NovelToon NovelToon
Mami Untuk Alicia

Mami Untuk Alicia

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anugrah Utarie

"Aku bersyukur Tuhan mengirim kamu untukku dan Alicia. Terimakasih sudah menerima diriku dan putriku" ~ Adhit


Pertemuan tidak sengaja antara Adhitama dengan Clara membuat mereka saling terikat satu sama lain. Clara yang berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan Adhit, justru takdir mempertemukan mereka kembali.

Clara yang sangat menyayangi Alicia terpaksa menerima lamaran Adhit untuk menjadi istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugrah Utarie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

H-1 Pernikahan

Alvaro baru saja kembali dari ruangan HRD, karena tadi dia di hubungi karena ada karyawan yang mengundurkan diri. Setelah ia mengetahui kalau yang mengundurkan diri itu adalah Clara, ia langsung bergegas ke ruangan Adhit.

Ceklek

"Permisi Tuan" Alvaro segera masuk ke ruangan Adhit.

"Ada apa?" tanya Adhit setelah melihat kedatangan Asistennya.

"Nona Clara baru saja mengundurkan diri dari pekerjaannya Tuan" jawab Alvaro.

Adhit bergumam "Hmmm, jadi dia menepati janjinya ya"

"Hah, kenapa Tuan?" Tanya Alvaro karena baru saja mendengar Adhit bicara.

"Aku sudah menduganya, karena semua itu sudah menjadi kesepakatan kami berdua" jawab Adhit dan langsung melanjutkan kembali pekerjaannya.

"Apa itu saja yang akan kamu sampaikan?" tanyanya tanpa melihat ke arah Alvaro.

"I.. ya Tuan, kalau begitu saya permisi dulu" pamit Alvaro dan langsung beranjak meninggalkan ruangan Adhit. Namun saat dia baru menggapai pintu, Adhit memanggilnya kembali.

"Kenapa Tuan" Alvaro segera memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Adhit.

"Apa kamu mendengar berita atau desas-desus di kantor? " Adhit menanyakan hal itu karena ia sudah melihat berita tentang moment lamarannya kepada Clara yang di expose oleh seseorang.

"Sepertinya tidak ada Tuan, tapi semua orang memang mengetahui kalau Nona Clara akan menikah. Namun dengan siapa Nona akan menikah, mereka tidak mengetahuinya" jawab Alvaro sesuai yang ia ketahui.

"Baguslah kalau begitu, lebih baik mereka tidak mengetahuinya" ucap Adhit.

"Apa karena berita itu? " tanya Alvaro menatap serius ke arah atasannya. Karena tidak mungkin Adhit menanyakannya kalau tidak berhubungan dengan berita tersebut.

"Iya, aku kaget saja, tiba-tiba ada berita seperti itu. Coba kamu cari tau siapa orang yang sudah menulis dan menyebarkan berita itu" perintah Adhit, Kemudian kembali melanjutkan pekerjaanya. Adhit memang tidak mau orang-orang mengetahui tentang pernikahannya, begitupula dengan Clara. Oleh karena itu mereka tidak mengumumkan pernikahan mereka. Mereka belum mau saja orang-orang mengetahui tentang hubungan mereka. Biarlah orang-orang nantinya tau dengan sendirinya, tanpa mereka menggembar-gemborkan berita pernikahan mereka.

"Baiklah, akan aku cari tau secepatnya" setelah mengiyakan perintah Adhit, Alvaro segera meninggalkan ruangan kerja Adhit.

********

Hari pernikahan mereka tinggal satu hari lagi, mereka akan menikah di Villa milik keluarga Syahreza. Villa sudah di hias untuk hari bahagia anak tertua keluarga Syahreza oleh Franklin dan pelayan yang lainnya. Karena acaranya private, jadi keduanya hanya mengundang sahabat, beberapa rekan kerja Adhit dan kolega Abimanyu.

Keluarga Clara dan keluarga Adhit sudah bersiap-siap menuju ke Villa. Mereka sengaja berangkat sebelum hari pernikahan supaya tidak terburu-buru nantinya. Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang mereka akhirnya sampai di sebuah Villa yang sangat megah. Sesampainya di Villa mereka disambut oleh penjaga Villa dan segera menurunkan barang-barang mereka.

