NovelToon NovelToon
Cold Man Chased By Love

Cold Man Chased By Love

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:62.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zas Novia

Sekuel Star on A Dark Night
Satya Efrain Scott
Seorang pengusaha besar sekaligus ketua Klan Mafia besar di Inggris, yang sejak kecil pindah bersama Ayahnya ke Inggris karena perpisahan kedua orangtuanya, meninggalkan ibu dan kedua adiknya.
Namun Satya memutuskan kembali ke Indonesia setelah kematian Arya, adik kandungnya.Tidak disangka, kepulangannya ke Indonesia membuatnya terjebak pada perasaan cintanya pada kekasih adiknya dalam waktu yang cukup lama.Bahkan perasaan itu masih bertahan sampai perempuan itu menikah. Satya memutuskan menikah dengan sahabat kecilnya. Tapi ternyata istrinya pun bukan jodohnya. Dirinya justru terikat dengan seorang Ratu Mafia yang sudah menghancurkan kehidupannya. Akankah Satya jatuh cinta pada Ratu Mafia yang sangat dibencinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zas Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Ungkapan Perasaan (Visual)

PRIVATE ROOM - JUNGLE RESORT RESTAURANT

Satya menunggu kedatangan Sasa dengan tidak sabar, berbagai makanan andalan Jungle Resort sudah berjejer di atas meja makan, sengaja diminta Satya untuk memanjakan lidah tamu super specialnya malam ini.

Entah kenapa jantungnya berdetak begitu kencang menunggu gadisnya yang selama beberapa hari ini hilang dari hari-harinya. Sebetulnya Satya bisa saja menyuruh Larry dan anak buahnya untuk menemukan Sasa, namun Satya tidak melakukannya, Satya ingin menemukan Sasa sendiri tanpa bantuan orang-orang kepercayaannya. Terbukti, Allah memberinya jalan untuk bertemu Sasa di Jungle Resort miliknya sendiri, di tempat yang ingin sekali Sasa kunjungi bersama Satya.

Tok..Tok..Tok..

Pintu ruangan diketuk dari luar, lalu masuklah Sasa diantar staff resort yang mengangguk pelan pada Satya, lalu keluar ruangan setelah merasa tugasnya sudah selesai. Raut terkejut terlihat jelas di wajah Sasa yang cantik dengan gaun malam yang tertutup mantel dan make-up bold-nya.

'Bagus Sabby.. Pakaianmu begitu tertutup saat kamu akan bertemu dengan seseorang yang tidak kamu tahu. Kamu pintar menjaga diri.' Batin Satya.

Sasa diam mematung di depan pintu tanpa berniat mendekat ke arah Satya. Satya yang paham kalau Sasa tidak ingin mendekatinya, langsung mendekat dan memeluk Sasa dengan erat. Sasa bergeming, tidak balas memeluk ataupun menolak, sampai akhirnya Satya melonggarkan pelukannya.

‘I miss you Sabby..”

Sesungguhnya Sasa begitu bahagia mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Satya, tapi Sasa yakin, kalau Satya hanya merindukannya sebagai sahabat.

“Aku mendapat undangan dari pemilik Jungle resort ini, apa kamu kenal dekat dengannya sampai bisa memakai namanya untuk bertemu denganku.”

Sasa berbicara dengan sangat ketus pada Satya, namun Satya hanya tersenyum memandang Sasa yang terlihat jelas masih marah padanya.

“Sabby.. Please, jangan marah lagi ya. Aku sedih kalau kamu terus-terusan marah dan menghindariku.”

Sasa memegang kedua tangan Satya yang melingkar di pinggangnya lalu melepasnya dengan paksa.

“Kamu sudah memintaku untuk makan malam, maka aku akan memakan semua makanan yang sudah kamu pesan ini.”

Sasa segera duduk dan mengambil makanan ke atas piringnya tanpa menunggu Satya duduk. Tentu Satya tidak mempermasalahkannya, justru Satya senang karena Sasa tidak pergi tanpa memakan makanan yang sudah Satya siapkan. Satya ikut duduk di hadapan Sasa dan mengambil makanan yang menggugah seleranya.

Senyum Satya melengkung saat melihat Sasa yang lahap memakan semua makanan di hadapannya. Satya selalu senang setiap kali melihat Sasa makan, sikap apa adanya Sasa membuat Satya nyaman setiap kali bersamanya.

“Sabby..Pelan-pelan makannya.”

“Aku ingin segera menghabiskan semua makanan ini, agar aku bisa segera pergi dari sini.”

