mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana penggerebekan
Suasana rumah packing yang disewa Mira dan tika masih ramai meski hari sudah menjelang sore. Kardus-kardus berisi piyama menumpuk di berbagai sudut ruangan. Beberapa karyawan terlihat sibuk melipat pakaian, memasukkan ke plastik, lalu menempelkan label pengiriman.
Mira ikut membantu membungkus pesanan sambil sesekali memeriksa daftar pengiriman di tangannya.
"Yang tujuan Bandung sudah selesai belum?" tanya Mira.
"Sudah, Kak Mira. Tinggal yang Surabaya sama Makassar," jawab salah satu karyawan.
"Bagus. Jangan sampai ada yang tertukar ya." kata mira
"Siap, Kak."
Di sampingnya, Tika juga tampak sibuk membantu.
"Minggu ini pesanan naik lagi ya?" tanya mira
"Iya. Syukurlah. Lumayan buat nambah modal." kekeh tika
"Kayaknya kita harus tambah karyawan lagi deh tik." ujar mira
"sepertinya bagitu" ucap tika mengangguk.
mira tersenyum senang karena usahanya berjalan dengan lancar walaupun ada masalah di rumah tangganya teralihkan dengan usahanya yang cukup berkembang apalagi novelnya tambah banyak penggemar yang suka dengan tulisannya.
****
Malam harinya pekerjaan mira dan tika akhirnya selesai. Satu per satu karyawan pulang.
"Ayo pulang, Mir." ajak tika
"Iya, bentar. gua bisa kok pulang sendiri gak usah di anter juga gak papa" ucap mira
"no. gua kan yang jemput lu tadi berarti pulangnya gua harus anter lu juga" ujar tika
"yaudah terserah lu, untung juga di anter lu jadinya gak ngeluarin duit buat naik angkot" goda mira
"pelit banget lu. uang lu aja udah banyak masak perhitungan sama angkot" ucap tika pura pura kesal
Begitu mereka keluar dan masuk ke mobil, tika langsung menancap gas menuju ke rumah mira.
"gimana pandu, lu masih mau bertahan? '" tanya tika tiba tiba
"gak lah, mana mau gua bertahan sama cowok yang gak tanggung jawab dan tukang selingkuh kayak si danu" jawab mira
"terus kenapa lu gak ajuin perceraian aja sih, kalau lu udah gak mau sama si breng*k itu" kesal tika
"gua masih belum punya bukti yang jelas, gua hanya punya rekaman dia sama selingkuhannya di warung bakso itu aja. dan gua yakin kalau mereka sudah melakukan hal di luar batas" ucap mira menerawang jauh melihat pemandangan yang berada di luar mobil.
"wahhh parah kalau mereka sampek main enak enak an. itu udah keterlaluan. " emosi tika
"Kalau gua jadi lu waktu di warung itu udah gua jambak tuh dua-duanya. mokondo sama jalang sama sama cocok." emosi tika
"Makanya untung yang jadi gua bukan lu." kekeh mira tersenyum
"Ya jelas, kalau gua yang jadi lu. udah gua benyek benyek keduanya." kesal tika
Ketika hampir sampai di lingkungan rumah ibu mertua mira, tiba-tiba pandangan Mira tertuju pada seseorang.
"Tik..." panggil mira
"Hm?"
"Itu bukannya mas pandu?" tanya mira
Tika langsung menoleh.
"Astaga. bener mir itu laki lu" kaget tika matanya membelalak
Di bawah cahaya lampu jalan yang redup, terlihat seorang pria berjalan mengendap-endap.
Pria itu mengenakan jaket hitam dan topi. Namun Mira sangat hafal dengan postur tubuh suaminya.
"Ngapain dia sembunyi-sembunyi gitu?" tanya tika sambil mengerutkan dahinya
Mira tidak menjawab malainkan tatapannya mengikuti langkah Pandu.
Kemudian pria itu berhenti di depan sebuah rumah. Rumah Tari.
Tak lama kemudian, Pandu membuka pagar perlahan. ia masuk dengan hati-hati. Lalu menghilang ke dalam rumah.
Tika sampai melongo.
"Ya Allah... baru kita bahas masalah itu udah di suguhin pemandangan kayak gini" kaget tika
Mira malah tersenyum miring. Senyum yang membuat Tika merinding.
"Mir..." pangil tika hati hati
"Kenapa?" tanya mira santai
"lu gak marah ,liat laki lu masuk ke rumah janda?" tanya tika
Mira menyandarkan tubuhnya ke kursi.
"capek gua kalau harus marah marah." jawab santai Mira
Tika menghela napas panjang. "yaampun mir setidaknya lu jambak tuh laki lu. greget gua sama lu. atau gua aja yang wakilin buat jambak tuh pandu sama gundiknya" kesal tika
mira hanya tersenyum tipis melihat sahabatnya emosi.
Beberapa menit kemudian. Mira masih memperhatikan rumah Tari dari kejauhan.
Lampu ruang tamu menyala. Tidak ada tanda-tanda Pandu akan keluar dari rumah tersebut.
"bener bener ya laki lu itu gatel banget" celetuk tika, mira menganggukkan kepalanya
"gua paling benci pengkhianat." lirih mira menatap lurus ke rumah Tari
"Gimana kalau kita gerebek?" celetuk mira tersenyum tipis
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca