NovelToon NovelToon
RATU (Terjebak Di Tubuh Anak Malang)

RATU (Terjebak Di Tubuh Anak Malang)

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Wanita perkasa / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:562.2k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Hana, seorang anak yang tertukar pada saat dilahirkan, akhirnya bisa kembali kepada keluarganya. Namun, ia tak pernah menyangka, perasaan bahagia, kehidupan manis dengan orang tua, semuanya hanya harapan palsu semata. Ia diambil hanya untuk reputasi orang tua. Diabaikan, ditindas, bahkan mati pun tidak dipedulikan.

Jiwanya tidak menerima kematian, ia menoreh takdir pada langit, meminjam jiwa yang kuat.

Jiwa seorang Ratu hebat dari kerajaan Amerta, terpanggil untuk membalaskan dendam Hana. Jiwa leluhur yang terusik oleh derita sang penerus. Pewaris kehormatan dari kerajaan agung Amerta.

Nasib semua orang pun berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Tunggu, Hana! Baik, kami akan pergi. Jangan bunyikan lonceng itu!" cegah Alan.

Tangan Hana mengepal, kemudian turun ke bawah, tapi pelayan yang di menara masih menggenggam tali lonceng. Alan melirik, gestur tubuh si pelayan di menara mengancamnya.

"Mundur!" ucap Jonas sembari melangkah mundur bersama Alan.

Saat mereka mundur, sekelompok penduduk muncul dari samping kanan dan kiri villa. Menatap mereka dengan tajam, tatapan tak ramah yang membuat Alan dan yang lainnya bergidik ngeri.

Para lelaki menggenggam alat canggih pemotong teh di tangan mereka, sedangkan perempuan menggenggam sebuah gunting. Mereka adalah para pekerja di perkebunan teh. Jumlahnya tidak sedikit, sebagian penduduk desa Amanaly berkerja di perkebunan teh, dan sebagian lagi di ladang-ladang di bawah bukit.

Alan masuk ke dalam mobil, diikuti yang lainnya. Ia meninggalkan bukit dengan perasaan kesal bercampur kecewa. Para penduduk bergerak serentak, berdiri di depan gerbang villa. Berjaga-jaga terhadap mereka yang akan kembali.

"Tuan Muda, ini tidak seperti yang kita bayangkan. Nona Hana benar-benar bisa menggerakkan seluruh desa," ujar Hans yang duduk di samping Jonas.

"Aku tidak mengerti, aku tidak tahu apa-apa tentang villa itu," gumam Alan seraya membanting kepalanya pada sandaran kursi. Ia terpejam, membayangkan para penduduk yang mengepung mereka.

"Mereka adalah para pekerja di perkebunan teh, jika dilihat dari jumlah sepertinya hampir sebagian penduduk desa ini," ucap Jonas.

Ia bergidik saat membayangkan tatapan mata mereka yang tajam dan dingin. Seperti sesosok mayat hidup yang ingin menerkam mereka.

"Mereka tidak terlihat seperti manusia. Tatapan mereka dingin tanpa ekspresi. Apakah mereka benar-benar manusia?" Hans mengumpat, orang-orang dengan temperamen yang dingin di kota masih terlihat seperti manusia.

"Lihatlah!" Hans dan Jonas menegang saat mobil mereka memasuki pesawahan.

Laju mobil melambat, ketegangan mengusik mereka. Di sepanjang jalan, di kanan dan kiri, para penduduk lainnya berbaris menatap iring-iringan mobil Alan.

"Ada apa? Kenapa kalian melambat?" tegur Alan seraya mengangkat kepala dan membuka mata.

"Tu-tuan ...!" Jonas terbata-bata, lidahnya kelu tak mampu berbicara.

Alan tercengang, matanya memindai para penduduk yang berbaris di sepanjang jalan. Di tangan mereka memegang alat pertanian, dari mulai cangkul sampai sabit yang besar. Alan meneguk saliva, padahal lonceng tidak dibunyikan, tapi seluruh penduduk benar-benar mengepung mereka.

