NovelToon NovelToon
Serda Lilis

Serda Lilis

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:88.7k
Nilai: 5
Nama Author: utiyem

Lilis tumbuh besar bersama kawan kawannya. Tanpa keluarga, tanpa kasih sayang orang tua. Hanya beberapa teman yang selalu ada. Termasuk seorang remaja bernama Kak Nur. Yang selalu ada dan menjadi pelindungnya, walaupun takdir membuat mereka terpisah.

Lilis behasil meraih mimpi menjadi seorang kowad. Dirinya ternyata berbakat memegang senjata. Dalam kariernya dia mengenal cinta. Juga patah oleh cinta itu sendiri.

Kenapa Lilis patah? Lalu mampukah ia bangkit kembali meraih bahagia? Apakah Lilis kembali bertemu Nur lagi?

Bagi yang sudah membaca novel saya, mungkin anda sudah mengenal tokoh ini. Dalam novel ini akan ada orang yang ada kira jahat, ternyata tidak sejahat itu. Dan orang yang anda kira baik, ternyata tidak sebaik itu. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan tokoh, tempat, dan kejadian, itu hanya kebetulan saja. Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utiyem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku hanya mencintaimu

Ternyata Yono dan Lita membelikan banyak oleh2 untuk teman teman Lilis dan Herman di barak. Lilis sampai tidak enak hati.

"Gak repot, cuma makanan. Nanti dibagi sama teman barak perempuan. Satu buat kamu, satu buat Herman," kata Lita. Menyiapkan dua kardus besar. Langsung diterima Herman dan memasukkannya dalam bagasi mobil. Orang tuanya berniat membakar secara tak terlihat. Pria itu makin murung.

Sepanjang perjalanan pulang Herman tetap beku. Mukanya ditekuk maksimal. Lilis sampai bingung sendiri dengan perubahan sikap Herman.

"Kakak sakit? Kakak capek? Mau aku gantiin nyetir?" tawar Lilis pada Herman. Pria itu melirik sebentar gadis di sampingnya. Kemudian menggeleng.

"Aku… hanya sedikit lelah. Tidak apa," kata Herman memaksakan senyumnya. Berkali Lilis menawarkan gantian nyetir. Akan tetapi Herman terus menolak. Akhirnya Lilis mengisi perjalanan itu dengan menyanyi. Dengan gitar Herman yang dibawa dari rumahnya. Suara Lilis yang enak membuat Herman merasa lebih baik.

Mereka tiba di asrama saat sudah siang. Sudah lewat jam makan siang malah. 

"Aku kembali ya," pamit Herman saat menurunkan Lilis di baraknya. Gadis itu mengangguk. Mungkin maksudnya kembali ke rumah dekat asrama. Pikir Lilis. Padahal Herman ke kota asalnya untuk perjodohan. Herman mengusap pipi Lilis pria itu seakan tidak mau meninggalkan cinta pertamanya demi menghadiri perjodohan orang tuanya. Lilis menangkap tangan Herman di pipinya. Mencium telapak tangan pria itu.

"Mungkin….. aku harus membiasakan diri mulai dari sekarang. Mencium telapak tangan Kakak," kata Lilis bahagia. Herman tersenyum. Kemudian melambai pada Lilis masuk mobil. Demi agar Lilis tidak melihat tumpahan air matanya.

Tere berebut dengan Sri karena oleh oleh dari Lita.

"Astaga!! Itu banyak Kak," kata Lilis tidak percaya. Dua seniornya mirip anak anak. 

"Aku suka yang ini…. Pokoknya yang ini,"

"Ini punyaku….," Tidak ada yang dengar perkataan Lilis. Biarlah, mereka mengeluarkan sisi kekanakan dan manja. Hal yang hilang dari para tentara wanita saat mereka mengikuti pendidikan pertama ketentaraan.

***

Herman memakai kemeja Hitam slim fit. Memperlihatkan sedikit lekuk otot lengannya yang kekar. Baju yang disiapkan Lita. Sebenarnya Herman mau pakai singlet saja. Agar ilfil keluarga calon besannya. Akan tetapi pria itu juga akan mempermalukan nama besar ayahnya. Hah, Herman masih mencari cara agar batal perjodohan ini tanpa memalukan semua orang.

Sidiq tercengang tidak percaya kalau mereka akan makan malam dengan calon kakak ipar yang lain.

"Ini gimana konsepnya Bu? Mas Herman mau dua istri?" kata Sidiq sambil garuk garuk kepala. Duduk di jok belakang bersama Herman yang beku. Terlihat gurat kesedihan di matanya.

