#Karya ini merupakan Karya Kreatif Modern
Setelah di-PHK dari pekerjaannya sebagai buruh, kehidupan Bara berputar 180 derajat. Kehidupan tak lagi berpihak kepadanya dan terpaksa harus menjadi pemulung yang selalu dihina oleh mertua.
Bara adalah laki-laki yang tak banyak bicara. Segala hinaan yang diberikan pun tak pernah ia balas. Hingga sebuah peristiwa mengubah segalanya. Bara diberi tugas untuk mengatakan hal-hal yang menyakiti hati orang lain. Dia dibayar mahal untuk itu semua.
Bagaimana kisahnya? Mari ikuti series berlanjut dari Bacot System, ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Dalam Pengejaran
*Mohon maaf Author up lagi, buat ngejar retensi yang sedikit lagi. Semoga setelah ini bisa sampai sesuai harapan dan tidak jadi up ulang. Berjuang di novel yang sama.*
...****************...
"Kalian salah memilih lawan! Aku yang sekarang, bukan lagi aku yang dulu!" Bara memperhatikan para pria itu yang berlarian dengan tunggang langgang.
"Ayaaaah ... Ayaaaah ... Bukaaa ... Buka pintunya," teriak Rangga yang tiba-tiba dikunci oleh Bara dari luar.
Bara yang mendengar teriakan sang putra, berjalan dengan cepat kilat menuju pintu rumah yang mereka tempati. Setelah membuka pintu, Rangga memeluk Bara dengan erat sembari sesegukan. Bara menyejajarkan posisinya hingga sama tinggi dengan Rangga mendorong Rangga yang masih terisak.
"Kenapa menangis?" tanyanya dengan sedikit dingin.
"Rangga takut, Ayah. Kenapa Ayah meninggalkan Rangga sendirian dengan mengunci pintu?" isaknya
"Diam lah! Kau itu lelaki! Tak pantas air mata menghiasi dirimu. Kau harus kuat! Masa karena itu saja kau menangis?" ucap Bara dengan datar.
Lagi-lagi, Rangga tersentak oleh ucapan sang ayah. Dengan segera ia mengusap air mata menggunakan kedua tangan meskipun ia masih terisak.
"Apa kamu mengerti?" tanya Bara dengan nada tegas.
"Ba-baik, Ayah," balasnya sedikit ketakutan.
[ ding ]
[ ding ]
[ ding ]
Tiba-tiba, notifikasi dari Sistem terdengar dengan nada yang berbeda dan begitu nyaring. Hal ini membuat Bara menutup kedua tangannya karena merasa tidak nyaman dalam indera pendengarannya.
'Ada apa? Kenapa keras sekali suaranya?' rintih Bara di dalam hati.
[ Sepertinya beberapa kelompok sedang menuju ke sini. Apakah GPS pada ponselmu sedang menyala? ]
Bara merasa cukup bingung. "Ya, kenapa dengan ponsel saya?"
[ Proses non aktif pada ponselmu sedang dilakukan. Untuk segera kau harus meninggalkan tempat ini karena anggota BIN dalam jumlah banyak sedang menuju ke tempat ini. ]
"Ke-kenapa begitu? Ada apa? Kenapa saya didatangi oleh mereka?" Bara mulai gugup dan diserang oleh perasaan panik.
[ Sekarang! Tidak ada waktu lagi! ]
Bara dengan segera menggendong anaknya berlari dengan cepat menuju ke arah kendaraan yang baru berumur satu malam. Dengan cepat ia melaju meninggalkan lokasi.
'Sistem, tolong ponsel saya ketinggalan,' pinta Bara di dalam hatinya. Ia sedang melaju dengan kecepatan tingga tanpa sadar sedang melewati iring-iringan anggota BIN yang diperingatkan oleh Sistem. Dalam salah satu iring-iringan kendaraan tersebut, terdapat gadis berambut pendek yang ditolongnya beberapa waktu lalu.
"Saudari Nike, cepat katakan kepada kami! Siapa nama orang yang mengirim kan pesan tersebut kepada pihak penyelenggara tes tersebut?"
Nike menggigit bibirnya tertunduk karena masalah hebat yang melandanya hari ini. Pada subuh hari, tiba-tiba saja pintu rumahnya didobrak oleh orang-orang misterius. Dan ini karena pesan sanggah yang ia kirim saat bersama pria yang tiba-tiba menawarkan bantuan.
Pria yang disangkanya salah satu pembawa acara dalam sebuah reality show televisi, ternyata membawa masalah besar bagi dirinya saat ini. Ponselnya dis*dap dan saat ini menuju lokasi GPS di mana pria yang ia kirimi pesan berada di titik tersebut.
"Semua berpencar! Jangan sampai masyarakat sekitar menyadari keberadaan kita!" ucap komandan pelaksana penyidikan lewat headphone yang ada di telinga masing-masing anggota.
"Siap, Pak," ucap mereka serempak dan mulai bergerak memencar kala titik lokasi tadi semakin dekat. Beberapa anggota memilih melaju terlebih dahulu, ada yang memutar arah, ada yang berbelok dan ada juga yang menuju ke arah titik itu.
"Pak, GPS tersebut telah menghilang, tetapi koordinatnya sudah saya catat," lapor sang navigator.
"Bagus!" ucap sang komandan.
Tak beberapa lama, kendaraan mereka berhenti pada sebuah rumah yang terlihat cukup bagus dari arah luar. Nike disuruh turun terlebih dahulu dan Bara telah jauh dari lokasi tersebut.
[ Bara, apa kamu mau membantu gadis yang benama Nike itu kembali? ]
...****************...
Yuk mampir pada cerita rekanku yang keren ya...
Author: YakasaWilliam
Judul: Suamiku Siluman Serigala