Sekuel dari novel Rafania Amora. Author sarankan sih baca dulu novel Rafania Amora. Tapi kalau malas dan ingin langsung baca novel Stay With Me pun juga tak apa. Suka-suka.
Aleta Zeline Al Malik.
Gadis yang baru berusia 19 tahun itu terus merengek pada papanya setelah tidak mendapatkan persetujuan dari sang mama. Terus membujuk dan meyakinkan mereka agar dapat menyetujui keinginannya. Melanjutkan pendidikannya di Jakarta.
Hingga pada akhirnya dia pun berhasil mendapatkan persetujuan dari keduanya. Tanpa di duga olehnya, pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang lelaki telah membuatnya masuk kedalam sebuah masalah yang mengakibatkan mereka harus menikah.
Pernikahan dadakan pun terjadi. Sosok pemuda dengan ketulusan dihatinya telah bersanding dengannya. Begitu sabar dan menerima setiap hal yang dilakukan olehnya.
Setelah menjalani kehidupan baru mereka sebagai sepasang suami-istri, berbagai peristiwa satu persatu bermunculan, hingga tanpa disengaja hubungan antara mereka pun menguak rahasia di antara kedua orangtuanya.
Berulang kali takdir menguji cinta mereka, hingga suatu ketika terjadilah peristiwa yang semakin membuat mereka terpuruk.
Yuk langsung baca novelnya..
ig : Faray_glad
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
" Maaf, jadi membuatmu menunggu lama. " ucap zeline ketika dirinya baru saja muncul dari balik pintu.
Keduanya tampak saling mengerutkan keningnya.
" Kok, kamu sudah ganti baju ? " tanya zeline lebih dulu menyuarakan isi hatinya
" Hem.. Ini baju yang aku bawa tadi. Rencananya mau mampir ke rumah setelah pulang dari kampus " jelas ino
" Trus itu ? " tanyanya yang juga merasa penasaran.
Zeline melebarkan senyumnya.
" Kita piknik. Ini kan masih siang, masih ada waktu beberapa jam untuk kita bersantai disana nanti hingga sore. Jika kamu mau, pulangnya kita bisa mampir ke rumah kamu. " jelas zeline dengan senangnya.
Ino mengangguk dan tersenyum lebar.
" Baiklah, sepertinya kamu senang sekali. " ucap ino yang kini telah lebih dulu melangkah menuju garasi.
Zeline mengernyitkan keningnya kembali ketika melihat ino yang melangkah mendekati motornya.
" Aku gak mau ikut kalau perginya pake motor kamu. " ucap zeline yang saat ini telah menghentikan langkahnya yang tidak jauh dari pintu garasi.
Ino menoleh kearah zeline Kemudian mengangguk.
" Yauda tunggu bentar ! Ku minta dulu kunci mobilnya di pak budi. "
" Nih, kita pake mobilku aja. " ucap zeline sembari menyodorkan tangannya yang saat ini sedang menggenggam kunci mobil miliknya.
" Mobilmu ? " tanya ino dengan bingung.
" Ada digarasi sebelah sana. " ucap zeline sembari menunjuk kearah garasi yang tertutup.
Pasalnya garasi itu memang belum pernah dibuka semenjak dirinya tinggal di rumah mewah itu. Bahkan mobil dan motor miliknya pun terparkir di halaman depan yang telah dibuat khusus untuk tempat parkir, namun tidak tertutup.
Ino masih mematung ditempatnya sembari menatap kearah garasi mobil yang masih tertutup itu.
" Udah, cepetan ambil ! " titah zeline yang juga menyadarkan ino dari lamunannya.
" Iyah.. Tunggu sebentar ! " Ucap ino dengan disusul langkahnya yang mengarah menuju garasi tersebut.
***
" Keren banget. " ucap ino yang merasa senang karena bisa mengendarai mobil sport pengeluaran terbaru milik zeline.
Lelaki itu bahkan masih belum bisa mempercayai jika saat ini yang dikemudikan olehnya adalah mobil impiannya.
" Lebay "
" Kenapa kamu gak pernah bawa mobil sendiri ? " tanya ino sembari tetap fokus pada arah kemudinya
" Eehmm.. Aku gak bisa nyetir. " Ucap zeline lirih. Gadis itu sedikit memahan malu dengan keadaannya yang memang tidak bisa menyetir sendiri.
Ino terkekeh kecil.
" Jangan bercanda ! " ucapnya diikuti dengan menoleh sekilas kearah istrinya.
" Gak, aku gak bercanda. Aku beneran gak bisa nyetir mobil " ucap zeline dengan suaranya yang terdengar lemas.
Seketika itu ino memutar lehernya untuk dapat melihat sosok gadisnya yang saat ini tampak sedang bersedih.
Gadis itu tampak sedang melamun menatap kearah luar. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Namun, perubahan mimik di wajahnya terlihat begitu nyata jika saat ini gadis itu sedang merasakan sesuatu yang membuatnya menjadi sedih.
" Hei, kenapa kamu jadi sedih begitu ? Sorry jika pertanyaanku menyinggung perasaanmu. " ucap ino dengan penuh penyesalan.
Namun, disisi lain dia juga merasa penasaran. Dia hanya bertanya sesuatu dan menurutnya itu bukan pertanyaan yang patut untuk disesali, tapi bagaimana bisa gadis itu berubah menjadi sedih.
" Sudahlah ! Tidak perlu dibahas lagi " balas zeline dengan tersenyum.
Keheningan telah mengambil alih. Keduanya kini tampak tidak ada yang bersuara lagi. Namun, sesekali ino mengalihkan pandangannya kearah samping. Melihat sosok gadisnya yang menjadi terdiam ketika mereka sedang membicarakan tentang mengemudikan mobil.
