NovelToon NovelToon
Penghujung Cinta

Penghujung Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:220.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Akhwat Uyee

"Cinta kerap datang tanpa memberi aba-aba pada otak agar mengerti. Terkadang ia hadir menyelinap ke dalam hati dan menetap. Tanpa di sadari cinta telah bersemayam di dalam lubuk hati."-- Fakhri

"Terkadang cinta datang namun harus pergi. Dan terkadang kita yang harus pergi meninggalkannya."-- Tania



Penghujung cinta dari setiap insan memiliki jalan yang berbeda untuk sampai ke titik sebuah penyatuan cinta.

Dan tak ada satu insan pun yang tahu bagaimanakah akhir dari penghujung cintanya? Mendapatkan atau malah harus meninggalkannya.

Lalu bagaimana dengan cinta Tania? Apakah ia dapat menemui akhir dari cintanya. Bagaimana kisahnya? Pantengin aja cerita ini.


*Selamat membaca dan jangan lupa like, komen yang bijak untuk perbaikan author sendiri dan vote ya teman-teman!*
Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhwat Uyee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22# Dinner

"TANIAA!"

Tania dan Fakhri menoleh serentak. Ada Mario di sana sedang keluar dari mobil.

"Tunggu!" pekik Mario. Namun Tania sudah buru-buru berlari di ikuti Fakhri di belakangnya. Mario berusaha untuk mengejarnya, namun Tania memang cukup cepat larinya.

"Kenapa Tania sampai segitunya takut sama dokter?" pikir Mario dalam hati kemudian berbalik arah menuju mobilnya.

Tania berhenti di dekat toko buku, lalu tidak lama kemudian Fakhri sampai.

"Kamu pakai jurus apaan sih? Kok bisa kenceng larinya?" Tanya Fakhri ngos-ngosan.

"Jurus mengejar masa depan." Tania tertawa.

"Dih. Malah ngelawak." ucap Fakhri yang kemudian duduk di samping Tania. "Bentar aku beli es lilin dulu disana ya, haus nih!" ucap Fakhri menunjuk penjual es lilin yang menggunakan sepeda.

"GPL ya?" ucap Tania sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan muka untuk mengurangi rasa gerahnya. Fakhri hanya memberikan isyarat 'Ok' dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk yang disatukan membentukkan huruf O dan jari yang lainnya berdiri.

"Eh, tapi kenapa sih tadi kamu kabur pas ada Kak Mario?" tanya Fakhri sembari menyodorkan es lilin rasa coklat padanya.

"Dia maksain aku di periksa ma dokter." Tania menyesap esnya, "Aku tu benci sama dokter tauk! Sampai-sampai aku tadi hampir jadi kaya tawanan di rumahnya."

"Kok dia bisa senekat itu?"

"Aku nggak tahu juga. Dia itu Kakak yang paling nyebelin tauk!"

"Itu artinya di sayang sama kamu, Tan."

"Tapi kan jangan maksain gitu donk, kan aku nggak suka!" Tania memasang wajah cemberut.

"Lagian cuma di cek doank, siapa tahu kamu lapar kan?" Fakhri kini yang tertawa.

"Aku nggak mau tapi. Pokoknya kalau bisa aku nggak mau tuh yang namanya ketemu dokter." ucap Tania sebal.

"Kenapa?" Fakhri menaikkan sebelah alisnya.

"Dulu sebelum Papaku tahu kalau Papa sakit, dia sangat ceria. Dia selalu memberikan candaan padaku, bermain bersama dan terkadang selalu melakukan eksperimen lari bersama, pokoknya melakukan hal-hal yang menantang gitu." sejenak Tania terdiam, ada air mata yang meluncur di pipinya.

"Namun setelah Papa tahu penyakitnya, aku sering melihatnya murung dan bersedih. Saat di depanku, dia selalu menujukkan ekspresi bahagia. Tapi jika di belakangku, dia melakukan sebaliknya. Papa nggak boleh capek, nggak boleh ini dan itu. Dan lama-lama penyakit itu merengut Papa dariku dan Mama." Tania menangis.

Fakhri jadi bingung sendiri, dia tidak bermaksud membuat Tania menangis.

Fakhri memeluk Tania, dan Tania malah semakin menagis. Fakhri membiarkan Tania menangis sampai hatinya tenang. Setidaknya dengan memeluk Tania orang tidak berpikir bahwa aku sudah macam-macam pada Tania hingga ia menangis, pikir Fakhri.

Selang beberapa saat, Tania melepas pelukan dari Fakhri, "Maaf aku malah menangis dan membasahi jaketmu."

Fakhri menunduk dan mendapati jaketnya memang basah oleh air mata Tania. "Kamu nggak buang ingus kamu disini kan?" Fakhri menujuk ke bekas air mata Tania yang di jaketnya.

"Ya enggaklah!" Tania langsung melayangkan es lilin ke kening Fakhri.

"Aw.." Fakhri mengelus keningnya, "Habis nangis pun kamu tetep galak ya, Tan?"