"Ada dengan desa ini? Bukankah Hana tidak membunyikan lonceng?" tanya Alan gugup.

Jonas bahkan ragu untuk melintasi jalan tersebut, tapi sepertinya para penduduk pun tidak berniat menyerang. Di kanan jalan, ladang padi menghampar. Di kiri jalan, perkebunan lainnya pun tumbuh dengan subur. Desa itu benar-benar makmur.

Deg-deg!

Telinga mereka bahkan dapat mendengar detak jantung mereka sendiri. Keringat merembes dari pori-pori, tenggorokan serasa kering. Mereka benar-benar dibuat ketakutan oleh ekspresi para penduduk. Mulai dari yang muda sampai yang tua. Di ujung barisan, anak-anak penuh lumpur pun tak luput di barisan.

Sebagian bahkan ada yang sedang menunggangi kerbau, mereka seharusnya bermain dengan binatang pembajak itu, bukan? Tidak seharusnya ikut mengancam seperti yang lain.

Jonas menginjak pedal gas setelah berhasil melewati para penduduk. Gerbang desa sudah terlihat, sebuah gerbang yang terbuat dari bambu. Terlihat kokoh, dibuat seperti dua menara kembar. Di atasnya beberapa pemuda berjaga, mereka berdiri menatap kedatangan mobil Alan.

Salah satu dari mereka mengangkat tangan, menempatkan sesuatu ke mulutnya. Lalu ....

Syut!

Jleb!

Sebuah anak panah kecil melayang dan menancap di kaca mobil Alan. Seperti panah-panahan anak kecil yang akan menempel jika ditembakkan pada kaca, tapi milik para penduduk lebih dari sekedar itu. Anak panah kecil itu benar-benar menancap dan membuat kaca mobil retak. Di sana menempel sebuah daun dengan sederet tulisan. Persis seperti semalam.

JANGAN GANGGU PEMIMPIN!

Hans meneguk saliva, mengeluarkan anak panah kecil yang mereka pungut semalam. Sama persis seperti yang menancap di kaca.

"Tu-tuan! I-ini ...." Ia menunjukkan anak panah itu kepada Alan.

"Jonas, cepat tinggalkan tempat ini!" titah Alan panik saat melihat pemuda tadi yang masih menempatkan alat kecil di mulutnya.

Jonas menambah kecepatan, ingin segera meninggalkan desa aneh itu. Setelah kepergian iring-iringan mobil Alan, mereka kembali pada pekerjaan. Mengolah ladang yang menjadi mata pencaharian mereka. Hasil ladang sebagian besar akan dijual ke luar desa, sebagian kecil akan dinikmati sendiri.

Di villa, Hana mengernyit melihat para penduduk yang berkumpul di depan gerbang villa. Mereka terlihat normal, seperti manusia lainnya.

"Nona ... apakah Anda yang menempati villa ini sekarang?" tanya salah satu dari mereka sambil tersenyum.

"Bi, mereka ...."

"Mereka para penduduk yang bekerja di perkebunan teh. Mungkin mendengar suara tembakan tadi, jadi mereka berdatangan ke sini," jawab Bi Sum menjelaskan.

Oh.

Hana melangkah pelan mendekati gerbang, ia meminta para pelayan untuk membuka gerbang selebar mungkin.

"Masuklah! Akan ada jamuan untuk kalian di sini," katanya disambut para penduduk dengan meriah.

Mereka berbaris dengan rapi dan berjalan masuk dengan tertib. Tanpa dorong-dorongan, tanpa berebut ingin menjadi yang pertama.

Aku ingin tahu, seberapa besar dan seberapa berkuasanya menjadi pemimpin desa ini.

