NovelToon NovelToon
Tunggu Saja Pembalasanku

Tunggu Saja Pembalasanku

Status: tamat
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Dokter Genius / Budidaya dan Peningkatan / Si Mujur / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Dewi Harefa

Bukan terjemahan ya gaes.

Lan mei seorang yang ceria, dia baru lulus dari fakultas ke dokteran. Dari kecil dia sudah belajar bela diri dari ayahnya yang seorang guru bela diri. Hanya saja sewaktu dia kecil ibunya meninggal karena sakit, jadi dia ingin belajar kedokteran takut ayahnya sakit seperti ibunya.

Tapi naas kekasih dan temannya punya niat buruk, mereka berselingkuh di belakangnya dan berencana membunuhnya di karenakan sang teman iri dengan nilai nilai Lan mei yang bagus dan sudah mendapat undangan masuk ke dalam tim rumah sakit ternama sebagai ahli bedah dan racun. Mereka berdua merancang kecelakaan mobil, dan di detik kematiannya dia mengetahui bahwa itu ulah mereka berdua.

Tapi Lan mei tidak pergi ke surga ataupun neraka, tapi dia pergi ke jaman kuno. Menjadi anak seorang Menteri sayap kiri, yang gemuk, bodoh dan tidak tahu apa - apa, wajah jelek penuh jerawat besar.
Tunangan putra mahkota, tapi adik tirinya ingin merebut tunangannya.
Ayah bajingan hanya.. lihat prolog

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Harefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah

Rubah itu mengangkat wajahnya, ketika dia merasa tidak ada aura dari serigala di sekitar itu, rubah itu hanya memandangnya dengan mata sayunya. Dia terlihat sangat pucat karena kehabisan darah.

"Hai rubah, bisa aku melihat lukamu, mungkin aku bisa mengobatinya." Lan Mei menawarkan pertolongan kepada induk rubah yang terlihat sekarat.

Rubah itu membelalakan matanya, dia heran kenapa bisa mengerti apa yang di bicarakan Lan Mei, karena selama ini dia tidak pernah faham kalau manusia berbicara. Kenapa mendengar suara wanita ini dia mengerti.

"Hai manusia, bisa kah kau menolongku?" Dia mecoba berbicara mana tahu perempuan ini bisa mengerti bahasanya.

"Aaakkhh" Lan mei terkejut sambil terduduk ke belakang karena spontan bergerak kebelakang dengan cepat. Dia heran, mengapa dia bisa mendengar suara rubah ini.

"Ka.. kamu bisa berbicara?" Tanya Lan mei dengan sedikit gagap. Ternyata mereka berdua sama- sama terkejut.

Rubah itu memandangnya. Ternyata benar dugaannya, wanita ini mengerti bahasanya. Sangat sedikit manusia yang bisa mengerti bahasa binantang, apa lagi untuk di ajak berbicara.

Ini jauh lebih gampang pikirnya. Setidaknya dia memiliki harapan agar keturunannya tidak punah, di karenakan para pemburu rubah merah.

"Iya, bisakah anda menolong saya?" Tanyanya lagi, dia harus cepat sebelum hewan lain datang atau sebelum nyawanya pergi.

"Saya lihat dulu luka - luka anda, kalau bisa saya obati, saya akan berusaha" Lan Mei mengira Induk rubah itu membutuhkan pertolongan atas lukanya.

"Ini bukan tentang luka saya" Dia menjelaskan.

"Jadi, tentang apa?" Lan Mei menjadi heran.

Kemudian Rubah merah itu merenggangkan tubuhnya dan kini terlihat rubah kecil di dalam dekapannya di bagian perutnya.

Rubah kecil itu dalam keadaan tertidur dalam dekapan ibunya.

"Hoo?" Lan mei membulatkan matanya.

"Apakah dia anakmu?" Tanyanya.

"Ya" Rubah itu menggangguk.

"Apakah dia terluka?"

"Tidak, dia tidak terluka saat ini, hanya saja dia menjadi incaran karena kami adalah keturunan Rubah ilahi, binatang spritual tingat tinggi." Rubah itu menjelaskan mengapa mereka menjadi incaran para hewan lain.

"Binatang spritual lainnya ingin memakan bayi saya untuk meningkatkan kekuatan mereka, saya melindunginya yang mengakibatkan saya terluka parah, hidup saya tidak akan lama." Wajahnya yang menahan sakit membuat Lan Mei menjadi iba.

