NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Budak

Tentu saja Li Yunru takut saat melihat Yan Diming hendak menggigitnya. Namun Ruu yang seolah memiliki alarm bahaya di kepalanya, segera berteriak panik dan melompat untuk melindungi gadis itu.

"Tuan!!" Ruu tidak peduli jika harus mati, tetapi ia tidak akan membiarkan tuannya berada dalam bahaya.

Yan Diming tidak sempat mengerem. Mulutnya langsung menggigit kelinci gemuk yang tiba-tiba melompat ke arahnya.

"Aahhh! Ular jelek! Kamu menggigitku!"

Ruu berteriak kaget dan kesakitan saat taring Yan Diming menembus dagingnya. Ia meronta-ronta hingga bulunya berdiri semua.

"...."

Ekspresi Yan Diming justru lebih buruk. Begitu mencium bau kelinci dan merasakan bulu memenuhi mulutnya, ia langsung memuntahkan Ruu sambil berusaha membersihkan bulu yang menempel di lidahnya.

"Bleh! Bleh!" Ia bahkan tampak ingin muntah. Wajahnya terpelintir seolah baru saja memakan sesuatu yang sangat menjijikkan. "Kelinci bau!" dengusnya marah.

Ruu yang terlempar ke tanah berumput berguling dua kali sebelum akhirnya terbaring lemas. Bekas gigitan di tubuhnya perlahan menghitam.

Li Yunru terkejut dan hendak menghampiri Ruu. "Gendut!"

Namun Yan Diming tidak ingin berlama-lama karena khawatir Bai Muzhi segera menyadari kehadirannya. Ia kembali bergerak cepat untuk menggigit Li Yunru.

Kali ini Li Yunru yang kesal tiba-tiba teringat sesuatu. Dengan refleks, ia mengambil satu bawang bombai lalu menyumpalkannya langsung ke mulut pria setengah ular itu.

"Makan itu, dasar ular!"

"...??!!"

Yan Diming membelalak kaget saat aroma bawang bombai yang tajam langsung menusuk hidungnya. Irisan bawang bombai beterbangan mengenai wajah, mata, dan hidung.

Li Yunru tidak berhenti di sana. Ia bahkan melempar semangkuk penuh irisan bawang bombai ke wajah Yan Diming.

Kali ini Yan Diming benar-benar tidak tahan. Ia langsung menjauh sambil memuntahkan bawang bombai dari mulutnya, lalu muntah di samping pohon. Tubuhnya sedikit gemetar karena tidak sanggup menahan aroma menyengat itu.

"Hoekk! Sial! Apa-apaan ini?!"

Wajahnya yang terkena irisan bawang bombai terasa perih dan panas. Matanya mulai memerah dan berair. Dalam kepanikan, ia pergi terburu-buru hingga beberapa kali menabrak batang pohon.

"Manusia, ini belum selesai! Aku pasti akan kembali!! Ahhh! Sial! Wajahku!"

Yan Diming kembali menabrak batang pohon. Hidungnya yang sebelumnya berdarah kini semakin deras mengeluarkan darah. Hari ini benar-benar hari paling sial baginya.

Dengan wajah penuh irisan bawang bombai dan darah yang terus menetes dari hidungnya, ia berubah menjadi ular hitam besar lalu melata kabur menembus semak-semak secepat mungkin.

Melihat pria ular itu akhirnya pergi, Li Yunru menghela napas lega. Lututnya bahkan terasa sedikit lemas. Ia segera berlari menghampiri Ruu yang masih terbaring di atas rumput.

"Gendut, apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya khawatir sambil mengangkat tubuh kelinci itu perlahan.

"Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja. Tubuhku sedang menetralkan racun ular." Ruu sama sekali tidak marah atau takut. Hanya saja suaranya terdengar lemah dan napasnya sedikit berat.

Li Yunru segera memindahkannya ke tempat yang lebih nyaman dan meletakkan kain lembut di bawah tubuhnya. Melihat bekas gigitan di tubuh Ruu yang mulai menghitam, wajahnya sedikit pucat.

"Kamu benar-benar nekat ...," gumamnya pelan.

Ruu mendengus lemah. "Kalau aku tidak melompat tadi, yang digigit pasti lehermu."

Li Yunru terdiam. Rasa bersalah memenuhi hatinya.

