NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tidak pernah menyangka, bahwa cincin perak berukir naga yang menjadi hadiah saat membeli seekor kelinci akan mengubah seluruh hidupnya—menyeretnya ke dunia kuno tempat manusia dan beastmen hidup berdampingan.

Belum sempat memahami situasi, Li Yunru malah terikat sebagai pasangan hidup Raja Naga Putih wilayah utara, Bai Muzhi. Berkat cincin misterius itu, mimpi Li Yunru untuk menjadi koki akhirnya terwujud. Namun, kedatangannya ke dunia itu ternyata bukan kebetulan.

Sedikit demi sedikit, tabir asal-usulnya mulai terbuka. Dan musuh-musuh yang selama ini bersembunyi ikut bergerak. Di tengah bahaya, rahasia dan takdir yang menantinya ... mampukah Li Yunru bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Budak

Tentu saja Li Yunru takut ketika melihat Yan Diming datang dan hendak menggigitnya. Namun Ruu yang seolah memiliki alarm bahaya di kepalanya, segera berteriak panik dan melompat untuk melindungi gadis itu.

"Tuan!!" Ruu tidak peduli jika dia mati, tetapi jelas tidak akan membiarkan tuannya berada dalam bahaya.

Yan Diming tidak bisa mengerem tepat waktu. Mulutnya langsung menggigit seekor kelinci gemuk yang tiba-tiba melompat ke arahnya.

"Aahhh! Ular jelek! Kamu menggigitku!"

Ruu berteriak antara kaget dan kesakitan saat taring Yan Diming menembus dagingnya. Ia meronta-ronta dengan bulu yang langsung berdiri semua.

"...."

Ekspresi Yan Diming bahkan lebih jelek lagi. Begitu mencium bau kelinci dan merasakan bulu memenuhi mulutnya, pria ular hitam itu langsung memuntahkan Ruu sambil mencoba membersihkan sisa bulu yang menempel di lidahnya.

"Bleh! Bleh!"

Ia bahkan terlihat seperti ingin muntah.

Saat ini, raut wajah Yan Diming terpelintir seolah baru saja memakan sesuatu yang sangat menjijikkan.

"Kelinci bau!" dengusnya marah.

Ruu yang digigit Yan Diming lalu terlempar ke tanah berumput tampak sedikit pusing. Tubuh gemuknya berguling dua kali sebelum akhirnya terbaring lemas.

Li Yunru terkejut dan ingin segera menghampiri Ruu. "Gendut!"

Namun Yan Diming tidak ingin berlama-lama di tempat itu karena khawatir Bai Muzhi segera menyadari kehadirannya. Ia kembali bergerak cepat untuk menggigit Li Yunru.

Kali ini Li Yunru yang kesal tiba-tiba teringat sesuatu. Dengan refleks, ia segera mengambil satu buah bawang bombai dan menyumpalkannya langsung ke mulut pria setengah ular itu.

"...??!!"

Yan Diming membelalak kaget ketika aroma bawang bombai yang tajam menusuk hidungnya.

Li Yunru tidak berhenti sampai di sana. Gadis itu bahkan melempar semangkuk penuh irisan bawang bombai ke wajah Yan Diming.

"Makan itu, dasar ular!"

Irisan bawang bombai menempel di wajah, rambut, bahkan sebagian masuk ke kerah pakaian pria ular itu.

Kali ini Yan Diming benar-benar tidak tahan lagi. Ia langsung menjauh sambil memuntahkan bawang bombai dari mulutnya dan muntah ke samping pohon. Tubuhnya sedikit gemetar karena tidak tahan dengan aroma menyengat tersebut.

"Bleh! Sial! Apa ini?!"

Wajahnya yang terkena irisan bawang bombai terasa sedikit perih dan panas. Matanya bahkan mulai memerah dan berair. Dalam kepanikan, ia bergerak mundur terburu-buru hingga beberapa kali menabrak batang pohon di depannya.

"Manusia, ini belum selesai! Aku pasti akan kembali!! Ahhh! Sial! Wajahku!"

Yan Diming kembali menabrak batang pohon. Hidungnya yang sebelumnya berdarah akibat pukulan sudip kayu kini semakin berdarah deras. Sungguh, hari ini benar-benar hari paling sial baginya.

