"Aku akan membunuhnya.."
"Vito dia bukan pria sembarangan," ucap Emma.
"Aku tidak peduli, dia membuat wanita cantik ku tersiksa."
Vito pria tampan dan kaya yang tertarik dengan istri orang lain, awalnya dirinya tidak tau jika wanita yang ia sukai sudah menikah. Tetapi setelah tau Vito semakin tertarik untuk mengambil wanita itu dari suami sah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Segera menikah
"Wanita murahan, kau menceraikanku karena ingin menikah dengan pria yang lebih muda dan kaya raya."
"Seharusnya kamu sadar diri, siapa wanita yang betah berumah tangga dengan pria seperti kamu." Karena sudah berpisah Emma benar benar sudah tidak takut lagi pada Ryan.
"Satu lagi kembalikan mobil ku. Itu milik ku, apa kamu tidak puas dengan harta yang kamu punya."
"Cih jika ingin mobil itu ambil sendiri di rumah, jangan meminta ku untuk mengantarkan nya," ucap Ryan.
"Kamu pikir aku bodoh, aku sudah tau bagaimana kamu. Ambil mobil itu aku tidak membutuhkan nya, kamu memang layak mendapatkan barang bekas." Emma menatap tajam ke arah Ryan.
"Jangan banyak berbicara dengan nya. Dia manusia licik tidak berotak," ucap Vito.
"Jaga mulutmu anak kecil, kau tidak tau sedang berurusan dengan siapa."
"Hahaha salah kau yang tidak tau sedang berurusan dengan siapa. Setelah kau menghancurkan karir ku kau pikir kau menang. Ini hanya setitik noda yang berhasil kau tembus, berbagai macam hal masih aku miliki dan aku bersumpah akan membuat dirimu jatuh sejatuh jatuhnya," ucap Vito.
"Lakukan jika kau bisa, jangan tanya berbicara tidak jelas," ujar Ryan.
"Tunggu saja." Vito menarik Emma pergi meninggalkan tempat itu.
Hati Ryan benar benar terbakar, ia tidak menyangka jika Vito mempunyai mental yang kuat. Setelah banyak masalah yang ada tidak ada yang berubah dari Vito, itu benar benar membuat Ryan marah.
Saat keluar ruangan sidang mereka berdua langsung di hadang oleh media yang sudah menunggu mereka sejak tadi. Sebisa mungkin Vito melindungi Emma dari media itu, sambil menutup wajah Emma dengan tangan nya Vito terus berjalan maju tanpa menjawab pertanyaan dari wartawan.
Setelah sampai di dalam mobil mereka pun pergi meninggalkan tempat itu, keduanya bisa bernafas dengan sangat lega setelah keluar dari sana.
"Kamu seterkenal itu,'' ucap Emma.
"Sebenarnya tidak, tetapi karena masalah ini dan pasti ada udang di balik batu aku jadi di kejar kejar media," kata Vito.
"Kamu jangan khawatir, aku tidak papa kok. Semua yang aku dapatkan sekarang seimbang dengan apa yang aku akan dapatkan di masa depan," ucap Vito.
"Apa yang akan kamu dapatkan di masa depan," tanya Emma.
"Kamu," jawab Vito sambil tersenyum.
Emma tersipu malu mendengar jawaban dari Vito, ia belum pernah diperlakukan manis seperti ini oleh seorang pria manapun.
"Siap melanjutkan hidup dengan ku." Vito menggenggam tangan Emma.
"Sangat siap, bantu aku untuk menyembuhkan luka batin di dalam hati ku." Emma membalas genggaman tangan Vito.
"Itu pasti," ucap Vito.
Vito mengantarkan Emma ke apartemen nya. Karena Emma sudah cerai dengan Ryan, sekarang Emma sudah aman yang membuat Vito bisa meninggalkan Emma di apartemen. Ia sendiri akan pulang ke rumah nya untuk membahas pernikahan nya dengan Emma, hari ini keluarga besar nya akan berkumpul untuk membahas pernikahan nya dengan Emma.
"Aku pulang dulu, hari ini keluarga besar ku akan berkumpul. Jika semuanya setuju kita akan menikah dalam waktu dekat, nanti malam aku akan kesini tetapi jika kita tidak bisa menikah dalam waktu dekat, aku akan fokus pada pekerjaan ku dalam beberapa hari kedepan."
"Iya.." Emma menganggukkan kepalanya.
Vito pun pergi meninggalkan Apartemen itu, ia langsung kembali ke rumah nya untuk bersiap siap. Pertemuan keluarga besar akan dilaksanakan di rumah kakek nenek Vito yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumahnya, ia sangat berharap semuanya berjalan dengan sangat baik.
Setelah selesai bersiap siap Vito menemui sang ayah di kamarnya. Ayahnya juga sedang bersiap siap untuk pertemuan nanti.
"Ayah aku takut," ucap Vito.
"Untuk apa kamu takut," tanya Irwan.
"Kalau kakek nenek tidak mau memberikan restu bagaimana?"
"Hahaha kamu bagaimana sih, kalau sudah ada pertemuan keluarga begini pasti sudah setuju. Kalau tidak setuju jauh jauh hari setelah berita beredar mereka akan menarik mu ke rumah, apa mereka ada menghubungi mu dengan marah marah? Mereka malah mengatakan agar kamu jangan stress," ucap Irwan.
"Hehehe iya.. Dimana mamah? Mamah tidak ikut?"
"Mamah sedang mengantarkan adikmu ke luar kota, ada kegiatan kampus kata mamah dia percaya dengan keputusan kamu," ucap Irwan.
"Mamah mah gitu, pergi pergi tidak bilang dulu pada ku."
"Tadi kamu sudah pergi sayang, sudah ayo kita berangkat," ucap Irwan.
Mereka berdua pun berangkat ke rumah kakek dan neneknya Vito. Vito sangat berharap semuanya berjalan sesuai dengan keinginan nya.
Di apartemen, Emma sedang merapikan apartemen yang sudah satu Minggu ditinggalkan. Semuanya terlihat berdebu dan kurang rapi, ia tidak tahu mau melakukan apa, itu sebabnya ia memilih untuk membersihkan apartemen ini saja.
Beberapa menit membersihkan apartemen, Emma mendapatkan pesan dari Vito.
"Sayang aku sudah sampai rumah nenek. Banyak keluarga yang sedang berkumpul, mereka membicarakanmu."
"Sayang pula." Emma membalas pesan dari Vito.
"Kamu lihat mereka. Sangat serius.." Vito mengirimkan foto.
"Aku takut.."
"Untuk apa kamu takut, mereka suka dengan kamu kok. Mereka percaya aku, tetapi aku tidak tahu apakah kita bisa menikah dengan cepat atau tidak. Doakan aku." Vito menambah emoticon love.
"Pasti nya."
Emma sangat senang dengan keseriusan Vito, ia dapat paham kenapa keluarga Vito sampai seperti ini. Ia orang asing yang masuk ke dalam keluarga terpandang, tidak mudah untuk keluarga seperti itu menerima orang asing seperti dirinya.
Karena Vito tidak membalas pesan nya lagi, Emma melanjutkan pekerjaan nya. Ia ingin setelah Vito kembali apartemen ini sudah bersih dan rapi.
***
Malam hari nya, Emma sedang makan malam di meja makan, ia juga sedang menunggu Vito yang tidak kunjung memberikan nya kabar, Emma memiliki firasat mereka tidak bisa me menikah dengan cepat. Dirinya sendiri tidak masalah, karena memang sebenarnya ia masih ingin menyembuhkan luka di hatinya.
Pukul 12 malam, Vito masih juga tidak kunjung kembali, Emma berpikir Vito tidak akan datang. Ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar, ia sudah mengantuk yang sangat membutuhkan ist.
"Mungkin memang tidak bisa," ucap Emma sambil memejamkan mata nya.
Tidak lama Emma memejamkan matanya, Emma mendengar suara pintu terbuka. Ia yakin kalau itu Vito. Segera Emma duduk untuk menunggu Vito masuk ke dalam kamar.
"Sayang," teriak Vito sambil berjalan masuk ke dalam kamar.
"Kamu kembali." Emma berjalan mendekati Vito.
Vito langsung memeluk Emma dengan erat, ia berhasil membujuk keluarga nya untuk menikahkan mereka dengan cepat, ya walaupun tidak secepat yang ia inginkan.
"Kamu kembali artinya.." Emma menaikkan satu alisnya.
"Hahaha iya sayang, tapi minimal dua Minggu lagi," ucap Vito.
"Itu sudah sangat cepat, kamu maunya seminggu ya mana bisa."
"Oke mulai besok kamu ikut aku, kita akan menikah di Bali," ucap Vito.
"Di Bali?"
"Iya sayang, nenek ku punya Villa di Bali, bisa untuk kita menikah. Kita akan mengurus semua pernikahan kita bersama sama." Vito terlihat sangat bahagia sekali.
Melihat Vito bahagia membuat Emma sangat bahagia, ya walaupun sebenarnya hati belum siap untuk ke menikah lagi.