"Siapa suruh ngomong kaya gitu coba!" Tania memajukan bibirnya.

"Canda doank Tuan Putri" Fakhri mengerling jahil.

"Mau aku tabok pake es lagi?" ancam Tania dengan tangan yang siap melambungkan esnya ke Fakhri.

"Nggak ah, yang tadi aja masih sakit kok!"

"Pulang yuk, udah mau adzan magrib ni?"

"Aku mau ambil motor dulu tapi. Kan tadi aku tinggal di warung Ibu-Ibu tadi. Nanti aku kesini lagi kok!"

"Jangan lama banget ya? Kalau lama, aku pastikan kamu ke sini, aku udah di rumah."

"Iya deh iya." Fakhri langsung pergi.

Tania duduk sejenak sambil menghabiskan es lilinnya. Setelah habis, Tania berlari untuk pulang, namun ia mendengar adzan magrib di tengah jalan. Tania pun berhenti di depan masjid dan berniat untuk shalat magrib di sana. Setelah usai shalat, Tania melanjutkan pulang.

Tania memasuki gerbang rumahnya. Tania tercengang. Ada mobil Mario terparkir di sana. Tania langsung menuju pintu samping, berharap tidak ketahuan.

Tania memasuki rumahnya seperti maling, berjalan mengendap-endap dan berhati-hati.

Tania mendengar Mamanya sedang berbicara dengan seseorang, namun Tania tetap fokus pada tujuannya untuk masuk ke kamarnya tanpa ada yang tahu.

Tania membuka pintu kamarnya secara perlahan sambil matanya tetap mengawasi takut ada yang naik ke lantai atas. Setelah aman Tania menutup pintunya.

Tania membalikkan badannya.

Deg. Ada Mario tepat di hadapnnya sekarang. Tania menunduk.

"Kamu habis nangis?" tanya Mario yang melihat mata Tania sedikit memerah.

"Nggak, Kak!" jawab Tania yang tetap menunduk.

"Lihat Kakak, Tania!" Mario menaikkan dagu Tania sehingga mata mereka saling bertemu. "Kamu kenapa kabur terus? Kakak salah apa?" tanya Mario menatap Tania

"Aku takut sama Kakak!"

"Kenapa?" Mario menaikkan sebelah alisnya, "Kakak nggak gigit kok!"

"Tapi kan Kakak punya gigi."

Seketika Mario ingin tertawa mendengar ucapan adiknya yang konyol. Disaat serius seperti ini, Tania malah membuat suasana menjadi canda.

Mario menpuk jidatnya, "Oke aku nggak bakal maksain kamu deh. Kamu itu memang lucu ya. Nggak nyangka aku punya adek kaya kamu." Mario mencubit pelan pipi Tania yang sedikit chubby.

Badan Tania terdorong ke depan ketika pintu terbuka.

"Eh ngapain kalian di depan pintu? Ayo turun ke bawah, kita makan dulu." ucap Mamanya Tania yang tiba-tiba muncul di depan pintu namun hanya memasukkan kepalanya saja karena pintu terhalang oleh badan Tania.

"Siap, Ma." ucap Mario sembari tersenyum. Lalu kepala Mamanya menghilang di balik pintu.

Tania tidak bertanya mengenai panggilan Mario kepada Mamanya. Dia sudah menduga kalau mereka pasti sudah mengobrol panjang kali lebar sebelum Tania pulang.

Tania masih mematung. Tiba-tiba Mario mendekatkan wajahnya ke Tania. Tania takut, jangan-jangan kakaknya ini mau melakukan hal yang tidak-tidak.

Mario makin mendekat, lalu ia berbisik, "Kamu bauk acem, mandi gih!"

Tania sadar kalau dia memang belum mandi. Jangankan mandi, seragam sekolahnya saja masih melekat di tubuhnya dari tadi pagi

Mario menjauhkan wajahnya, "Hayo! Pasti mikir yang enggak-enggak kan?" Mario tersenyum menggoda Tania.

"Ih apaan sih! Aku mau mandi" ucap Tania sambil mendorong tubuh Mario untuk menjauh.

Tania langsung mengambil handuk dan menuju pintu kamar mandinya. Tania berhenti lalu membalikkan badan, "Kak! Pokoknya kalau Tania udah selesai mandi Kakak harus udah pergi dari kamar Tania!"

"Males!" ucap Mario yang tengah membaca salah satu koleksi buku komik Tania.

"Pokoknya harus pergi!" ucap Tania lalu membanting pintu kamar mandinya.

"Dasar adik bawel!"

"Satu lagi!" Tania membuka pintu kamar mandinya, "Setelah membaca bukunya di simpan lagi." lalu Tania menghilang di balik pintu.

Setelah selesai mandi Tania mengintip dari pintu kamar mandinya, takut jika kakaknya masih duduk di kursi belajarnya. Namun ternyata kosong. Tania lega. Lalu Tania pun mengganti bajunya dan bersiap-siap untuk turun makan malam.

