NovelToon NovelToon
Married With Mafia

Married With Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis
Popularitas:284.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rizkaaa

Terbit : 10 July 2020
Nama Author : Rizkaa
SLOW UPDATE!



Kehidupan mengajarkan kita untuk terus berjuang, sama halnya dengan gadis bernama Crystal. Ia hidup dengan penuh rintangan, kebohongan, ketakutan, dan terakhir yaitu kehilangan.

Saat ia sudah hampir merasakan bahagia, dunia seolah membalikkan kehidupan Crystal secara paksa. Ketakutan karna diancam dan kehilangan seseorang yang dicintainya, Crystal juga sudah melewatinya.

“Mom akan terus melindungimu, son.”

Kata terakhir sebelum ia benar - benar pergi dan kehilangan cintanya.



Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa tinggalkan Like , Komen dan Votenya ya guys:)

Yuhuuu....
Enjoy baby!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizkaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan membahasnya

Sudah sekitar 2 jam mereka berempat mengelilingi mall tersebut, tapi mereka masih asik memutari dan memasuki satu persatu toko di mall itu. Joenathan yang biasanya akan mudah bosan kini ia terlihat terhibur karna bisa menemani Berlin.

“Apa kalian akan terus memutari mall ini?." Harry mencebik, ia sudah kehilangan kesabarannya sejak tadi.

Crystal terkekeh, “Pak tua bersabarlah, kau ini dari tadi hanya mengoceh tidak jelas!."

“Harry para wanita ini tidak akan berhenti sampai mereka lelah." Joe hanya bersedekap, sesekali ia bersiul terlihat sangat santai.

“Ah kita kesana saja!." Crystal menarik tangan Harry setengah berlari. Harry hanya menuruti kemauan Crystal.

Sementara Crystal dan Harry memasuki toko yang keseratus, Joe dan Berlin hanya duduk dibangku dengan beberapa kantong belanjaan dibawah kaki mereka. “Kau lelah?."

“Tentu saja aku lelah, kau bercanda?." Berlin membuang nafasnya kasar.

“Tunggu disini aku akan membelikanmu minuman." Joe bangkit dari duduknya kemudian pergi untuk membelikan Berlin minuman.

*

“Minumlah, kau pasti sangat kelelahan." Joe memberikan minuman kaleng untuk Berlin. “Apa kau mau ku antar pulang?”

Berlin tersedak minumannya, “Ehm tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.”

“Apa kau bisa pulang dengan kantong belanjaan sebanyak ini?.” Joe menggeleng kepalanya pelan.

Berlin membenarkan ucapan Joe, ia tidak mungkin pulang dengan keadaan kantong belanjaan sebanyak itu. Berlin hanya mengangguk ragu.

“Tapi kita tunggu Crystal dan Harry terlebih dulu!.”

Joe mengedikkan bahunya, “Kita bisa berpamitan pada mereka tanpa harus menunggunya.”

“Terserah kau saja!.”

Joenathan berpamitan pada Crystal dan Harry, lalu ia membantu Berlin membawa kantong belanjaannya yang dipenuhi dengan hadiah untuk adiknya.

Diperjalanan mereka berdua hanya diam membisu tidak ada yang berbicara ataupun berniat untuk berbicara. Berlin hanya sibuk pada ponselnya sedangkan Joenathan hanya fokus pada kemudinya.

Joenathan membelokkan mobilnya pada restoran terkenal dikota London, ia memarkirkannya dengan apik. “Ayo turun, kita akan makan disini terlebih dulu.”

“Tapi...”

“Aku tau kamu pasti sudah lapar, sejak tadi pagi kamu tidak makan apa - apa.”

Berlin membuka self bet yang melekat ditubuhnya, ia dengan malas turun dari mobil disertai hembusan nafasnya yang terdengar kasar. “Apa kau terbiasa mengajak gadis yang baru kau kenal seperti ini?."

“Tidak. Hanya sesekali saja." Joenathan berjalan mendahului Berlin yang berdecak kesal dibelakangnya.

“Oh pantas saja."

Joenathan menghentikan langkahnya, “Maksudmu?."

“Yah karna wajahmu itu terlihat seperti buaya yang lapar!." Berlin berkacak pinggang dihadapan Joenathan.

Joenathan menganggukkan kepalanya, “Oh. Apa kau benar - benar tidak mengenali diriku? Padahal aku sering sekali melihatmu."

“Tidak dan aku tidak tertarik sama sekali denganmu, huh." Berlin kembali melangkahkan kakinya mendahului Joenathan.

Joe hanya tersenyum dibelakang Berlin, ia bahkan merasa heran bagaimana mungkin Berlin tidak mengenalinya. Semua orang tau siapa dirinya dan keluarganya.

Saat mereka makanpun mereka tetap membisu tidak adaa yang mengeluarkan suaranya baik Berlin ataupun Joenathan. Mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing - masing.

“Aku bisa pulang sendiri, jangan kau mengantarku lagi." Berlin meletakkan garpu dan pisaunya, mengelap sisa makanan dimulutnya dengan tissue.

”Aku yang membawamu tadi, jadi kau pulang bersamaku!." Joenathan juga meletakkan garpu dan pisaunya.

“Tidak perlu!." Berlin meraih tasnya kemudian meletakkan beberapa lembar uang diatas mejanya. “Dan tidak perlu membayar makananku!."

Joenathan meraih uang yang diletakkan Berlin tadi, ia memanggil pelayan kemudian memberikan kartu kreditnya untuk membayar makanan mereka. “Simpan saja uangmu, aku tidak keberatan membayar makananmu."

“Terserah kau saja." Berlin bangkit, melangkahkan kakinya menuju pintu keluar restoran.

Sementara Joenathan hanya tersenyum, ia pertama kali diabaikan oleh seorang gadis. Bahkan gadis itu menolak untuk diantar pulang.

“Aku akan mendapatkanmu manis."

Joenathan menyusul Berlin dengan langkahnya yang panjang, ia berhasil meraih pergelangan tangan Berlin kemudian menyeretnya masuk kedalam mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka.

“Lepaskan tanganku brengsek!." Berlin menepis tangan Joenathan yang mecekal pergelangan tangannya. “Buka pintunya, aku tidak mau diantar olehmu!."

“Tapi aku mau mengantarmu!." Joenathan mendekatkan tubuhnya pada Berlin, menarik self bet kemudian tersenyum. “Diamlah, aku tidak akan berbuat macam - macam."

Berlin hanya diam, tapi jauh dilubuk hatinya ia mengumpat kata - kata kasar pada Joenathan. Sementara Joenathan ia hanya fokus pada menyetir.

*

“Kita pulang sekarang, aku sudah membelikan hadiah pada Mommy dan juga Daddy. Aku juga sudah sangat lelah.” Crystal bergelayut manja dilengan Harry. Rasanya sekarang ia ingin sekali berada disamping pria yang mulai dicintainya itu.

“Baiklah, kita pulang sekarang. Biar Daniel yang mengantarkan hadiah - hadiah itu nanti kerumah.” Harry mengulur tangannya untuk mengusap kepala Crystal, kemudian meninggalkan satu ciuman dipuncak kepalanya.

Crystal dan Harry berjalan bergandengan, sesekali mereka tertawa karna candaan mereka masing - masing. Crystal menggentikan langkahnya ketika mendengar suara yang sangat dikenalnya itu.

“Kakak, kebetulan sekali ya kita berdua bertemu disini.” Anabel tersenyum sinis, ia bersama dengan Arnold mantan kekasih Crystal. “Oh dan siapa pria disampingmu itu? Apakah dia calon kakak iparku?.”

“Harry, kembalilah kemobil terlebih dulu biar aku yang mengurus adikku.” Crystal melepas genggaman tangannya pada Harry.

“Tapi...”

Crystal menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Harry, ia tidak mungkin berbicara pada Anabel didepan Harry. Harry pun menurutinya, ia melangkah menjauh dari ketiga orang itu.

“Apa pedulimu? Nikmati saja hidupmu, jangan menggangguku lagi!.” Bentak Crystal disertai sorot matanya yang menajam.

”Berhenti membentaknya! Anabel hanya ingin menyapamu, apa itu bentuk kesalahan dimatamu?.” Arnold menarik pergelangan tangan Anabel, menyembunyikan tubuh Anabel dibelakang tubuhnya. “Seharusnya kau berterima kasih padanya, kalau bukan Anabel yang membantumu malam itu...”

“Cukup! Malam itu bukan kesalahanku!! Kenapa kau selalu membela dirinya yang jelas - jelas itu adalah rencananya?.” Tenggorokan Crystal tercekat, matanya mulai berkaca - kaca.

“Kalau saja Anabel tidak memberi tahuku mungkin sekarang aku akan tetap bersama gadis menjijikkan sepertimu!.” Ucap Arnold sinis.