Melihat bahwa pria ular itu akhirnya pergi, Li Yunru menghela napas lega. Lututnya bahkan terasa sedikit lemas karena tegang. Ia segera berlari menghampiri Ruu yang masih terbaring lemah di atas rumput.

"Gendut, apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya khawatir sambil mengangkat tubuh kelinci itu perlahan.

"Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja. Tubuhku sedang menetralkan racun ular." Ruu sama sekali tidak marah ataupun takut. Hanya saja suaranya terdengar lemah dan napasnya sedikit berat.

Li Yunru buru-buru memindahkannya ke tempat yang lebih nyaman dan meletakkan kain lembut di bawah tubuhnya. Melihat bekas gigitan di tubuh Ruu, wajahnya sedikit pucat.

"Kamu benar-benar nekat ...," gumamnya pelan.

Ruu mendengus lemah. "Kalau aku tidak melompat tadi, yang digigit pasti lehermu."

Li Yunru terdiam sesaat. Untuk pertama kalinya, ia merasa kelinci gemuk yang suka makan dan menyebalkan itu terlihat cukup dapat diandalkan.

Tak lama kemudian, Bai Muzhi datang dengan langkah lebar. Ekspresinya terlihat sedikit khawatir. Ia sebelumnya merasakan aura manusia setengah ular memasuki wilayahnya, lalu menyadari bahwa Li Yunru berada di halaman belakang dekat tepian hutan.

Begitu melihat Li Yunru baik-baik saja, Bai Muzhi diam-diam menghela napas lega. Namun saat melihat Ruu tampak lemas karena racun ular, ekspresinya langsung berubah.

"Apakah kamu baik-baik saja? Siapa yang datang membuat masalah?" tanyanya pada Ruu.

Kelinci gemuk itu mendengus tidak puas dan menatap Bai Muzhi seolah sedang memandang orang paling tidak berguna di dunia.

"Manusia setengah binatang dari suku ular hitam datang untuk membunuh istrimu. Kamu benar-benar tidak bisa diandalkan!"

"Bukankah ada kamu?" jawab Bai Muzhi agak santai.

"... Aku ini kelinci, bukan penjaga istana surgawi," balas Ruu sambil bercanda meski tubuhnya masih lemas.

Sudut mulut Bai Muzhi berkedut tipis. Bahkan jika benar ada penjaga istana surgawi, bukan giliran seekor kelinci untuk menjaga gerbang. Begitulah kira-kira isi pikirannya saat ini. Ia akhirnya mengalihkan perhatian pada Li Yunru dan memeriksanya dari atas ke bawah.

"Kamu tidak terluka, kan?"

Li Yunru menggeleng pelan. "Tidak, aku hanya terkejut."

Mendengar itu, Bai Muzhi akhirnya jauh lebih tenang. Namun tatapannya segera berubah dingin ketika mengingat keberanian suku ular hitam memasuki wilayahnya. Jelas sekali ia tidak berniat membiarkan masalah ini berlalu begitu saja.

Seolah tidak ada percobaan pembunuhan beberapa saat lalu, Li Yunru malah sibuk memperhatikan bawang bombai yang tersisa. Saat melihat bawang bombai irisannya berserakan di mana-mana gara-gara pria ular tadi, dia langsung mendesah panjang.

"Aku harus mengiris ulang," gumamnya sedih.

Ruu yang masih setengah pingsan langsung membuka mata. "Tuan ... dalam situasi seperti ini, yang kamu pikirkan ternyata bawang bombai?"

"Tentu saja. Mengiris bawang juga cukup melelahkan."

"...."

Bai Muzhi juga melihat terung ungu dan bawang bombai di atas meja kayu sederhana. Alisnya sedikit terangkat. Menyadari bahwa gadis itu hendak memasak lagi, ia sama sekali tidak berniat pergi dari halaman belakang.

......................

Hong Maxing datang berkunjung ke Istana Shing hari ini untuk mendiskusikan sesuatu dengan Bai Muzhi. Namun setelah mendengar dari Deng Gubo bahwa Bai Muzhi berada di halaman belakang bersama Li Yunru, ia langsung menebak bahwa gadis manusia itu pasti sedang memasak.

Dengan langkah cepat, ia menuju halaman belakang dan benar saja, Li Yunru sedang sibuk mengiris bawang bombai. Kedua telinga rubah merah Hong Maxing bergerak sedikit penuh minat.

"Sepertinya aku datang di waktu yang tepat." Pria berambut merah itu tersenyum menawan sambil mengibaskan ekor rubahnya perlahan.

