namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab10 bagaimana jika saya sudah tidak perawan.
" Vin ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu?"
" Mau tanya apa sih seira?"
" Saat dipesta ulang tahunmu semalam apa kamu yang membawaku kekamar saat aku sedang mabuk."
"Kamu ngomong apa sih?"
" Jangan coba mengelak ya ren, walaupun aku sedang mabuk tapi aku masih sedikit ingat wajah kamu yang menarik tangan aku dengan paksa."
" Aku benar nggak tahu apa yang kamu omongin seir.aku benar benar tidak melakukan apapun semalam."
" Bohong!"
Seira membuka sedikit kera bajunya.
" Apa kamu yang melakukan ini."
" Tidak tidak seir,aku tidak melakukan apa pun."
" Seberapa pun kamu mengelak ren,aku tetap yakin kamu adalah laki laki yang semalam telah menindih tubuhku.dan aku akan mencari bukti untuk membuktikan kamu telah merenggut kesucianku."
Seira berlalu dengan tangis yang tertahan.ia masuk kedalam mobilnya dan menakup wajahnya dengan kedua tangan.tangisnya pecah.
" Astaga seira kamu kenapa?"
" Aku sudah tidak perawan lagi tih."
" Hahhhh Lo ngomong apa sih seir."
" Aku sudah tidak perawan tih,saat mabuk ada seorang laki laki yang membawaku kekamar,yang aku ingat diatas kasur dia menindih tubuhku lalu aku sudah tidak ingat apa apa lagi tadi pagi aku mendapatkan tanda ini dileherku itu artinya tadi malam laki laki itu telah menjamaku."
Ratih membekap mulutnya sendiri tidak percaya.
" Seir,Lo ngomongnya jangan keras keras nanti ada orang yang dengar."!
" Terus aku harus bagaimana sekarang tih, bagaimana kalau misalkan aku hamil karir yang susah payah aku bangun akan hancur,terlebih aku tidak tahu siapa laki laki yang telah Menodai gue."
" Kita harus ketemu Hana dulu.kita minta solusi padanya,biasanyakan Hana punya ribuan ide cemerlang."
Ratih memasang seatbealtnya tangannya mengengam erat stir mobil.lalu perlahan melajukan mobilnya.
Didalam mobil seira tidak berhentinya menangis,sejak kembali bertemu dengan Rendi setelah kejadian semalam membuatnya kacau Balo.belum lagi Rendi yang tidak ingin mengakui perbuatan kejinya.
" Seir,kita sudah sampai,hapus air mata Lo jangan sampai ada wartawan lagi yang lihat mata sembab Lo yang ada mata sembab Lo bakalan digoreng lagi sama wartawan, seorang siera Aurora turun dari mobil dengan mata sembab mungkin karna menangisi Kevin nander yang sudah move on darinya.bisa sajakan para wartawan mengoreng kearah situ."
" Aku sedang tidak ingin bercanda tih."
" Siapa juga yang lagi bercanda."
Seira mengahapus jejak air matanya,lalu mengambil peralatan make-upnya didalam tas,ia kembali menghias wajahnya dengan alat makeup meskipun sedang galau kecantikannya tidak boleh memudar sedikit pun.
Setelah dirasa cukup,seira turun dari mobilnya.
" Assalamualaikum seira."
Seira menoleh.
"Waalaikum salam Astaga ya Allah ,ya robbbi ada apa lagi Gus."
" Hmm saya hanya ingin mengatakan bagaimana rasa makanan yang saya buatkan?"ucap Gus Hanif menunduk.
" Makanannya sudah saya buang" ucap seira asal.
" Maaf saya tidak tahu makanan kesukaan kamu,jadi saya masaknya asal saja.kalau kamu tidak suka dengan makanan saya tadi.insya Allah besok saya akan membuatkan makanan yang lain untukmu."
Wajah seira terasa ingin meledak, hidungnya sudah kembang kempis menahan amarah untuk laki laki yang ada didepannya.
