NovelToon NovelToon
Cinta Berparas Malaikat

Cinta Berparas Malaikat

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:115.1k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari seorang pria yang berstatus sebagai ayah angkatnya tentu adalah hal yang paling membahagiakan bagi seorang gadis bernama Kania Atifah.

Namun, siapa sangka justru di balik kebaikan itu nyatanya ada cinta yang sedang di sembunyikan. Kania sangat tak menyangka jika justru cinta pertamanya dalam hidup mengkhianati ketulusannya sebagai anak selama ini.


Kehidupan manis yang selama ini banyak di agungkan oleh teman-teman sekolah Kania bagai terganti oleh mimpi buruk ketika petaka datang dalam hidupnya. Impian di usia sembilan belas tahun besok ia akan meniup lilin dengan doa agar di terima kuliah di perguruan tinggi dengan jurusan musik.

Nyatanya kesuciannya hilang tanpa ia duga malam itu dan pelakunya adalah sang papah yang membesarkannya selama ini.

Akankah Kania meninggalkan dan melupakan semua jasa orang yang telah membesarkannya selama ini? ataukah kania mau menerima pria yang berstatus sebagai ayah angkat menjadi pendampingnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegelisahan Yang Sesungguhnya

“Maafkan aku, Sayang.” tutur Jemi mendekati Kania memegang kedua pundak sang istri belia.

Kania yang sejak pulang dari perusahaan nampak diam saja. Pikirannya mendadak kacau. Semua istri pasti akan kacau pikirannya melihat sikap sang ibu mertua. Sekali pun di antara keduanya sudah lama selesai.

“Aku tidak apa-apa kok, Mas.” sahut Kania memaksakan wajahnya tersenyum.

Ia tak bisa menuntut apa pun pada sang suami. Sepanjang perjalanan hidupnya begitu banyak jasa yang Jemi berikan. Tak pantas rasanya jika Kania sampai harus meminta suatu hal yang bertentangan dengan permintaan sang ibu mertua.

“Katakan apa yang ingin kamu katakan, Sayang. Suara kamu berhak aku dengarkan.” sahut Jemi.

Mata mereka kini saling beradu pandang setelah Jemi memutar tubuh Kania menghadap padanya.

“Apa kamu ingin aku keluar dari perusahaan itu? Jika iya, maka akan aku lakukan.” ujar Jemi yang segera mendapat gelengan kepala dari Kania.

Tidak mungkin Kania membiarkan sang suami keluar dari perusahaan. Bagaimana dengan semua yang susah payah Jemi kerjakan selama ini? Kania tidak mungkin seegois itu demi perasaannya yang belum pasti.

“Aku baik-baik saja, Mas. Aku percaya Mas Jemi mampu menahan apa yang seharusnya Mas tahan.” Mendengar penuturan Kania lantas Jemi pun tersenyum senang.

Istrinya tak hanya cantik melainkan begitu pengertian. Andai saja Jemi tahu betapa cemasnya Kania saat ini. Cemas jika hubungannya dengan Jemi yang baru saja di mulai justru harus berakhir karena wanita masa lalunya.

“Terimakasih, Sayang.” Keduanya saling berpelukan erat.

Tanpa mereka tahu di rumah milik Wulan ternyata dua wanita tampak saling tertawa puas merayakan kemenangan mereka.

“Mah, kenapa sampai sejahat itu sih sama Jemi?” tanya Karin tak tahu apa saja rencana mantan mertuanya itu.

“Mamah hanya ingin memastikan tidak tersentuh oleh anak itu harta peninggalan suami Mamah. Beruntung kamu datang bantu Mamah, Karin. Terimakasih yah. Mamah yakin kamu sudah berubah.” Karin tersenyum lebar.

Kemungkinan hubungannya dengan Jemi bisa kembali membaik. Bagaimana pun perasaan antara mantan masih tersisa.

“Loh ini untuk apa, Mah?” Karin mengerutkan kening bingung kala melihat Wulan menyodorkan sebuah kartu di depannya.

Karin tahu apa fungsi kartu itu. Yang tidak ia tahu untuk apa Wulan justru memberikan kartu tersebut pada Karin.

“Ambillah. Anggap ini uang penebus Jemi selama ini tidak menafkahi kamu setelah perceraian itu.” Bukannya menerima, Karin masih menunjukkan penolakan.

Ia menggeleng tak ingin menerima pemberian Wulan. “Mah, jangan. Lagian harta gono gini yang di beri Jemi saat cerai sudah cukup untuk Karin selama ini kok. Mamah tidak perlu memberikan Karin lagi.” tambah Karin.

