Adriana Kirana Ramadhani tidak menyangka bahwa jodohnya adalah Arthur Arjuna Ramadhana. Padahal Akira(panggilan Adriana Kirana Ramadhani) sangat ilfil pada Juna yang tak lain adalah orang sekantornya.
Memang benar pepatah Jawa mengatakan witing tresno jalaran Soko kulina. Yang artinya karena sering bertemu akhirnya jadi cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arnie_bebe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengaku
" Ria, bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi " ucap pak Bobi dengan tegas.
" A...anu pak saya mengakui salah dan khilaf " ujar Ria dengan wajah menunduk.
" Hahaha... apa katamu Ria, khilaf! alasan klasik " sindir Dina .
" Ria, tidak mungkin alasannya khilaf saja apa ada alasan lain dibalik insiden itu" ucap pak sam menyelidik.
Ria yang di posisi sudah terjepit dan terpojokkan membuat mau tidak mau mengakui perbuatannya dan mengatakan alasan sebenarnya melakukan kejahatannya.
" Saya, tidak tau kalau perbuatan saya hampir membuat kehilangan nyawa seseorang. Saya pikir tidak sampai separah itu, dan saya sangat menyesal sekali. Dan alasan saya melakukan itu karena cemburu kenapa Akira yang diutus dengan pak Sam, padahal awalnya dengan saya tapi malah diganti. Selain itu sejak ada Akira masuk ke perusahaan pak Sam sangat dekat dengan dia, jadi membuat melakukan hal gila itu. Maaf untuk semuanya, sudah membuat malu perusahaan " jelas Ria dengan masih wajah menunduk.
" Ria, semua itu bukan salah Akira tapi dari awal dia disini jujur saya menyukai Akira dan dari dulu sampai sekarang saya menganggap kamu sebagai rekan kerja atau teman di luar kantor tidak lebih. Saya sangat kecewa denganmu Ria, padahal di Pentry tadi saya membelamu tapi ternyata Ria bohongi saya" ucap pak Sam dengan menghela nafas.
Ria yang mendengar penuturan pak Sam hatinya sakit, karena ditolak di depan tapi karena dia salah dia harus minta maaf. Dengan mata berkaca-kaca Ria menegakkan kepalanya menatap pak Sam.
" Maaf pak Sam, saya sudah dibutakan oleh cinta sampai menyakiti teman saya yang tidak bersalah. Mulai sekarang saya akan berhenti menyukai bapak dan membuka hati untuk yang lain. Soal tadi pagi saya minta maaf, telah membohongi bapak karena terpojok oleh desakan Dina " ujar Ria sambil mengusap air matanya.
Semua di ruangan itu tampak kecewa dengan Ria, karena selama ini Ria orangnya baik tapi kenyataannya sekarang mereka menjadi benci dengan Ria. Termasuk Dion, dia sangat malu ternyata orang yang disukainya bisa melakukan hal yang jahat. Pak Bobi yang dari tadi bingung, kecewa dan merasa bersalah kenapa dulu dia menukar tugas Ria dengan Akira pun berbicara.
" Ria, minta maaflah dengan Akira karena dialah orang yang berhak atas tindakanmu. Jika Akira melaporkan kamu ke polisi, maka kantor tidak bisa membantu apa lagi saya
karena ini termasuk kejahatan yang berencana. Dan soal penukaran tugas dengan Akira itu adalah ide saya, jadi saya yang salah. Jujur, saya tau pak Sam diam-diam menyukai Akira dan karena itu saya mengganti tugasmu dengan Akira supaya pak Sam lebih dekat dengan Akira" ucap pak Bobi.
Pak Sam yang mendengar penjelasan pak Bobi kaget ternyata selama ini pak Bobi memperhatikannya.
" Ria...ria... kamu gak mikir apa sebelum bertindak! Gimana kalau Akira meninggal? kamu bisa dipenjara seumur hidupmu " ucap Dina dengan nada tinggi.
Semua orang di tempat itu diam tak terkecuali pak Sam dan pak Bobi, sedangkan Ria masih menunduk sambil menyeka air matanya. Siapa yang berani membantah kalau Dina sudah marah apa lagi ini menyangkut sahabatnya sendiri. Dengan penuh keberanian Ria mencoba berbicara pada Dina.
" Maafkan aku Din sudah memfitnahmu tadi di Pentry, aku terpaksa melakukan karena takut kamu membocorkan ke semua orang bahwa aku pelaku yang mencelakai motor Akira "ujar Ria langsung menunduk lagi karena ditatap tajam penuh kebencian oleh Dina.
