapahnya sampai ke kamar. Setibanya di dalam kamar, Thienvra mendorong tubuh pria merman itu ke atas kasur.

Bruk

"Huh, berat sekali..." Sambil menarik selimut lalu Chio diselimuti sebatas dada.

Hatinya jadi tidak karuan, teringat ketika hari itu Chio berkali-kali muncul di hadapannya bagaikan hantu.

"Apakah setelah adanya kehadiran wanita itu, lagi berkumpul, terus si Chio menyusulku." Celetuknya wanita itu sambil memandangi wajah damainya pria merman.

Tanpa menunggu Chio bangun, dirinya keluar kamar, pintu ditutupnya.

Deg

Langkahnya terhenti, ia melihat sosok wanita yang sebelumnya dibicarakan olehnya.

"Hai, Thienvra." Wanita itu mendekatinya lalu memeluknya.

Grep

"Rindu sekali denganmu." Tidak senang dipeluk wanita itu, Thienvra mendorongnya, dan secara mengejutkan dorongannya terlalu bertenaga, lalu menyebabkan wanita itu terjatuh ke lantai.

Bruk

"Thienvra, kamu kok tega sih dorong sahabatmu ini!?" Wanita itu berucap.

"Sini bantu aku berdiri!" Pintanya wanita itu.

"Cih, ogah banget!" Batin Thienvra.

Wanita itu terus memohon agar Thienvra mau menolongnya, sedangkan Qierzaf berdiri di sampingnya. Kedua wanita membiarkannya saja, tanpa ada niat tolong.

Dan Thienvra terlihat gelisah, kemudian teriakan seseorang menggema, sehingga pandangan mereka teralihkan.

"SAYANG." Teriaknya, dia adalah Chio, segera memeluk matenya.

Grep

"Sayang, kamu kenapa sih meninggalkan aku lagi? Kamu tidak kasihan sama aku, hm?" Tidak ada jawaban, pelukan dilepaskan, Chio menangkup wajah Thienvra.

"Sayang! Jangan mendiami aku!" Ucap Chio.

"....." Thienvra mematung.

"....." Di sebelahnya Qierzaf menyenggol lengannya, supaya menyadarkan dirinya.

"....." Sementara wanita yang duduk di lantai, mulutnya terbuka lebar, dan matanya berbinar menatap ketampanan Chio.

"Wah, siapa pria itu? Tampan sekali! Dia harus menjadi milikku! Tidak pantas bersanding dengan Thienvra! Dia wanita jelek!" Batinnya wanita itu, ia bernama Ryiemnthiuzt Gtylo.

"Sialan." Thienvra mengetahui isi batinnya Ryiemnthiuzt, seketika wajahnya masam.

Tanpa berbicara sedikit pun, Thienvra melepaskan telapak tangan Chio dari wajahnya, lalu menarik pria merman itu.

Kini Thienvra duduk sambil Chio bergelayut manja di lengannya, Qierzaf duduk di seberangnya, sedangkan Ryiemnthiuzt duduk di samping Qierzaf namun sedikit ada jarak.

"Thienvra, dia siapa kamu?" Ryiemnthiuzt penasaran.

"Kekasihku." Jawab singkat Thienvra.

"Kekasihmu tampan, ya? Semoga saja aku memiliki kekasih yang kadar ketampanannya seperti kekasihmu." Celetuk Ryiemnthiuzt.

"Bibit-bibit calon pelakor nih." Batin Thienvra, tatapannya tajam.

"Vra, kendalikan emosimu." Qierzaf berkata dalam batinnya.

Thienvra dan Qierzaf saling bertatapan, kecuali Ryiemnthiuzt, wanita itu senantiasa menatap kekasihnya, Chio.

Chio, pria merman itu tampak acuh tak acuh dengan keadaan sekitarnya. Matanya memejam sambil menikmati elusan lembut di kepalanya.

"Mmmm..." Ya, karena Thienvra lah yang mengelus kepalanya.

"Thienvra, kasih tahu aku dong bagaimana menaklukkan seorang pria?" Matanya memutar malas.

"Kamu bisa searching ke Google, ngapaian bertanya kepadaku!" Ketus Thienvra.

"Aku kan jomblo, belum tahu tipsnya, nah kamu sudah dapat kekasih, ayo dong jangan pelit sama sahabatmu." Ryiemnthiuzt memaksanya.

"Nongkrong di jalanan, pasti ada yang nyangkut." Thienvra menjawabnya dengan asal.

"Oke, terima kasih, sahabatku." Thienvra melongo tak percaya.

"Hah? Dia percaya pada perkataanku? Serius?" Pikirnya Thienvra.

Namun setelah mendengar isi batinnya Ryiemnthiuzt, Thienvra semakin kesal.

"Cih, dasar wanita bodoh! Kamu kira aku percaya pada ucapanmu itu! Lihat saja nanti, hari ini kekasihmu akan aku taklukan!" Batinnya Ryiemnthiuzt, diam-diam wanita itu tersenyum jahat, tidak ada yang melihatnya kecuali Thienvra sendiri.

"Oh, dia ini wanita kurang ajar, ya! Awas kamu!" Qierzaf merasakan aura kuat dari Thienvra, sahabatnya.

"Thienvra, jangan sekarang!" Batin Qierzaf sambil menggelengkan kepala ke arahnya. Akan tetapi Thienvra tak menghiraukannya.

"Jika aku menjebaknya, pasti akan seru." Batin Ryiemnthiuzt, lagi-lagi Thienvra tak bisa mengendalikan dirinya.

Thienvra melepaskan cekalan di lengannya, Chio kaget, saat ingin mendekatinya matenya beranjak dari sofa.

"Jangan mengikutiku." Thienvra berbicara pada Chio sembari menoleh ke belakang.

Thienvra pergi menjauh entah kemana, membuat Chio serta Qierzaf bertanya-tanya.

"Vra, mau pergi kemana?" Tapi isi batinnya tak didengar Thienvra.

"Sayang, jangan pergi." Batin Chio.

Tanpa sepengetahuan keduanya, Ryiemnthiuzt berjalan ke dapur.

"Semoga berhasil." Ryiemnthiuzt menaburkan serbuk putih ke dalam minuman yang berwarna hijau . Membuat empat jus, salah satunya untuk menjebak kekasihnya Thienvra.

1
Tio Buki
Like iklan plus komen🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya dek🙏👍👍👍
Tio Buki
Lanjut dek👍👍👍
Tio Buki
Iya aku maafin kok
Tio Buki
Kemana dia
Tio Buki
Begitulah
Tio Buki
Iya, aku memang nakal
Tio Buki
Iya, itulah dia
Tio Buki
Gimana ya..
Tio Buki
Jelaskan saja
Tio Buki
Bingung kan
Tio Buki
Bintang lima untukmu dek🙏🙏🙏👍👍👍👍👍
Tio Buki
Lanjut dek👍👍👍👍👍
Tio Buki
Hadiah untukmu dek, ya 🙏🙏🙏
Tio Buki
Terbuka apa ya
Tio Buki
Akhirnya
Tio Buki
Pokonya ada deh
Tio Buki
Mengancam aku ya
Tio Buki
Kenapa begitu, kenapa tidak mau
Tio Buki
Cerita yang sangat bagus, alurnya sangat rapi, sangat asik buat baca di waktu luang, pokonya aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!