NovelToon NovelToon
Dokter Cantik Dan Kelima Suaminya

Dokter Cantik Dan Kelima Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Spiritual / Dokter Genius / Chicklit / Dokter / Tamat
Popularitas:92.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bilqishe

Bagai mana jika seorang pembunuh bayaran yang keji dan semena mena tiba tiba saja menjadi sangat baik dan sopan santun. bahkan dia memiliki kemampuan medis yang sangat genius.

Ya itulah yang di alami Xue Shen, setelah di bunuh oleh ke lima suaminya. Ternyata jasad Xue Shen Shen telah di rasuki Oleh roh Lin Zhu, Lin Zhu sendiri adalah dokter genius di abad 20 yang tewas akibat plustrasi di selingkuhi sang tunangan.

Tubuh sang dokter tersebut nyatanya menyinggahi seorang wanita tak cantik, kotor, pemabuk, suka judi dan main laki laki. bahkan kelima suaminya merencanakan pembunuhan berulang kali hanya untuk melenyapkan wanita tersebut.

Akankah Lin Zhu selamat dari rencana pembunuhan itu? atau kah para suami mulai menyukai pribadi lembut dan penolog tersebut? Yuk simak...

Novel ke dua autot

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqishe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAKAT TERPENDAM

"Hati hati sayang!" Zhua melambaikan tangannya kala mengantar kepergian sang istri tercintanya itu.

"Ya. Kamu juga hati hati ya?" Xue Shen membalas lambaian tangan Zhua.

"Ayo cepat pergi" Tegas Huan menarik tangan Xue Shen.

"Ia. Ia... Dasar pemarah" Gerutunya. Zhua sungguh senang melihat perhatian kakak nya yang mulai baik pada Xue Shen, bahkan tanpa merasa curiga atau cemburu, Zhua malah mengapresiasi perlakuan Huan pada Xue Shen itu.

Mereka pun berjalan menuju pusat kota Cuan untuk menjual perhiasan tersebut pada sang penguasa kota.

Lama berjalan menyusuri hutan yang sunyi, Huan dan Xue Shen masih belum sampai juga di kota.

Gegara lama berjalan membuat kepala Xue Shen sedikit pening "Aaah... Cuacanya sungguh panas. Dan aku sedikit pusing" Umpat Xue Shen, ia terlambat bangun pagi itu, hingga karna sibuk memasak sarapan untuk Huan dan saudaranya. Ia sendiri sampai lupa pada isi perutnya.

"Ini... Kau haus?" tanya Huan sembari menyodorkn botol minum yang terbuat dari pelastik.

"Ah... Ia, perjalanan menuju kota sangatlah menguras energi ku" Gumam Xue Shen seraya meraih botol minum itu.

"Minum pelan pelan, jika kau ceroboh, maka kau bisa tersedak nanti" Huan mencoba memperingatkan Xue Shen. Setelah minum beberapa teguk, Xue Shen pun merasa sedikit bugar...

"Ini" Xue Shen menyerahkan botol minum itu pada Huan. Huan mengambilnya lalu menatap lubang botol bekas bibir Xue Shen menempel tadi.

Lama ia menyimak ada sebuah perasaan yang aneh "Gluk!" Ia menelan salivanya sendiri.

"Hei Huan! Sampai kapan kau akan menatap ujung botol itu? Bukannya penutup botolnya ada padamu?" Tanya Xue Shen. Huan pun terperanjata dan lekas menutupnya.

"Ah ia..." Huan tergesa gesa menutup botol itu dan mulai melangkah mengikuti Xue Shen.

"Kenapa tadi aku malah berfikir, jika aku ingin minum di bekas bibir istriku... Rasanya aku sedikit tertarik. Apakah artinya nanti... Aku dan istriku berciuman secara tidak langsung ya?" Huan masih sibuk dengan imajinasinya sendiri. Hingga saat Xue Shen memanggil manggilnya ia sama sekali tak menyahutnya "Huan!"

Sudah ke empat kali Xue Shen menyahut Huan. Dan Huan sama sekali tak merespon, hingga pada akhirnya... Xue Shen menipuk punggung Huan hingga ia sadar dari lamunannya.