Crystal menundukkan kepalanya, ia menatap nanar pada lantai yang dipijaknya. ”Belum puas kau menghinaku? Dulu kau adalah pria yang sangat mencintaiku, tapi sekarang kau bahkan tidak mempunyai rasa kasihan padaku. Kau selalu menghina dan memakiku.”

Hati Crystal terluka, ia justru kembali mengingat kejadian 5 bulan yang lalu. Anabel menjebaknya kemudian mengarang cerita pada Arnold bahwa itu adalah kesalahan Crystal.

“Sudah cukup Arnold, jangan membuat kakakku menangis lagi.” Anabel menyentuh tangan Crystal, tapi ditepis oleh Crystal.

“Jangan berbaik hati padaku!.” Crystal meninggalkan Anabel dan juga Arnold, ia menumpahkan air matanya yang sejak tadi ia tahan.

Kenapa kau muncul lagi dihadapanku? Apa kau belum puas menyakitiku? Apa penghianatan itu belum cukup untuk kau menyakitiku lagi?.

Selama ini kau selalu melindungiku, bahkan dulu saat semua orang memandangku sebelah mata kau tetap disisiku. Tapi kenapa sejak kejadian malam itu kau berubah Arnold!!.

Aku tidak bersalah! Anabel yang menjebakku, kenapa kau tidak percaya padaku? Saat aku ingin menjelaskannya kau justru berpaling! Kau menghianatiku dengan Anabel adikku sendiri!!.

Apa itu adalah bentuk bukti jika kau mencintaiku?.

Crystal menghapus sisa air mata yang mengenang dipelupuk matanya, ia juga merapikan kembali wajahnya yang berantakan akibat menangis. Crystal duduk disamping Harry dengan jarak yang begitu jauh, ia berusaha menyembunyikan wajahnya dari tatapan Harry.

“Kemarilah.” Harry menepuk pahanya, agar Crystal duduk dipangkuannya.

Crystal tidak mengidahkan perintah Harry, ia justru menatap kearah luar jendela dengan tatapan kosong. “Crystal.”

Harry menarik pergelangan tangan Crystal, mendudukkannya dipangkuannya kemudian menyandarkan kepala Crystal pada dada bidang miliknya.

“Apa yang dikatakan mereka?.” Harry meletakkan tangannya dikepala Crystal.

“Tidak ada, Anabel hanya menyapaku.” Crystal berusaha kuat untuk terlihat baik - baik saja. “Jangan membahasnya.”

“Hm...”

Harry tau Crystal menyembunyikan sesuatu, ia dengan cepat mengetikkan sesuatu pada Daniel kemudian menyimpan kembali ponselnya.

“Cari tau apa yang dilakukan Crystal dengan adiknya didalam mall.”

-

Nih yang mau tau masalalu Crystal, dibab selanjutnya bakal terbongkar kok tenang aja.

Jangan lupa tap jempol dan votenya guys.

Enjoy baby!.

1
Daia
lanjut lagi
Fey SheWolf
ceritanya bagus thor tapi sayang hax awal saja ketika sang kakek blm muncul 😏 setelahx menjadi rusak menurut saya karena dzn yg saya nilai chris itu lebih mirip ke istri indosiar yg lemah 🤣
Fey SheWolf
salah satu mafia bodoh setelah Damian terdapat di novel ini 🤦🏼‍♀️ sekian banyakx novel mafia yg gw baca bru 2 novel ada mafia bodoh yg hobby selingkuh dan sering terjebak dlm urusan ranjang 🤣 dimana mana mafia itu kalo sdh jatuh cinta gak mudah dkt dgn wanita lain thor termasuk sahabatx 😏
Yesintha Ginting
semangat thorrr
I am bad
kok jadi teringat Sean ya😕
Cuni Cuni
i❤️ momi
Mlly Ferli
mulai ada getaran ya harry
Fitriani Fitri
lanjut thorrr.......jangan di dengarkan orang sirik itu thorrr....
Nengah Oka
Candra putri cantik banget.
regra amanda
lanjut thorr
Nengah Oka
novel ya bagus
cuman terkesan buru² cerita ya
GK ada pagi siang MLM,
Tri Maryati
nyimak thor
Mien Mey
ah bodoh kabur mlh blik lg
Daia
Lanjut🙏
Daia
lanjut🙏
Daia
lanjut thor🙏
Ruron kristina
ljt thor
Daia
lanjut
Marny Ritto
semangat up nya thor
Dwi Handayani
semangat othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!