Hidup ini terasa berat Aruna yang hanya seorang gadis yatim piatu
Dimana dia harus menjalani keras nya hidup di Dunia yang sangat kejam untuk orang kecil
Seatu hari, Aruna di bully habis-habisan oleh sekelompok teman sekolah nya, hingga Aruna meregang nyawa
Namun bukan nya mati dan menuju ke alam baka, jiwa Aruna malah harus memasuki raga yang telah di tinggalkan Tuan nya.
Bagaimana kelanjutan kisah Aruna?
Akan kah dia mampu menjalani hidup di dunia yang baru dengan tubuh yang baru?
Yuk kita sama-sama baca kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makmisshalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-22. Janji Yang Akan Ditepati
"Jangan khawatir.. Ibu berjanji pada kalian, secepatnya Ibu pasti akan segera membebaskan Ayah kalian.. " Sedari tadi Aruna mendengarkan obrolan ketiga anak nya.
Tentu nya kehadiran Aruna mengejutkan ketiga anak itu.
"Ibu, dari kapan Ibu ada disini??" Marisa segera menuntun Aruna untuk duduk bergabung dengan mereka.
"Dari tadi.. Dan Ibu mendengar semua obrolan kalian" Tanpa menolak Aruna mengikuti Marisa.
"Ibu menguping??" Melisa menunjukan wajah masam.
Dia pikir obrolan mereka tak di ketahui siapapun.
Tau nya ibu mereka malah mendengar semua obrolan mereka bertiga.
"Kenapa?? Apa Ibu tak boleh mengetahui harapan kalian ini??" Aruna tersenyum melihat tingkah Melisa.
"Bukan begitu.. Aku.. Aku hanya merasa malu karna Ibu mengetahui kami membicarakan Ibu.. " Selama ini ketiga anak itu selalu membicarakan Aruna.
Mereka tidak tau saja jika tak ada yang bisa di sembunyikan dari Aruna.
Marisa sendiri, dia menyadari kemampuan ibu nya.
Namun dia tak mau mengungkapkan hal tersebut.
Biarlah Kakak-kakak nya mengira Aruna tak tau apapaun.
Mak said: Iiihhh Marisa nakal🤣🤣 Gimana coba jika kedua Kakak nya tau, nanti bisa manyun, apalagi Melisa 🤣😅.
"Bukan, bukan seperti itu Ibu.. Hanya saja kami tak ingin membebani Ibu, kami tau pasti Ibu belum siap karna kekuatan Ibu belum pulih benar" Segera Mahesa mencari jawaban tepat.
Dia tak mau jika Aruna salah paham pada mereka bertiga.
(Padahal hanya dia dan Melisa, karna Marisa udah tau seperti apa Aruna 😅)
"Jangan terlalu berpikir berat, Ibu tak akan salah paham pada kalian.. Bersabarlah, nanti Ibu akan membawa Ayah kalian untuk tinggal bersama kita" Untuk saat ini Aruna harus menenangkan dua anak nya itu.
"Sekarang lebih baik kita kembali ke dalam, nanti kita akan makan bersama dengan orang-orang yang baru datang.. Lalu setelah itu kalian harus bergegas tidur!!" Aturan Aruna terapkan.
Dimana anak-anak nya disiplin akan waktu, mereka Aruna larang jika tidur terlalu malam.
Sekitaran jam sembilan malam mereka harus sudah tidur di kamar masing-masing.
"Baik Ibu" Dengan serempak ketiga anak nya menjawab.
Dan mereka pun segera masuk ke dalam Istana.
Aruna sendiri dia sudah mengatur makan malam besar nanti.
Karna Aruna ingin menyambut keluarga Boni dan keluarga para ahli lain nya.
.
.
.
.
.
Tiga jam telah berlalu, jamuan makan pun telah selesai.
Ketiga anak Aruna telah kembali pada kamar nya masing-masing.
Begitupun dengan orang-orang yang aruna bawa.
Mereka telah kembali ke kediaman mereka masing-masing.
Untuk pertama kalinya Boni beserta keluarga nya merasakan makan enak dengan nyaman.
Selama ini mereka hidup tersembunyi dari keramaian.
Makan pun seadanya karna kondisi mereka memang tidak terlalu baik.
Aruna sendiri kini sudah berada di dalam kamar nya.
Dia mengajak Piton, Burung Elang dan Bagas ke ruangan nya.
"Ratu, sebenarnya ada apa?? Apa ada yang Ratu butuhkan??" Bagas bertanya takutnya Aruna membutuhkan sesuatu.
"Ada.. Tentu saja aku membawa kalian kesini karna ada sesuatu yang aku butuhkan!!" Aruna malam ini mempunyai tujuan.
"Apa itu Ratu??" Piton ingin tau kebutuhan Aruna itu apa.
"Piton, kau bilang aku bisa pergi kemana saja kan?? Maka apakah bisa jika aku pergi ke Istana Sihir??" Pertanyaan Aruna sangat mengejutkan untuk ketiga bawahan nya.
"Ratu, apa tidak bisa nanti saja jika kekuatan Ratu sudah benar-benar pulih??" Elang tak mau Aruna gegabah.
"Tenang lah Elang.. Aku sudah memiliki rencana, dan untuk kekuatan ku.. Kau tau sendiri kan kekuatan ku seperti apa??" Memang kekuatan Aruna meningkat pesat selama beberapa bulan ini.
Karna setiap hembusan nafas nya pasti menarik energi dari apapun yang ada di sekitarnya.
"Saya tau Ratu.. Hanya saja saya khawatir" Mereka tak ingin Ratu mereka kenapa-kenapa.
"Tenanglah, aku akan mengajak Bagas untuk pergi kesana" Segala nya telah di siapkan oleh Aruna.
"Jika seperti itu maka pergilah.. " Piton angkat suara.
"Bagus, kau memang yang terbaik Piton" Aruna suka Piton karna tidak banyak basa-basi.
Piton selalu mengiyakan apapun itu ucapan Aruna.
"Piton apa tak apa-apa jika Ratu pergi kesana tanpa pengawalan??" Elang masih merasa khawatir pada Aruna.
"Kau ini Elang, jika aku pergi kesana dengan pengawalan pasti mereka akan berpikir jika aku akan menyerang.. Aku kesana hanya untuk menjemput seseorang" Aruna tentu menolak usulan Elang.
"Kalian jangan khawatir, lagi pula aku sudah merencanakan semuanya dengan matang" Lanjut Aruna tak ingin membuat Elang dan Piton khawatir.
"Jika seperti itu saya ikuti semua ucapan Ratu" Tak ada pilihan lain.
Terus melarang pun akan percuma, lagi pula Elang tau kekuatan Aruna sekarang sebesar apa.
Dan lagi!! Bagas pergi bersama nya, jika kekuatan mereka di gabungkan rencana Aruna pasti berhasil.
"Baiklah, aku pergi sekarang.. Aku titipkan anak-anak dan semua orang yang ada disini kepada kalian" Cling..
Aruna dan Bagas menghilang dari pandangan Piton dan Elang.
"Semoga Ratu berhasil dengan rencana nya" Aruna adalah pondasi terkuat mereka semua yang ada di Hutan Terlarang ini.
Maka dari itu Elang tak ingin terjadi apapun pada Aruna.
…………………………………………………
"Bagaimana? Apa kalian sudah bisa menemukan jejak Ratu??" Di Istana Dingin Selir Cheryl terus melakukan pencarian akan keberadaan Aruna.
Dia mengupayakan agar orang-orang bayangan nya bergerak cepat untuk mencari Aruna.
Bukan apa-apa.
Seril Cheryl hanya takut Aruna kenapa-kenapa di luaran sana.
"Maaf Selir, saya belum bisa menemukan keberadaan Ratu" Selama ini sudah banyak orang bayangan Selir Cheryl yang susah musnah oleh Prajurit Raja Kegelapan.
Tapi dengan kekuatan Selir Cheryl orang-orang itu bisa di ciptakan kembali.
"Mungkin kah Ratu sudah tiada??" Jangan sampai pikiran buruk nya menjadi nyata.
Selir Cheryl tak bisa membayangkan jika kenyataan nya seperti itu.
"Saya rasa itu tidak mungkin Selir.. " Orang bayangan yakin jika Aruna akan berhasil.
"Aku berharap seperti itu juga.. Karna hanya oleh diri nya saja lah Kerajaan Sihir akan mendapatkan kedamaian, dan hanya dia yang bisa menggabungkan kekuatan dengan Raja Orion untuk melenyapkan Raja Kegelapan"
Bukan rahasia umum lagi jika ramalan itu sudah tersebar dari dulu.
Oleh sebab itu Raja Kegelapan sangat gencar untuk mencari keberadaan Aruna.
Dia juga tak segan-segan untuk selalu menyiksa Raja Orion.
Karna pikirnya, dengan begitu dia tak akan bisa di lenyapkan dan akan terus menjadi sang pengusaha pengendali Kerajaan Sihir.
Selir Cheryl berikut orang-orang jujur yang tak memihak Raja Kegelapan tentu menginginkan Raja Kegelapan lenyap dari muka bumi ini.
Siang dan malam mereka selalu mengharapkan akan hadir nya Ratu terpilih.
Mereka ingin segera bisa terbebas dari kekejaman Raja Kegelapan.
"Adik...
Bersambung.. lanjut di bab selanjutnya➡️