Up 2 Chapter perhari
Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.
Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.
Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.
pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 22 - Serbuk kegelapan
Para pasukan Jun Rui langsung berlari dan memblokir pergerakan Pan Hu yang hendak menyerang Jun Rui.
Tapi Jun Rui dengan sangat gesit dan lincah membantai para orc itu dengan sangat mudah, bahkan terlihat para pasukan orc itu hanya mainan belaka bagi Pan Hu.
"Cih.. dasar pasukan lemah." Ujar pemimpin orc kesal.
"Dewa kegelapan berikan hambamu ini serbuk kegelapan milik anda." Ujar pemimpin ras orc yang seketika bersujud, dan seketika muncul sosok hitam disamping pemimpin ras orc dengan memberikan satu botol berisi serbuk kegelapan.
Melihat serbuk itu Jun Rui menyeringai lebar, dan menatap Pan Hu dengan mata ganas.
"Terima kasih dewa kegelapan karena telah mengabulkan permintaan hamba, nanti setelah ini selesai saya pasti akan mempersembahkan ras elf murni kepada anda." Ujar Jun Rui.
Sosok dewa kegelapan itu tidak berbicara dan menghilang begitu saja.
Lu Ming disisi lain melihat hal itu tersenyum tipis dan berkata.
" Kau Lagi, semoga saja kali ini bukan klonmu melainkan sosokmu yang sebenarnya." Gumam Lu Ming menyeringai.
Sedangkan ditempat yang jauh tepatnya di sebuah singgasana yang megah, terdapat sesosok pria dengan wajah tampan dan wajah yang terlihat khawatir.
"Sialan dia lagi, bagaimana setiap dunia yang ingin aku kuasai orang itu selalu muncul, untung baru saja aku hanya melepaskan klonku." Ujar pria itu yang tak lain adalah dewa kegelapan.
"Dunia elf dengan dunia ini memiliki jarak yang cukup jauh, tapi semoga saja orang itu tidak mengetahui keberadaan ku, atau seluruh rencana ku akan kacau." Ujar dewa kegelapan dengan khawatir.
Dunia elf.
"Hehe... Pan Hu aku akan membuatmu lemas tak beradaya disini, lalu aku akan meniduri istrimu tepat didepan matamu... Hahaha." Ujar Jun Rui dengan gelak tawa sembari membayangkan bagaimana tersiksanya Pan Hu melihat dia bercinta dengan istri Pan Hu didepanya.
Jun Rui membuka tutup serbuk kegelapan itu lalu dia menggumamkan sebuah mantra dan serbuk itu melayang diudara dan segera melesat kearah Pan Hu yang sedang membantai pasukan ras orc.
Alasan kenapa serbuk kegelapan dapat membuat ras elf tidak berdaya karena keduanya memiliki elemen yang berbeda. Ras elf identik dengan elemen cahaya sedangkan serbuk kegelapan identik dengan elemen kegelapan, sehingga jika ras elf menghirup serbuk kegelapan dia akan menjadi lemas dan butuh waktu untuk menetralkanya kembali, tapi juga sebaliknya jika orang yang memiliki elemen kegelapan menghirup serbuk cahaya mereka juga akan lemas dan butuh waktu untuk menetralisir efeknya.
Melihat hal itu Lu Ming menjentikkan api ungunya kedalam serbuk kegelapan, dan hanya dalam sekejap serbuk kegelapan itu menghilang.
"Ini... Bagaimana bisa menghilang." Ujar Jun Rui terdiam, dia sadar jika kekuatanya lebih rendah dari pada Pan Hu dan dia dapat membuat ras elf tunduk karena domain serbuk kegelapan yang membuat ras elf tidak bisa melakukan apapun, tapi jika dia tidak memiliki serbuk kegelapan jangankan menguasai ras elf, bertarung dengan ras elf saja mereka harus menyusun rencana yang matang, dan saat ini serbuk kegelapan itu menghilang entah kemana.
"Mundur, kita tidak bisa melawanya." Ujar Jun Rui melarikan diri.
Melihat pemimpinya yang melarikan diri para pasukan ras orc menjadi kalang kabut dan berlari kesana kemari untuk melarikan diri, tapi hal ini memberikan kesempatan pada Pan Hu untuk membantai mereka dengan cepat.
Melihat Jun Rui yang kabur, Pan Hu segera melesat dan menangkapnya.
