NovelToon NovelToon
SELURUH KELUARGA MENDENGAR PIKIRANKU

SELURUH KELUARGA MENDENGAR PIKIRANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Romansa Fantasi
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: cerryblosoom

Ivy yang telah terlahir kembali ke-empat kalinya. Dimana disetiap kelahiran ia mati muda. Memilih untuk pasrah pada kehidupan kali ini.

Tapi kenapa kali ini dia kembali saat masih bayi?

[Eeehh, bayi.... Baiklah, aku hanya akan makan dan tidur dengan baik.] Pikir Ivy optimis.

Namun, hatinya tetap tak bisa menahan desahan setiap kali mengingat masalalu.

[Hahh, tak disangka ibukku begitu cantik aslinya. Sayangnya saat ulang tahunku yang setahun Dia akan mati. Hikshh.]

[Ah, ayah begitu tinggi dan gagah. Tapi setelah kecelakaan dia hanya akan duduk di kursi roda.]

[Kakak ketiga yang cantik, saking cantiknya membuat banyak pria jahat mempermainkan nya. Lalu kakak pertama dan kedua yang bodoh, kalian hanya akan berakhir menyedihkan karena jatuh hati pada pemeran utama wanita.]

Tanpa disadarinya, seluruh keluarga mendengar setiap fikiran nya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cerryblosoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 SETELAH PESTA

Setelah hujan pertama satu hari yang lalu. Yang kedua datang sesaat setelah pesta berakhir. Tak ada tamu yang khawatir kehujanan. Karena hampir tak ada yang tidak membawa mobil. Bahkan tamu terdekat pun membawa mobil.

Hujan mengguyur kota Surabaya, dari tengah malam hingga terbit matahari, tak ada tanda-tanda akan berhenti, seolah langit belum puas mengeluarkan segalanya bebannya selama ini. Meski begitu tak ada yang mengeluh, atau membenci, semuanya bersyukur akan Rezeki yang Allah turunkan. Kemarau telah lama berlangsung. Sedangkan air adalah hal terpenting dalam kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tanaman.

Di ruang tamu kediaman keluarga Theodore.

[Apa!? Kenapa Aunty Lena tak jadi pergi. Apa aku salah mengingat?? Apa itu tidak terjadi setelah pesta semalam.... Benar kok, aku tak salah. Nenek berkata, pagi hari setelah pesta syukuran, keluarga mendapat kabar kematian Aunty Lena.]

[Tapi saat ini Aunty Lena ada di depanku. Ahh, ngomong-ngomong, semalam juga, Aunty yang seharusnya pergi ke luar negeri, malah ada di pesta, kufikir hmmmmm, aku jadi bingung. Apa jangan-jangan aku masih bermimpi....]

[Ahhh, sakittt!]

Disya yang melihat kelakuan bayinya menggeleng tak berdaya. Baru saja untuk membuktikan kenyataan atau dunia mimpi. Sang bayi menarik rambutnya sendiri. Disya tak sempat menghentikannya. Benar-benar tak terpikirkan olehnya, bayinya akan bertindak begitu.

[Bu kepala Ivy sakit, huhuhuuuu.]

"Bagaimana kamu bisa menarik rambutmu, begitu. Apa sakit? Biar ibu gosokkan," ucap Disya sambil mengelus kepala bayi Ivy.

"Mungkin baby Ivy merasa gatal di kepala nya, Sya," kata Elena prihatin.

Disya meringis kecil, untung saja sahabatnya tak bisa mendengar pikiran bayinya juga, "Mungkin saja," tangannya terus mengelus halus kepala bayi Ivy. "Jangan nakal, hmm, jika kamu menarik rambut, itu akan sakit. Kalau sampai ibu lihat sekali lagi, lihat saja, ibu akan memakaikan sarung tangan nanti."

"Hahaha, memang baby akan mengerti jika kamu bilang begitu," ucap Elena diselingi tawa.

"Yah, itu bukan hal yang tidak mungkin," kata Disya dengan nada ambigu.

[Sudah tak sakit, Bu. Terima kasih, ibu memang yang paling baik. Ivy tak akan mengulanginya lagi, ibu jangan khawatir, Ivy anak baik, hehehe.]

[Aunty Lena, Ivy mengerti loh, Ivy kan anak pintar.]

Disya tersenyum diam-diam dalam hati. Bayinya memang yang paling imut. Tiba-tiba rasa haus menyerang tenggorokannya. Dia pun mengambil secangkir teh yang ada di meja.

[Tunggu! Aunty Lena masih hidup.... Apa itu berarti aku tak akan mewarisi kekayaan itu lagi!?]

Hampir saja gelas yang diambilnya, terjatuh, saking terkejutnya.

Disya yang mendengar pikiran bayinya, benar-benar dibuat sakit kepala. Dia benar-benar harus curiga bagaimana cara suaminya mendidik anak-anak. Dengan kesal Dia memelototi lantai dua. Tempat dimana suaminya berada. Dia harus mengajarinya dengan lebih benar lain kali.

...----------------...

"Kenapa aku tiba-tiba merinding," batin Ethan.

"Tuan," panggil Alex khawatir. Baru saja bos nya bicara, lalu tiba-tiba saja terdiam dengan ekspresi yang aneh. "Apa ada yang salah?"

Ethan seketika mengabaikan perasaan tak enak. Kembali fokus pada pembicaraan awal mereka.

"Ehem, tidak. Sampai dimana tadi?"

"Akun bank, tuan."

Ethan mengangguk, "Ya, benar. Bagaimana penyelidikan pada akun anggota keluarganya. Apa ada dana besar yang tiba-tiba ditransfer, kemungkinan dari akun mencurigakan."

"Memang ada dana besar yang masuk pada akun atas nama istrinya, Tuan. Masalahnya istrinya pun tak tahu menahu tentang hal itu. Karena atm di pegang oleh sang suami. Istrinya bahkan tak tahu namanya digunakan untuk membuat akun bank. Kami pun berpikir untuk mencari dari sisi sebaliknya, akhirnya mencoba mencari dari mana asalnya, uang itu dikirim," Axel menyerahkan dokumen di tangannya.

Ethan menerima dokumen itu lalu membukanya, dan membaca singkat.

"Lanjutkan,"

"Itu berasal dari bank DBA. Hanya saja akun itu adalah akun yang baru dibuat dua bulan yang lalu. Sedangkan pemiliknya dinyatakan meninggal setahun sebelumnya-"

Alex yang tak mau kalah, memotong penjelasan Axel, "Keluarganya sudah kami tanyai, Tuan. Hanya saja mereka tak mau mengaku. Mereka hanya bersikeras kartu identitas ayah mereka telah hilang sejak lama," setelah mengatakan itu, dia tersenyum sombong pada Axel. Sambil berpikir, "Enak saja mau mendapatkan pujian sendiri, aku tak akan biarkan itu."

Axel tentunya tak mengetahui pikiran Alex. Jika dia tahu dia akan memukul kepala temannya itu. Kapan otaknya itu akan memikirkan hal yang lebih pintar.

"Kami tak bisa melakukan kekerasan pada mereka. Tak ada bukti mereka terlibat. Polisi pun tak bisa menahan mereka," kata Axel melanjutkan.

"Jadi, tak ada titik terang, pelaku kecelakaan itu," geram Ethan menggeretakkan gigi.

Axel dan Alex sama-sama menunduk takut dengan kemarahan Tuan mereka. Sudah menjadi hal biasa, sebagai seorang bawahan, menjadi pelampiasan amarah dari tuan mereka.

Tapi untungnya Ethan sedang tidak mood untuk melakukan itu.

"Cukup, kalian bisa pergi."

"Baik, tuan," jawab keduanya.

...----------------...

"Butuh bantuan?"

Sebuah suara membuat Ethan seketika menoleh. Hampir saja Dia lupa ada orang lain di ruang kerjanya.

