Kehidupan setiap orang tidak sama, jodoh, maut rezeki. Semua orang mendapatkan kadar yang berbeda.
Syaren, terpaksa menikah dengan Dimas, demi melindungi kakaknya, Yumna. Dia tahu, pernikahan ini bukan hal yang indah, Dimas hanya menginginkanya, hanya untuk bersenang-senang.
Bagaimana nasib Syaren? Apakah dia bisa menua bersama Dimas? Atau garis kehidupannya mengujinya lebih kejam lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Peringatan
Pagi menyapa kembali.
Tok tok tokkk!
Neneng mengetuk pintu kamar Syaren.
"Nona ... ada tuan Joan menunggu anda di bawah," seru Neneng.
"Iya bi ...." sahut Syaren dari dalam kamarnya.
Syaren segera keluar dari kamar, dia celangak-celenguk, melihat-lihat keadaan, saat melihat Reyhan juga keluar dari kamar, Syaren langsung mengambil langkah seribu menuruni tangga.
Reyhan terkejut melihat Syaren lari begitu saja. "Syaren! Tunggu!!" Teriak Reyhan. Syaren tetap kabur, tidak menghiraukan teriakan Reyhan.
"Ayo cepat Joan!! Aku takut, kalau singa galak itu menerkamku!" Syaren berlari lebih dulu, dia langsung masuk kemobil Joan.
Joan menggeleng.
"Cepat!" Teriak Syaren. Joan terpaksa berlari dan langsung masuk mobilnya.
Saat Reyhan sampai di luar, mobil Joan mulai melaju.
"Syaren! Jaga sikapmu nanti!! Jangan genit!" Teriak Reyhan.
Syaren membuka kaca jendela mobil di sampingnya. "Jangan takut kak! Palingan aku hanya membuka kedua pahaku untuknya!" Teriak Syaren.
Mobil Joan terus melaju meninggalkan halaman rumah Syaren. Joan tertawa terbahak, mendengar kata-kata Syaren.
Reyhan nampak sangat kesal karena teriakan Syaren.
***
"Nona, apakah anda serius membuka kedua pahamu buat tuan Dimas? Karena Dimas memang mengnginkan hal itu darimu," seru Joan.
Tubuh Syaren merinding seketika, mendengar jawaban Joan.
Mobil terus melaju, menuju tempat yang sudah Dimas rencanakan. Tujuan pertama mereka, mendatangi toko perhiasan, di sana Dimas sudah menunggunya. Setelah selesai di toko perhiasan, mobil Joan melaju menuju butik, Syaren fitting gaun pengantin di butik itu. Saat ini selesai tujuan mereka.
Mobil yang Joan kemudi, malaju menuju restoran. Mereka tengah santai di ruangan Khusus di sebuah Restoran milik Dimas. Semua makanan pun tersaji di meja.
Dimas mulai mengungkapkan maksudnya."Aku ingin kau ingat, setelah menikah, kau tak boleh mencampuri hidupku!" seru Dimas.
Syaren diam, dia mendengari ucapan Dimas.
"Aku menikahimu, hanya ingin menikmati tubuhmu, aku sama sekali tidak menginginkan kamu, suatu saat jika aku bosan, kau akan bebas, namun jangan bermimpi kau bebas, jika aku belum melepaskanmu. Satu hal! Jangan harap kau bisa pergi dariku! Jika kau nekat pergi, aku pastikan Yumna atau Reyhan yang kena batunya, Faham!!" Bentak Dimas.
Syaren terkejut, "Faham," sahut Syaren langsung
"Bagus ... jika kau patuh, maka aku juga tidak akan menyakitimu, ingat! Jangan pernah menolakku atau membangkangku. Kau beruntung, karena aku mau menikahimu, tidak memperkosa mu, padahal aku bisa lakukan itu."
"Sebenarnya aku malas menikah, tapi karena kau tak mau menyerahkan tubuhmu tanpa ikatan pernikahan, baiklah aku mengalah."
Hati Syaren begitu sakit mendengar perkataan Dimas, dia meremas jari jemarinya menahan emosinya.
Dimas merasa puas. "Joan ... mari makan, aku sudah selesai memperingatkan wanita ini, tentang tugas dan batasnya."
Mereka langsung menyantap makanan mereka bersama. Syaren berusaha menelan makanannya, walau lehernya terasa tercekik, menyadari apa tujuan Dimas menikahinya. Tapi keinginan Dimas, siapa yang bisa melawan. Ia pasrah, ia sangat takut Dimas memenjarakan Yumna, atau mencelakai Reyhan.
"Oh ya nona, nanti kabari semua keluargamu, kita akan makan malam bersama nanti, tempatnya nanti aku kabari," seru Joan sambil melahap makanannya.
Joan sangat kasihan pada Syaren, andai dia tidak hutang budi, dia tidak rela gadis seperti Syaren menjadi mainan Dimas. Ia merasa ada hal yang istimewa dalam diri Syaren. Joan hanya bisa berharap, Dimas bisa melihat hal istimewa itu sebelum ia membuang Syaren.
***
Dimas pergi lebih dulu dengan mobil lain yang menjemputnya. Hanya Joan yang mengantar Syaren kerumahnya. Sepanjang perjalanan, Joan terus melirik Syaren dari kaca spion didepannya. Hatinya sangat tidak rela, berlian seperti Syaren menjadi mainan orang seperti Dimas.
"Semoga hatimu kuat nona, aku akan berusaha membuatmu kuat." ringis hati Joan.
Setelah mengantar Syaren, Joan langsung pergi, dia harus menyelesaikan persiapan pesta bujangan tuannya yang gila itu.
gampil bingittt