Tak lama kemudian, Bai Muzhi datang dengan langkah lebar. Ekspresinya sedikit khawatir. Ia merasakan aura manusia setengah binatang dari suku ular memasuki wilayahnya, lalu menyadari Li Yunru berada di halaman belakang dekat tepian hutan.

Begitu melihat Li Yunru baik-baik saja, Bai Muzhi diam-diam menghela napas lega. Namun saat melihat Ruu tampak lemas karena racun ular, ekspresinya langsung berubah dingin.

"Apa yang terjadi? Siapa yang datang membuat masalah?" tanyanya pada Ruu.

Kelinci gemuk itu mendengus tidak puas dan menatap Bai Muzhi seolah sedang memandang orang paling tidak berguna di dunia.

"Manusia setengah binatang dari suku ular hitam datang untuk membunuh istrimu. Kamu benar-benar tidak bisa diandalkan!"

"Bukankah ada kamu?" jawab Bai Muzhi santai tapi sebenarnya mengkhawatirkan kelinci itu.

"... Aku ini kelinci, bukan penjaga istana surgawi," balas Ruu sambil bercanda meski tubuhnya masih lemas.

Sudut mulut Bai Muzhi berkedut tipis. Bahkan jika benar ada penjaga istana surgawi, bukan giliran seekor kelinci gemuk untuk menjaga gerbang. Ia lalu mengalihkan perhatian pada Li Yunru dan memeriksanya dari atas ke bawah.

"Kamu tidak terluka, kan?"

Li Yunru menggeleng. "Tidak, aku hanya terkejut."

Mendengar itu, Bai Muzhi akhirnya sedikit tenang. Namun tatapannya segera berubah dingin saat mengingat keberanian suku ular hitam memasuki wilayahnya. Jelas ia tidak akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja. Ia lalu mengalihkan pandangan ke terung ungu dan bawang bombai di atas meja kayu. Alisnya sedikit terangkat.

"Kamu sedang memasak?"

"Ya. Tadinya mau memasak terung."

"Kalau begitu, lanjutkan saja."

Bai Muzhi berjalan ke batang kayu tumbang yang masih terlihat kokoh, lalu duduk dengan tenang. Ia tidak berniat meninggalkan tempat tersebut sedikit pun.

"Apakah kamu marah?" tanyanya tiba-tiba.

"Mengapa aku harus marah?" Li Yunru menatapnya dengan ekspresi bingung.

"Aku tidak menempatkan penjaga gelap di sekitarmu sehingga kejadian hari ini menimpamu."

Mendengar apa yang dikatakan pria berwajah batu itu, Li Yunru justru senang. "Sebaiknya jangan! Aku tidak suka ada orang lain yang menguntit diam-diam sepanjang hari."

"...."

Dua penjaga bayangan yang selalu mengikuti Bai Muzhi di kegelapan, hampir terpeleset dari atas pohon tak jauh dari sana. Apakah pekerjaan mereka terlihat seperti penguntit?

Bai Muzhi tidak mengatakan apa-apa lagi. Tapi meski begitu, dia mulai berpikir untuk menempatkan beberapa penjaga bayangan di halaman belakang, terkhususnya untuk melindungi Li Yunru diam-diam.

......................

Hong Maxing datang ke Istana Shing untuk mendiskusikan sesuatu dengan Bai Muzhi. Namun setelah mendengar dari Deng Gubo bahwa Bai Muzhi berada tak jauh di halaman belakang bersama Li Yunru, ia langsung menebak gadis itu pasti sedang memasak.

Dengan langkah cepat, ia menuju halaman belakang. Benar saja, Li Yunru sedang sibuk mengiris bawang bombai. Kedua telinga rubah merahnya langsung bergerak penuh minat.

"Sepertinya aku datang di waktu yang tepat." Pria berambut merah itu tersenyum menawan sambil mengibaskan ekor rubahnya perlahan.

Bai Muzhi terlihat tidak senang. "Apa yang kamu lakukan di wilayahku?" tanyanya dingin.

"Oh, berkunjung dan melihat apakah kamu masih hidup?" jawab Hong Maxing santai.

"...."

Bai Muzhi sama sekali tidak percaya. Hong Maxing dan Hei Sanfeng selalu datang bergantian ke istananya hanya untuk memakan masakan Li Yunru. Tidak ada alasan lain yang lebih masuk akal.

