NovelToon NovelToon
Kalau Gak Cinta,Kenapa PHP?

Kalau Gak Cinta,Kenapa PHP?

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Alyra Senja

Tiga tahun menyimpan rasa dalam diam bukan hal yang mudah.apalagi kalau orang yang kamu cintai tidak pernah benar-benar melihatmu.
"gue Syakila adzkia putri.hanya ingin satu hal,yaitu bisa bersama kakak kelas yang selalu jadi alasan gue buat datang kesekolah setiap pagi".
Namun,takdir justru mempertemukan dia dengan seorang badboy yang penuh rahasia,namanya Galen athar wijaya.hingga terjadi suatu insiden yang membuat mereka harus menjalin kesepakatan yang dapat menguntungkan satu sama lain.
"Mari kita buat kesepakatan di mana lo harus tutup mulut soal kejadian barusan.dan gue bakal atur lo sama zayyan".
"Lo beneran?tapi sampai kapan?"
"Ya...sampai lo jadian sama dia.setelah itu kesepakatan kita selesai!"ucapnya serius.
"Deal..?"ucapnya mengulurkan tangan.
syakila meraih tangan itu dan kesepakatan pun di mulai.
setelah lama berlalu syakila berhasil dekat dengan zayyan bahkan lebih dari sekedar teman.namun perhatian itu...
kalau penasaran ikutin terus ya kelanjutannya.bye🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyra Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di kejar segerombol hewan bertaring

_________

Galen refleks menghindar saat seekor anjing besar menerjang ke arahnya.

"WOY!"tubuhnya langsung bergerak ke samping.karena di atas pundaknya masih ada syakila,gadis itu ikut oleng.

"Aaaaa!"

Syakila menjerit histeris sambil mencengkeram kepala galen sekuat tenaga.

"Sakit,bego!"teriak galen.

"Lo malah narik rambut gue!"

Anjing itu terus menggonggong keras,galen mengibaskan tangannya.

"Hus!Hus!"

"Pergi sana!"

Anehnya.bukannya takut.anjing itu justru memperlihatkan taringnya sambil menggeram pelan.

"Grrr..."

Galen menelan ludah.tapi beberapa detik kemudian anjing itu mundur.

"Huh..."galen mengembuskan napas lega.

Tapi sedetik kemudian.

"GUK,GUK GUK!"suara lolongan panjang terdengar dari kejauhan.perlahan galen menoleh.

Matanya langsung membulat."Bangsat..."

Dari ujung jalan,belasan anjing berlari ke arah mereka."Dia manggil teman-temannya?!" teriaknya tak percaya.

"Galen!Lariii!"syakila ikut panik.

Tanpa pikir panjang,laki-laki itu langsung berlari sekencang mungkin.

Di saat yang sama...

Di halaman belakang rumah megah itu.zayyan yang sedari tadi asyik menyiram bunga perlahan menghentikan kegiatannya.

Alisnya berkerut tipis."Hm?"

Barusan...

Seperti ada suara orang yang berteriak dari kejauhan,terdengar samar.ia mematikan selang air sejenak.

Kepalanya menoleh ke arah luar pagar,mencoba memastikan apa yang didengarnya bukan sekadar halusinasi.

krik.

Krik.

Sunyi.

Tak ada suara apa pun selain hembusan angin yang menggoyangkan dedaunan dan suara jangkrik yang berirama.

Zayyan menunggu beberapa detik lagi.namun teriakan itu tak terdengar lagi.

"Mungkin cuma anak-anak lagi main."gumamnya pelan,ia mengedikkan bahu kecil.

Tak ingin terlalu memikirkannya,zayyan kembali menggulung selang air lalu melangkah masuk ke dalam rumah.

Pintu kaca tertutup perlahan.

Meninggalkan halaman yang kembali tenang, seolah tak pernah terjadi kekacauan beberapa ratus meter dari sana.

******

Syakila yang masih berada di atas pundaknya memejamkan mata sambil berteriak sepanjang jalan.

"Aaaaaaa!"

"Galen cepet!"

"Ini udah cepet!"balas galen ngos-ngosan.

"Lo pikir gue bawa tas?gue bawa manusia!"

Mereka terus berlari tanpa arah,sampai di depan mereka terdapat danau jernih.tanpa sempat berpikir panjang.

Byur!

Galen melompat ke dalam sungai bersama syakila.air memercik tinggi,anjing-anjing itu berhenti di tepian.mereka hanya menggonggong beberapa saat,lalu satu per satu berbalik pergi.

Melihat itu,galen mengusap wajahnya yang basah."Huh...selamat..."gumamnya lega.ia mulai berenang ke tepi.

Tunggu....

Langkahnya mendadak terhenti."Syakila?"panggilnya yang tak ada jawaban.ia menoleh ke kanan,ke kiri.tapi kosong.

Wajahnya langsung berubah panik.

"Syakila!"

Tanpa pikir panjang ia menyelam.air danau yang jernih membuat pandangannya meluas.ia dapat melihat tubuh gadis itu yang perlahan tenggelam.

"Sial!"galen segera menarik tubuh gadis itu ke permukaan.

Sesampainya di tepi sungai,ia membaringkan gadis itu di atas rerumputan.

"Syakila!"