"Selamat datang Tuan besar" sapa Franklin memberi hormat pada Adinata yang sudah tiba lebih dulu.

"Iya Franklin, bagaimana kabarmu? " tanya Adinata pada pelayannya itu.

"Kabar saya baik Tuan, silahkan masuk Tuan besar. Kamarnya sudah saya siapkan dan Villa juga sudah di hias untuk pernikahan Tuan muda" jawab Franklin pada Adinata sambil masuk ke dalam Villa membawa barang-barang yang lainnya.

"Wahh, Villanya besar sekali. Udaranya juga sangat segar" ucap Clara saat baru turun dari mobil dan meregangkan tubuhnya yang lelah setelah perjalanan jauh.

Adhit yang berada tidak jauh dari Clara langsung menghampirinya "Jangan Norak" bisik Adhit di telinga Clara.

Clara langsung kesal dibuatnya, dia mencubit pinggang Adhit keras sehingga membuat laki-laki itu berteriak "Aww, sakit tau" ucapnya sambil mengusap-usap pinggangnya.

"Rasakan, dasar menyebalkan! " Clara langsung meninggalkan Adhit. Adhit kemudian mengejar Clara yang berjalan mendahuluinya. Lalu menariknya ke belakang dan membuat Clara hampir terjatuh. Untung saja ia berpegangan pada tubuh laki-laki itu. Kalau tidak dia sudah terjungkal ke belakang karena ulah Adhit.

"Adhitt... " teriak Clara kesal, Adhit langsung berlari ke dalam Villa. "Awas kamu!" serunya, lalu segera mengejar calon suaminya ke dalam Villa.

Kelurga mereka yang menyaksikan kelakuan keduanya hanya geleng-geleng kepala.

"Dasar seperti bocah saja" gerutu Dira yang melihat kelakuan keduanya. Semua orang tertawa melihat Dira yang tiba-tiba kesal. Karena tidak biasanya Dira seperti itu.

"Alicia, lihat itu kelakuan Daddymu" ucap Dira pada keponakannya.

Alicia hanya tersenyum mendengar ucapan Bibinya itu. Dia juga heran dengan apa yang dilakukan Ayahnya dengan Clara.

"Sudah, biarkan saja mereka" ucap Nadine pada putrinya.

Kemudian semua orang masuk ke dalam Villa dan menuju kamar masing-masing.

Clara yang sudah lelah mengerjar Adhit kemudian memilih berdiri di balkon Villa menikmati udara segar. Ia tidak mau lagi berdebat dengan calon suaminya yang menyebalkan itu.

"Bibi sedang apa? " tanya Alicia tiba-tiba

Clara segera menoleh ke arah Alicia "Bibi sedang menikmati udara saja sayang" jawab Clara dan langsung menghampiri gadis itu.

"Aku ingin tidur di kamar Bibi saja, apa boleh?" tanya Alicia manja.

"Tentu saja boleh sayang, ayo kita kekamar Bibi" ajak Clara dan langsung membawa Alicia ke kamarnya.

"Alicia mau disini atau ikut dengan Bibi ke bawah, karena Bibi akan membantu Nenek memasak makan malam" ucap Clara.

"Aku ikut dengan Bibi saja" jawabnya, kemudian keduanya segera turun ke bawah menuju dapur.

"Sayang, kamu sedang apa disini? " tanya Vania saat melihat putrinya baru saja masuk dapur.

"Mau masak makan malam Ma" jawabnya polos.

"Biar Mama saja, ada Bibi Mike juga yang bantu Mama" ucap Vania lagi.

"Tapi Ma" Clara memelaskan wajahnya.

"Sudahlah sayang, kamu kembali ke kamar saja" ucap Nadine yang sudah berada di dapur.

(Astaga, kenapa semuanya tidak membolehkanku berada disini) gerutunya dalam hati.

"Baiklah, aku kembali ke kamar" jawab Clara dengan memanyunkan bibirnya. Dengan berat hati ia segera kembali ke kamarnya. Alicia tinggal di dapur bersama neneknya, karena Nadine meminta Alicia untuk membantu dirinya.