Li Yunru tidak terlalu peduli dengan kedatangan Hong Maxing. Setelah selesai mengiris bawang bombai, ia menaruh wajan di atas tungku, menuangkan sedikit minyak, lalu menumis bawang hingga harum.

Aroma gurih perlahan menyebar di udara, membuat telinga Hong Maxing bergerak sekali, lalu dua kali. Beberapa detik kemudian, kesembilan ekornya ikut bergoyang tanpa sadar.

"Ini benar-benar harum sekali," ucapnya.

Li Yunru lalu memasukkan potongan terung ungu dan memasaknya hingga sedikit layu. Ia mengaduk perlahan dengan sudip kayu sambil menambahkan bumbu. Saat menunggu terung matang, ia tiba-tiba ingin membuat minuman segar. Ia pun menoleh pada Hong Maxing.

"Budak, ambilkan aku seember air bersih," pintanya santai sambil menyerahkan ember kayu.

"Aku ini bukan budakmu!" Sudut mulut Hong Maxing langsung berkedut.

"Bukankah kamu pelayanku?" Li Yunru menjawab penuh percaya diri.

Hong Maxing menunjuk dirinya sendiri dengan tidak percaya. "Gadis Cantik! Pelayan dan budak itu beda!"

"Bukankah sama-sama untuk disuruh?"

"Tentu saja beda! Pelayan mendapat upah, sedangkan budak tidak!" Hong Maxing merasa kepalanya mulai sakit.

Mendengar itu, Li Yunru justru menghela napas lega. "Kebetulan kamu juga tidak mendapat upah. Berarti kamu pelayanku tanpa bayaran. Jadi benar, kamu ini budakku."

"...."

Hong Maxing merasa darahnya naik ke ubun-ubun. Ia bahkan mulai mempertanyakan kewarasannya sendiri karena masih datang ke tempat ini. Sepertinya ada yang salah dengan otak manusia yang satu ini.

Pada akhirnya, Li Yunru menyuruh Bai Muzhi mengambil air. Anehnya, pria jelmaan naga putih itu sama sekali tidak keberatan. Sungai tidak jauh dari sana, jadi ia hanya perlu berjalan sebentar.

Melihat Bai Muzhi benar-benar pergi mengambil air, Hong Maxing menatapnya dengan tidak percaya.

"... Kamu benar-benar menurutinya?"

Bai Muzhi hanya meliriknya sekilas, seolah sedang memandang seseorang yang baru saja mengatakan hal bodoh. Tak lama kemudian, ia kembali membawa seember air bersih. Lengannya yang kuat mengangkat ember kayu itu dengan mudah.

Melihat itu, Li Yunru langsung tersenyum bangga. "Lihat, suamiku benar-benar luar biasa. Aku menyuruhnya ke timur, dia tidak akan pergi ke barat."

Hong Maxing memutar mata malas. "Kalian bahkan belum mengadakan upacara pernikahan! Kalian hanya pasangan berdasarkan tanda kepemilikan!" katanya sambil melipat kedua tangan di dada.

Li Yunru langsung melotot padanya. "Budak macam apa kamu ini? Berani sekali mengatakan sesuatu tentang tuanmu?! Hukum lima puluh pukulan papan!"

"Rumput! Jangan konyol! Peraturan tak tertulis macam apa itu?!" Hong Maxing semakin tersinggung. Ekor rubah merahnya sampai berdiri tegak.

Ya, Dewa, apakah gadis ini gila? pikirnya frustrasi.

Li Yunru terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "... Terima kasih sudah mengingatkanku. Sepertinya aku memang harus membuat aturan tertulis tentang hubungan tuan dan budak di antara kita."

"...."

Hong Maxing membeku. Tidak, bukan itu maksudku. Aku ingin pulang sekarang! batinnya yang mulai menyesali hidupnya.

Bai Muzhi meletakkan ember air di dekat Li Yunru lalu menatapnya. "Minuman apa yang akan kamu buat?" tanyanya tenang.

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Wahhh, sudah kuduga pasti berhubungan dengan penyihir. Ayo kalian semua bersatu, hancurkan penyihir itu dan sekutunya/Scream//Determined//Determined/
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 13 replies
Erni Sasa
aku suka sekali dengan semua karyamu ka Risa😘😘😘😘
semuaaa karyamu sudah aku baca😘
Author Risa Jey: wah, makasih banyak kak /Smile//Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!