NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Ikrar

Rahasia Dibalik Ikrar

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Ketos / Enemy to Lovers
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

"Gue sudah menepati janji untuk nikahin lo, dan lo juga harus menepati janji untuk tidak mengatakan apapun pada siapapun tentang kita di sekolah. paham!" ucap pria bernama Arga

Argantara antariksa Grahana namanya. sosok paling tampan dan populer di SMA Cakrawala. karna insiden malam itu membuat Arga harus menikahi teman kelasnya yang bernama Freya Dinata Frankie, biasa di panggil dengan sebutan Reya. anak keempat dari tuan Pramandika Frankie.

Akankah Freya bisa meluluhkan hati pria itu? ikuti yok

Slow up

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerinduan Praman

Arga meraih tas sekolah Freya yang ada di kursi belajar. Niat awalnya hanya ingin mencari ponsel Freya karena sejak tadi benda itu terus bergetar di dalam tas. Namun, saat ia merogoh kantong depan, sebuah buku catatan kecil bersampul biru pastel terjatuh ke lantai.

Sebuah kertas terselip di sana, tampak agak lecek seolah sering dibuka-tutup. Arga memungutnya. Ia tahu ia tidak seharusnya membaca privasi orang lain, tapi rasa penasaran dan ego besarnya menang.

Itu bukan catatan pelajaran. Itu adalah tulisan tangan Freya yang rapi namun tampak seperti isi hatinya di beberapa bagian.

"Hari ke-45. Tadi siang Arga mengoceh di lokerku dan membuang semua bukunya ke lantai. Dia bilang aku tidak pantas dengannya. Sakit sekali, bukan karena bukunya kotor, tapi karena ketebalannya yang seolah-olah aku adalah kuman yang menjijikkan."

Arga tertegun. Matanya bergerak ke paragraf bawah yang diberi tanggal minggu lalu.

"Perutku mulai sering kram. Aku ingin bilang pada Arga, tapi aku takut dia akan bilang kalau ini hanya akal-akalanku untuk mencari perhatian. Sayang, maafkan mama ya. Papa bukannya tidak sayang kamu, papa hanya belum siap. Dia hanya sedang terluka. Jangan benci papa ya? Cukup mama saja yang dia benci."

Dada Arga terasa seperti dihantam godam besar. Kalimat “Jangan benci papa ya?” seolah tersedak tenggorokannya. Ia teringat betapa kasarnya ia kemarin di lapangan basket, melempar bola ke arah kaki Freya tanpa peduli ada nyawa kecil di sana.

Ia membalik halaman kertas itu, dan menemukan tulisan yang paling baru, mungkin ditulis kemarin malam sebelum hujan turun.

"Jika nanti aku pergi, aku harap Arga bisa kembali tersenyum. Aku tahu kehadiranku menghancurkan masa depannya. Aku hanya perlu bertahan beberapa bulan lagi sampai bayi ini lahir, setelah itu aku akan menghilang agar dia bisa bebas. Terima kasih sudah bertahan bersamaku sejauh ini, nak. Kita berdua pasti kuat."

"mungkin papa memang tidak pernah mencintai mama, tapi mama mencintai papa diam-diam sejak pertama kali mama sekolah di sana. karna rasa cinta mama, mama diam saat papa melakukan nya malam itu. mungkin jika tidak ada kamu, semua akan berlalu begitu saja dan menjadi rahasia yang akan mama jaga seterusnya"

"karna kejadian malam itu juga mama menjadi orang asing di keluarga mama, kakek kamu, orang yang paling mama cintai, saat ini begitu kecewa sama mama"

Tangan Arga gemetar. Kertas di tangan sedikit berantakan karena genggamannya yang mengencang. Selama ini ia merasa sebagai satu-satunya korban. Ia merasa hidupnya hancur, masa depannya direnggut, dan ia melampiaskan semua kemarahan itu pada Freya.