Ekspresi wajah Satya yang bahagia seketika berubah sendu setelah mendengar perkataan Sasa. Satya tidak menyangka hatinya akan merasa sesakit ini mendengar banyak kata penolakan dari Sasa. Namun Satya sadar, semua bermula karena kesalahannya.

Tapi Satya tidak akan menyesal, karena kejadian ini, membuat Satya akhirnya menyadari apa yang dia rasakan. Perasaan cinta yang sebelumnya masih begitu samar, kini terlihat jelas.

Selama makan malam, Sasa tidak banyak berbicara. Dia hanya menanggapi perkataan Satya dengan kata iya, tidak, anggukan dan gelengan kepala. Tapi satya berusaha untuk tetap memasang senyum manisnya, meskipun hatinya begitu kecewa.

Sesaat setelah Sasa menyelesaikan makannya, Sasa langsung berdiri dan memandang Satya dengan tatapan menantang.

“Terima kasih makan malamnya, lain kali tidak perlu repot-repot mengundangku makan malam, sampai harus memakai nama orang lain agar aku datang.”

Satya ikut berdiri dan menghalangi langkah Sasa yang bergerak menuju pintu.

“Sabby tolong dengarkan aku kali ini, ada yang ingin aku katakan padamu.”

“Apa?”

“Sabby.. Tolong duduklah dulu.”

Sasa duduk kembali di tempatnya, sementara Satya yang tadi duduk tepat di hadapan Sasa, kini berpindah tempat ke sebelah Sasa.

Satya memegang kedua lengan Sasa dengan kedua lengannya dengan lembut.

“Sabby.. Tolong dengarkan baik-baik apa yang akan aku katakan.”

Sasa menatap mata Satya yang terlihat sendu dan begitu intens menatapnya.

Drrtt..Drrtt..Drrtt..

Sebuah panggilan masuk ke ponsel Sasa yang terletak di atas meja, membuat Sasa dan Satya menolehkan kepala ke arah ponsel Sasa.

‘SWAYN”

Terlihat jelas nama Swayn, sang sutradara tampan yang menelepon Sasa saat ini. Sasa langsung mengangkat panggilan Swayn tanpa membiarkannya menunggu lama. Satya sedikit kecewa, karena beberapa hari ini Sasa tidak mengangkat panggilan dari Satya dan juga tidak membalas pesannya. Sedangkan panggilan telepon dari Swayn langsung diangkat seketika.

“Hallo Swayn..”

“Kamu dimana? Aku mau mengajakmu makan malam, tapi ternyata kamu tidak ada di kamar.”

“Maafkan aku Swayn, tapi aku sudah makan malam.”

“Oh begitu.. Kamu sekarang ada dimana? Aku akan menyusulmu kesana.”

Satya menggeleng pelan, agar Sasa tidak memberitahu Swayn dimana Sasa berada, namun Sasa terlihat bingung dan ragu untuk berbohong pada Swayn. Akhirnya Satya mengambil ponsel Sasa setelah sebelumnya memberi isyarat mata dan mengulurkan tangannya agar Sasa memberikan ponselnya.

“Swayn, ini aku Satya. Sasa sedang bersamaku, bisakah kamu tidak mengganggu waktunya saat ini?”

Swayn terdiam saat mendengar suara Satya, tidak diduganya sama sekali kalau saingannya itu sedang bersama Sasa saat ini.

“Hallo Swayn, aku tutup ya.”

Satya menutup panggilan Swayn tanpa mendengar jawaban Swayn terlebih dahulu. Sasa hanya mendengus kesal, sementara Satya tersenyum tanpa dosa ke arah Sasa yang mengerucutkan bibirnya.

“Sabby, bisakah kita pindah tempat ke private room-ku?”

“Private room-mu? Maksudmu kamarmu?

“Iya, kamarku. Jangan berpikir buruk Sabby, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu.”

“Tentu saja kamu tidak akan macam-macam, kamukan tidak mencintaiku.”

Perkataan Sasa sangat pelan, namun masih bisa di dengar oleh Satya yang kemudian tersenyum tipis, karena gemas dengan tingkah Sasa.

“Jadi bagaimana, mau tidak kalau kita mengobrol di kamarku?”

“Tidak mau, disini saja.”

Satya sebenarnya kecewa, karena Satya sudah menyiapkan banyak kejutan di kamarnya. Namun apa boleh buat kalau memang Sasa tidak mau, Satya akan mengatakannya di ruangan itu saja.

Drrtt..Drrtt..Drrtt..

Kali ini giliran ponsel Satya yang bergetar, terlihat nama Lana yang terpampang di layar ponselnya. Satya mengangkat panggilan telepon dari adiknya dengan sangat kesal, karena lagi-lagi niatnya untuk mengungkapkan perasaannya pada Sasa kembali gagal.

“Ada apa Lana?”

“Kak, aku dan Kak Vara sedang mengaturkan kamar untuk liburan kita ke pantai. Kakak jadi ikut kan?”

“Iya Dek, aku ikut.”

“Sendiri Kak?”

Satya mengubah mode panggilan teleponnya menjadi Loud Speaker agar Sasa bisa mendengar obrolannya dengan Lana.

“Tentu saja tidak, aku berdua dengan seseorang yang special.”

“Wah, apakah Kak Sabby?”

“Dari mana kamu tahu?”

“Aku tahu kalau itu bukan sekedar gosip. Aku tidak sabar bertenu dengan Kak Sabby. Sekarang Kak Sabby semakin cantik dan sukses. Tentu aku mendukungmu untuk menjadikannya kakak iparku.”

Perkataan Lana seketika membuat Sasa sumringah, hal ini tentu disadari Satya yang ikut tersenyum melihat ekspresi wajah Sasa.

“Ya sudah ya Dek, aku ada urusan yang sangat penting.”

“Ok Kak, salam ya sama Kak Sabby..”

“Baiklah.. Kakak tutup ya.”

“Iya Kak..”

Satya segera menutup panggilan dari Lana, lalu mematikan ponselnya karena tidak ingin ada lagi yang mengganggu rencanannya kali ini.

“Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan Satya?”

Satya kembali memegang kedua lengan Sasa dengan kedua lengannya, namun tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu.

“Tok..Tok..Tok..

“Shiiitt..”

Satya mulai emosi karena banyak sekali yang mengganggu rencananya. Lalu muncullah Larry, sahabat sekaligus asisten kepercayaannya dengan wajah yang bersemangat.

“Maaf mengganggu kalian. Aku tadi sudah menelponmu, tapi sibuk, aku telpon lagi, berubah menjadi di luar jangkauan. Satya, Mr. Ryu minta bertemu malam ini juga di SES Hotel, untuk final meeting proyek kerjasama di Lombok. Karena besok Mr. Ryu sudah harus kembali ke Singapore."

Satya langsung menghujamkan tatapan tajam setajam silet pada Larry yang mulai mengerti kalau dia datang di saat yang tidak tepat.

“Apa kamu tidak bisa menemuinya? Apa sebaiknya aku katakan kalau kamu mau membatalkan kerjasama ini?”

Satya mendengus kesal mendengar perkataan Larry yang terdengar seperti ancaman baginya.

“Ya sudah, batalkan saja. Aku tidak peduli. Ada yang lebih penting daripada itu.”

Satya memandang Sasa dengan tatapan yang sulit ditebak, namun Sasa yang merasa kalau Satya akan kehilangan proyek besar karenanya, langsung ikut bicara.

“Satya, pergilah.. Nanti kita bisa lanjutkan pembicaraan kita nanti.”

“Tapi Sabby.. Aku benar-benar harus segera bicara padamu malam ini.”

“Kita bisa melanjutkan pembicaraan kita besok Satya. Pergilah..”

Satya masih terlihat tidak rela, namun saat mengingat kalau proyek itu begitu penting untuknya, Satya akhirnya harus rela menunda pengakuan cintanya pada Sasa.

“Baiklah, aku pergi dulu ya Sabby.. Tapi besok kita harus bertemu lagi untuk melanjutkan pembicaraan kita yang tertunda ini.”

Sabby tersenyum manis sambil menatap wajah Satya yang masih tidak rela pergi saat ini. Satya memegang sebelah pipi Sasa, lalu mencium pipi kanan Sasa dengan lembut. Tidak peduli Larry yang memandang mereka tanpa berkedip.

“Aku antar kamu ke kamar, lalu aku akan pergi ke hotel.”

Sasa mengangguk pelan, menyembunyikan keterkejutannya yang tiba-tiba mendapat ciuman di pipi dari Satya. Sesaat kemudian Satya mengantar Sasa ke kamarnya lalu bergegas pergi ke Hotel untuk bertemu dengan Mr. Ryu.

*************************

KAMAR SASA - JUNGLE RESORT

Setelah membersihkan diri dan menulis novel selama beberapa jam, Sasa merebahkan dirinya di atas tempat tidur, udara di Jungle Resort yang sangat dingin karena terletak di dataran tinggi Kota Bandung, membuatnya semakin mengeratkan selimutnya yang tebal. Terlebih Sasa hanya mengenakan tank top dan celana pendek di balik selimutnya.

Terdengar ketukan di luar pintu kamarnya yang seketika membuat bulu kuduk Sasa meremang.

’Siapa yang malam-malam begini mengetuk pintu?’ Batin Sasa.

Diliriknya jam dinding yang terpasang di dinding kamarnya, sudah menunjukan jam 12 malam. Sasa tampak sangat ragu untuk membuka pintu kamarnya.

Sasa semakin ketakutan saat ketukan di pintunya tidak juga berhenti, Sasa memilih menutup kepalanya dngan selimut. Namun tiba-tiba..

Tiiit… Ceklek…

Sasa mendengar bunyi Card Lock yang ditempelkan dan pintu yang terbuka. Sasa segera membuka selimut yang menutupi kepalanya dan menoleh ke arah pintu kamarnya.

"Bagaimana kamu bisa masuk? Apa yang kamu lakukan di kamarku?"

*************************

Hai readers terkasih & Author2 kece tercintah..

Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.

Maaf ya, kalau comment-nya lama dibalas atau belum sempet mampir karena kesibukanku di dunia nyata.

Tapi aku pasti balas dan mampir balik kok..Maaf ya.. 😊

Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊

Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄

Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy

Love u all.. ❤❤❤

(IG : zasnovia #staronadarknight)

1
mama Al
bau bau di restui nih
ZasNov: 😄👍
Terima kasih banyak ya Kakak 🤗
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🥰
total 1 replies
mama Al
semangat Kevin
ZasNov: Aku baru kirim vote ya kak 🥰
blm bs baca 🙏☺
total 3 replies
mama Al
masalahnya mereka udah one night stand mam, pap.
ZasNov: Iya Kakak 😅
Terima kasih banyak ya Kakak 🤗
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🥰
total 1 replies
mama Al
waaah Baekhyung
ZasNov: Keren ya kak 😎😆
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌟🌟🌟🌟🌟
total 1 replies
mama Al
kesini dulu sambil nunggu novel baru akak othor
ZasNov: Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌟🌟🌟🌟🌟
total 1 replies
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
Kak Zas, masih inget aku gaakkk?? 😄😆
ZasNov: Pasti dong Kak 🥰
Musuh bebuyutannya Satya, pasti selalu inget ✌😆
Apa kabar Kak? Udah lama kita ga ngobrol ya.
total 1 replies
sleepyhead
blasteran British dan Asian Visualnya mungkin mirip Mike Lewis ga seeee
sleepyhead: it's ok keep going thor ⚡🔨💃🥰
total 2 replies
TINA
lebih suka sm nieva
ZasNov: Maaf ya Kakak kalau kecewa Nieva ga sama Satya. Tapi semoga kecewa sama endingnya 🥰
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
TINA
ganteng kevin...
ZasNov: Cocok ya kalau sama Nieva 🤭😄
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
visual nya Lee jae Wook
ZasNov: Iya Kak 😄👍
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
bab ini temanya kepergok
ZasNov: Iya Kak.. 😅
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
nagih nih si kevin
ZasNov: Semakin terbawa suasana Kak..
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰😚
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
uhuyy aromanya ada yang sekamar berdua.
ZasNov: Bahaya mengancam Kak.. 😆
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰😚
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
penasaran bagaimana perasaan setelah dengar cerita dari Lana
ZasNov: Iya Kakak...
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰😚
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
ciyeee Satya banyak fans
ZasNov: Sok ganteng dia Kak.. 🤭😆🤣
Terima kasih banyak ya Kakak.. 🤗
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
so sweet
ZasNov: Iya Kak.. 🥰😆
Terima kasih banyak ya Kakak.. 🤗
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
Sanchia ini bukannya calon mertuanya Shawn ya
ZasNov: Iya betul Kakak.. 😆
Cerita Sanchia ada di novel The Killer Knight vs The Mafia Queen..
Terima kasih banyak ya Kakak.. 🤗
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
fix bau bau orang ketiga
ZasNov: Satya makin labil Kak 😅
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
mereka cemas padahal nieva sedang berkumpul dengan keluarganya
ZasNov: Yang dikhawatirin justru lagi bahagia 😄
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
mama Al
jadi Satya ini khawatir sama nieva apa sabby
ZasNov: Ga jelas banget ya Kak..Emang cwo redflag tuh Satya.. 😆
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!