NovelToon NovelToon
PENYELAMAT Gadis Amnesia

PENYELAMAT Gadis Amnesia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa / Gadis Amnesia / Tamat
Popularitas:263.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: weni3

"Tolong! Tolong!"

Jeritan dari seorang wanita membuat Khasafa yang sedang membidik suatu gambar di atas batu besar, di tengah-tengah sungai mendadak diam. Hingga ia melihat seorang gadis terjatuh tepat di depan mata.

Byurr

"Astaghfirullah... Mati apa hidup itu orang?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Kashafa menoleh ke arah Salsabila. Gurat wajah ketakutan semakin nyata bahkan membuat hati Shafa sakit melihatnya. Kedua tangan Shafa terkepal melihat tatapan Sabil menyiratkan kekecewaan dan kepedihan. Shafa pun segera menarik tubuh Salsabila ke dalam pelukan. Hatinya tak mampu melihat itu.

Sejak tadi hanya ada rasa takut dan air mata yang mengalir tanpa suara. Kepala terasa berat hingga rasanya ingin pecah. Tubuh Sabil pun tak berdaya di dalam dekapan pria penolong yang bertanggung jawab atas hidupnya selama amnesia mendera.

Sementara Gilang yang melihat kedekatan keduanya semakin dibuat emosi. Pria itu ingin melangkah ingin menarik tubuh Salsabila tetapi dengan cepat Shafa menepis tangannya.

"Jangan sentuh dia! Gue curiga sama loe. Apa sebenarnya yang loe lakuin ke dia? Mata gue nggak buta, dia ketakutan lihat loe!" ucap Shafa dengan sengit. "Atau jangan-jangan loe yang udah mencelakakan dia? Loe yang udah bikin dia jatuh ke sungai? Iya?" cecar Shafa membuat Gilang menelan salivanya. Namun Gilang tak ingin Shafa semakin curiga. Dia berdehem lalu membuang muka.

"Benar dengan apa yang Abang katakan? Neng ingat sama dia?" tanya Shafa dengan berbisik. Dia menanyakan kebenaran itu pada Salsabila. Memastikan jika yang ia perkirakan benar adanya. Tatapan Shafa pun tak lepas memperhatikan gerak gerik Gilang.

Satu anggukan dari Salsabila membuat Shafa menarik nafas dalam dan semakin mengeratkan pelukannya. Tatapannya semakin tajam menatap Gilang yang kembali melontarkan kata.

"Loe nggak ada bukti buat nuduh gue. Bukti yang gue punya lebih kuat, serahin cewek gue! Atau loe mau gue laporin ke pihak yang berwajib?"

Saka berdecih, dia tersenyum miring mendengar ancaman Gilang. "Loe pikir gue takut? Justru dengan begitu lebih bagus karena yang salah akan mendapatkan hukuman. Jangan loe kira gue nggak tau kalau sebelum dia jatuh ke sungai, dia sempat teriak meminta tolong. Dan gue yakin itu semua ada kaitannya sama loe!"

"Jangan asal nuduh! Gue tunangannya, nggak akan gue nyakitin dia. Jadi nggak usah mempersulit. Dia harus pulang karena nyokapnya sakit. Cara loe buat kedua orang tuanya semakin lama bertemu dengan putri mereka."

"Kalau begitu tinggalin alamatnya! Gue bisa bawa dia pulang. Gue yang bertanggung jawab dari awal. Sekarang loe kasih tau alamat dia dan pergi dari sini! Kehadiran loe buat dia makin sakit."

"Nggak akan, gue yang akan bawa dia. Loe bisa ikut kalau loe mau," sahut Gilang. Dia tetap kekeh tak ingin pergi begitu saja. Sedikit mencari simpatik kedua orang tua Salsabila, agar pernikahan kembali bisa dilaksanakan.

"Loe nggak bisa gue usir pake mulut ya? Buka mata loe! Dia nggak mau sama loe! Sekarang loe pergi kalau nggak gue teriakin maling biar babak belur sekalian!" ancam Shafa membuat Gilang semakin mengeratkan rahangnya.

"Owh minta gue teriakin, oke! To..."

"Oke gue pergi, tapi awas kalau loe nggak bawa pulang cewek gue! Dia putri dari keluarga Wiratama. Anak seorang pengusaha terkenal. Kalau sampai sore loe nggak bawa dia pulang. Siap-siap loe mendekam di penjara!"

"Gue nggak takut! Nggak usah banyak bacot! Sekarang cepat pergi!" sentak Shafa.

Gilang pun segera pergi dari sana. Sementara Shafa terdiam setelah mengetahui siapa gadis yang ia tolong selama ini.

"Jadi anaknya Pak Wiratama," gumam Shafa lalu merenggangkan pelukannya pada Salsabila. Dia melihat sepasang mata yang sayu dengan rambut berantakan.

Shafa memperhatikan Salsabila. Dia merapikan rambut Sabil lalu tersenyum menatap wajah gadis itu.

"Jangan takut lagi! Dia sudah pergi, loe aman sama gue." Shafa tersenyum getir melihat wajah Salsabila. Reflek Shafa mengecup kening Sabil.

"Jangan takut, ada Abang. Duduk dulu! Abang mau beliin minum ya!" Shafa pun mengajak Salsabila untuk duduk di kursi taman. Namun saat dia hendak beranjak membeli minum Salsabila meraih tangannya tak mengijinkan.

