NovelToon NovelToon
Apa Salah Ku (Di Asingkan Karena Gendut)

Apa Salah Ku (Di Asingkan Karena Gendut)

Status: tamat
Genre:Pengganti / Nikahmuda / Cerai / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: ummy phuji

Sinta Maharani seorang wanita bertubuh tambun, terpaksa harus menikah karena perjodohan yang dilakukan oleh kakeknya dengan salah satu cucu sahabat baik sang kakek bernama Dirgantara sawito Atmojo

Sinta sering diabaikan dan dihina oleh orang tua suaminya dan Dirgantara sang suami tak pernah mau peduli karena mereka menikah tanpa cinta, Dirga sendiri sudah punya kekasih

akankah Sinta terus bertahan atau pergi meninggalkan semuanya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummy phuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 Penyesalan Dirga

Sinta pun menyelesaikan administrasi perawatannya selama tiga hari ini

Tanpa di sadari nya ada sepasang mata yang sedang mengawasi nya dari kejauhan

"ternyata kamu periksa kehamilan kamu di sini juga sin" ucap dirga kesal

Setelah Sinta pergi dari loket pembayaran administrasi dirga berjalan cepat, dirga ingin tahu informasi tentang Sinta

"selamat pagi sus" sapa dirga

"selamat pagi pak,ada yang bisa kami bantu !?" tanya petugas administrasi itu

" iya sus,aaya mau menyelesaikan administrasi perawatan istri saya atas nama Mawar "jawab dirga

Setelah membayar semua biaya administrasi perawatan mawar dirga bertanya pada petugas itu karena rasa penasarannya

"maaf sus, apakah saya bisa bertanya !?" ucap Dirga

"mau bertanya apa pak!?" tanya petugas itu

"tadi sebelum saya ada pasien yang benama Sinta Maharani kan sus!?" tanya dirga

"tunggu ya pak saya cek dulu " ucap petugas itu lalu mengecek laporan tentang Sinta

"apakah dia sedang hamil sus!?" tanya dirga penasaran

Sang petugas mengernyitkan keningnya karena mendengar pertanyaan Dirga

"ibu Sinta Maharani tidak sedang hamil pak,ibu sinta di rawat karena menderita asam lambung juga mengalami demam tinggi sehingga ibu sinta selama tiga hari dirawat di sini " jawab petugas itu

Duarrr

Kepala dirga rasanya mau meledak mendengar penjelasan petugas itu

"apa tidak salah sus, mungkin itu milik sinta yang lain !?" ucap Dirga

"tidak pak karena dia satu-satunya pasien bernama Sinta Maharani "jawab petugas itu

"maaf pak sebenarnya bapak ini siapanya bu Sinta !?" tanya petugas itu

"saya teman suaminya sus,tapi kata teman saya istrinya itu sedang hamil " jawab dirga

"oh begitu ya pak" ucap petugas administrasi

"makasih ya sus, atas informasinya " ucap dirga

"iya pak sama-sama " jawab sang petugas

Dirga meninggalkan loket pembayaran administrasi idan berjalan gontai ke ruang perawatan mawar

Di kepalanya penuh penyesalan karena tidak mendengarkan penjelasan sinta tapi malah menalaknya dan juga mengusirnya

dirga menyesal karena tidak percaya jika sinta saat itu sedang sakit malah mendengarkan ucapan ibunya juga istrinya yang menuduh sinta hamil

"Maafkan mas sin,mas tidak mendengarkan penjelasanmu

Mas terlalu cemburu mendengar kmau hamil dari pria lain sedangkan saya tidak pernah menyentuhmu " ucap dirga menarik rambutnya prustasi

"apakah Kamu masih mau memaafkanku sin!? Apakah kamu masih ingin kembali padaku !?" dirga terus berbicara hingga dirinya menjadi pusat perhatian

Dirga tidak berjalan menuju ruang perawatan mawar tapi dirga berjalan kearah taman

Dirga ingin menenangkan hati dan pikirannya

Dirga tidak ingin ibu dan istrinya melihatnya sekacau itu

Dirga duduk di bangku taman dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, pundaknya bergetar menandakan di sedang menangis

"sin maafkan mas, maafkan mas" ucapan iti yang bekali kali dirga ucapkan

"saya harus mencari sinta sebelum semuanya benar-benar berakhir " ucapnya lalu bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kembali kedalam rumah sakit

sebelum dirga ke ruang perawatan mawar dirga terlebih dahulu ke toilet untuk membasuh mukanya agar tidak terlihat kacau