"Itu bibir kenapa manyun begitu? " tanya Adhit saat bertemu dengan Clara di tangga.

Clara tak menghiraukannya dan terus berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.

"Hei, aku mengajakmu bicara! Kenapa mengabaikanku? " tanya Adhit, namun Clara tetap tidak menoleh sedikitpun.

(Ada apa dengannya? Kenapa dia tidak menghiraukanku?) Adhit yang tidak dihiraukan langsung pergi ke bawah menemui Papinya dan Papa Clara yang sedang berbincang di ruang tengah Villa. Kemudian Gilang ikut bergabung bersama mereka. Sedangkan suami Bibi Melisa sedang bermain bersama putranya.

"Bagaimana Dhit, apa sudah hapal lafal kabul untuk akad nikah besok" tanya Adinata pada putranya.

"Tentu saja sudah Pi, aku sudah menghapalnya" jawab Adhit dengan wajah tegang. Karena ia sudah salah ikut bergabung dengan para tetua yang sudah lama menikah. Meskipun dirinya juga sudah pernah menikah, tapi rasanya sedikit berbeda saja dari pernikahannya yang pertama.

"Baguslah kalau begitu, jangan sampai salah ya dalam penyebutannya. Nanti bisa-bisa gagal nikah lagi, kalau sampai salah" ucap Adinata mengingatkan putranya.

Semua orang tertawa kecuali Adhit, karena sebenarnya ia sangat gugup sekali untuk pernikahannya besok. Ditambah lagi setelah mendengar peringatan dari Papinya barusan, membuat Adhit semakin tidak tenang.

Gilang yang melihat raut wajah Adhit langsung menepuk pundaknya " Santai Dhit, tidak perlu tegang begitu" celetuk Gilang yang seketika membuat tawa Abimanyu dan Adinata pecah.

"Wah wah, ternyata seorang Adhitama bisa gugup juga ya" ucap Abimanyu pada calon menantunya.

"Papi juga heran, padahal kan ini bukan pernikahan pertamamu Dhit. Kenapa seakan-akan baru pertamakali saja mengalaminya? " ujar Adinata pada putranya itu.

"Entahlah Pi, aku juga tidak tau kenapa aku jadi tegang begini" jawab Adhit tertunduk lesu.

"Hahah, sudah-sudah Adi, jangan menyudutkan putramu begitu" ucap Abimanyu menengahi keduanya.

Kemudian mereka segera ke ruang makan karena sudah dipanggil oleh Franklin. Saat makan malam, semuanya berkumpul di ruang makan. Kecuali Clara yang sejak tadi berada di kamar setelah tidak diizinkan berada di dapur.

"Adhit, nanti kamu bawakan makanan untuk Clara ke kamarnya ya nak" ucap Nadine pada putranya.

"Iya Mam, nanti aku bawakan" ucap Adhit menuruti perintah mamynya.

Setelah selesai makan malam, Adhit segera menuju ke kamar Clara untuk membawakan makanan untuk calon istrinya itu.

Tok tok

"Clara, apa aku boleh masuk" ucap Adhit sambil mengetuk pintu kamar Clara.

"Iya, masuk saja, tidak dikunci kok" jawab Clara dari dalam kamarnya.

Ceklek

Adhit membuka pintu kamar Clara dan melangkah masuk ke dalam kamar itu. Ia melihat Clara sedang duduk di sofa kamarnya. Adhit segera menghampirinya "ini makan malam untukmu, kamu belum makan bukan? " Adhit meletakkan piring berisi makanan di hadapan Clara.

"Terimakasih, nanti akan aku makan" jawabnya tanpa menoleh ke arah Adhit.

"Makan sekarang juga!" ucap Adhit pada Clara sehingga membuat gadis itu menoleh kepadanya "Atau kamu mau aku suapi? " tanyanya lagi.

"Tidak perlu, biar aku saja" ucap Clara dan mengambil makanan yang sudah dibawakan Adhit untuknya. Adhit menarik sedikit sudut bibirnya. Setelah menghabiskan semua makanan itu, dia meletakkan piringnya di atas meja.

"Minumnya mana?" tanyanya sambil menghadap kearah Adhit. "Makanannya pedas sekali, tidak biasanya Mama masak makanan pedas begini! " seru Clara sambil mengibas-ngibas mulutnya yang panas karena kepedasan dan melihat Adhit segera berdiri dari duduknya.

"Ambil saja sendiri, aku kan sudah membawakanmu makanan" jawab Adhit dan segera beranjak meninggalkan kamar Clara. Ia memang sengaja ingin mengerjai Clara dengan tidak membawakan air minum, dan menaburkan bubuk cabe di makanan Clara.

"Ihhh kenapa kamu sangat menyebalkan sekali" gerutu Clara yang membuat Adhit tertawa saat berada di depan pintu karena sudah berhasil mengerjai Clara dan langsung keluar dari kamar itu.

Kemudian Clara segera keluar dari kamar dan turun kebawah untuk mengambil minum sekaligus membawa piring kotornya tadi. Setelah mengambil minum ia segera meninggalkan dapur untuk kembali ke kamarnya.

Saat akan membuka pintu kamarnya, Alicia memanggilnya "Bibi Clara" ucap Alicia dan berlari menghampirinya.

"Dia dari tadi merengek ingin ke kamar kakak" ucap Indira saat sudah berada di depan Clara dan Alicia.

"Ya sudah, ayo masuk sayang" Clara meraih tangan Alicia untuk masuk ke kamarnya. "Dira kamu tidak tidur dikamar kakak saja? " tanya Clara saat akan masuk ke kamarnya.

"Tidak usah kak, aku tidur di kamarku saja" ucap Dira dan langsung pergi dari hadapan Clara. Kemudian Clara segera masuk ke dalam kamarnya dan menyuruh Alicia untuk naik ke tempat tidur. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk menyikat gigi dan membasuh wajahnya dan mengeringkannya dengan handuk. Selesai dari kamar mandi ia menyusul Alicia untuk naik ke tempat tidur.

"Selamat malam sayang" ucapnya setelah mengecup kening Alicia.

Cup

"Selamat malam Bibi" Alicia mencium pipi Clara. Kemudian segera tidur dalam pelukan Clara. Clara memejamkan matanya dan langsung tertidur lelap.

1
Neng Alifa
ni suami isteri baperan
Tata google
bulek semua/Drool/
Tata google
lah ngelamar kayak beli cilok pinggir jalan.. /Grin/
Tata google
tiba2 heran emg ada ya orang asing baru kenal tiba di rumah langsung boleh masak /Grin//Grin/
Tata google
ini uda 2025 aku baru mampir/Smile/ nama tokohnya ngikuti gen alpha bener..
krisan
lanjut
Dzaky Fadillah
Btw Thor Alicia kan seharian ikut k kantor ya pulang ny tidur trs ikut k rumah Clara tidur tp gak d bersihin dan ganti baju jg
sudah 2x loh kyk gitu kasian kan Alicia ny thor
Whindy Anugrah: Oke kak, nanti aku cek lagi ya. Makasih udah disampaiin 😊
total 1 replies
Alanna Th
aah, skrg dmaafin - bsk brbwt lg, lbh baik g usah minta maaf deh. cuek" bebek aja 😕😒🙄😜
Alanna Th
yaaah, kaya maen kucing"n! 😢 repooot 😜
Alanna Th
💣 siap meledak!! lari jauuuh 😜😁👊
Alanna Th
ooalaah, djailin adhit y. awas dbls clara lho 🤫
Alanna Th
anaknya kepincut duluan, daddynya mnyusul 😕🙄👍
TRIANI
nikahnya secara islami, pi keseharainnya gk, masak habis gituan gk mandi langsung ke dapur sich,
TRIANI
beda usia alicia sama bian kan jauh, masih SD pula, iyaaa kalee anak seumuran alicia suka anak kecil, dan sudah ada teror2an, kayak orang dewasa, gk masuk akal nee
Ika Rochmawati
up
Sri Wahyuni
kok ganteng varo iya am adit visualnya
Ika Rhia
suka karakter clara yang gak gampang di tindas
Ika Rhia
Kapan MP nya?
Ika Rhia
ehem ehem,,ada yang kebakar api cemburu nih🤭🤭
Amie chie
ya iya lah marahh..... karna d cuekin itu sangat sangat dan sangat menjengkelkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!