Ia tidak pernah berpikir bahwa Freya memikul beban yang jauh lebih berat, kebencian Arga, intimidasi di sekolah, rahasia besar, diasingkan oleh keluarganya dan ketakutan akan masa depan bayinya, semuanya ia tanggung sendiri sambil tetap mendoakan agar Arga tidak dibenci oleh anaknya sendiri.

Arga menoleh ke arah kasur. Freya masih tertidur, wajahnya tampak begitu rapuh dan tak berdaya. Rasa puas yang selama ini ia tekan dengan marah, kini meledak dan memenuhi seluruh rongga dada.

"Bodoh..." bisik Arga pada dirinya sendiri. “Gue benar-benar brengsek.”

Tepat pada saat itu, ponsel di dalam tas kembali berbunyi. Nama 'DANU' terpampang di layar. Arga menatap layar itu dengan tajam, namun kali ini bukan karena cemburu buta, melainkan karena ia sadar bahwa selama ini orang asing seperti Danu justru lebih tahu cara memperlakukan istrinya daripada dirinya sendiri.

Arga menggeser tombol hijau, lalu menempelkan ponsel itu ke telinga.

"Halo, Re? Kamu di mana? Aku di depan kelasmu tapi kamu nggak ada. Arga ngapa-ngapain kamu lagi?" suara Danu terdengar sangat khawatir di seberang sana.

Arga teringat sejenak, mengatur suaranya agar tidak terdengar pecah. "Dia di rumah. Sama gue."

Hening sejenak di seberang sana. "Arga? Apa yang lo lakuin sama dia?!" nada suara Danu meninggi.

"Gue... gue lagi jagain dia. Dia sakit," ucap Arga pelan, yang bahkan tidak pernah ia bayangkan akan keluar kalimat dari mulutnya sendiri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di tempat lain, di sebuah ruang kerja mewah yang berbau aroma cerutu dan kayu cendana, suasana terasa sunyi dan berat. Pramandika Frankie , pria paruh baya yang biasanya tampil dengan wibawa yang tak tergoyahkan, kini duduk melamun di belakang meja kerja.

Tangannya yang sedikit gemetar memegang sebuah bingkai foto kecil yang biasanya ia sembunyikan di dalam laci terkunci. Di foto itu, seorang gadis kecil dengan kuncir dua sedang tertawa lebar sambil memeluknya. Itu Freya . Putri bungsu kesayangannya, Putri kecilnya yang dulu selalu menjadi penyejuk hati setelah lelah bekerja.

Mata Praman berkaca-kaca. Ia mengusap permukaan kaca foto itu dengan ibu jarinya.

"Kenapa kamu harus mengecewakan daddy sedalam ini, Re?" bisiknya lirih. Suaranya pecah, menyimpan luka dan kerinduan yang ia bungkus dengan keangkuhan selama berbulan-bulan. "Rumah ini terasa sangat sepi tanpa suaramu..."

Praman menghela napas panjang. Faktanya, setiap malam ia selalu melewati kamar Freya yang kini terkunci rapat, berhenti sejenak hanya untuk mencium aroma sisa parfum yang muncul dari celah pintu. Egonya sebagai kepala keluarga besar telah membuatnya mengusir Freya, namun hatinya sebagai seorang ayah tetaplah hancur berkeping-keping.

"Sedang apa kamu sekarang? Apa kamu makan dengan baik?" gumamnya lagi, air mata hampir jatuh ke atas membingkai foto itu.

“Kalau rindu, kenapa tidak dijemput saja, daddy?”

Suara berat itu membuat Praman tersentak. Ia segera memasukkan foto itu kembali ke dalam laci dengan gerakan panik, namun terlambat. Leon , kakak kedua Freya yang dikenal paling tenang namun tajam, sudah berdiri di ambang pintu dengan tangan bersedekap.

Leon melangkah masuk, matanya menatap laci yang baru saja ditutup ayahnya. "Sudah berapa lama Daddy duduk di sini hanya untuk menatap foto itu setiap malam?"