Jun Rui tidak tinggal diam, dia menghindar dan menyerang balik kearah Pan Hu.
Pan Hu dapat menghentikan serangan Jun Rui dengan mudah, melihat celah pada Jun Rui, Pan Hu segera memukul dada Jun Rui dan membuat Jun Rui terpental menabrak tanah sehingga membuat kawah yang cukup besar.
"Bedebah sialan mati kau." Pan Hu memukul Jun Rui dengan ganas, bahkan dia tidak memberi kesempatan pada Jun Rui untuk bangun.
Hingga beberapa saat kemudian Jun Rui pingsan dengan luka disekujur tubuhnya.
Pan Hu tidak berniat membunuh Pan Hu, dia berniat menyiksanya didepan rasnya.
Lu Ming mendekat pada Pan Hu.
" Tuan Lu terima kasih telah membantu saya mengalahkan mereka." Ujar Pan Hu menunduk.
"Bukankah yang mengalahkan mereka adalah kau sendiri, jadi kenapa kau berterimakasih padaku?." Tanya Lu Ming.
" Itu karena tuan yang menghilangkan serbuk kegelapan yang akan mengenaiku, dan serbuk itu adalah serbuk yang sangat fatal bagi ras elf kami, sehingga jika saya terkena atau menghirup serbuk kegelapan itu maka saya pasti tidak akan bisa melakukan apapun ,dan yang terbaring disini bukan Bajingan Jun Rui ini, melainkan adalah saya." Ujar Pan Hu berterima kasih.
Lu Ming mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum.
" Baiklah, sekarang saatnya datang kemarkas mereka." Ujar Pan Hu, kemudian Pan Hu mengeluarkan sebuah cincin yang dapat membawa makhluk hidup didalamnya dan memasukan Jun Rui kedalamnya.
Lu Ming melirik cincin penyimpanan itu, dan tahu jika cincin penyimpanan itu memiliki tingkat yang tinggi karena bisa digunakan untuk menyimpan makhluk hidup.
Mereka berdua kemudian terbang kemarkas mereka.
Sesaat kemudian mereka sampai dimarkas para orc itu.
Disana masih ada beberapa orc yang menjaga markas dan tentunya ada juga beberapa bangsawan Orc yang sedang melakukan kegiatan mesum mereka dengan wanita ras elf yang mereka tangkap.
Wanita ras elf itu terlihat kesakitan dan lelah karena dirinya digilir oleh banyak orc, dia terlihat trauma berat dan depresi.
Bahkan terlihat eskpresi dari wanita elf itu datar. Hal itu dikarenakan bahwa mereka merasa bahwa mereka sudah hancur dan jika mereka selamatpun mereka sudah tidak layak, mungkin jika diselamatkan pun mereka akan memilih bunuh diri.
Ras elf sangat menjunjung kesucian mereka, dan tentu akan menyerahkan kesucian mereka kepada orang yang mereka cintai. Dan ketika kesucian mereka direnggut secara paksa seperti ini mereka akan lebih memilih mati daripada hidup.
"Hahahaha..... Aku yakin kakak pasti akan menang dan membawa lebih banyak wanita cantik dari ras elf, sehingga setiap hari kita bisa bermain-main seperti ini." Ujar salah satu bangsawan ras orc kepada teman-temanya.
"Tentu saja kakak akan menang, dengan serbuk kegelapan yang dimiliki oleh kakak, ras elf hanya akan menjadi badut." Ujar bangsawan lainya.
.......
Melihat Hal itu Pan Hu menjadi marah besar, auranya yang tak terbendung kembali meletus, matanya haus darah dan sangat beringas.
Dengan kejam dia membantai orc yang masih tersisa hingga bersih.
Tapi sebelum itu ada seorang orc besar yang terlihat sudah tua. Mungkin dia adalah leluhur ras orc yang masih hidup.
Ketika dia muncul aura dari Pan Hu yang menutupi markas ras orc langsung redup.
Lu Ming melihat itu tersenyum tipis.
Dia awalnya berpikir bahwa orc itu adalah leluhur orc, tapi setelah melihatnya lagi Lu Ming sadar jika orc itu sebenarnya adalah perwujudan dari Dewa kegelapan yang menyamarkan dirinya menjadi orc.
Bersambunggggg....
ceritanya pendek²