Pak.

Pak.

Ia menepuk pelan pipi gadis itu.namun tak ada respons.

"Bangun..."

Masih diam.galen menarik napas,ia mulai melakukan penekanan di dada syakila.

Satu kali.

Dua kali.

Tiga kali.

Tetap tidak ada reaksi.keringat dingin mulai muncul di pelipisnya.

"Sial..."

Pandangan Galen berubah gelisah.hanya tersisa satu cara,yaitu...

Napas buatan.

Ia meraup wajahnya kasar."Nggak..gue nggak mau."

Namun melihat gadis itu tetap tak bergerak.ia menggertakkan gigi.perlahan jemarinya menjepit hidung gadis itu,wajahnya mulai mendekat.

Semakin dekat.

Semakin...

"Huk!"

Mata syakila tiba-tiba terbuka.galen langsung membelalak."Hah?!"

"Uhuk!"

"Ukhuk!"

Syakila mendadak batuk keras.air menyembur keluar dari mulutnya.

Dengan sigap galen memiringkan tubuh gadis itu sambil menepuk pelan punggungnya agar sisa air keluar.

Beberapa saat kemudian...

Batuk syakila mulai mereda,ia mengusap bibirnya dengan punggung tangan.tatapannya perlahan beralih ke galen cukup lama.

"L-lo...barusan mau ngapain?"galen membeku.

Untuk pertama kalinya..ia benar-benar gugup.

Ekspresinya persis seperti orang yang tertangkap basah melakukan sesuatu yang salah.

"Hah..."ia menghela napas panjang.

"Lo pikir gue om-om mesum?"syakila mengerjapkan mata.

"Lho...terus kenapa muka lo deket banget sama gue tadi?"tudingnya menunjuk galen.

"Jelas-jelas lo kayak mau—"

Bruk!

Sebuah jaket yang baru saja di peras oleh galen,kini menutupi wajah syakila."Hei!"gadis itu buru-buru menarik jaket itu.

Galen berdiri sambil mengacak rambutnya frustrasi."Gue nggak ada niat ngelakuin hal yang aneh."

"Apalagi ngambil kesempatan dalam kesempitan.gue cuma mau nyelamatin lo."

"Bukannya makasih..."

"Malah nuduh gue macem-macem."

Ia mendecak kesal."Dasar."

Setelah itu ia pergi dari sana,tanpa menoleh lagi.ia melangkah pergi meninggalkan gadis itu.

Sementara syakila masih terduduk diam.

Jaket galen yang tadi menutupi wajahnya kini berada di pangkuannya.ia menatap punggung pria itu yang semakin menjauh.

Entah kenapa,ia merasa telah salah paham pada galen yang diam-diam sudah menyelamatkan nyawanya.

Syakila menghela napas panjang."apa gue udah keterlaluan."monolognya.

_________

"Hachiimm!"

Suara bersin syakila menggema di dalam kelas.gadis itu buru-buru menutup hidungnya dengan tisu.

Tak lama kemudian,ia menghirup inhaler yang diberikan lea.

"Lo kenapa tiba-tiba flu?padahal gadak hujan ngga ada angin."tanya lea.

Syakila menunduk lemas.padahal penyebab sebenarnya adalah tercebur ke danau bersama galen.

Alaska yang duduk di depan mereka ikut menoleh."Makanya jangan keluyuran malam-malam."

Syakila hanya nyengir kecut."Gue nggak keluyuran malam-malam kok."

Di bangku paling belakang...

Galen masih tidur dengan kepala bertumpu di meja.meski matanya terpejam,ia mendengar jelas percakapan itu.

"Iyalah flu..."batinnya pelan.

Kemarin gadis itu kebanyakan minum air danau.tapi ia tetap memilih diam.

Tiba-tiba...

Lea berdeham pelan."Guys..."

"Boleh minta tolong nggak?"

Alaska langsung mengangkat sebelah alis."Apa?"nada suaranya terdengar penuh curiga.

Lea mengatupkan kedua tangannya di depan dada."Kali ini serius.gue butuh bantuan kalian."

Alaska menyandarkan tubuh ke kursi."Minta tolong apa?."

Lea menarik napas."Gue mau buktiin..."

"Kalau kakak gue sebenarnya punya perasaan yang sama ke gue."

Ruangan mendadak sunyi.

Alaska sampai melongo."Hah?"serius lo?"

Lea mengangguk mantap."Serius.feeling gue bilang gitu."

Prinsip si paling andalin felling.

Alaska memijat pelipisnya."Emang lo yakin?"

"Yakin."

"Feeling gue jarang salah.biasanya juga selalu bener."

Alaska hanya memutar bola mata."Terus?"

"Rencananya apa?"lea mendekat.lalu membisikkan sesuatu tepat di telinga alaska.

Semakin lama mendengar...mata alaska semakin membesar.ekspresinya berubah dari penasaran menjadi syok.

"Hah?!"ia langsung menjauh,menatap lea seolah baru saja mendengar ide paling gila di dunia.

"Gue nggak mau."jawabnya cepat.

Lea langsung manyun."Kenapa?"

"Karena ide lo nggak masuk akal!"ungkapnya,hal itu membuat syakila justru semakin penasaran.

Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!