"Bukan, ini calon kakak iparmu yang sesungguhnya. Yang kemarin cuma cinta pertama. Dimana mana cinta pertama itu tidak akan berhasil," kata Lita.

"Ayah dan ibu juga hasil perjodohan. Buktinya awet sampai sekarang. Cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu. Yang penting restu orang tua. Berbakti itu tidak membantah. Jadi apa kalian kalau tak ada Ayah," tambah Yono di samping istrinya. Sidiq melirik masnya. Tatapan Herman yang kosong dan nanar. Sejujurnya dia merasa kasihan. Akan tetapi Sidiq mengerti jelas kalau Jenderal Yono tidak pernah mau dibantah.

Pertemuan keluarga berlangsung lancar. Gadis itu cukup manis di mata Herman. Dia tidak tega menyampaikan kalau dirinya sudah melamar orang lain. Gadis itu juga seorang tentara wanita.

"Angkatan tahun berapa?" tanya Herman terpaksa. Demi menghindari tatapan maut dari sang ayah, karena Herman terlalu beku.

"Tahun xxxx, Mas," jawab gadis itu lembut. Herman menunduk. Itu tahun angkatan yang sama dengan Lilis. Gadis itu satu leting dengan Lilis. Ah, Lilis….. Herman bimbang sendiri.

***

Pagi hari tiba. Lilis terkejut ternyata Herman meminta tambahan cuti. Apa dia sakit? Lilis berinisiatif menghubungi Herman usai apel pagi. Akan tetapi panggilannya selalu tidak terjawab. Gadis itu semakin khawatir.

"Kak Edy, tau gak kenapa komandan tidak berangkat?" tanya Lilis pada sobat terdekat Herman di sini. Edy justru terbengong.

"Lha, aku baru mau nanya kamu Lis, kemarin bukannya kalian cuti bersama?" tanya Edy balik. Lilis pun meminta alamat rumah pribadi Herman. 

Akan tetapi karena kesibukan yang luar biasa padat, Lilis baru sempat mengunjungi rumah Herman malam hari. Rumah mungil itu sepi. Bahkan mobil Herman tidak nampak.

"Permisi…. Selamat malam. Kak Herman, Kak," ucap Lilis. Setelah berkali kali memencet bel dan tidak ada respon. Suaranya kali ini juga tidak direspon. Lilis bingung sendiri. Herman tidak ada, atau terjadi sesuatu? Seharian pria itu tidak membalas pesan pesan Lilis. Saat itu terlihat sorot lampu mobil mendekat. Lilis mengangkat tangannya demi sedikit meredupkan mata dari sorot itu. 

Ternyata sorot lampu mobil Herman. Pria itu turun dan berlari mendekati Lilis. Langsung merengkuh Lilis dalam pelukannya. Erat sekali Herman memeluk kekasih hatinya. Juga menciumi rambut dan leher Lilis.

"Kak Herman dari mana?" tanya Lilis heran. Pria itu justru akan menyambar bibir Lilis yang bersuara. Lilis berkelit. Mereka ada di tempat umum. Lebih tepatnya jalan di depan rumah pribadi Herman.

"Apaan sih. Kaya udah lama gak ketemu aja," kata Lilis sambil melepas pelukan. Dia melihat setitik air mata Herman.

"Kakak kenapa?" tanya Lilis panik. Seorang tentara jarang meneteskan air mata.

"Tidak…. Aku…. Hanya kangen kamu," kata Herman. Mengajak Lilis masuk ke rumah pribadinya, tapi gadis itu menolak dengan alasan sudah malam. Juga…. Sangat tidak etis untuk mereka. Sepasang kekasih berada dalam rumah berdua malam malam.

"Mungkin kita tidak ngapa ngapain, tapi aku males dibicarakan ngapa ngapain. Lain kali balas pesanku. Jangan bikin aku khawatir. Kemana saja kau ini? Kenapa ambil cuti tambahan?" kata Lilis sangat panjang lebar untuk versinya. Herman tersenyum. Ini pertama kalinya Lilis mengomel untuknya.

"Hei, mau kusuruh push up kau? Ditanya malah senyam senyom. Aku butuh suara. Bukan senyumanmu!" kata Lilis sok galak. Sok jadi Herman kalau marah sebagai perwira. Pria itu gemas dan mengacak acak rambut lurus milik Lilis.