Tania berjalan santai menuruni tangga dengan sandal tidur berwarna pink bergambar hello kitty dan tentunya memakai baju tidur bergambar hello kitty juga.

"Wah Putri Tidur kita akhirnya selesai juga dandannya." ucap Mario kepada Tania. Dan Tania hanya tersenyum karena ia malu jika harus berbicara panjang lebar karena yang di meja makan tak hanya Mamanya dan Mario, namun ada Papanya dan satu wanita lagi, pasti dia istri barunya. Selain itu ada kucing Tania dan Fakhri yang sedang makan di bawah dekat meja makan. Benar-benar makan malam kompit, batin Tania.

Tania duduk di samping Mamanya yang berhadapan dengan Papanya.

"Anak Papa ini sekarang sudah besar, tapi masih tetap persis kaya anak kecil. Selera kamu nggak berubah sayang!" lalu mengambil sesuatu dan memberikan pada Tania, "Semoga kamu suka".

Tania sedikit ragu namun akhirnya menerima sambil memaksa dirinya tersenyum. Sebenarnya Tania tidak mau, namun dia tidak ingin membuat keributan jika dia mempertahankan sikap cuek pada Papanya.

Seusai makan Tania, langsung ingin ke kamarnya. Tania malas harus melihat Papanya lama-lama. Namun Mamanya mencegah dengan menarik lengannya untuk duduk kembali.

"Jangan buru-buru donk Tania, jarang-jarang kita bisa kumpul kaya gini." ucap Papanya.

"Walaupun kita nggak serumah tapi kit harus tetap menjaga tali silaturahim. Kamu tahu kan aturannya?" Mamanya menambahkan.

Tanian mendengus kesal, Tania tidak bisa membantah jika itu kata Mamanya. Terlebih lagi membawa aturan agamanya.

1
anotherbyl
Suka... Beneran suka👍👍👍Asik ceritanya😁😁
anotherbyl: Sama sama
total 5 replies
anotherbyl
Iseng-iseng klik... dan kayaknya aku suka deh😁😁😁 Terus tulisannya juga rapi (sudah direvisi kata author nya)
anotherbyl: Sama-sama
Mangatsss slalu!!
total 2 replies
lily💫
terhura sampe kebawa perasaan😂
u͎y͎e͎e͎: wah. gak nyangka ada yg sampe terhura.. aku jadi tersandung. 😅
total 1 replies
lily💫
kenapa jdi sad ending kk 😭
jujur sih ni novel yg ke 2 aku baca yg jdi favorit ku jga
u͎y͎e͎e͎: makasih ya. gak papa sad ending sesekali.. hhe
total 1 replies
lily💫
baca dari eps satu hehe 😅 asik novel ny Thor oh y Thor boleh follback Kim gak?😃
u͎y͎e͎e͎: semoga suka ya sama ceritanya😊

oke udah di folback.
total 1 replies
lily💫
sudah di bomlike hehe 😅
jangan lupa dengerin audio ny ya soalnya aku yg dubiing 😊
maaf jika suara nya agak gak jelas

terimakasih
lily💫: iya kk hehe maaf kan suara ku ya kak yg GK jelas dan terlalu ke suara anak " kalo di blng Krn ni pertama x ny hehe 😅 oh ya boleh masuk ke grup ny GK hehe😅 mau nambah temen
total 2 replies
아메에라 림즈
Modus marketingnya boleh juga nih 🤣🤣
Anaz_saaaa
Squeelnya judulnya apa kak?
Anaz_saaaa: apk apa kak?
total 1 replies
Heni Setiowati
thor tambah extra part karena nsh gantung tu apa yg ditulis tania wktu di RS blm di jelasin
u͎y͎e͎e͎: mkasih kak udah mau ngepoin.. sabar ya kak, insyaa allah bakal ada extra part kalau ada yang minta😊😊😊
total 1 replies
🎯Pak Guru📝📶
like n komen

mampir ya....

PENDEKAR TAK PERNAH KALAH
Kim nafisa
ih aku jadi tertarik dehhh
u͎y͎e͎e͎: mksih kak
total 1 replies
Fuck Sugar
Akhirnya 😍😍 Kuy gulung tikar ke sebelah 😍😍
u͎y͎e͎e͎: dah lama kelar yang ini😅😅
total 2 replies
Rozh
Pagi Thor💖
semangat terus ya nulisnya 💪 semoga ide-ide nya selalu dapat🤗

Mampir juga ya di novelku "Suami Dadakan" makasih💖

Salam dari kisah danau hijau buatan kakek
Sugianti Bisri
suka♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
u͎y͎e͎e͎: keknya kita ketemu di lapak sebelah deh kak... hhe
total 1 replies
Desiree Van
Aku mampir lagi kak, yuk feedback.

Salam dari "Pacaran Setelah Menikah "Halal)"

Terima kasih. 🤗
Liska
Like❤❤❤
Sugianti Bisri
hadir
Yana Picisan
sudah❤
Yana Picisan
like yang tertinggal kak❤👍
Yana Picisan
Semangat kak❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!