Wulan nampak menghela napasnya. Ia mengusap rambut Karin yang menjuntai indah.

“Kamu benar-benar baik. Mamah sejak awal tidak setuju kalian berpisah. Andai waktu bisa di ulang tentu Jemi tidak akan menyia-nyiakan hidupnya dengan merawat anak tidak jelas itu. Ini semua juga karena Papahnya Jemi.” Ia teringat dengan sang suami yang telah pergi.

Dimana pria itu kekeuh untuk Jemi merawat Kania dan berakhirlah perasaan Jemi yang tumbuh menjadi benih-benih cinta.

Tak terasa waktu yang mereka habiskan kini sudah harus berakhir. Karin harus kembali ke rumah untuk istirahat. Sebab besok ia akan pergi ke kantor untuk bekerja.

Tentu tak perlu di ragukan Wulan sangat tahu bagaimana kemampuan Karin dalam dunia kerja. Wanita cantik, mapan dan juga cerdas. Karirnya begitu mudah membawa dirinya ke dalam kehidupan yang kaya. Pembagian dari Jemi pun dengan mudahnya ia kembangkan menjadi beberapa macam bisnis.

Itulah yang Wulan sangat sukai dari sosok Karin. Wanita yang tidak hanya bergantung pada suami.

Sementara Kania hanya anak yang hidup dalam pemberian orang asing sampai tumbuh besar. Kadang kala Wulan menyebutnya sebagai benalu.

“Huh akhirnya satu persatu masalah sudah bisa di atasi. Dengan begitu Karin pasti bisa melanjutkan apa yang tidak bisa di lanjutkan olehku.” gumam Wulan tersenyum puas.

Ia berjalan menuju kamar membersihkan diri dan berbaring. Rumah megahnya tampak sangat sunyi. Kepergian sang suami dan juga kepergian Jemi yang memilih membawa Kania tinggal bersamanya, membuat Wulan sangat kesepian.

Jauh dalam lubuk hatinya wanita tua itu sangat ingin kehadiran tawa seorang anak bayi.

Malam yang semakin larut membawa semua mata tertutup menikmati waktu untuk beristirahat. Namun, tidak dengan Jemi.

Pria itu justru membuka matanya tanpa berniat tidur sama sekali. Wajah cantik di depannya ingin terus ia pandangi.

“Maafkan aku, Nia. Aku berjanji akan bekerja dengan tegas. Aku tidak akan mengecewakan kepercayaanmu peri kecilku.” Di usapnya lembut pipi mulus berwarna putih merah muda tersebut.

Jemi tak tahu sejak kapan ia sebucin ini pada sang istri.

“Entah mengapa malam ini bukan hanya tentang kehadiran Karin saja yang membuat aku khawatir, tapi aku sangat khawatir minggu depan kau akan turun kuliah di kampus itu.” Dalam diam Jemi ternyata menyimpan kegelisahan tersendiri.

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍
ayu cantik
bagus
Fe
dipatahin benerin aja, lagian itu pasti pura2
Fe
jemi bego gampang ketipu
Jeankoeh Tuuk
happy
Jeankoeh Tuuk
penyesalan datang terakhir
Jeankoeh Tuuk
kesombongan Bu Wulan masih tingkat tinggi
Jeankoeh Tuuk
mertua serakah & jahat pada menantu
hidupnya tidak bahagia
Jeankoeh Tuuk
sedih......kebahagiaan
Ibelmizzel
mampir Thor 💪💪💪
rama
cerita dengan konflik etika yg penuh dengan teka teki
Ester Limbong
ndk auka karakter jimi..
katanya malaikat kok membatasi istri kuliah dan bertemu orang lain....
biby
ayoo Lo jem...
kena Lo..mw ngomong apalagi sm Kania kl udah ketauan gamon
Nigina
Astaga neng ada² aja yg diributkan malah masalah sepele lg adeh 🤣🤦🏻‍♀️
Nigina
Benaran labil kamu Kania 😂😂🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Nigina
Makasih kak updatenya.. Semangat lg, semoga cepat sembuh ya..
Nigina
Kak kapan udpate nya kak?? 😭😭😭
Nigina: Semoga cepat sembuh kak.. Semangat update nya..
total 2 replies
Merianna Nainggolan
Lumayan
Nigina
Ditunggu lagi update nya kak
🌸ReeN🌸
akhirnya mama kania sembuh, semoga gak kambuh lagi sakitnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!