"Kau tidak mau masuk, tapi membuatku gemas. Itu menyiksa," kata Herman tersenyum lebar. Senyum tulus pertamanya dari kemarin. Lilis lega melihat senyum Herman yang biasanya. 

"Aku pulang, Kak Tere bisa menguliti hidup hidup kalau terlalu lama disini," kata Lilis menuju motornya. Herman melambaikan tangannya. Lilis menstarter motornya. Saat sudah melaju sedikit Herman memanggilnya dengan suara keras.

"Lilis!" Gadis itu mematikan motornya. Terkejut dengan suara keras Herman. Menoleh pada pemilik suara lagi.

"Aku mencintaimu. AKU HANYA MENCINTAIMU," kata Herman sangat menegaskan kalimat terakhirnya. Lilis tersipu malu. Sekilas dia melihat tira tirai yang tersibak dari beberapa rumah tetangga Herman. Mereka sedang diawasi cctv terbaik di negeri ini.

"Aku tahu, selamat malam," kata Lilis kemudian cepat berlalu dengan motornya.

1
mumu
dabestt 👍👍👍👍❤️
Siti Suhaenah
Luar biasa
Kemala Dewi
novelnya sangat bgus, ceritanya lebih kerasa nyata, tapi aku g suka Lilis meninggal apalagi dgn cara begitu.g adil banget buat Lilis
maklum y thoor masih terbiasa bca yg happy ending.
Utiyem: iya gpp. othot juga suka yg happy ending. ini tantangan othor buat bikin novel sad ending. happy endingnya di novel sebelah. i love u mas. lanjutan novel ini
total 1 replies
Adliya Chenu Ardhani
Bakatnya nurun dari syahnya
Utiyem: yap benar
total 1 replies
Erneztya Ayoda
Luar biasa
Utiyem: terimakasih🥰😍
total 1 replies
Sri Maryani
pemeran utama kok ninggal penjahat masih hidup krang seru cerita menggantung.
Utiyem: karena hidup juga tidak selalu manis 🤣🤣🤣 mampir lanjutan novel ini di I LOVE U MAS 😁😁😁
total 1 replies
Budi Raka
Luar biasa
Utiyem: terimakasih🥰😍
total 1 replies
ikaindra🌺
broto itu atasan nya sidiq yg komplotannya nur ya🤔
Utiyem: yap benar
total 1 replies
MAY.s
Terima saja karmamu tobrotooooo
Utiyem: dan enyah lah dari muka bumi🤣🤣🤣
total 1 replies
Ai Maswah
Luar biasa
Utiyem: terimalasih😘😘😘
total 1 replies
Munji Atun
ngono yo? 😇😇
Utiyem: yo ngono
total 1 replies
Rajani
terimakasih sudah membuat cerita yang bagus thor
Utiyem: sama sama😍😍
total 1 replies
MAY.s
Jawaban jodohnya Revan ada di novel I Love You, Mas.
Nah, ws thor... aku promosikan lagi tuh
Utiyem: maacih, kayaknya udah pada pindah ke lapak sebelah. hihihihi.
total 1 replies
MAY.s
Bibit buaya Aji mulai muncul di Revan. Tapi lebih parah Riyan sih 🤣
Utiyem: asline sama sama buaya. cuma yang satu terlalu pendiam jadi gak kelihatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Aku iling, jokoe Revan ilang dengan Nada🤣
Utiyem: pacar pertama dan lubang pertama🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nabila
putri
Utiyem: selamat anda dapat takjil kolak


jangan lupa bayar🤣🤣🤣
total 1 replies
ikaindra🌺
putriiiiii...
Utiyem: yap, kamu benar🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Gk bisa berkata apa² lagi. Intine cerita iki terthe best👍👍👍👍👍Dan aku tahu mana novel yg real cerita othor, tapi aku tak mau kasih tauuuu🤣🤣🤣
Utiyem: terimakasih🤣🤣🤣🤣 jangan. biar di tebak srndiri🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
japemethe
di kira nanti endingnya Lilis nikah sama herman
Utiyem: gak, lilis sama aji. itu suratan takdir othor🤣🤣🤣
total 1 replies
Munji Atun
Oo jd Sidiq tau klo Revan anak pacar kknya ya 😇😇 ada ga sempilan cerita si pengecut Herman ( pengin nampol pk teflon) apa dia tetep karatan abadi?
Utiyem: yo sidiq tau lah. pernah ketemu Revan berkali2 kok. nanti nyempil sedikit di boncap.😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!