" Oke aku maafkan soal tadi pagi, tapi tidak dengan perbuatanmu yang mencelakai Akira!"
ucap Dina .
" Iya Din, aku tau aku salah dan nanti aku mau berbicara langsung dengan Akira mengakui perbuatanmu dan minta maaf. Jika Akira menuntutku aku pasrah dengan keputusannya, tapi tolong jangan bilang dulu ke Akira biar aku saja yang menjelaskan" ujar Ria dengan terbata-bata karena semua orang diruangan tengah menatapnya.
" Sorry Akira sudah melihatnya barusan dan sayang sekali video callnya sudah dimatikan padahal aku ingin tau komentar dari Akira. Mungkin dia syok mengetahui punya teman penjahat " sindir Dina.
" Apaa!! baiklah apapun yang terjadi aku terima konsekuensinya, jika Akira menuntutku atau membenciku " ucap Ria datar.
Pak Bobi bingung apa yang harus dia lakukan, memecatnya? karena Ria melakukan perbuatan jahatnya di kantor jadi itu masih tanggung jawab perusahaan.
" Ria, saat ini kamu beruntung hanya dari rekan divisi yang tau masalah ini, bagaimana kalau sampai satu perusahaan tau? pak Presdir jika tau tanpa persetujuan Akira pasti bakal menjebloskan kamu ke penjara karena tindakanmu sudah berurusan dengan nyawa seseorang " ucap pak Bobi.
" Pak Bobi, saya tau saya salah dan saya akan menerima hukuman atas apa yang saya perbuat. Saya akan mengundurkan diri dari perusahaan, saya minta maaf sudah mempermalukan divisi kita dan mencorengnya dengan perbuatan saya " kata Ria.
" Untuk saat ini saya tidak tau harus bagaimana, kita tunggu keputusan dari Akira karena hanya dia yang berhak atas tindakanmu " jelas pak Bobi.
Sementara itu Dina sedang menunggu balasan chat dari Akira, karena dia khawatir tiba-tiba memutuskan sambungan video call dengan Frans secara mendadak setelah melihat video di layar monitor meeting. Semua yang tadinya berharap cepat pulang mendadak enggan berdiri di bangku masing-masing. Pak Sam masih tidak percaya dengan Ria yang dengan alasan cemburu padanya saat bersama Akira sampai tega mencelakai Akira. Pak Sam merasa bersalah, karena gara-gara dia Akira malah jadi korban kejahatan Ria. Karena melihat situasi yang kacau akibat ulah Ria, pak Bobi akhirnya membubarkan meeting. Yang seharusnya pulang jam 6 malah mundur jadi jam 8 malam.
" Baiklah, sepertinya untuk malam ini sampai disini dulu. Pembahasan dilanjutkan besok saja, karena sudah malam saya tau kalian capek bekerja. Dan terimakasih atas waktunya teman-teman hari ini, selamat malam dan hati-hati di jalan" ucap pak Bobi lalu meninggalkan ruangan.
Satu persatu semua orang keluar ruangan, semua pergi dari situ kecuali Ria. Dia menangis sejadi-jadinya sepeninggalnya teman-teman kantornya, dia sangat malu sudah ceroboh dan menyesali perbuatannya.
Hingga seketika ada security kantor mengetuk pintu dan bingung melihat Ria berurai air mata.
" Mba Ria kenapa nangis? tidak pulang? soalnya sebentar lagi mau ditutup kantor!" ucap pak Budi pada Ria .
" Ooh gak apa-apa pak, hanya kelilipan! ini saya mau pulang juga, ya sudah saya duluan ya pak" ucap Akira sambil mengusap air matanya.
Pak Budi heran, dan tau Ria berbohong tapi karena tidak mau ikut campur dia hanya diam saja.
" Hati- hati dijalan pulang mba Ria" ucap pak Budi di balas dengan senyuman Ria.
Disisi kos Akira
" Astagfirullah aku gak menyangka Ria Setega itu padaku, perasaan selama ini kita baik-baik saja tidak ada masalah tapi kenapa dan alasannya dia melakukannya padaku?" lirih Akira yang baru sampai dikosnya setelah diantar Bu Siti dan pak Agus tapi malah dapat kenyataan yang menyakitkan.
Bersambung
Jangan lupa untuk like coment dan vote ya Kakak2 yang baik.
lm bngt next mu thooooooorrr
next dong
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu