Bruggg
"Auww,maafkan saya" ucap Maya sambil memunguti dokumen yang ber ceceran di lantai.
"Gunakan mata anda nona" Pekik Dirga menatap sinis gadis di depannya. Lalu berjalan pergi tanpa rasa bersalah.
"Dasar pria sombong! Dia yang nabrak malah gue yang di salahin!" Gerutu Maya sambil menatap kepergian pria aneh dan sombong itu.
**
Seorang gadis bernama Maya Adhis Vernata dia harus mengalami kehidupan yang sangat menyedihkan setelah kehilangan kedua orang tua nya. Dan sampai sekarang masih menjadi teka teki yang belum memiliki jawaban. Tapi, kehidupannya mungkin akan berangsur membaik setelah dia diterima kerja di perusahaan terbesar kota tersebut. Ya...Ambason Grup, entah angin datang darimana sehingga dia bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Namun tidak semudah itu, Maya harus berhadapan dengan Presdir Ambason Grup yang sesekali bersifat aneh dan terkadang mendekatinya. Huh...sangat menjengkelkan,padahal Presdir tersebut yang tak lain bernama Dirga Letture Ambason terkenal dengan sikap dingin dan arrogant nya. Jadi apa yang membuat tuan Dirga bersikap berbeda kepada nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MernaDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
Banyak orang sedang berkumpul sampai menutupi pintu masuk restoran tepat mereka berada.
Dirga, Maya, dan Angel menatap heran dengan apa yang sedang dilakukan semua orang. Mereka saling pandang, dan juga saling mengedikkan bahu.
Untuk mengusir rasa penasaran nya, Maya sedikit berjalan mendekat ke arah orang yang tengah berkumpul.
"Permisi bu, saya mau tanya. Ini ada apa ya?" tanya Maya kepada sosok ibu tua sambil tersenyum sopan.
"Ituu mbak" sahut ibu tua itu sambil mengarahkan jari telunjuk nya ke atas mengarah pada layar yang berukuran sedang di depan toko.
Maya pun mengikuti arah pergerakan tangan ibu itu, ia begitu tercengang sekaligus terkejut melihat sebuah vidio terputar jelas pada layar itu.
"Hahhh.." kejut Maya sambil membekap mulutnya. Ia memperhatikan vidio yang berdurasi 6 menit itu, vidio adegan panas sosok wanita bersama seorang laki-laki. Ia samar-samar melihat wajah lelaki yang sedang di sensor itu, tetapi ia benar melihat jelas perempuan di vidio itu adalah Angel.
Ia tak habis fikir dengan apa yang dilihatnya, 'jadi selama ini Angel telah mengkhianati tuan Dirga' itulah kesimpulan yang berada di benak wanita itu.
Maya menoleh ke arah belakang, tampak Angel sedang bermanja-manja di lengan seorang Presdir itu. Kedua orang itu ternyata belum menyadari dengan apa yang sedang terjadi.
"Bagaimana kalau tuan Dirga melihat semua itu?" gumam Maya mulai khawatir, yang pasti tuan Dirga akan sangat murka. Maya pun menatap tidak suka ke arah Angel, bisa-bisanya ia mengkhianati orang seperti Dirga.
Dengan ragu, Maya berjalan mendekat ke arah Dirga dan Angel. Ia menepuk bahu Dirga, yang membuat pria itu menoleh ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Dirga dengan raut wajah santai.
"Emmm...it-u tuan" jawab Maya dengan gugup. Ia mengarahkan tangan nya sama persis seperti yang ibu tua tadi lakukan.
Dirga heran dengan apa yang dilakukan Maya, ia sendiri segera mendongakkan kepala nya untuk melihat apa yang ditunjuk oleh wanita itu.
Rahangnya mengeras seketika, darah nya seperti berhenti mengalir, raut wajah nya berubah merah padam, amarahnya begitu terlihat jelas di wajah pria itu.
Ia menatap vidio itu dengan tajam, memperhatikan sambungan vidio yang satu dengan lainnya yang terus berputar.
Plakkk....
Angel yang melihat vidio dirinya bagaikan tersambar petir di siang bolong, nafasnya tercekat, wajah nya berubah pucat pasi. Ia sampai menjatuhkan tas kecil nya, wanita itu bersusah payah menelah ludah nya sendiri.
"Brengs*ek siapa yang berani melakukan ini semua?!!" umpat nya dalam hati, takut dan amarah sedang menguasai dirinya.
Ia memutar otaknya 180° untuk menemukan sebuah cara menjelaskan semua kepada kekasihnya itu.
Dirga membalikkan badannya dengan sorot penuh amarah sehingga membuat Angel semakin terpaku, bahkan untuk membuka mulut nya saja ia tidak sanggup.