"Leon, jaga bicaramu. Daddy hanya sedang memeriksa dokumen," elak Praman, kembali memasang wajah kerasnya.

Leon tersenyum getir. Ia duduk di kursi depan meja ayahnya. "Dokumen tidak punya rambut kuncir dua, Dad. Kita semua tahu daddy menderita sejak mengasingkan Freya ke rumah keluarga Arga. Kenapa kita harus terus berpura-pura seolah dia bukan bagian dari keluarga ini lagi?"

"Dia sudah mencoreng nama baik keluarga kita, Leon! Dia hamil di luar nikah!" suara Praman meninggi, mencoba menutupi rasa sesaknya.

"Dan dia melakukannya dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami secara sah. Dia sendirian di sana, Dad. Tanpa Daddy, bahkan tanpa kami kakak-kakaknya," balas Leon dengan nada rendah namun menekan. "Tadi Danu menelponku. Dia bilang Freya sakit. Demam tinggi dan terus memanggil nama Daddy."

Tangan Praman yang ada di atas meja mengepal kuat. Mendengar putrinya sakit dan memanggilnya, perlindungannya nyaris runtuh.

"Lalu kenapa kamu memberitahu Daddy? Pergilah ke sana kalau kamu peduli," ucap Praman ketus, meski jantung berdebar perih.

Leon berdiri, menatap ayahnya dengan kecewa. "Aku memang akan ke sana. Aku tidak sekeras Daddy yang mampu melihat adiknya menderita hanya demi nama baik. Tapi ingat ini, daddy... jika sesuatu terjadi pada Freya atau bayi itu karena stres dan pengabaian kita, Daddy adalah orang pertama yang akan menyesal seumur hidup."

Leon berbalik dan meninggalkan ruangan itu dengan langkah tegas. Sepeninggal Leon, Praman kembali luruh. Ia membuka laci itu lagi, mengambil foto Freya, dan kali ini ia memeluk bingkai itu erat-erat di dada sambil terisak dalam diam.

1
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dasar Arga tak punya hati bukan salah Freya kalo tiba tiba mau pingsan wong emang kondisi lagi hamil muda pasti ada perubahan hormon di tubuhnya 😏
yul yul༺⬙⃟⛅
haduh .. arga.. Arga..
yul yul༺⬙⃟⛅
haduh... ada ada saja ya.. Arga ini
yul yul༺⬙⃟⛅
yang kuat Freya.. tetep semangat..
yul yul༺⬙⃟⛅
Halah... tr juga klepek-klepek Luh.. jatuh cinta sendiri.. awas ya.. pegang kata-kata gw..
yul yul༺⬙⃟⛅
baru nikah... udah ngomongin benci...
yul yul༺⬙⃟⛅
keren ya.. aku tunggu selanjutnya...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Arga gue sumpahin Lo suatu saat nanti kau akan jatuh cinta sama Freya dan Freya tidak mau lagi sama kau huffft 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
rasanya mau kutinju saja ini Arga jadi orang kok kasar banget orang memang Freya sakit kepala muak efek dari kehamilan malah dikatain dasarrrr 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Freya kau harus bertahan jangan terlihat lemah di hadapan Arga kau masih punya kakak Alan yang mendukungmu jadi kuatlah dan tetap semangat menjalani hari
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kasian Freya ternyata diam diam dari dulu suka sama Arga tapi sepertinya Arga tidak dan mungkin juga Arga menyukai orang lain Alice.....
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
waduh begitu dimintai tanggung jawab kagak mau ini Arga padahal kan kau yang ambil kehidupan Freya😏
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
nasib mu freya cuma ngeliat seseorang yg menyukai org lain
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
untung ada alan bisa sedikit legaa freya
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
ta sumpahin arga ini, sosmed bet hd cowo, istri mu loo sekarang freya ini, maso uiya ttp cuekbebek
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
maharnya gede juga cinber brp krt tuhh

freya punya keluarga baru setelah sah jadi istri arga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!