"Aku takut, Bang. Jangan ditinggal!" ucapnya lirih. Shafa pun mengangguk lalu terduduk di sebelah gadis itu. Kembali Shafa menatap Salsabila dengan perasaan tak menentu.

"Ada yang loe ingat? Abang lihat takut banget sama cowok tadi."

Salsabila mengangguk, air matanya kembali mengalir tetapi dengan cepat Shafa mengusapnya.

"Aku ingat dia mau menjamahku, Bang. Aku teringat dia mendekati aku, memaksa aku dan hiks... Hiks..." Salsabila tak mampu melanjutkan kata-katanya. Dia belum paham betul siapa dirinya tetapi bayangan akan tindakan Gilang kala itu begitu nyata diingatan.

Shafa menarik nafas dalam lalu menarik lagi tubuh Salsabila. Memeluk gadis itu yang kembali menangis. Dia paham sekarang apa yang terjadi sebelum Sabil jatuh ke sungai. Dugaannya tak meleset. Gilang yang mencelakai Salsabila.

"Apa loe ingat siapa diri loe, Neng?" tanya Shafa lirih tetapi Salsabila menggelengkan kepalanya.

"Nanti Abang anterin pulang ya. Loe harus ketemu orang tua loe. Siapa tau bakal ingat siapa jati diri loe sebenarnya," ucap Shafa yang kini merangkul tubuh Sabil.

"Iya Bang, tapi aku nggak mau ditinggal. Aku takut orang tadi datang lagi."

"Nggak akan, orang tua loe kaya. Pasti ada penjagaannya. Loe bisa ceritakan apa yang loe ingat. Nanti gue bantu bicara sama orang tua loe. Tapi maaf, Abang harus kerja dulu. Nggak bisa ditinggal, itu klien udah nunggu dari tadi."

Shafa menunjuk ke arah belakang. Diikuti oleh Salsabila yang melihat sepasang calon pengantin sudah siap hendak foto prewedding.

"Ya udah aku tunggu sini aja. Sana kerja, Bang!"

"Yang bener? Loe jangan kemana-mana! Tunggu gue sampai kelar. Oke!"

"Iya, Bang."

Shafa pun segera beranjak lalu meraih tasnya yang tergeletak di rerumputan. Dia pun segera melangkah mendekati klien itu tanpa di sadar jika ada yang mendekati Salsabila.

PLAK

Salsabila hampir tersungkur setelah mendapatkan tamparan keras dari orang yang tiba-tiba menyakiti. Salsabila mengusap pipinya yang perih lalu menoleh melihat siapa orang yang tega menamparnya dengan sangat keras.

"Kamu!"

"Puas loe merebut cowok gue? Dasar gatel! Sengaja kan loe nggak sembuh-sembuh biar terus dekat-dekat sama Shafa? Ngaku loe! Jangan sok polos, gue tau loe licik!" sentak Ratu kasar. Emosinya meledak-ledak melihat Shafa memeluk Salsabila. Dia sengaja mendekat di saat Shafa sibuk. Padahal sejak datang dia sudah menahan geram melihat pemandangan yang tak terduga.

"Jangan asal bicara, Kak! Aku nggak ada niat rebut Bang Shafa! Kalau Abang udah nggak mau sama Kakak, seharusnya Kakak introspeksi diri! Bukan terus menyalahkan aku! Aku juga tau kok kalau Abang hanya anggap aku adik. Jadi jangan cuma bisa salahin orang lain!" sahut Salsabila. Begitu berani dia melawan Ratu padahal pipinya terasa sangat perih.

"Tapi Shafa berubah selama loe datang di hidup dia. Loe tuh bikin ribet! Loe tuh udah bikin dia nggak ada waktu lagi buat gue! Jadi gue harap loe sadar. Pergi dari hidup Shafa!"

"Tanpa Kakak minta pun aku akan pergi, tapi bukan untuk menjauh dari hidup Abang!"

"Jangan mimpi! Gue nggak akan biarin loe terus dekat-dekat sama Shafa!"

Brugh

"Awh..."

"Hachi!"

1
Syamsiar Samude
Sabil tarzanwati n km Tarzan 🤣🤣🤣
Syamsiar Samude
gilang yakin deh km bukan org yg baik sdh tega membohongi orgtua Salsabila Krn km kurang ngajar mau mnodai dia sampai jatuh ke sungai smg kbusukanmu cepat trungkap
Anonim
Amnesia lupa ingatan kan, knp jadi kaya anak kecil kelakuannya
Choirun Nisa
Bagus2
Sugiarti
mantap
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
si bila anti mainstream
Wiwik murniati
Luar biasa
Ita rahmawati
udah tamat aja 🤭
Ita rahmawati
tenyta bner tp lebih tua cwenya ya,,bagus juga sih dibuat metong klo hidup jd bingun tuh berdua krn saudara juga 🤣
Ita rahmawati
apa shafa pernah mencintai anaknya tantenya itu trus mati kecelakaan saat naik motor bareng dia ya
Ita rahmawati
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
mulai trbuka nih misteri shafa
Ita rahmawati
wah jgn2 parfum ajaib
Ita rahmawati
emang beda nih anak ya
Ita rahmawati
si mantankah
Ita rahmawati
iya buat apa coba pake baju segala 🤣
Ita rahmawati
aku sih penasaran sm kecelakaan yg bikin shafa trauma mengendarai motor 🤔
Ita rahmawati
hais terlalu byk drama 🙄
Ita rahmawati
sumpah bengek bgt di bab ini pas tau bila yg ngelamar shafa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ita rahmawati
500 gr 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!