Queeny adalah Vampir baik hati.
Memiliki kekuatan dan tangguh.
Queeny ditakdirkan sebagai 'sang Abadi'.
Yang mampu mengendalikan seluruh bangsa vampir.
Akankah Queeny mampu menjadi pemimpin seluruh Clan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Queeny memandang Max Zeto.
"aku lah orang yang melukai Alex paman"
"bukan karena alasan"
"Alex akan membunuh Erick yang berusaha melindungiku"
Queeny memberi penjelasan.
"maafkan Alex jika berbuat salah Queen"
" paman mohon sembuhkan Alex"
Max memohon.
"pasti akan aku lakukan"
"tapi aku ingin Alex dan Exel berjanji agar tidak mengincarku lagi"
"apa paman mengijinkan??
Queeny menekankan setiap kata katanya.
"baiklah"
"lakukan apa kemauanmu"
Max Zeto menjawab dengan yakin.
"maafkan anak anakku,James"
Max mendekati James.
"ini adalah urusan anak anak kita Max,kita hanya bisa memantau dan mendampingi saja"
"bukan begitu Juan?"
James menatap Juan.
"hmmmm.."
"aku rasa begitu,biarkan anak anak yang menyelesaikannya"
"lebih baik sekarang kita pergi dan mengobrol"
kata Juan.
"ayo kita ke paviliun"
kata Max Zeto.
Tino Vaye tidak berkomentar,dan hanya memahami situasi.
Max Zeto,James Bells,Juan Filp dan Tino Vaye berjalan menuju paviliun kediaman Zeto.
Mereka meninggalkan anak anak mereka berdiskusi.
"bicaralah pada Alex"
"jika dia setuju aku akan sembuhkan"
kata Queeny menatap dingin pada Exel.
"ya.. tunggulah"
"aku akan bicara pada kak Alex"
Exel dengan cepat menuju kamar dan masuk kedalam kamar Alex.
"Queeny"
sapa Michela.
Queeny menatap Michela,
"kak Chela"
Dengan tersenyum lalu memeluk chela.
"kau lah penyihir itu?"
Chela bertanya.
"hahaha"
"bukan bukan"
jawab Queeny melepas pelukan.
"hmmm.. apa kalian sudah saling kenal?"
"ini kakak ke tiga ku,Mattew(menunjuk Mattew)"
Michela dan Mattew saling tersenyum.
"dan ini Erick,teman kakakku (menunjuk Erick)"
Michela dan Erick saling berjabat tangan.
"hmm.."
Mattew menarik tangan Erick.
"sudah cukup"
Michela dan Queeny kaget,Erick juga.
sikap Mattew berbeda.
"oh ya ini adikku"
"mikhaela"
"Hallo semua"
Mikhaela menyapa dengan tersenyum.
"Hallo"
jawab Queeny lembut.
"Haii"
Erick dan Mattew kompak.
Mereka duduk di sofa ruang tamu dan berbincang.
Mattew dan Michela saling mencuri pandang.
Queeny melihatnya dan tersenyum.
"aih... kakaku sedang jatuh cinta kah?"
"bahagianya...."
batin Queeny.
"ada apa Queen?"
tanya Erick.
"oh tidak.. tidak ada apa apa"
jawab Queeny.
Disisi lain Mikha menatap Queeny diam diam.
Mikha sepertinya tidak menyukai Queeny.
---
-DI KAMAR ALEX-
"ayolah kak,ini demi kebaikanmu"
"kita juga tidak perlu menepati janji kan?"
Exel merayu Alex.
"ya baiklah,cepat bawa wanita sial itu kesini"
"aku akan melakukan semua kemauannya"
kata Alex.
"Exel,kau tidak boleh melanggar janji"
Irene menatap tajam Exel.
"ma,ayolah.."
"papa pun juga terpaksa menerima"
Exel menjelaskan.
"mama ini mama kalian,tolong dengar juga apa kata mama"
Iren menekankan.
"baik ma,baik,kami akan menurut"
kata Alex.
"sekarang biarkan Exel memanggil Quenny"
"oke"
"baiklah,pergilah"
Irene lembut.
Exel berjalan keluar kamar menuju ruang tamu utama.
saat berjalan Exel berkali kali mengumpati Queeny.
"lain kali pasti akan aku balas"
Sampai di ruang tamu,Exel mengeluarkan senyuman tampan.
Exel mebuang jauh jauh wajah kesalnya,tak ingin Queeny curiga.
"ayo Queeny,kakakku sudah setuju"
Exel dengan senyum tampannya membuat Mikha jatuh cinta.
Disisi lain,Mikha tertegun menatap Exel yang berdiri disamping Queeny.
"wow,tampan sekali Exel"
"aku harus dapatkan,apapun caranya"
batin Mikha.
"baik,ayoo"
Queeny berdiri diikuti Mattew dan Erick.
"eh.. kalian mau apa?"
kata Queen menatap Mattew dan Erick.
"mau ikut kamu Queen"
jawab Erick.
"iya,aku tak bisa membiarkanmu sendiri Queen"
Mattew menatap tajam.
"sudah sudah,kalian tunggu disini saja"
Queeny bersikeras.
"Tapi..."
Mattew tak melanjutkan kata katanya melihat mata Queeny yang memberi kode.
"baiklah,hati hati"
Queeny tersenyum cantik ke arah Mattew.
Queeny berjalan mengikuti Exel.
Diperjalan menuju kamar,Exel dan Queeny hanya diam.
sesekali mereka saling memandang.
"Queen,maafkan aku ya"
kata Exel lembut.
"ya,tidak apa X"
jawab Queeny teesenyum.
Exel tersenyum jahat dalam hati.
"tersenyulah sepuasmu,aku akan balaskan dendamku Queeny Bells"
(batin Exel)
Exel membuka pintu kamar,dan masuk,Queeny mengikuti masuk dan berjalan mengikuti Exel.
Queeny bertemu Irene.
"Hallo bibi,apa kabar?"
bicara sopan.
"baik sayang,kau anak Tuan Bells?"
basa basi.
"iya,saya Queeny"
jawab lembut.
Exel menatap Queeny,
"tolong kakakku Queen"
memohon.
"maaf X,aku tidak bermasud jahat pada kakak mu Alex"
Queeny menjelaskan.
"ya akulah yang salah Queen,dari awal semua salahku!"
"maaf"
suara Alex serak.
"baiklah,kamu dan bibi bisa tolong keluar?"
"karena ini akan sedikit berisik"
Queeny menatap Irene dan Exel bergantian.
Exel dan Iren saling menatap,Iren tersenyum pada Exel,lalu menatap Queeny.
"baiklah Queen,kami menunggu di luar kamar"
"ayoo Exel"
Irene berjalan keluar kamar bersama Exel.
Queeny mendekati Alex dan duduk di tepi ranjang.
Queeny menatap Alex.
"hmm.."
"Tampan,tapi sayang sifatnya sangat buruk dan arogan"
batin Queeny.
"coba buka matamu,lex"
perintah Queeny.
Alex membuka mata,dia melihat gelap.
"apa yang lihat?"
Queeny bicara lembut.
"Gelap"
jawab Alex singkat.
"tutup matamu dan tenang lah"
Alex menutup matanya,Queeny mengusap lembut ke dua mata Alex.
Alex tiba tiba teriak.
"auh.. sakit Queen"
"aduh.."
"sakit sekali"
Alex menggeliat memegang matanya.
"jangan sentuh"
Queeny menarik tangan Alex kuat,agar tidak menyentuh matanya.
"tapi ini sakit,mataku seperti mau lepas"
Alex meracau.
"tahanlah"
Queeny merasa bersedih,Dia tidak tega.
"maaf lex,aku tidak bermaksud menyakitimu"
Queeny menenangkan Alex.
"tak apa Queen,aku lah yang salah"
"aku berjanji aku tak akan jahat padamu lagi"
Alex mengenggam erat tangan Queeny.
Alex masih menahan rasa sakit.
Queeny melihat darah keluar dari mata Alex.
Queeny tersenyum.
"sebentar lagi kamu akan sembuh"
"apa masih sakit?"
"sudah tidak,tapi mengapa aku menangis?"
"apa yang terjadi?"
Alex merasa sesuatu mengalir di wajahnya.
Queeny mengusap darah Alex disekitar mata dengan lembut menggunakan tissu.
"buka lah matamu"
Alex membuka mata,terlihat buram.
Dia mwngedipkan mata perlahan dan melihat langit langit kamarnya.
"Aku sembuh?"
Alex tersenyum
"ya.. kamu sudah sembuh"
jawab Queeny.
Alex menatap Queeny,Queeny tersenyum cantik.
"cantik sekali"
batin Alex.
"haii"
"apa masih belum bisa melihat jelas?"
Queeny sedikit panik.
"ah sudah,malah sepertinya penglihatanku sanggat tajam,melihat wanita cantik"
Alex menggoda.
"hahahaha"
"dasar laki laki"
"semua sama"
kata Queeny.
"baiklah,aku akan panggil adik dan mamamu"
Queeny hendak berdiri,tangan Alex lebih dulu menariknya.
Queeny masuk dalam pelukan Alex.
Queeny kaget.
"maaf Queen"
"aku sudah menyakitimu,aku berjanji aku tidak akan seperti itu lagi"
bisik lembut Alex di telinga Queeny.
"ah iya sama sama"
Queeny melepaskan pelukan dengan cepat dan langsung berdiri.
"dan soal itu,kamu gak perlu janji,aku tidak suka orang yang dengan mudah berjanji tanpa hasil"
"jika kamu memang ingin berubah,buktikan lah"
Queeny tersenyum.
Alex terkejut mendengar kata kata Queeny.
Menganggap bahwa ucapan Queeny adalah harapan untuknya.
ishhh gak seruu dehh lanjut lagi laah kaaa
vampire maah bebasss ehehee