Selama ini identik dengan pria yang melamar wanita. Namun ini sebaliknya. Ashimah setiap bertemu dengan pria yang bernama Dikau ia akan selalu meminta pria itu untuk menikahinya. Semua itu berawal karena Dikau yang pernah menciumnya, pria itu mencuri ciuman pertamanya tapi pria itu seolah-olah bersikap biasa dan memberi alasan jika ia tidak sengaja melakukannya. Tapi Ashimah bertekad menjadikan Dikau menjadi suaminya. Ia ingin Dikau bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, walau hanya sebuah ciuman tapi menurutnya Dikau telah mencuri apa yang menurutnya sangat berharga.
Tag instagram @wgulla_ if you share this story quote
Created on 20 January 2019
Finished on
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Dikau terbangun ia terkejut mendapati dirinya di rumah sakit dengan Ashimah di sampingnya. Apa yang terjadi? Kenapa dirinya bisa disini? Setahunya tadi ia tertidur karena kelelahan. Dikau mendapati infus di tangannya. Ia mendesah merasakan nyeri di kepalanya.
Ia mengguncang bahu Ashimah lembut. Gadis itu terbangun lalu menatap penuh rasa syukur ketika melihat Dikau bangun. "Akhirnya Mas Dikau bangun." Ucap Ashimah melihat Dikau yang berusaha untuk duduk, dengan sigap Ashimah membantunya. "Aci panggilkan dokter ya mas." Tawar Ashimah mengingat sudah lebih dari 6 jam pria itu pingsan. Untung saja orangtuanya mengizinkannya untuk menjaga Dikau di rumah sakit.
"Tidak usah," tolak Dikau.
"Apa yang terjadi?" Tanya Dikau penasaran suaranya serak. Ashimah dengan cekatan mengambil air lalu membantu Dikau minum.
"Itu?" Jawab Ashimah ragu. Ia belum siap mengatakan yang sebenarnya pada Dikau. Ia tidak ingin Dikau terluka mendengarnya bahkan menjadi pesimis karena tahu pria itu memiliki penyakit mematikan.
Dikau mengernyitkan kening mendengar jawaban ambigu Ashimah. "Katakan yang sebenarnya,"
"Ashimah tadi nunggu mas Dikau di kampus lama banget tapi mas Dikau ngak dateng-dateng. Karena Aku takut mas dikau kenapa-kenapa, aku pergi ke kantor Mas Dikau untuk melihat keadaan mas Dikau." Ashimah menceritakan dari awal.
"Lalu?" Tanya Dikau.
"Ashimah berteriak kaget melihat mas dikau pingsan dengan darah yang keluar dari hidung mas." cerita Ashimah yang langsung di potong Dikau karena merasa apa yang gadis itu bicarakan tidaklah penting.
"Ashimah langsung ke poin utamanya. Saya sakit apa? Sehingga saya harus di rawat di rumah sakit." dikau menatap Ashimah gemas. Karena gadis itu terlalu banyak bicara disaat yang tidak tepat seperti ini.
"Hehehehe," Ashimah terkekeh.
"Kata dokter mas Dikau menderita Leukemia tahap awal, tapi mas dikau tidak usah khawatir dokter bilang itu tidak apa-apa selagi mas Dikau bisa hidup sehat masih bisa disembuhkan." Ashimah mencoba membuat Dikau optimis, ia tidak ingin Dikau merasa terbebani dengan penyakitnya.
"Bisakah kamu berjanji pada saya Ashimah," ujar Dikau. Tatapan matanya lurus ke depan, Ashimah tidak bisa mengartikan itu apa yang pria itu pikirkan.
"Tentu, Aci akan melakukan apapun untuk mas Dikau sembuh." Ucap Ashimah dengan sungguh-sungguh. Karena ia telah berjanji untuk menjaga pria itu dengan seluruh hidupnya.
"Tolong biarkan ini menjadi hanya rahasia kita berdua, jangan ada yang tahu tentang ini termasuk keluargaku." Awalnya Ashimah ragu, ia merasa khawatir kenapa Dikau merahasiakan ini dari keluarganya. Bukannya keluarga harus tau agar dia mendapat support. Tapi pada akhirnya Ashimah hanya bisa mengangguk setuju.
"Seperti yang kamu bilang lagi pula ini masih tahap awal, peluang saya untuk sembuh besar kemungkinan. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Dikau mengatakan itu seperti dia hanya terkena penyakit sepele, sepeti demam yang akan cepat sembuh besok hal itu membuat Ashimah takjub dengan sikap santai Dikau. Padahal dirinya khawatir setengah mati takut kehilangan pria ini.
Baru saja Ashimah ingin membalas terdengar suara pintu yang di banting keras. Ashimah dan Dikau sontak menuju ke arah pintu. Disana mereka mendapati Ria, ibu Dikau berlari menghampiri mereka.
Ria dengan khawatir mengecek seluruh badan anaknya. Apakah baik-baik saja atau tidak?
"Ma, Dikau baik-baik saja. Dikau hanya pernikahan Dikau dengan Ashimah sekarang. Dikau juga sudah meminta restu pada orangtua Ashimah. Jadi tidak ada yang perlu ditunggu lagi." Ucap Dikau.
jangan lupa mampir dinovel bidadari bumi.
. yg lbhmemilih kisahsehari".. pilihannya sama persis hehe
btw banyak sekali yang nanya udah end apa belum..
Mohon penjelasannya ya kak aouthor..
Emm aku suka kok karya kak author..
bahkan aku baca tanpa skip dan like dariku selalu ada buat novel ini..
semoga saja ada penjelasan dari kak author tentang novel ini..
agar tidak ada lagi yang sedikit resah karena tiba2 aja end😊.
Saya selalu menunggu balasan dari kak😊