Setelah merasa penampilannya sudah baik Dirga segera keruangan mawar untuk mengantarkannya pulang dan mencari sinta ke tempat kerjanya

"mas kamu dari mana saja sih!? Kok lama banget !?" ucap mawar kesal

"tadi lama antri" jawab Dirga sekenanya

"ya sudah ayo kita pulang " ucap buk sita pada anak dan menantunya

Bu sita menggendong cucunya sedangkan mawar duduk dikursi roda dan di dorong oleh dirga

Kini mereka telah sampai bdi parkiran dengan manjanya mawar meminta dirga menggendongnya tak ingin berdebat Dirga menuruti permintaan mawar

Setelah semua sudah berada diatas mobil dirga menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang

Setelah beberapa menit kini mereka telah sampai di depan rumah

Seperti tadi mawar meminta dirga untuk menggendongnya masuk kedalam rumah

"war,ayo susui anakmu tuh asimu sudah tumpah-tumpah anakmu juga sudah lapar" ucap bu sita menyerahkan sang cucu pada ibunya

"tunggu bu,saya pompa dulu ASI-nya "jawab mawar mendorong bayinya

Lalu berdiri mengambil alat pompa ASI

mawar memompa ASInya sambil bermain ponsel

"war kamu lebih baik langsung memberikan asi pada anakmu tidak usah di pompa " tegur bu sita

"nggak ah bu, nanti pay****a mawar kendor kalau di hisap sama bayinya " jawab mawar

Bu sita merasa sangat geram karena mawar tidak ingin menyusui putrinya

"astaghfirullah mawar ini,ini anak kamu loh" ucap bu sita

"iya Emang anak mawar bu, lagian siapa yang bilang kalau itu anak ibu" jawab mawar dan membuat ju sita semakin geram

"ini buk ASI-nya " mawar menyodorkan tiga buah dot yang berisi ASInya

Bu sita menerima iti dan memasukkan sebagaian kedalam boks penyimpanan ASI dan sebotolnya lagi bu sita berikan pada cucunya

"mawar belum mau memberikan ASI-nya Secara langsung bu!?" tanya Dirga yang melihat ibunya duduk di sofa di dalam kamarnya sambil memangku putri kecilnya dan memberikannya susu memakai dot

"Kenapa sih sin kamu tidak menyusui langsung putri kita!?" tanya dirga

"nggak ah mas ,nanti kendor lagi punyaku

Kan jelek mas kalau sudah kendor "jawab mawar santai

Dirga mengepalkan tangannya menahan emosinya yang sudah mulai naik ke ubun-ubunnya

"Kalian jangan berisik,anak kalian sedang tidur " ucap bu sita

Setelah meletakkan cucunya di tempat tidur khusus bayi,bu sita berjalan keluar dari dalam kamar mawar dan dirga

"mau kemana ma!?" tanya mawar

"mau kekamar mama, soalnya mama capek mau istirahat pinggang mama rasanya mau patah "jawab bu sita

"trus kalau bayinya bangun gimana ma" ucap mawar

"kan ada kamu,masa mama terus "jawab Bu sita

"enggak ah ma, bayinya bawa kekamar ibu aja, mawar nggak tau mengurus bayi" ucap mawar

"kamu harus belajar war untuk merawat putri Kita, kasihan mama pasti kelelahan dari sejak dirumah sakit mama yang jaga putri kita sedangkan kamu hanya bermain ponsel saja , jika mamaku kelelahan karena ulahmu tidak ingin merawat putri kita maka Jangan marah jika saya mencari penggantimu yang bisa merawat putriku" ucap dirga menasehati istrinya dengan nada sedikit mengancam

Mawar bergidik ngeri mendengar ancaman suaminya, dengan berdecak kesal mawar mengiyakan ucapan suaminya

"seandainya sinta masih disini saya tidak akan kerepotan seperti ini,mama pasti tidak akan kelelahan

Sinta pasti ingin merawat putri kami karena dia wanita yang baik, wanita pengertian dan cekatan

Saya pun bisa menikmati rasa masakannya, menikmati wangi tubuhnya yang seperti aroma terapi

entah mengapa saya begitu merasakan nyaman dan rileks bila mencium wangi tubuhnya

Ya Allah ampuni hamba ya Allah berikanlah kepada hamba kesempatan untuk bisa bertemu dan bersatu dengan istriku lagi

Sinta maafkan mas Sayang " ucap dirga dalam hatinya berjalan kearah kamar sinta di sana masih ada sisa wangi Sinta melekat pada bantalnya