"Ah. Ada apa? Apakah kita sudah sampai?' Huan celingukan kanan kiri memperhatikan situasi.

"Bukan. Kita belum sampai, tapi... Rasanya, bukan ini jalan yang biasa kita lalui untuk sampai ke kota" Xue Shen salah mengambil jalur dan memperjauh langkah mereka.

"Baiklah. Aku saja yang jadi pemandu jalannya... Apapun yang kau lakukan selalu saja merepotkan" Karna malu pada ulahnya yang mengkhayal tak kauran itu, Huan pun pura pura marah dan menghujat Istrinya... lalu ia pun berjalan di depan Xue Shen. Ia tak mau wajah merah nya di ketahui Xue Shen...

"Lewat sini..." Huan terus menjelaskan setiap jalur, A ke arah kota dan jalur B ke arah sebaliknya...

Lama melangkah, akhirnya sampailah mereka di pusat kota... Xue Shen sungguh lupa pada kejadian tempo hari saat ia menjual hasil buruannya.

Bahkan Xue Shen tak sadar jika keberadaannya di kota sungguh tak di senangi... kedatangan Xue Shen di kota itu memanglah tidak di sambut dengan baik... Saat ia melenggok untuk berjalan lurus menuju kediaman penguasa kota... Seluruh penduduk malah menjauhinya dan membuat jalan yang ia pijak lenglang tanpa hambatan...

"Ada apa dengan mereka?" Lin Zhu masih menyapu ke arah para penduduk, ia simak beberapa pandangan penduduk kota itu kala menatapnya... ada yang ketakutan, ada juga yang menatap kesal padanya. Bahkan banyak juga wajah wajah bodoh yang tak tahu Tittle apa yang telah di sandang Xue Shen.

"Mereka takut padamu. Kau kan salah satu iblis terkuat di kota Cuan" Huan mempertegas respon penduduk kota Cuan yang beragam itu.

"Cih. Xue Shen sungguh merepotkan, jika dia mati nanti siapa nanti yang akan datang melayat mayatnya ke tempat kremasi. Sungguh aku tak mau mati dalam ke adaan membusuk sendirian" Lin Zhu bicara sendiri.

"Bicara sendiri seperti orang aneh saja" Huan mengomentari ocehan Xue Shen.

Ratusan pasang mata itu menatap sinis dan jijik pada Xue Shen "Kenapa wanita iblis itu kembali ke kota. Apa yang dia inginkan" gumam mereka terdengar jelas olehnya.

"Hus. Awas jangan menyenggolnya, jika kau menatap matanya... Nyawamu akan melayang" Balas penduduk lain. Mata mata itu sungguh membuat Xue Shen tak nyaman.

"...Masih jauh kah? Aku ingin cepat sampai ke kediaman penguasa kota" Rasa tak nyaman Xue Shen di rasakan Huan, meski Huan aman ada di belakang punggung Xue Shen, tapi untuk saat ini... Huan merasa kasihan pada Xue Shen yang saat itu merasa tak enak dengan tatapan menohok dari penduduk kota Cuan.

Di tengah tengah perjalanan tiba tiba seorang kakek terjatuh tak sadarkan diri. Xue Shen mendekati sang kakek "Awas! Wanita itu akan membunuh kakek itu! laporkan pada pihak berwajib!"

"Xue Shen. Jangan sembarangan menyentuh... Kau bisa di hukum nanti!" Huan memperingatkan.

"Kakek. Kau baik baik saja?" tanya Xue Shen lekas duduk di tanah dan memeriksa ke adaan sang kakek. Meski hujatan dan cibiran membanjiri usahanya yang tak tahan jika melihat orang sakit, Xue Shen yang di rasuki Lin Zhu tetap saja melakukan tugasnya.

"Aah... Nak, tolong bawa aku ke seorang tabib" pinta sang kakek.

"Huan. Ambilkan air!" Pinta Xue Shen. Huan yang tadinya ingin meneguk air di sisa bibir Xue Shen pun harus rela menyerahkan air itu pada Xue Shen.