"Maukah anda merawat anak saya, kalau bisa kalian harus saling terkontrak sekarang, karena kalau tidak, banyak manusia dan binatang yang akan mengejarnya." Lanjutnya lagi menjelaskan sebab akibat jika anaknya tidak di lindungi.

"kenapa harus terkontrak sekarang?" Lan Mei yanh tidak mengerti akan hal itu bertanya kembali.

"Setiap binatang spritual tingkat tinggi jika tidak memiliki tuan, mereka akan di incar dan tak bisa bersembunyi."

"Saya tak ingin anak saya mati sia -sia, dia keturunan terakhir dari klan kami, Rubah Ilahi dari klan langit."

"Coba saya lihat luka anda, mana tahu bisa saya obati."

Kemudian Rubah itu memperlihatkan perutnya yang sudah robek. Ini luka yang sangat lebar dan dalam, banyak organ dalamnya sudah rusak. Ini sungguh keberuntungan masih bisa hidup sampai sejauh ini.

"Ya ampun bagaimana kamu bisa bertahan begini, ini robekan yang mengakibatkan kamu melahirkan prematur, dan ini sudah beberpa hari, akan sangat sulit." Lan Mei juga tidak bisa memberi pertolongan, karena ini di luar kekuatannya, banyak yang sudah tidak berbentuk dan busuk.

"Saya tahu, tolong terima anak saya" dia menyerahkan anaknya yang masih terpejam dengan tangan yang gemetaran.

"Berikan darahmu di antara kening dan bibirnya. Dia akan mengenalmu dan kalian akan terkontrak."

Lan mei menerima Bayi rubah itu dan menatapnya lekat - lekat.

"Cepat..! Lakukan sekarang. Binatang lain akan segera datang!" Teriak ibu rubah tersebut.

Dan dengan cepat Lan mei melukai jarinya dan meneteskan darahnya di kening bayi rubah itu dan mengoles sedikit di bibirnya.

Timbul seberkas cahaya di antara alis bayi rubah itu dan di jari Lan mei.

Tiba - tiba luka di jarinya sembuh, dan bayi rubah itu masih tidur dengan ngaman.

Melihat itu sang ibu rubah tersenyum. Sekarang tugasnya telah selesai, dia akhirnya bisa pergi dengan tenang. Anaknya sudah ada yang melindungi, jadi dia bisa mempertanggung jawabkan di dunia atas.

"Terima kasih" ucapnya lirih dan memejamkan matanya.

Tiba - tibah tubuh ibu rubah itu mengeluarkan cahaya dan sedikit demi sedikit tubuhnya menjadi debu berterbangan dan menghilang.

Lan Mei hanya menatapnya seakan tak percaya.

Tiba - tiba dia mendengar grasak grusuk dari jauh, seperti sekelompok binatang mendekat.

Dengan cepat dia masuk ke ruang dimensi.

Dia meletakkan bayi rubah itu di dalam rumah kecil tersebut.

Dia memberikan bayi rubah itu minum air suci ilahi. Dia mengeliat sebentar kemudian tertidur lagi.

Dia meletakannya di atas kain lembut dan menyelimutinya dengan kain tersebut.

Dia membaringkannya di atas ranjang.

"Bayi siapa itu?" Tanya xiao pucy yang sudah berdiri di belakang Lan Mei.

1
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
yaaahhh udahan lagi seru padahal
Erna Masliana
kasian gajah pulang sendiri 🤣🤣
Erna Masliana
naga hitam dan naga putih nikah.. nanti anaknya jadi naga belang apa polkadot 🤔
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pantesan jadi tontonan
Erna Masliana
karena hati ini tidak kuat kalo harus berbagi... mending gak usah
Erna Masliana
sayang y emas murni cuy..
Erna Masliana
mungkinkah ibunya Lan Mei
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 namanya bisa ganti gak sih
Erna Masliana
jangan di obatin.. biarin aja
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣Lan Mei ngeledek nih
Erna Masliana
mandi atuh...uyuhan teu ongkek ge🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
sembarangan 🤣🤣
Erna Masliana
ya tentu... contoh nya s Foxy dia kan punya ibu otomatis ada ayah... kasian Puci pengen kawin 🤣🤣
Erna Masliana
jangan ribut biarkan saja..toh yang beli juga orang kaya
Erna Masliana
gapapa gatalnya sembuh... gendut nya biarkan saja sampe 5th mah😁😁
Erna Masliana
pules ampe ngorok 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
Wakwaw anda menikahi badut
Erna Masliana
amankan
Erna Masliana
👍👍 ambil semuanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!