NovelToon NovelToon
Second Chance For The Villain

Second Chance For The Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Sci-Fi / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Barat
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: Tamaaaa23

Augustus Mortary telah menjadi pembunuh berantai dalam kurun waktu yang cukup lama

sudah ada 10 korban yang dia bunuh, namun karena kecerobohannya dimasa lalu dia berakhir dihabisi oleh salah satu keluarga korban

di saat saat terakhirnya dia berharap bisa diberikan kesempatan kedua untuk menebus segala dosanya

dan permintaan itu dikabulkan, saat dia terlahir kembali didunia shir yang penuh dengan kekacauan dan kegilaan

Augustus atau yang sekarang dipanggil Arthur Von Michael mulai rencana untuk menata ulang dunia dengan berbagai metode

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamaaaa23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21| Kembali melakukan perjalanan

Di pagi harinya kami akhirnya berkemas membersihkan area tempat perkemahan kami

*Gururururu

"... Lapar~"

Disinilah aku. Terbaring malas di sebuah batang kayu yang tumbang, persis seperti seekor Kukang

"Apa yang kau lakukan?"

Sinar matahari yang menyilaukan terhalangi oleh Ian yang tiba tiba muncul dihadapan ku sambil menyilangkan tangannya

"...."

Aku menatapnya sebentar sebelum membuang mukaku kesamping mengabaikan Ian

"Oi! Jangan buang muka dihadapan ku!"

Ian berseru kesal saat melihat kelakuanku yang sedikit kurang ajar jika dipikir pikir

"Ini"

Ian mengulurkan tas yang terlihat familiar dihadapan ku membuat mataku berbinar saat melihatnya

"Tas ku!!"

Aku segera mengambilnya dari tangan Ian dan segera memakan makanan yang ada didalamnya

".. Lezatnya~"

".... Apakah ini memang orang yang mengalahkan ku kemarin?"

Ian menggumamkan sesuatu yang keterlaluan namun aku terlalu sibuk untuk mendengarnya

"Hei Ignis"

"Ya?"

Ian sedikit ragu ragu saat memanggil namaku membuatku sedikit bertanya tanya

"Semalam kau membicarakan tentang Paula bukan?"

"Benar"

"Apa yang terjadi jika paula tidak diterima di wilayah Artic?"

Aku meletakkan daging yang akan aku makan kemabli kedalam tas dan menatap Ian dengan serius

"Aku akan menculik Paula"

Saat Ian mendengar itu matanya langsung menyipitkan dan aura membunuhnya muncul darinya

"Tentunya dengan seperizinan nya"

Aku hanya tersenyum tidak peduli dan memasukkan kembali daging itu kedalam mulutku

Ian yang mendengar ini mulai mengendurkan alisnya yang tertaut satu sama lain

"Haaa... Dasar orang aneh... Lagipula kenapa kau mau membawa Paula? Itu tidak ada gunanya untukmu bukan?"

Aku terkekeh saat mendengar pertanyaan Ian membuat Ian menaikkan salah satu alisnya

"Aku mendirikan panti asuhan"

"Ya? Lantas apa hubungannya dengan Paula?"

Aku kemudian berdiri setelah menyelesaikan maka ku dan membersihkan debu yang menempel di bajuku sebelum menatap Ian

"Kau mengujiku, atau benar benar tidak tahu?"

Ian sedikit mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan ku

"Apa maksudmu?"

"Haaa..."

Aku hanya bisa menghela nafas saat mendengar ucapan Ian, sepertinya dia benar benar tidak tahu

"Negara ini. Fruxia, melarang non manusia menjadi anggota panti asuhan manapun, baik masih bayi, remaja, dewasa, bahkan lansia"

Setelah aku mengucapkan itu Ian membuat wajah terkejut saat mendengarnya membuatku sedikit geli

"Hahaha... Bahkan kau tidak tahu?"

"Itu omong kosong bukan?! Negara ini menjunjung tinggi toleransi! buktinya ada berbagai suku yang tinggal di sini! Mungkin, karena non manusia sangat jarang di benua ini maka wajar tidak ada satupun yang ada di panti asuhan!"

Ian membantah dengan keras apa yang aku ucapkan sebelumnya, namun itu semua adalah fakta bahwa non manusia tidak diterima disini

'Menjunjung tinggi toleransi katanya? Kau pasti bercanda'

Aku sedikit mengerutkan keningku saat mendengarnya

"M-"

"Apa yang dikatakan tuan Ignis benar Ian"

Saat aku hendak mengucapkan sesuatu kepada Ian sebuah suara terdengar oleh kami berdua

Saat kami menoleh kami berdua mendapati Paula sedang menatap kami

'Aku tidak menyadari keberadaannya..'

Aku sedikit terkejut saat melihat Paula yang kehadirannya tidak bisa kurasakan membuat ku sedikit waspada

"Paula? Sejak kapan kau di sana?"

"Belum lama... Apa yang dikatakan tuan Ignis memang benar, negara ini menolak dengan keras non manusia. Aku cukup beruntung aku diselamatkan oleh tuan Duke dan nona saat itu"

Paula membuat ekspresi wajah sedikit nostalgia saat menceritakan itu meski nada suaranya sedikit bergetar

"Dan kalian"

Saat kupikir bahwa adegan sedih yang nostalgia akan muncul, Paula mengubah nada suaranya menjadi tegas dalam sekejap membuat kami sedikit tersentak

"Apa yang kalian lakukan! Cepat bantu bersih bersih!"

""B-Baik!!""

