Hai...ini karya pertama aku jadi kalian harus dukung ya .
sinopis
Ini sudah modern tapi entah mengapa orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads tampan yang berada di pesantren jauh dari rumah mereka .
Namaku Ghania faneha Qhonita gadis tomboy yang selalu keluar malam dan balapan motor secara liar di tengah -tengah jalan raya .Suatu hari orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads yang tampan .
Agar anak mereka bisa merubah diri dengan berjalannya waktu .
Akankah Qhonita mau di jodohkan atau malah sebalik nya??
Yuk simak kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon metri annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
...Belajarlah,untuk menjaga perasaan orang lain bercanda boleh saja namun harus tetap ada batasan ....
...Jika ada yang tersakiti atau tersinggung maka bercanda itu tak dibenarkan ....
...Belajarlah ,untuk menjaga lisan sendiri untuk tidak menyebar aib orang lain ....
...Fokuslah dengan aib diri sendiri dari pada aib orang lain ....
...Malu sama diri sendiri , kita begitu tertarik dengan aib orang lain ....
...Padahal aib sendiri mungkin lebih banyak dari aib orang lain....
ADA MASA .
...Di mana kamu hanya perlu diam dan memperhatikan apa yang mereka perbuat meskipun itu menyakitimu, karna membalas dengan cara yang sama hanya membuat mu sama seperti mereka dan membalaspun hanya sia-sia....
Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar Ra Istri ketiga Rasulullah
Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar
Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha adalah satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan status gadis. Beliau yang paling muda dalam usia pernikahan. Dan istri nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits.
Nama dan Nasabnya
Beliau adalah Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakr ash-Shiddiq. Merupakan istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling masyhur. Beliau lahir pada tahun 9 Sebelum Hijrah. Kun-yahnya adalah Ummu Abdullah dan dilaqobi dengan ash-Shidqiyah. Dan kita umat Nabi Muhammad mengenalnya dengan ummul mukminin (ibunya orang-orang beriman). Nabi memanggilnya dengan Humaira, karena putihnya kulit beliau. Ibunya adalah Ummu Ruman bin Amir bin Uwaimir al-Kinaniyah radhiallahu ‘anha.
Di Masa Jahiliyah
Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha lahir setelah risalah Islam diturunkan. Artinya, beliau tidak sempat mengalami fase jahiliyah dalam kehidupannya. Beliau terlahir dalam sebagai muslimah karena kedua orang tuanya telah memeluk Islam. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dari Urwah bin az-Zubair bahwa Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
لم أعقل أبوي إلا وهما يدينان الدين
“Aku belumlah berusia baligh ketika kedua orang tuaku sudah memeluk Islam.”
Menikah
Aisyah dilahirkan di rumah yang penuh cahaya keimanan. Kedua orang tuanya yang merupakan sahabat terbaik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pembimbingnya. Ia tumbuh dengan bimbingan agama yang mulia dan pengajaran budi pekerti yang luhur.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melamar Aisyah saat ia berusia tujuh tahun. Dan menikahinya saat berusia sembilan tahun. Sebagian orang mungkin terheran-heran dengan usia Aisyah saat dinikahi Rasulullah. Keheranan tersebut dikarenakan ia mengukur kondisi zaman dulu dengan tradisi yang berlaku di zaman sekarang. Padahal Abu Jahal sekalipun tidak pernah mencela pernikahan ini. Kita tahu sendiri, Abu Jahal akan memanfaatkan setiap peluang untuk mencari cela yang ada pada nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Karena usianya yang sangat muda, tidak heran setelah menikah dengan Rasulullah kita mendapati riwayat-riwayat yang menceritakan bahwa Aisyah masih suka bermain-main layaknya anak kecil. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah pernah menemuiku saat aku bermanin dengan anak-anak perempuan. ‘Apa ini hai Aisyah?” tanya beliau. Kujawab, ‘Ini adalah kudanya Sulaiman’. Beliau pun tertawa.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintai istrinya yang masih belia ini. Beliau berpesan kepada ibu Aisyah, Ummu Ruman, “Hai Ummu Ruman, aku menitipkan Aisyah agar engkau membimbingnya dengan baik. Dan jagalah untukku apa yang ada padanya.” Rasulullah sangat senang berjumpa dengannya. Beban yang beliau rasa menjadi hilang dengan menemuinya.
Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melangsungkan resepsi pernikahan dengan Aisyah. Beliau mulai berumah tangga dengannya. Kota Madinah pun turut merasa bahagia dengan kebahagiaan keduanya. Setelah sebelumnya mereka bergembira dengan kemenangan di Perang Badar. Pernikahan ini dilaksanakan di bulan Syawwal tahun ke-2 H. Sejak saat itulah, Aisyah hidup bersama suaminya, mebina rumah tangga bersama suami terbaik dunia dan akhirat.
Ilmu Yang Luas
Atha bin Abi Rayah berkata, “Aisyah radhiallahu ‘anha adalah orang yang paling fakih (paham agama). Seorang yang paling baik pandangannya dalam permasalahan umat.”
Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, “Tidaklah kami para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bingung dalam suatu hadits, niscaya kami bertanya kepada Aisyah, dan pasti kami dapati pengetahuan padanya tentang hal itu.”
Seorang tokoh tabi’in dan keponakan Aisyah, Urwah bin az-Zubair berkata, “Aku tak pernah melihat seseorang yang paling tahu tentang halal dan haram. Tentang ilmu, syair, dan ilmu pengobatan melebihi Aisyah Ummul Mukminin radhiallahu ‘anha.”
Kedudukan Yang Istimewa
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih nya, dari Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَـمُـلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ غَيْرُ مَرْيَمَ بِنْتِ عِمْرَانَ، وَآسِيَةَ امْرَأَةِ فِرْعَوْنَ، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ
”Lelaki yang sempurna jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain Maryam bintu Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keutamaan Aisyah dibandingkan wanita lainnya, sebagaimana keutamaan ats-Tsarid dibandingkan makanan lainnya.” (HR. Bukhari 5418 dan Muslim 2431).
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata,
“كان الناس يتحرّون بهداياهم يوم عائشة؛ يبتغون بذلك مرضاة رسول الله صلى الله عليه وسلم
“Orang-orang berusaha memberikan hadiah terbaik di hari pernikahan Aisyah. Dengan hadiah (kado pernikahan) itu mereka berharap keridhaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya dari Abu Salamah, Aisyah radhiallahu ‘anha bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari bersabda,
يا عائش هذا جبريل يقرئك السلام. قلت: وعليه السلام ورحمة الله، قالت: وهو يرى ما لا نرى.
“Yaa A-isy, ini Jibril mengucapkan salam kepadamu”. Aku (Aisyah) berkata, “Wa’alaihis-salaam warahmatullaah”. ‘Aaisyah berkata, “Jibril itu melihat sesuatu yang tidak kita lihat.”
Dari Masruq, ia berkata, “Aisyah bercerita radhiallahu ‘anha bercerita kepadaku, ia berkata, ‘Sungguh aku melihat Jibril berada di bagian depan rumahku ini sedang berada di atas kuda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya. Ketika ia masuk, aku berkata, ‘Hai Rasulullah, siapa orang yang aku lihat kau memanggilnya?’ Beliau bertanya, ‘Apakah kau melihatnya?’ ‘Iya’, jawabku. Beliau kembali bertanya, ‘Seperti siapa dia?’ Kujawab, ‘Mirip dengan Dihyah al-Kalbi’. Beliau bersabda, ‘Sungguh kau telah melihat kebaikan yang banyak. Itu adalah Jibril’. Aisyah berkata, ‘Jibril hanya mampir sebentar’. Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Hei Aisyah, Jibril menyampaikan salam untukmu’. Aku (Aisyah) berkata, ‘Salam juga untuknya. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan’.”
.
.
.
.
.
.jangan lupa Like komen And vote
komen yang banyak biar lebih semangat 😊like pun harus banyak kalau ada saran sama kritikan ayo dituangkan dalam bentuk komentar
hadejhhh
DISINI MAU LIAT AUTHOR APA PUTRA JDI USTADZ TEGAS, ATAU USTADZ YG GIK MIKIRIN PRASAAN ISTERINYA..
SEMUA BLM DIJELASKN SIAPA2 WANITA YG MAU JDI PELAKOR SELAIN USTADZAH CACA,, TERUS APA JUGA ADA USTADZ CALON PEBINOR NII..
jadi cerita nya sedikit
semangat