NovelToon NovelToon
Dendam Arwah Istri Muda

Dendam Arwah Istri Muda

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Lasmini adalah seorang gadis desa yang polos dan lugu, Ketenangannya terusik oleh kedatangan Hartawan, seorang pria kota yang bekerja di proyek pertambangan. Dengan janji manis dan rayuan maut, Hartawan berhasil memikat hati Lasmini dan menikahinya. Kebahagiaan semu itu hancur saat Lasmini mengandung tiga bulan. Hartawan, yang sudah merasa bosan dan memiliki istri di kota, pergi meninggalkan Lasmini.
Bara, sahabat Hartawan yang diam-diam menginginkan Lasmini. Alih-alih melindungi, Hartawan malah dengan keji "menghadiahkan" Lasmini kepada Bara, pengkhianatan ini menjadi awal dari malapetaka yang jauh lebih kejam bagi Lasmini.
Bara dan kelima temannya menculik Lasmini dan membawanya ke perkebunan karet. Di sana, Lasmini diperkosa secara bergiliran oleh keenam pria itu hingga tak berdaya. Dalam upaya menghilangkan jejak, mereka mengubur Lasmini hidup-hidup di dalam tanah.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya terhadap Lasmini?
Mungkinkah Lasmini selamat dan bangkit dari kuburannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan sengit di kediaman Sanjaya

Prabu melompat kaget ke arah pintu, matanya membesar karena alarm yang meraung, sepenuhnya teralihkan oleh suara kaca pecah di kejauhan. Bara memanfaatkan sepersekian detik kelemahan yang diciptakan oleh bubuk persembahan dan pengalihan itu.

"Ini akhirmu, Lasmini!" desis Bara, dengan gerakan secepat kilat, tangannya menyambar pisau lipat yang disembunyikan di pinggangnya. Ia melompat maju, mengincar perut Suci Sancaka yakni titik vital di mana kekuatan spiritualnya berpusat, yang kini terlihat rapuh.

Namun, lompatan Bara terhenti di tengah jalan. Prabu Sanjaya, meskipun terkejut, melihat bahaya yang datang dan mencoba bergerak untuk menolong.

"Minggir, Prabu!" teriak Bara, mengeluarkan seolah-olah sebuah mantra yang dipelajari dari Mbah Loreng. Matanya menatap tajam ke arah Prabu, dan bibirnya bergerak cepat mengucapkan serangkaian kata kuno.

Raga wesi, jiwa kancing. Lungguh kene tanpo obah!..

Prabu merasakan hawa dingin menusuk tulang belakangnya, seolah ada rantai tak kasat mata yang melilitnya. Tubuhnya tiba-tiba kaku, terkunci di ambang pintu, lumpuh total. Prabu hanya bisa menyaksikan dengan mata terbuka penuh kengerian, tanpa daya untuk bergerak atau bersuara.

Sementara itu, Bara meneruskan lompatannya. Pisau lipat itu berkilauan mematikan di bawah cahaya lampu pijar, mengarah langsung ke perut Suci

Tepat sebelum pisau itu menembus kulit halus Suci Sancaka, kilatan cahaya hijau keemasan menyambar dari arah belakang.

Di sudut gelap ruang tamu, sesosok bayangan tiba-tiba muncul. Itu adalah Darma, ayah Lasmini, yang sedari tadi bersembunyi di balik tirai gelap, diam-diam mengamati putrinya setelah mendengar kegaduhan. Ia melihat serangan Bara, melihat putrinya melemah, dan melihat Prabu yang terkunci.

Darma tidak punya pilihan. Dengan cepat, ia berlutut, menyentuh lantai dengan kedua tangannya, dan memejamkan mata, memanggil kekuatan yang jauh lebih purba.

"Nyai Kencana Dewi! Aku, Darma, memohon kehadiranmu! Anakku dalam bahaya! Selamatkan Lasmini!"

Permintaan itu dijawab dalam sekejap.

Tepat saat ujung pisau Bara menyentuh gaun tidur sutra putih Suci, tubuh Lasmini berkelebat. Nyai Kencana Dewi telah menarik Lasmini mundur, memindahkannya hanya dalam sekejap mata ke samping kursi sofa.

Pisau Bara hanya mengiris udara. Ia terhuyung karena momentumnya yang hilang.

Ketika Bara membalikkan badan, yang ia hadapi bukan lagi sosok Suci Sancaka yang rapuh, melainkan sosok yang memancarkan aura dingin dan murka yang luar biasa.

Sosok itu, yang kini berdiri di tempat Lasmini tadi, adalah Nyai Kencana Dewi sendiri.

Ia mengenakan kain sutra hitam legam, wajahnya cantik namun dingin seperti es, dan rambut hitam panjangnya yang legam terurai, melayang-layang seolah di dalam air.

Matanya memancarkan kilatan hijau, lebih terang dan lebih menakutkan daripada kilatan kuning Suci sebelumnya.

"Berani sekali kau, manusia kotor!" Suara Nyai Kencana Dewi bergemuruh, bukan hanya terdengar di telinga, tapi di dalam dada Bara, membuatnya sesak.