"Kakek minumlah..." Pinta Xue Shen. Sang kakek pun meneguk air itu. Huan sungguh marah, ia pikir air itu untuk Xue Shen. Tapi sisa bibir Xue Shen malah di teguk tua bangka itu.

Xue Shen memeriksa dengan seksama antara denyut nadi sang kakek dan keringat dinginnya "Kakek terkena racun!! Kakek! Apa yang sudah kamu makan?" tanya Xue Shen.

"A... Aku lupa" Balasnya.

"Muntahkan sekarang kek. Akan ku bantu..." Xue Shen menepuk nepuk punggung sang kakek dan membuat sang kakek memuntahkan apa yang ia makan tadi.

"Racunnya belum menyebar ke usua cerna dan masih mengumpul di lambung. Jadi metode ini sungguh baik... Lakukan terus kek!" Pinta Xue Shen. Penduduk yang melihat si kakek sungguh jijik tapi apa yang Xue Shen sarankan sungguh membuat sang kakek lega "Ahhh... Aku sedikit lega nak'

"Kakek tetap harus berobat..." pinta Xue Shen. Tak berselang lama seorang tabib datang "Mana yang sakitnya?" Tanya Tabib wanita yang muda dan cantik itu.

"Nona Yin, kakek itu telah di tolong si iblis!" Tegas para penduduk. Nona Yin pun menoleh ke arah Xue Shen "Kau. Berani sekali menyentuh seorang pasien sedangkan kau bukanlah seorang tabib! Kau ingin membunuh pasienku!" Amuk Nona Yin.

Xue Shen menyungingkan bibirnya "Maaf saja jika aku menyerobot usahamu. Tapi... Aku sungguh membuatnya baikan. Dan dari pada kau beristegang denganku gara gara pasienmu... Sebaiknya kau cepat rawat dia agar dia tak mati lemas" Pinta Xue Shen

"Kau! Beraninya kau memerintahku" amuk nona Yin.

"Jika kau keras kepala... Bukan hanya nyawa pasienmu yang tiada. Tapi... Gelarmu sebagai tabib akan lenyap" Tegas Xue Shen. Nona Yin pun seketika bungkam.

"Huh..." Ia membuang wajahnya dan lekas membawa kakek tua itu ke rumah pengobatan miliknya.

Huan tersenyum "Kau hebat"

"Itu belum seberapa" balas Xue Shen seraya berlalu meninggalkan tempat kejadian perkara.

"Dasar sombong" Huan sebal.

"Aku sekarang bukanlah Xue Shen si pembuat ulah. Aku yang sekarang adalah tabib dan ahli medis... Kau tak perlu khawatir membayar jasa tabib atau dokter. Karna aku adalah keduanya" Jelas Xue Shen sembari terus berjalan menuju kediaman penguasa kota.

"Benarkah. Kalau begitu... Kau wajib membantu kesembuhan ibuku" Pintanya.

"Tentu saja..."

Perjalanan menjual perhiasan saja sungguh terhambat... Mereka akan sampai ke kediaman penguasa kota di episode selanjutnya...

1
Syafril
udh GK up lagi yah
nacho
bilakh up lagi lamanya😁
nacho
okkk
Cahaya_nur
Mau tanya dong Lian kn umurnya 21 thn sedangkan Xiao Xian kembar 23 thn kenapa Lian panggil Xiao Xian Adik dan ia dipanggil kakak oleh mereka, typo kh ini
nacho
bilalh sambungnya
nacho
bila sambungnya
hamelvaca
semangat thor
teruslah berkarya
wei- chan
ayo di up lagi ..
Syafril
KA up lgi dong
Syafril
ko gak up lagi ka apa gak dilanjut semangat ka
Rizky Ivan
kok ga up date sih kak
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
Syafril
lanjut ka banyakin bab nya heheh
Myn
nextt kak, Semangatt. ku tunggu up nyaaaaaa
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
Myn
liat sinopsis jadi bingung, pembunuh bayaran tu siapa?
MC kan dokter, tubuh yg dia rasukk kata nnya cmn beban?
nury
Luar biasa
nury
Lumayan
Syafril
lanjut ka ditunggu kelanjutannya mau liat Xue Shen jadi sukses
nacho
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!