" Gus, saya mohon jauhi saya,tolong berhenti mengejar saya seperti ini.sampai kiamat pun saya tidak akan pernah menikah sesuai dengan keinginan gus.latar kita itu berbeda Gus pesantren sedangakan saya dipanggung,Gus sarung sedangkan saya karpet merah dan semuanya terlalu jomplang.jadi saya mohon Gus saya butuh tenang."
Seira berlalu,diikuti oleh ratih.gus Hanif masih berdiri tak bergeming ditempatnya dengan wajah yang masih menunduk.
" Saya tahu tidak sekarang.tapi saya yakin Allah telah memilih kamu untukku."
Langkah seira terhenti, rahangnya mengeras ia berbalik menghadap Gus Hanif yang masih diam ditempatnya.
" Bagaimana kalau saya sudah tidak perawan lagi Gus."
Bola mata Gus Hanif membulat ia mendongak menatap seira untuk seperkian detik,raut kekecewaan terlihat jelas dimatahnya.
" Bagaimana kalau saya sudah tidak perawan apakah Gus masih ingin menjadikan saya istri Gus,Gus tidak bisa menjawabnya kan."
Lidah Gus Hanif keluh rahangnya mengeras, dengan tangan yang mengempal.
Seira tersenyum kecut lalu kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Gus Hanif yang masih terdiam mematung.
****
Kaki seira terseret dilantai marmer saat Hana dan Ratih menarik tangan seira dengan paksa.
" Tolong lepaskan aku,aku malu melakukan pemeriksaan itu."
" Kamu harus mau seir,hanya ini jalan satu satunya untuk membuktikan kamu masih perawan atau tidak.darpada kamu terus berandai andai dan menangis untuk alasan yang kamu sendiri tidak yakin."
"Permisi dok."
Hana dan Ratih memdudukan seira dengan paksa didepan dokter.
" Tolong periksa teman saya dok, apakah dia masih perawan atau tidak."!
Dokter menatap seira dengan tatapan yang hanya dia sendiri mengerti arti tatapan itu,ditatap seperti itu seira menunduk meremas jari jarinya karna malu.
" Kamu ini seira Aurora kan."?
Seira masih tidak berani menatap dokter yang duduk didepan nya.
" Masya Allah seira ternyata kamu cantik sekali,dari dulu aku ngefans sekali sama kamu.mulai dari cinta diujung tanduk,beranak dalam kubur,sampai cinta dilorong lima.aku tonton film film kamu."
Hahhhhhhh
Seira mendongak menatap dokter didepannya,yang terlihat girang.
" Boleh kita foto bareng."
Hanna dan Ratih saling menatap.seira mengangguk kikuk.
" Tolong foto kami berdua."!
Hanna mengambil smartphone itu dari tangan dokter Rani.
" Satu dua.tiga."
" Satu kali lagi ya."
Seira mengikuti gaya yang diarahkan oleh dokter itu.hingga mereka mencoba beberapa gaya foto yang membuat Hana merasa sedikit kesal.
" Dok.ini seira kapan diperiksanya."
" Oh maaf.saking senangnya ketemu dengan seira saya hampir lupa."
" Sebelum kita melakukan pemeriksaan ini, apakah seira pernah kecelakaan atau cedera diarea tertentu."
" Tidak dok."
" Baiklah kita bisa memulai pemeriksaannya."
" Dari pemeriksaan disini ditemukan himen intak / utuh.itu artinya tidak temukan robekan,luka,dan masih utuh itu artinya seira Aurora idola saya ternyata masih mampu menjaga dirinya."
Tiga perempuan yang mendengar ungkapan dokter menghembuskan nafas lega.
" Terimakasih tuhan ternyata aku masih perawan."
" Dokter,saya mohon dokter tidak membocorkan tentang pemeriksaan keperawanan ini kepada siapapun."
"Sejak menyandang gelar seorang dokter saya telah bersumpah untuk merasiakan privasi pasien pasien saya jadi anda tenang saja."