Itu karena Tigoz sama sekali tak bersuara. Bahkan nafasnya saja tak terdengar.

"Sebenarnya ada apa kau kesini, tumben sekali kau menginjakkan kaki di rumahku," kata Ethan terheran-heran.

Tigoz mengangkat satu alis, pertanyaannya tidak dijawab, topik sudah berganti, tapi memang tujuannya kesini untuk hal lain, "Semalam, jangan kamu berpikir bisa menipuku, katakan!"

"Ahh, itu," Ethan menggaruk kepala bingung. "Bisakah kau lupakan saja."

"Tidak," jawab Tigoz dingin.

Ethan menghembuskan nafas panjang, untungnya Ethan sudah menduga Tigoz akan mendatanginya lagi. Hanya saja Ethan tak menduga itu akan secepat ini. Itulah kenapa Ethan sedikit bingung tadi.

Sekarang Dia sudah ingat, jawaban apa yang harus dijawabnya.

"Jangan salah paham, aku hanya mendengar sedikit rumor tentangmu. Tapi aku tahu kau tak mungkin begitu. Itulah kenapa aku tak mengatakannya."

"Rumor, apa?"

"Kau memiliki selir diluar yang sedang hamil," ucap Ethan tanpa merubah muka. Karena Dia berkata jujur. Tak perlu merasa bersalah.

"Omong kosong," sangkal Tigoz langsung.

"Yah, itu hanya omong kosong, makanya aku tak percaya. Bagaimana mungkin kamu mengkhianati Imel."

"Siapa?" kata Tigoz penuh penekanan.

"Aku tak bisa memberitahu kamu," "Jika itu adalah putri bungsu ku," lanjut Ethan dalam hati.

Tigoz menyipitkan mata, seolah bertanya kenapa tak bisa memberitahu nya.

"Mau bagaimana lagi, aku sudah berjanji untuk tidak menyebutkannya. Tapi jangan khawatir aku pastikan orang itu tak akan menyebarkannya. Jadi hanya aku yang mengetahuinya, dan sekarang kamu juga tahu.... Ohh, ya, ngomong-ngomong, istriku juga mengetahuinya. Aku tak tahu apakah Dia akan meng-"

BRAKKKK

Ethan menggelengkan kepala, "Untung saja dulu aku membeli pintu yang kuat. Keputusan yang tepat untuk mengantisipasi kejadian semacam ini."

1
𝚓𝚞𝚓𝚞 𝚓𝚞𝚊𝚛𝚒𝚊𝚑
lanjut oyyy
Ona Sukatendel
kalo di dunia fantasi atau dracin suara hati itu mah biasa atuh
Retno Isma
🌹🌹🌹🌹
Retno Isma
ceritanya bagus. sayang bgt harus hiatus
Retno Isma: ga ada kelanjutannya lagi kah?
total 4 replies
Nursanti Ani
akhirnya up juga thor/Drool//Drool/
Nursanti Ani
Thor belum dpt Ilham ya Thor,,/Grin/
cerry: Waitt, satu bab meluncur/Bye-Bye/
total 1 replies
Nursanti Ani
lanjut Thor jgn lm2/Drool/
cerry: Nanti dulu /Grievance//Grievance/
total 1 replies
Nursanti Ani
lanjut
cerry
Akhirnya setelah seminggu/Sob//Facepalm/
yosh—: /Sneer/
total 1 replies
yosh—
Wah, baru kali ini niat membaca tulisan fiksi orhir lain kembali hadir. lucu, menarik, mengandung ajakan untuk kembali menjadi bayi.🥴
otomatis bepikir, "Seandainya aku bisa mengingat memori saat aku masih bayi."🥴
Tulisannya rapih kk Thor. Ceritanya santai, menghibur.😂😏😏
yosh—: /Sneer/
total 2 replies
Miea™
lanjut
Arietyy
aku mampir, jangan lupa mampir dikaryaku
cerry: Maaf ya kak, belum bisa mampir/Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!