Kami berdua melarikan diri dari Paula yang memasang wajah sangar membuatku bertanya-tanya apakah dia Beastkin tipe singa

Paula POV

"Permisi nona bisakah saya masuk?"

"Silahkan"

Saat memasuki kereta aku mendapati nona Bell yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku

"Duduklah Paula"

"Baik nona"

Aku kemudian duduk berhadap hadapan dengan nona Bell yang masih tidak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dibacanya

"Jadi... Apakah kau mendapatkan informasi yang bagus?"

"Aku mendapatkan nona"

Aku mengangguk menanggapi pertanyaan nona Bell membuat nona Bell mengalihkan pandangannya ke arah ku

"Apa itu?"

"Tuan Ignis mendirikan sebuah panti asuhan ilegal, sepertinya panti asuhan itu berisi non manusia"

Nona Bell mengerutkan keningnya saat mendengar penjelasan ku

"Panti asuhan? Untuk apa seorang bangsawan iblis mendirikan panti asuhan..."

Nona Bell memijat pelipisnya sambil menggumamkan itu dengan nada kecil namun masih bisa sampai di telingaku

"Sepertinya dia hendak melakukan penelitian sihir terhadap anak anak non manusia yang ditangkapnya tuan"

"penelitian sihir?!!"

Nona Bell berdiri dengan sangat cepat meninggikan suaranya saat mendengar ucapanku lalu wajahnya mulai memucat

Aku ingat dengan jelas, iblis adalah ras yang sangat keji dan bejat, mereka tidak segan segan menggunakan makhluk hidup sebagai bahan eksperimen mereka

"Apa... Apa kau yakin Paula?"

"Seratus persen yakin nona"

Nona Bell langsung kembali ketempat duduknya dengan wajah pucat sambil mencoba menutupi wajahnya

"Kita... Kita harus menyelamatkan anak anak itu..."

"Bersabar nona, jika kita bertindak terburu buru kita bisa tertangkap olehnya jadi untuk sementara kita pura pura tidak tahu saja terlebih dahulu"

Kita harus sangat berhati-hati lagipula lawan kita adalah iblis bangsawan kelas atas yang bisa menggunakan sihir seperti bernafas jika salah sedikit saja nyawa kita akan hilang

"Kau benar... Untuk sementara kau aku tugaskan untuk memantau Ignis"

"Serahkan padaku nona"

Sebagai anggota klan Serigala bayangan kami memiliki teknik persembunyian paling hebat yang pernah ada di antara ras ras lainnya

'Seharusnya ini akan mudah'

Arthur POV

"Hacuuuum!"

Aku bersin saat setelah selesai membantu dalam membereskan perkemahan

Udara didekat ibukota cukup dingin dibandingkan dengan area panti asuhan ini menjadi tantangan ekstra bagiku

"Baiklah sudah selesai, tuan Ignis, terimakasih atas bantuannya"

"Sama sama, aku hanya melakukan yang seharusnya"

Aku menjabat tangan kesatria itu yang mengulur padaku dengan senyum tipis di wajahku

"Baiklah semuanya kita akan berangkat!"

Atas instruksi dari Ian akhirnya perjalanan menuju ibukota kembali dimulai

'Dalam waktu duabelas jam kami akan segera sampai di ibu kota, kira kira apa yang dilakukan dia yah?'

...****************...

"G-Gah!! T-T-Tolong aku.."

Seorang pria dengan pakaian rapih terjatuh disebuah gang yang terlihat remang remang karena kurangnya penerangan

Kondisinya sangat memprihatikan. Tangannya terputus dari tubuhnya yang gempal seperti babai serta baju bagusnya yang terkoyak dimana mana

"Kekekeke tidak ada yang akan menyelamatkan mu tuan Jack"

Seorang pria dengan penampilan serba hitam yang mengenakan topeng tersenyum keluar dari bayang bayang kegelapan gang

"Tempat ini sudah dipasang sihir kedap suara, jadi tidak ada yang akan mendengar mu"

*Ctas!

Setelah pria itu mengatakan itu, orang yang dipanggil Jack itu kepalanya tiba tiba terpisah dari tubuhnya. Menggelinding seperti mainan

"Sungguh menjijikan harus mengotori benang kesayangan ku untuk membunuhmu..."

Berbeda dengan ucapannya yang terlihat sedih. Wajah dibalik topengnya itu tersenyum seperti orang gila

"Kekeke... Hihihi... AHAHAHAHA HAHAHAHAHAHAHAHA HAHAHAHAHAHAHAHA"

Tawa gila pria itu memenuhi gang yang remang remang itu. Tak ada yang melihat, tak ada yang mendengar, tak ada yang mengetahuinya....

1
Reisz
Start
Gracia
lumayan
????
yok lanjut!
????
semangat Thor
????
semangat!!
Kyle
up up up up
Knox Arcadia
Lumayan cuma ceritanya tergantung gua harap thor lanjutin ceritanya
Knox Arcadia
bagus thor aku sampai terharu dengan cerita thir
????
ga sabar Arthur ketemu sama keluarganya
Kaneki Ken
alurnya lama
Tama: makasih kak sarannya, bakal saya usahain percepat
total 1 replies
Odhiq Nda
keren thorrr....up up up
R AN L
menarik ceritany
R AN L
di tunggu kelanjutannya thor
Rian Maulana 23
We& ya
Ananda Harahap
hal klasik di dunia anime
Kerta Wijaya
🤟
Ananda Harahap
lama banget sih
Kerta Wijaya
🤟🤟
Ananda Harahap
bagus
Kerta Wijaya
🤟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!