"Nona, bagaimana Anda tahu tentang fungsi lonceng itu? Sedangkan Anda baru dua kali datang ke villa ini," tanya Bi Sum keheranan.

"Aku menemukannya di loteng," jawab Hana seraya menyerahkan senjatanya kepada Bi Sum dan melangkah mengikuti para penduduk yang pergi ke bagian samping kiri villa di mana aula berada.

Oh, ternyata ini adalah fungsi dari aula samping di villa itu. Ternyata masih banyak yang belum aku ketahui, dan mulai sekarang aku harus mencari tahu semuanya.

1
Fida
ok
yetiku86
Marco dapat untung neh... 😅
yetiku86
baru dengar namanya saja kau sdh sesak selir.... 😏
yetiku86
awas darah tinggi trus stroke tuan.... kiranya siapa yg akan merawatmu???
yetiku86
pesta itu diadakan utk mencari ratu Hana, lah yg dicari dah ketemu emang pestanya masih akan diadakan?? atau diganti jadi pesta pernikahan ratu dan kaisar???
yetiku86
rupanya kau lupa pernah ditendang Hana tuan 😏
purwa ningsih
tancap mas gas🤣🤣🤣🤣
Husna
aamiin aamiin ya rabbal'alamiin 🤲
kaylla salsabella
amiin.... sehat selalu thor😍😍😍
Aisy Hilyah: aamiin
total 1 replies
kaylla salsabella
wah ada yang baru ya thor 😍😍😍😍
Aisy Hilyah: iya kak hehe
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
yeeeyyy... akhirnya Hana bener2 kembali hidup. aku sangka bab sebelumnya SDH tamat dan semua happy ending. ternyata ini yg bener2 happy ending 😁😁😁
suka akhir yg bahagia. semua bahagia 🤗🤗
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
cerita author bener bener bagus, baca dari awal sampai akhir bab ga ngebosenin. tata bahasa dan percakapannya bagus. ga ada typo pokoknya keren banget lah karya novelnya. tetap semangat nulis karya yg baru yaa Thor 🤗🤗🤗🥰🥰🥰
Aisy Hilyah: Alhamdulillah terimakasih banyak
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
yahhh. walaupun awalnya aku suka jika Hana balas dendam, tapi kalau semua akhirnya bahagia itu tidak buruk juga 😁😁. happy ending 😍😍😍
makasih Thor sudah membuat cerita yg bagus . aku sehari maraton baca novel mu sampai tamat dan ga ada bosennya..
semangat terus berkarya ya thor
Aisy Hilyah: maa syaa Allah terimakasih banyak 😍😍😍
total 1 replies
Dede Bleher
best Story, Happy Ending
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍
total 1 replies
Amiera Syaqilla
hello author🙂
Aisy Hilyah: hallo
total 1 replies
Dede Bleher
duuuh gustiii.
rontok tu gigi 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
owalah kena prank sama authornya 😂😂😂. dikira Marco yg nge dor. ga taunya kelompok Falcon. dah lah si sopiatul emang selalu cari gara2 ga ada kapoknya kalau belum mati
dome🌬️🌀🌀🌀
ada apa LG kau Marco. setidaknya bicarakan baik2 jangan asal main dar der dor dong. kan JD kaget😂
dome🌬️🌀🌀🌀
sehat selalu yaa Thor, semoga kak author dan kluarga selalu diberikan kesehatan. aamiin 😁😁👍👍
semangat thor
dome🌬️🌀🌀🌀
aaahhhh... marco juga kayaknya suka sama suami nih. gas lah ga papa kalau kau dengan suami jadia. kesian juga dia pasti awalnya dipaksa JD selir kaisar tua. ga pernah mendapatkan Kash sayang ga ada yg perduli. disaat usianya yg masih muda dia mendapatkan tekanan harus bertahan diharem. bersaing sesama selir diusia mudanya. semoga emang jodohnya Marco lah. biar semua bahagia 😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!