Berawal dari hubungannya dengan seorang pria bernama Aldi, Rindu terlalu naif dan berfikir hanya Aldi lah satu satunya pria yang tulus mencintainya.
hingga suatu kejadian pahit membuat Rindu tersadar,jika Aldi bukanlah pria yang tepat untuknya. dan kisah Rindu pun bermula, kejadian demi kejadian pahit membawanya pada sosok seorang pria angkuh. siapa sangka pria itu akhirnya menjadi suaminya.
akankah Rindu menemukan kebahagiaan setelah pernikahan?
atau cobaan demi cobaan masih harus menguji Rindu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia Riadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.22#Menghindar
Jatuh cinta mungkin hal yang mudah saja untuk sebagian orang. bukankah banyak yang merasakan cinta pada pandangan pertama?
yang sulit itu menjaga hati, sungguh banyak sekali kisah cinta yang berakhir dengan penghianatan hanya karena salah satu tidak bisa menjaga hati.
***
Hari ini rindu meminta izin untuk tidak masuk kerja. dan sepertinya aldebaran bisa di ajak bernegosiasi.ia pun memberikan sedikit kelonggaran kepada rindu dengan membiarkannya tidak masuk kerja.
al sudah bisa menduga ada sesuatu yang tidak beres dengan rindu.
Rindu menemui hermawan setelah keberangkatan indah ke sekolahnya.
"om, ada hal yang ingin aku bicarakan"
"hal apa rin? bicaralah"
"sepertinya rindu akan keluar dari rumah om"
"heyy..kenapa rin? ada masalah apa?apakah om dan tante kurang baik dalam memperlakukan kalian"rentetan pertanyaan demi pertanyaan mencera rundu.terlihat wajah hermawan di penuhi keterkejutan.
"tidak, bukan itu om"
"lalu alasan apa yang membuatmu ingin meninggalkan rumah ini"
pada akhirnya rindu pun menjelaskan secara panjang lebar masalah yang dihadapinya.
hermawan menarik nafas dalam.
"baiklah om faham situasimu,lalu bagaimana dengan indah"
"aku tidak akan mengajak serta indah om, aku khawatir kalau indah ikut denganku malah akan membawanya dalam masalah ini"
"bagus, keputusan tepat. biarkan saja indah kami yang menjaganya"
"tapi rindu meminta satu hal pada om, jangan ceritakan masalah ini pada indah.aku akan mencari alasan lain nanti untuk berbicara dengan nya"
"baik om mengerti"
pembicaraan diantara mereka pun akhirnya selesai. tersirat kelegaan dalam diri rindu, setidaknya ia telah menitipkan indah pada orang yang tepat.
Sebenarnya rindu tidak sampai hati meninggalkan indah di rumah hermawan. cuma indah yang menjadi kekuatan untuknya melalui segala macam kesulitan.
rindu pun segera mengirimkan pesan pada indah.
-hari ini aku ada tugas keluar kota.aku sendiri belum tahu berapa lama ditugaskan disana.
indah termenung sesaat,salama ini ia tidak pernah sekalipun berjauhan dari rindu.
-kenapa mendadak kak?aku tidak mau ditinggal sendirian di rumah om hermawan"
rindu memang selalu memanjakan adiknya,memutuskan berpisah jarak dengannya bukanlah sesuatu yang mudah baginya.
air matanya menetes. entah untuk waktu berapa lama ia harus meninggalkan indah, yang pasti sampai aldi menyerah mengejarnya.
-aku harap kau mengerti,jaga dirimu baik baik"
***
Rindu mengemas barang barang nya, dia pun bergegas mohon pamit pada hermawan dan lina.
"om antar kamu ya" hermawan membawakan koper yang sudah penuh dengan barang barang rindu.
"tidak perlu repot repot om" jawab rindu.
"setidaknya aku bisa mengetahui lokasimu nanti agar aku tidak terlalu mencemaskanmu"
setelah berpamitan dengan herlina,merekapun langsung menuju apartemen yang telah al persiapkan.
memasuki sebuah halaman besment hermawan mengantarkan rindu sampai pintu apartemen yang akan di tempatinya.
"jaga dirimu baik baik,jika terjadi apa apa kau harus segera menghubungiku"
"terimakasih om"
Rindu memasuki ruangan apartemen tersebut.cat bernuansa pastel mendominasi setiap ruangan yang terdapat di dalamnya. terdapat dua kamar tidur yang saling bersebelahan,ia pun segera membereskan barang barang pribadi miliknya.
sekilas ruangan di apartemen itu terlihat mewah, dengan segala perabotan yang telah tersedia di dalam nya.rindu merasa jika tempat ini terlalu berlebihan untuk nya,namun demi tekadnya untuk menghindari aldi.ia akan berusaha membuat dirinya bertahan tinggal di tempat tersebut.
tidak lupa rindu pun segera menghubungi al untuk memberi tahu jika dirinya sudah menempati apartemen tersebut.
"tuan al,aku sudah menempati apartemen yang tuan berikan"
"bagus, jadi sekarang jarakmu dengan kantor tidak terlalu jauh" jawab al.
"aku akan menyempatkan diri untuk berkunjung dan membawa bahan makanan untukmu"
"tidak perlu tuan, uangku sepertinya masih cukup untuk membeli makanan"
"simpan saja uang mu, dan jangan membantah"
telepon di akhiri.
sepertinya suasana hati aldebaran sedang baik,fikir rindu.
***
bima menuju kantor cabang tempat hermawan bekerja.ia akan menanyakan tentang rindu seperti yang telah aldebaran perintahkan padanya.
"ada hal apa bapak mencari saya"
tanya hermawan,ia masih menyimpan ketakutan jiga harus berhadapan dengan bima kembali.
"ada yang ingin saya tanyakan tentang rindu"
hermawan sedikit heran dengan pertanyaan bima.
"apakah rindu mempunyai masalah di rumah anda hingga ia mau menempati apartemen tuan al"
hermawan masih juga tidak faham dengan maksud bima.
"tidak pak, rindu tidak ada masalah.dan untuk keperluan apa menanyakan soal itu"
"sebenarnya rindu mendapat perhatian khusus dari tuan al" hermawan hanya manggut manggut, mulai faham arah pembicaraan itu.
akhirnya hermawan pun menceritakan semua kejadian malam itu.
"baiklah pak hermawan.anda tidak usah khawatir soal rindusaya akan menjaganya dan tidak akan membiarkan siapapun mencoba mengganggunya"
hermawan pun bernafas lega.ia merasa jika al dan bima bisa melindungi rindu selama jauh darinya.
***
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan
silahkan berkomentar untuk koreksi dan masukannya💖💖