"Wanita murahan!!" dua kata itu yang keluar dari mulut Dirga sambil berteriak. Ia mengepal kedua tangan nya kuat-kuat untuk menahan tangan itu tidak melayang ke wajah Angel.
Degg...
Darah Angel berdesir, ia tidak pernah menyangka jika Dirga akan mengeluarkan kalimat seperti itu kepadanya. Semarah apapun Dirga selama ini, ia tidak pernah kasar kepada nya.
Matanya terbelalak, ia menundukkan kepalanya. Buliran bening jatuh membasahi pipi cantik wanita itu. Ia benar-benar menyesal telah melakukan hal itu kepada Dirga. Angel menangis sesegukan, sambil memainkan jari-jari tangan nya.
"Aku tidak BODOH!! tidak perlu bersandiwara dengan air mata palsumu itu, Cihh!!" sambung Dirga berdecih. Ia menghentakkan kaki nya untuk menahan amarah nya.
Lagi-lagi perkataan Dirga menusuk hati Angel, ia semakin menangis sejadi-jadinya dan segera berlutut di depan Dirga. Harga dirinya serasa terbang seketika kala vidio itu berputar.
"Maaf..maafkan aku. Hiks..hiks..hikss..." sesal Angel beberapa kali sambil menyeka air matanya. Nyali nya menciut hanya untuk menatap wajah pria yang sedang terendam amarah itu. Ia tidak memiliki keberanian sedikitpun.
Dirga semakin dibuat jengkel dengan tindakan Angel, ia memilih berjalan mundur menendangkan kaki nya ke udara untuk melampiaskan segala amarah nya. Dirga berteriak sambil merenggut rambutnya dengan kasar, pria itu melepas jas miliknya dan membanting ke sembarang arah.
Maya bengong melihat pertengkaran sepasang kekasih itu, ia merasa iba dengan tangisan Angel tetapi lebih iba lagi dengan pria yang saat ini berada di dalam hati nya.
Maya bingung harus melakukan apa, ia tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain. Maya memutuskan untuk diam saja dan memperhatikan kepergian orang-orang yang tadi sempat berkumpul.
**
Epilog
Fero melihat Angel turun dari taksi dan berjalan ke arah tuan nya.
"Kenapa wanita itu datang? dia pasti akan semakin memperkeruh keadaan saja" gerutu Fero lirih.
Terbersit sebuah rencana di dalam benak nya, ia memainkan benda pipih nya sejenak ngirim sebuah pesan kepada tuan Ambason dan dibalas persetujuan oleh paman nya itu.
Dengan langkah pasti Fero berjalan masuk ke dalam restoran, ia menghampiri meja kasir dan terlihat menyodorkan sebuah amplop coklat yang berada di dalam saku jas nya.
Tak lupa ia menyerahkan handphone nya yang berisi sebuah vidio kebusukan kekasih tuan nya itu. Beberapa waktu lalu Fero mendapat laporan bahwa Angel lagi-lagi bermain dengan laki-laki hidung belang di sebuah hotel. Ia pun sebelum nya sudah memberikan instruksi kepada anak buah nya untuk membayar beberapa laki-laki agar menjebak Angel dan dari situlah ia mendapat vidio-vidio itu.
Ia berfikir, sekarang atau pun nanti sama saja tidak akan merubah apapun, yang ada hanya akan mengulur waktu saja.
Setelah selesai dengan urusan pertamanya, Fero kembali berjalan keluar restoran. Ia tengah berbicara kepada seseorang untuk mengajak beberapa orang berkumpul di depan restoran.
**
Setelah vidio itu selesai diputar, Fero segera menghubungi beberapa anak buah Ambason untuk datang ke tempat nya berada.
Angel masih menangis di posisi nya semula. Hiks...hiks..hiks..
Beberapa menit kemudian datang sebuah mobil menepi, menampilkan dua orang bertubuh besar mengenakan seragam hitam. Yaa, mereka adalah anak buah Ambason, mereka berjalan menghampiri Fero.
"Kalian bawa wanita itu ke apartemen nya, jangan biarkan dia keluar dari apartemen dan tunggu perintah selanjutnya!!" perintah Fero kepada dua anak buah itu sambil menunjuk wanita bernama Angel.
"Baik tuan" jawab mereka serempak setelah faham dengan perintah tuan Fero.
Mereka berdua berjalan ke arah Angel, sedangkan sedari tadi wanita itu memperhatikan gerak-gerik Fero bersama kedua orang itu. Melihat orang-orang itu berjalan mendekat, ia segera berdiri dan berlari ke arah Maya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen, vote, dan rate❤ Saya berharap kalian semua suka dengan karyaku ini. Terimakasih
Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋
Semangat terus yaa💪
𝘚𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘳𝘪 "𝘛𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢"❣️✨
jgn lupa mampir ya 💛💛
Semangat thor
suamiku tukang ojek😉🙏
mari saling dukung 👍