lentera dan Alengka, 2 gadis yang sengaja pindah sekolah karena satu alasan dan itu adalah untuk balas dendam. Ditengah tengah balas dendam mereka, 2 gadis itu malah harus berhadapan dengan 2 cowok iblis yang seharusnya tidak mereka dekati. Lentera yang didekati oleh Alfarez tetap menjaga jarak tapi itu tidak bertahan lama setelah rencana balas dendam nya lentera memilih pergi saat harapan nya untuk memiliki keluarga bahagia dan dicintai dengan tulus tidak dirinya dapatkan. Akankah lentera akan berakhir dengan alfarez? lalu apakah lentera akan tetap pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona min02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
lentera yang berdiri dirooftoop tahu kalau ada seseorang yang berjalan kearah dirinya dan lentera tidak berniat melihat itu siapa karena tahu siapa tanpa harus melihat orang yang menyusul dirinya.
"Ra!"panggil alfarez yang menyusul lentera dan bersandar dipembatas rooftoop .
lentera tidak menjawab melainkan hanya menatap kearah Alfarez seolah bertanya apa. alfarez yang dari awal memperhatikan wajah lentera hanya bisa menghela nafas karena gadis itu benar2 tidak menunjukkan sedikit pun sisi rapuh nya.
"lho terlalu nyembunyiin semua dan nanggung sendiri"ujar alfarez dengan tatapan penuh arti.
"gak semua harus gue perliatin secara bisa aja dimanfaatin orang kan apalagi kalo itu kelemahan gue"timpal lentera santai .
"jangan bahas masa lalu gue"sambung lentera yang tahu alfarez ingin menanyakan masa lalunya.
"yayayaya" entah kenapa Alfarez merasa bahagia saat lentera tidak ingin membahas masa lalu yang telah usai , mungkin.
"tangan lho yang diperban waktu itu berarti gara2 diserang bukan kayak yang diberitahu Alengka kan"alfarez tersenyum lucu mengingat waktu itu dirinya percaya.
"seperti yang lho tahu"lentera tidak berniat menjelaskan permasalahan nya cukup arsha dan Alengka yang tahu . biarlah Alfarez berpikir sesuka hatinya dan setelah ini dirinya juga berniat pergi sejauh-jauhnya dari semua orang.
"jangan pergi ya"3 kata lolos dari bibir alfarez dengan tiba2 dan lentera sedikit kaget mendengar nya.
"kenapa tiba-tiba ngomong gitu"penasaran lentera
alfarez sendiri tidak sadar mengucap kan kata itu tapi entah kenapa dirinya harus mengucapkannya dan merasa lentera akan pergi jauh dari dirinya dan itu dirinya sedikit tidak mau kehilangan lentera.
"pokoknya jangan pergi ya"lentera terkejut saat tiba2 dipeluk alfarez dengan begitu erat seolah2 takut kehilangan lentera.
'sandiwara lho terlalu sempurna sampe gue pun percaya kalo gue gak tahu trik lho. gue pengen egois ngerasain ini sedikit lama lagi tapi gue sadar kalo suatu hari nanti lho bosan dan ninggalin gue disaat gue benar2 udah naruh harapan besar terhadap lho dan itu sangat menyakitkan' batin lentera miris mengingat hidupnya yang tak pernah bisa mendapatkan kasih sayang tulus pernah dapat tapi cuma sebentar.
tapi tak ayal lentera menikmati pelukan itu. menginginkan lebih tapi lentera sadar dirinya cuma sebatas mainan untuk seorang alfareezel axellio lucyferyl.
tidak berselang lama ke 7 orang itu pulang kerumah masing2 tapi lentera memutar arah dan pergi kesebuah mansion menemui Davian Divine sosok laki2 yang mampu membuat lentera dan arsha merasakan sosok seorang ayah.
"sudah datang"Davian tersenyum lembut melihat gadis kecilnya yang dulu sudah besar dan tumbuh cantik
"gimana keadaan paman"tanya lentera begitu duduk disamping Davian.
"baik"
"setelah ini kau tidak berencana pergi kan"selidik Davian .
"hahaha paman kau benar2 ya "tawa lentera lepas saat dengan mudahnya Davian tahu isi pikiran dirinya.
"aku sudah mengenalmu bertahun tahun bintang"cuma Davian yang memanggil lentera bintang dan sudah lama lentera tidak mendengar nya.
"apa paman bisa dipercaya"lentera sudah menebak nya .
"tergantung kalo kau aman karna paman tidak mau diamuk oleh istri paman jika putri kesayangannya kenapa2"sebenarnya Davian ingin sekali membawa Lentera bersama dirinya tapi dirinya tidak ingin memaksa karna bintang kecilnya punya impiannya sendiri.
lentera meletakkan secarik Poto pemandangan kepada Davian dan itu langsung dipahami Davian .
"baiklah tapi apa kau benar2 tidak mau ikut paman saja. kalo mereka tidak menginginkan mu maja aku dan mommymu menginginkan mu"bujuk Davian sekali lagi.
lentera hanya menggeleng yang disambut helaan nafas oleh Davian . sebenarnya lentera ingin tapi untuk saat ini dirinya ingin menikmati tempat tujuannya yang sekarang. jika sudah begini maka Davian hanya bisa membantu dengan ikut menghilang bersama lentera ketempat tujuan yang berbeda yaitu lentera ketempat tujuannya sedangkan dirinya kembali ketempat dirinya menetap sambil ikut membantu menyembunyikan keberadaan lentera.
"aku akan kembali lagi kok paman"senyum lentera setelah itu bangkit dari duduknya dan pamit untuk pergi.
tapi sebelum itu lentera memberikan secarik kertas berisi rencana yang akan dijalankan supaya tidak ada yang curiga dan beruntung nya pertemuan ini tidak ada yang tahu termasuk arsha karena cowok itu tinggal diapartemen nya dan mansion ini kosong kecuali saat istri Davian datang menghabiskan waktunya bersama arsha sebagai seorang ibu bukan bibi.
"mungkin saat kembali nanti gadis rapuh ini akan memilih menjadi bintangnya Davian Divine"senyum lentera ,senyum lepas dan tulus yang dulu ikut terkubur bersama Ala nya.
Davian tersenyum mendengar nya dan mungkin ini akan menjadi kabar bahagia untuk istri nya yang dari dulu menginginkan lentera sebagai putrinya secara mereka tidak punya seorang putri karna istri nya setelah melahirkan putra mereka rahimnya harus diangkat dan sekarang sudah kehilangan putra semata wayang mereka walau ada arsha sebagai pengganti nya.
setelah lentera pergi Davian membaca isi kertas tersebut dan tersenyum melihat rencana yang begitu detail dan mampu mengecoh orang terdekatnya.
"gadis ini"gumam Davian saat membaca salah satu rencana nya dirinya harus kembali hari ini supaya tidak ada yang sadar kalo diri nya tahu semua bahkan tempat tujuan lentera.
"padahal mau liat kekacauan yang dibuat gadis itu"terkekeh Davian tapi tak ayal dirinya mulai bersiap2 pergi dan tidak lupa memberi tahu arsha supaya cowok itu tidak heboh sendiri.