Dirga akan Merasa rileks jika sudah berada didalam kamar sinta

Sedangkan ditempat sinta, Sinta baru sampai di rumah kos Khanza

Sinta merebahkan tubuhnya di kasur lantai milik Khanza

"sin, makan dulu yuk nih Gery bawa makanan untuk kita" ucap Khanza

"trus Gery mana za !?" tanya sinta

"udah pulang ke toko lagi dia" jawab Khanza

"oh" ucap sinta lalu bangun dari rebahannya karena mencium wangi sop iga kesukaannya

Mereka pun mulai makan sambil bercanda sinta melupakan sejenak segala permasalahan hidupnya

"sin gery bilang besok pagi kita sudah berangkat ke kota T " ucap Khanza saat mereka telah selesai makan

"ya nggak apa-apa za" jawab sinta

"tapi apa kamu tidak apa-apa kan baru sembuh ! Kita kan mau perjalanan jauh" ucap Khanza sedikit khawatir karena sinta baru sembuh

"tidak apa-apa za kan kita juga hanya duduk dan tidur saja di perjalanan" jawab sinta

Khanza hanya mengangguk saja karena yang dikatakan oleh sinta benar mereka hanya duduk saja dan tidur selama perjalanan ke kota T

1
Zellin
emangnya pembantu d suru masak terus hadeh..
Zellin
maaf tur saya baru baca mgkin k tinggalan crita... cerita nya mutar2...GK ad kabar kluarganya..GK ad kbr mantan nya sama pembantu yg d janji mau d jmput...ktny sudah kaya jual warisan tapi koq Masi gitu2 aja kerja sama orang
Whatea Sala
Waduhhh....kaki mengusap kepala gerald.
Whatea Sala
Loh...Galuh kok tanya klu Sania dari kapan ada dan nunggu gerald di rumah sakit,kan Galuh tahu klu Sania yang nunggu abang di rumah sakit.🤔🤔🤔
Whatea Sala
Sania kemarin jijik sama gerald,sekarang bahagia banget karna berduaan,dasar strees
Whatea Sala
Mayang 11-12 sama Rahma😏😏
Evi
lanjutan sultan thoor
Evi
thoor lanjutan sultan kemana kok gk ada uda di cari"gk dapat"
Whatea Sala
Herann....kenapa ya yang nama laki2 yang kata cinta sama istrinya tapi kok gak percaya,sedangkan sama perempuan lain yang hanya memanfaatkannya saja begitu percaya,jadi apa itu yang di namakan cinta,cinta yang seperti apa yang di rasakan Dirga..huuuuff dasar kakek gayung,klu sama nenek gayung dan mak lampir percaya banget dan jadilah laki2 dongokkk
Whatea Sala
Thor...berharap banget,andaikan dirga mulaii ada rasa terhadap Sinta,tolong jangan sampai Sinta menerima rasa itu.mks
Whatea Sala
Berharap banget Sinta lepas dari dirga,untuk apa di pertahankan karna sudah punya wanita lain,kasihan Sinta dong,dapat bekas
Whatea Sala
Sinta jadi istri yang gak di inginkan,sedangkan suami sudah punya wanita lain dan berharap banget jangan sampai Dirga menggauli Sinta.semoga sinta lepas dari orang jahat orang2 yang hanya memanfaatkan dirinya termasuk kakeknya,keluarga sinta dan kakeknya waktu pembagian"Hati Nurani"pada molor.
Whatea Sala
Saya takut lama lama sinta jadi gila,sebab sinta selalu mendapatkan perlakuan yang gak manusiawi,sementara pembantu menasehati"jangan benci jangan dendam jangan marah sama keluarga dan orang tuanya".kira kira otak dan hatinya mampu gak menerima semua itu.kasihan...
Ayunda Marbun
herman herman
Arda Pratama
kak aku cari ceritanya sultan kok gak ada pingin tau juga gimana ahirnya hidupnya ayahnya sinta kan belum dapat balasan atas kesalahannya/Sob//Sob//Sob/sedih aku gak bisa tau lanjutannya
Rina wati: hallo kak salam kenal, jangan lupa mampir ya, , dari pemula ini
total 1 replies
Arda Pratama
bagus
ChinbeeCan
Luar biasa
riya chan
Thor cerita sultan sama cantika kok tidak ada yah dimana kalau mau di baca thor udah greget ni
Rina wati: hallo kak salam kenal jangan lupa mampir di novel ku yaa
total 1 replies
afifah aefa 🇲🇾💜🇵🇸
Luar biasa
Isabela Devi
samawa buat sandi dan rianti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!