Sebenarnya apa yang sudah terjadi ? Aku jadi merasa penasaran.
***
Setelah tadi keduanya memilih untuk diam selama dalam perjalanan kurang lebih 45 menit. Kini nampak keduanya telah kembali pada pribadinya masing-masing.
" Hah.. Senangnya.. " ucap zeline ketika dirinya baru saja memasuki kawasan pantai Ancol.
Terik dari sinar matahari tampak tak begitu membuat zeline terganggu. Gadis itu terlihat sangat senang sekali, dan hal itu pun juga dapat membuat ino ikut merasa senang.
" Eh.. Ino kita duduk disana yuk. " ajak zeline sembari menunjuk kearah kursi panjang yang menghadap kearah pantai.
Setelah ino mengangguk, sejenak dia tertegun setelah maniknya melihat kearah kursi tersebut. Sebuah kursi panjang yang sangat bersejarah baginya dulu. Mungkin kali ini dia pun akan membuat momen bersejarah sekali lagi ditempat itu.
" Ayo ! " Panggil zeline yang lebih dulu melangkah
" Iyah " teriak ino yang kemudian lelaki itu yelah melangkah menghampiri istrinya.
Zeline mengbil alih keranjang bekal yang dia bawa tadi.
" Lama banget, kayak semut aja. " cetus zeline
Gadia itu dengan sangat cekatan mengeluarkan beberapa makanan dan juga minuman dari keranjang tersebut.
" Kamu tahu, kenapa aku minta kesini ? "
Ino yang baru saja duduk disampingnya kini tampak menoleh kearahnya.
" Kenapa emang ? "
" He.. he.. he.. Dulu sih, waktu aku kecil. Nenek sama kakekku ngajakin berlibur bersama. Karena papa ada urusan kerjaan dan mama sedang hamil, jadi mereka yang bawa aku jalan-jalan dan tempat ini menurutku tempat yang paling asyik " cerita zeline dengan senangnya
" Ini " zeline menyodorkan minuman kearah ino
" Makasih "
" Ini adalah ke dua kalinya aku datang kemari. Bahkan saat pertama kalinya aku datang kemari, tak sengaja aku bertemu dengan seorang teman yang menggemaskan. He.. he.. he.. "
Ino mengangguk kecil sembari tersenyum lebar. Hatinya pun ikut merasa senang. Merasa apa yang sedang diceritakan oleh gadis itu adalah mengenai dirinya. Namun, ino tidak tertarik untuk menceritakan pada zeline mengenai bocah menggemaskan itu.
" Aku terlalu sering datang kemari. Bagiku semuanya biasa saja " ucap ino
" Yah.. Yah.. Tidak perlu menyombongkan diri seperti itu "
" Eh.. eh.. Ngomong-ngomong, ini sudah lebih dari sebulan loh. Kamu janji bakal ganti rugi soal ponselku uang rusak " ucap zeline dengan tiba-tiba
Ino yang saat itu sedang meneguk minumannya seketika itu menjadi tersedak ketika mendengar penuturan dari istrinya.
" Ah.. Perhitungan banget sih, kamu. Lagian ponsel juga udah baru. Masih aja minta ganti rugi. Gara-gara diskors kemarin, papa belum juga kasih uang jajan. Nih, uang tabunganku juga tinggal dikit. Masa tega sih, kamu minta ganti rugi sama suami sendiri. " jelas ino dengan melas
" Halah.. Alasan aja. Masa iya, papa kamu tega gak ngasih uang jajan. Bilang aja emang kamu gak mau ganti rugi. "
Seketika itu ino segera merogoh dompetnya dari saku celananya.
" Nih.. Bawa aja ! " Ucap ino sembari menarik tangan zeline dan meletakkan dompet kulitnya diatas telapak tangan gadis itu.
" Uang cash tinggal 300ribu. Di ATM cuman ada 2 juta. "
Zeline tampak tertegun melihat kearah ino. Dia merasakan ada sesuatu yang mengganjal dengan keluarga suaminya.
" Heh, jahat banget. Kayak rentenir aja. Udah bawa aja. Kalau ada uang aja kasih ke aku " ucap zeline
Zeline mengembalikan dompet kulit tersebut pada pemiliknya. Namun, dengan cepat ino mengambil kartu ATM miliknya dang segera memberikannya pada zeline.
" Bawa aja "
" Eh.. eh.. gak per.... "
" Udah gak papa. Mulai besok aku akan kerja di perusahaan papa. Makanya ntar aku mau mampir bentar kerumah. Mau ketemu sama papa buat ngomongin soal kerjaan. " jelas ino
Zeline tampak mengangguk kecil.
" Emang kamu mau kerja apaan ? Pagi kan ngampus " tanya zeline yang merasa penasaran.
Ino mengerdikkan bahunya.
" Entahlah ! Aku juga belum tahu. " balas ino
" Ehmm.. " zeline hanya berdehem pelan sambil mengangguk.
" Sebaiknya, kita makan siang dulu aja. Aku udah laper banget nih. " ucap zeline.
Setelah melihat ino mengangguk tanda setuju. Tak ingin menunggu lama keduanya mulai menyiapkan makanan yang ingin mereka makan.
Keduanya kini tampak telah memulai untuk menyantap makanan yang sudah mereka siapkan. Dengan sesekali saling melemparkan pandangan dan juga senyuman. Keduanya tampak begitu nyaman dengan keadaan mereka yang seperti itu.
Zeline, semoga kamu bisa menerima keadaanku yang seperti ini setelah nanti kamu tahu yang sebenarnya. Aku benar-benar telah nyaman berada dekat denganmu seperti sekarang ini.
Tbc
🙏