Nyai Kencana Dewi tidak memberi Bara kesempatan untuk bergerak lagi. Rambut hitam panjangnya menjulur cepat, bukan seperti helai rambut, melainkan seperti tali baja yang lentur, melingkari leher Bara dengan kekuatan mematikan.

Bara tidak bisa berteriak, tidak bisa bernapas, bahkan tidak bisa mengucapkan mantera lagi. Ia tersentak, mencengkeram rambut yang melilit lehernya, matanya melotot, wajahnya memerah, dan kemudian membiru. Pusaka Taring Kuno yang dipegangnya terlepas, jatuh ke lantai kayu dengan suara gedebuk kecil.

Di luar rumah, di tengah kegelapan, Jaka dan dua anak buahnya yang lain panik melihat lampu-lampu di dalam rumah mewah itu berkedip-kedip aneh, dan alarm tiba-tiba mati dengan suara senyap yang lebih mengerikan.

Jaka melihat ke arah jendela ruang tamu. Siluet Bara terlihat, tubuhnya menggantung tak berdaya, tercekik oleh sesuatu yang tidak ia pahami.

"JURAGAN!" teriak Jaka, ketakutan yang ia rasakan jauh melebihi perintah untuk lari. Ia berlari ke arah rumah.

Nyai Kencana Dewi menoleh. Tatapannya menembus dinding kaca, langsung menembak mata Jaka.

"Dan satu lagi pengikut sihir rendahan," desis Nyai Kencana Dewi.

Rambut-rambut lain menjulur dari dalam, melewati celah pintu, dan dengan kecepatan kilat, rambut itu melilit kedua kaki Jaka, menariknya ke halaman. Rambut itu terus melilit, hingga Jaka juga tercekik di rerumputan, di samping temannya yang tergeletak diam karena serangan panik yang tidak terlihat.

Nyai Kencana Dewi menghempaskan tubuh Bara yang sudah lemas ke dinding. Ia berbalik, menghadap Lasmini yang kini berdiri tegak di sampingnya, tubuhnya sudah pulih, auranya kembali kuat.

"Kalian akan menjadi tumbal untuk menguatkan jalanmu, Lasmini," perintah Nyai Kencana Dewi, suaranya dingin dan penuh kuasa. "Kini dendammu terbalaskan, sekarang tinggal tiga para cecunguk dan juga Hartawan yang harus segera kau habisi, Malam ini adalah saatnya yang tepat untuk kau memusnahkan mereka. Pergilah sekarang juga!"

Suci Sancaka (Lasmini) mengangguk, senyum dingin dan puas terukir di bibirnya.

Di ambang pintu, Prabu tetap kaku, mata nanarnya menyaksikan Bara dan Jaka sudah tak bergerak. Tubuhnya perlahan dilepaskan dari kuncian gaib, namun kengerian yang ia lihat membuatnya kehilangan kesadaran, ia ambruk pingsan.

Di bagian lain rumah, kedua orang tua Prabu masih tertidur lelap, diselimuti 'sirep' gaib agar tidak ada satu pun saksi mata yang terjaga.

Darma dan Kanti yang juga menyusul keluar dari persembunyian mereka, menatap anak mereka, Lasmini, yang kini menjadi Suci Sancaka. Mereka berdua berjalan di belakang Lasmini, siap untuk membalaskan dendam terakhir mereka, meninggalkan kediaman Sanjaya yang kini sunyi, meninggalkan mayat Bara dan Prabu yang pingsan sebagai bukti awal pembalasan dendam yang baru saja dimulai.

Bersambung...

1
Yulay Yuli
thour bara jd baron😄
Patrick Khan
aku suka😍😍😍😍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Patrick Khan
kasian prabu kehilangan cinta nya ... lasminisuci hanya semu ternyata..
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 😊
total 1 replies
Patrick Khan
kok q merinding ya baca nya😖😖😖
Patrick Khan: sama2 kak
total 8 replies
Patrick Khan
hartawan tujuan nya harta.. tp bara firasatnya kuat🤣🤣.. ati2 kalian ya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
sabar suci minimal makan dulu lah.. marah jg butuh tenaga😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: takut darah tingginya kumat ya kak 🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
eh knp visual yg di belakang terasa nyata😁😖
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Patrick Khan
q tandai kau penjahat🔥🔪🔪🔪🔪🔪
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: waw...
total 1 replies
Patrick Khan
hartawan bara iblis kau😒🔥🔪
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Nar Sih
cerita horor yg bagus kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Nar Sih
cerita yg bagus kak tpi syg udh end,👍🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Nar Sih
moga kali ini tamat lah riwayat mu hartawan di tgn prabu sanjaya🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga saja kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
semoga prabu bisa mengalah kan si buto ijo dan membebaskan lasmini
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍/Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
juwita
mampir
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
thor kapan mau lanjut episode seterusnya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti ya kak, pasti bakalan di lanjut sampai bab Akhir 🙏
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
mantap thor... kekasih nyai kencana dewi yg muncul. loh hartawan kabur lagi ya..
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 🤭
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
serem bgt thor
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
bener2 pertempuran sengit
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
senoga Lasmini dpt melawan kekuatan yg ada pd Bara ketika ini.
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Bara harus melawan suci secara bersendirian, rasanya ga mampu utk menumpaskan suci
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!