Seorang MABA (Mahasiswa Baru) Tengah menata barang di kamar barunya.
Gadis itu adalah Aprilia Eka Sari yang biasa di panggil April. Gadis Cantik ini baru akan memasuki masa orientasi di fakultas ilmu komunikasi Universitas Erl*****A.
.
April yang sedari SMA merupakan penggemar Membaca terutama membaca Novel, mengisi waktu luangnya untuk membaca Novel online maupun Novel beli di Gramedia.
.
Suatu ketika April membaca salah satu novel yang tak bosan-bosannya ia baca, Novel Online berjudul " Pengganti " yang menceritakan tentang adik yang menggantikan/berkorban kakak maupun keluarganya, April memang suka cerita yang diluar nalar manusia seperti hidup kedua kalinya, transmigrasi, sejarah, cinta yang tak akan terjadi di dunia nyata dll.
.
setelah membaca sampai tengah malam tak terasa April ketiduran, dan tak lama setelah bangun April merasa heran, heran karena ia terbangun di tempat yang berbeda.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.N.A.22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
Masih di kampus, saat ini nita sudah bersama Alle, Lina dan Romi.
Entah mulai kapan pertemanan Nita bertambah, tetapi Nita sedikit menyukai hal itu.
.
.
"ke Senja Cafe Yukkk..." ajak Romi.
"gasss..." Lina langsung beranjak dari duduknya, memegang tangan Nita dan Alle secara bersamaan.
.
.
tiba-tiba mereka berempat sudah sampai di senja cafe.
Suasana di senja cafe benar-benar syahdu
Nita mengambil handphone nya dan mulai membidik sesuatu yang sangat menarik.
.
.
"semua impian akan menjadi kenyataan jika kita mengejarnya, tetapi jika sebuah impian memang tidak bisa kita kejar maka carilah impian baru" - New Stories WhatsApp Nita dengan gambar pemandangan Senja Cafe.
.
Ting
"dimana dek?" - Abang Nita membalas story.
"senja cafe." - Nita
"sama siapa? Tadi naik apa?" - Abang Arga
"Sama Alle, Lina dan Romi.. Tadi naik mobilnya Romi." - Nita
"nanti Abang jemput... Sharelock.. Habi ini selesai meeting sama klien terakhir.. Abang mau bahas sesuatu sama adek." - Abang Arga.
"iya abangku sayang (emoticon love)" - Nita.
"nanti Abang transfer dek.. Traktir teman-temanmu juga." - Abang Arga
"makasih abangku yang ganteng tak ada duanya." - Nita.
.
.
.
.
Di kantor, Arga tersenyum geli melihat pesan dari adeknya itu.
"boss.. Kenapa senyum sendiri.. Menakutkan." ujar Doni Aspri Arga.
"lagi chatingan sama adek... Jangan aneh-aneh don." jelas Arga.
"oh dedek cantik ya boss.. semakin hari semakin cantik dan menggoda sekali." ucapan Doni membuat Arga menatapnya Dnegan tajam
Doni yang masih tak sadar malah senyum-senyum tidak jelas setelah mengingat nama Nita, adek boss nya sendiri.
"Doni.. Kenapa sekarang kau yang senyum tidak jelas hah.. Apa yang kau pikirkan?" ujar Rega penuh selidik.
"eh gak boos.." Doni menjawab asal dan semakin membuat Arga geram karena mulai sadar dengan apa yang Doni lakukan dan pikirkan.
"keluar sekarang dan selesaikan seluruh kerjaan hari ini.. Jangan pulang sampai semua kerjaan selesai.. Saya tunggu soft filenya terakhir jam 5 sore." titah Arga seketika membuat Doni membelalakkan mata seakan tak percaya dengan perintah boss ya itu.
Ingin sekali Doni membantah tetapi Doni hanya Aspri yang tak lain bawahan Arga.
.
.
.
Arga meninggalkan kantor dan menuju ke cafe senja yang sudah di Sharelock oleh Nita
.
.
.
Di cafe senja.. Nita melihat ketiga temannya sibuk dengan laptopnya masing-masing.
Nita juga sebenarnya buka laptop tapi bingung mau Mulai darimana.
.
.
"eh kalian sudah Konsul judul ke pembimbing masing-masing." ujar lina
"belum... aku bingung menghadapi Abang.. Gimana cobak nanti mulai konsulnya.. Apalagi Abang terkenal perfectionis." sedih Alle.
"si Nita mah enak.. Yang psikolog udah sempro.. Tinggal ujian akhir.. Itupun udah di ACC sama profnya.. Tinggal ujian skripsi." keluh Lina.
"gue masih mempertimbangkan untuk lanjutin admistrasi business." jawaban Nita seketika membuat ketiga temannya kaget.
"lah nit.. Beberapa menit yang lalu Lo bilang mau cuti.. Tapi sekarang Kembali mau lanjut.. Kok aneh sih Nit." ujar Lina.
.
Alle semakin yakin ada yang tidak beres antara Nita dan Abangnya itu.
karena Alle paling tahu Nita dan Alle juga paling tahu sifat Abangnya.
.
.
"Nita.. Lo gak menghindari Abang gue kan?"
ujar Alle menatap Nita.
"hah.. ya pastilah Nita menghindar dari Abang Lo.. Secara Abang Lo ngebuat Nita di RS lama.. Terus Abang Lo juga ngebuat Nita sedikit trauma.. Belom lagi Abang Lo itu killer dan omongannya pedas.. Wajahnya datar.. Pokok benar-benar orang yang perlu dihindari." timpal Romi.
"setuju sama Romi ... Kalau gue jadi Nita.. Gue juga reflek menghindar." ujar Lina.
"udah dijawab sama mereka berdua Alle.. Hehhehe" Nita hanya mengikuti alur yang dibuat temannya saja.
.
.
Alle merasa ada yang janggal, apalagi Alle tahu saat dikampus, Alle meliat Nita keluar dari ruangan kakaknya, bahkan saat alle keruangan kakaknya.. Alle melihat ruangan itu seperti kapal pecah, sedangkan yang punya ruangan wajahnya memancarkan sedikit rasa senang bukan kesedihan apalagi kemarahan.