Bai Muzhi terlihat tidak senang saat melihatnya. "Apa yang kamu lakukan di wilayahku?" tanyanya dingin.

"Oh, berkunjung dan melihat apakah kamu masih sehat?" jawab Hong Maxing santai.

"..." Bai Muzhi sama sekali tidak percaya.

Baik Hong Maxing maupun Hei Sanfeng selalu datang bergantian ke istananya hanya untuk memakan masakan Li Yunru. Tidak ada alasan lain yang lebih masuk akal.

Li Yunru sendiri tidak terlalu peduli dengan keberadaan Hong Maxing. Meski awalnya ia sempat beberapa kali berdebat dengan rubah merah itu, sejauh ini mereka tidak benar-benar memiliki masalah besar.

Setelah selesai mengiris bawang bombai, ia menyiapkan wajan di atas tungku sederhana, menambahkan minyak secukupnya, lalu mulai menumis bawang bombai hingga harum.

Aroma gurih perlahan menyebar di udara dan membuat telinga Hong Maxing bergerak sekali, lalu dua kali. Beberapa detik kemudian, kesembilan ekornya bergoyang pelan tanpa sadar.

"Ini benar-benar harum sekali," ucapnya.

Li Yunru sendiri kini memasukkan potongan terung ungu dan memasaknya beberapa menit hingga sedikit layu. Ia mengaduk perlahan menggunakan sudip kayu sambil sesekali menambahkan bumbu.

Selama menunggu terung ungu matang, Li Yunru terpikirkan sesuatu dan berniat membuat minuman yang menyegarkan. Ia pun menoleh pada Hong Maxing.

"Budak, ambilkan aku seember air bersih," pintanya santai sambil menyerahkan ember kayu.

"Aku ini bukan budakmu!" Sudut mulut Hong Maxing langsung berkedut keras.

"Bukankah kamu pelayanku?" Li Yunru terlihat sangat percaya diri dengan logikanya sendiri.

Hong Maxing menunjuk dirinya sendiri dengan tidak percaya. Kesembilan ekor rubahnya bahkan bergoyang kecil satu persatu.

"Gadis Cantik! Pelayan adalah pelayan dan budak adalah budak! Keduanya beda makna!"

"Bukankah sama saja untuk disuruh-suruh?"

"Tentu saja beda! Pelayan mendapatkan upah, sedangkan budak bekerja tanpa upah!" Hong Maxing merasa kepalanya mulai sakit.

Mendengar itu, Li Yunru justru menghela napas lega. "Kebetulan kamu juga tidak mendapatkan upah. Bukankah itu berarti kamu pelayanku tanpa bayaran? Jadi benar, kamu adalah budakku."

"...."

Hong Maxing merasa darahnya naik sampai ke ubun-ubun. Ia bahkan mulai mempertanyakan kewarasannya sendiri karena masih datang ke tempat ini.

Sepertinya ada yang salah dengan otak manusia yang satu ini, pikirnya dalam hati.

Pada akhirnya, Li Yunru menyuruh Bai Muzhi mengambil air. Anehnya, pria naga putih itu sendiri sama sekali tidak keberatan. Air sungai yang jernih memang tidak jauh dari tempat mereka sehingga ia hanya perlu berjalan sebentar untuk mengambilnya.

Melihat Bai Muzhi benar-benar pergi mengambil air, Hong Maxing langsung menatapnya dengan tidak percaya.

"... Kamu benar-benar menurut?"

Bai Muzhi melirik Hong Maxing sekilas. Tatapannya tampak seperti sedang memandang seseorang yang baru saja mengatakan hal yang bodoh.

Tak lama kemudian, pria naga putih itu kembali membawa seember air bersih. Lengannya yang kuat mengangkat ember kayu dengan mudah seolah tidak memiliki berat sama sekali.

Melihat itu, Li Yunru langsung merasa kepalanya terangkat tinggi. "Lihatlah, suamiku benar-benar luar biasa. Aku memintanya pergi ke timur, dia tidak akan pergi ke barat."

Hong Maxing memutar bola matanya malas. "Kalian berdua bahkan belum mengadakan upacara pernikahan! Kalian hanya pasangan berdasarkan tanda kepemilikan!" Ia melipat kedua tangan di dada dengan ekspresi sombong.

Li Yunru langsung melotot padanya. "Budak macam apa kamu ini? Berani sekali mengatakan sesuatu tentang tuanmu?! Hukum kamu dengan pukulan lima puluh papan!"

"Rumput! Jangan konyol! Peraturan tak tertulis macam apa itu?!" Hong Maxing semakin tersinggung. Ekor rubah merahnya sampai berdiri tegak.

Ya, Dewa, apakah gadis ini gila? pikirnya frustrasi.

Li Yunru terdiam sejenak seolah baru menyadari sesuatu.

"... Terima kasih sudah mengingatkanku. Sepertinya aku memang harus membuat aturan tertulis tentang hubungan persahabatan tuan dan budak di antara kita."

"...."

Tidak, bukan itu maksudku. Aku ingin pulang sekarang! batin Hong Maxing yang mulai menyesali hidupnya.

Bai Muzhi meletakkan ember air di dekat Li Yunru lalu menatapnya. "Minuman apa yang akan kamu buat?" tanyanya tenang.

1
A
masih lah. kan ada adudu
Marsya
klau diliat2 keisengannya,itu si elang botaklah🤣🤣🤣🤣🤣
Marsya
aiaiai.....,sang merak muncul thor😉😉😉😉😉
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣 ya ya sama-sama kelompok burung kalian, ayam dan merak 🤣

ayo Yunru botakin aja Lan Peijun🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ternyata itu artinya Ben, kupikir itu typo atau apa /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
gak boleh, Yunru harus tetap sama Bai Muzhi, gak boleh yang lain/Curse//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nona ben??? siapa kak??
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ aduhhh... tadi dielus, dicium, sekarang di plak plak plak🤣🤣
Sonya Kapahang
TIDAAAAAKKKKKKKK.. aku yg tidak setuju klo Yunru sm si Merak juga...
Yunru hrs tetap sm Tuan Naga satu²nya.. ga boleh ada yg lain.. apalagi Merak bau.. bikin botak aj itu Merak...
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ pria narsistik lagi🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sudah kena bawang dan keluar darah, eh di tambah malah dilepaskan dari ketinggian oleh elang 🤣, aduh kasian banget, tapi itu memang cocok buat Yan Diming, sepertinya itu masih kurang untuk memberinya pelajaran 🤣

Yunru kamu udah mulai berani ya minta cium dulu 🤣/Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kok aku baca ini, geli ya 🤣 aku ngebayangin dia bicara seperti itu sambil mendayu-dayu🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: beneran loh kak, sambil ngebayangin dia bergerak gemulai dengan suara mendayu-dayu🤣
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sabar ya maxing🤣🤣, kamu malah merekomendasikan untuk Yunru membuat peraturan tertulis🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wajib kak khusus Hong Maxing buat peraturan tertulis biar dia gak lupa 🤣🤣
total 2 replies
Marsya
korban pertama naga diduduki,korban kedua elang dibotaki,korban ketiga rubah diracuni,skarang korban keempat ular dipukuli,🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭😉😉😉👍👍👍👍
Author Risa Jey: waktunya cari mangsa baru /Hey//Hey/
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣🤣 kasian, itu artinya cermin air gak boleh lihat wajah Yunru🤣
Author Risa Jey: ada hubungannya dengan si kelinci nanti, mengapa itu cermin maunya lihat dia terus 😅
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
hahaha🤣🤣 ngatain diri sendiri/Facepalm/
Sonya Kapahang
Yah.. belum tau dia siapa Yunru.. udh kena serang 2 kali tp msh ga kapok..
Author Risa Jey: kalau kapok, bukankah dia pengecut? 🤣🙏
total 1 replies
Sonya Kapahang
Terlalu percaya diri kamu Ruu..
Klo kata Yunru, Narsistik sekali kelinci gendut ini 😒😒😒
Author Risa Jey: Maklum, dibesarkan Bai Muzhi sebelumnya. Ya gini jadinya /Cleaver/
total 1 replies
Sonya Kapahang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Liatin aj noh pantatnya si Ruu yg montok dan seksih
ER
kaka kalau ada buku cetakan kabarin yaa mau belii
ER: serius gak ada kak , padahal sebagus itu novel²nyaa , apalagii ini udah 2026
udah baca novel kak risa dari 2019
kirain udah ada cetakann nyaa
tapi mudah mudahn segera ya kak
aku dukung apapun asal itu punya kaka semangat teruss
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!