NovelToon NovelToon
Bukan Salahku, Indahnya Reuni

Bukan Salahku, Indahnya Reuni

Status: tamat
Genre:Romansa / Pihak Ketiga / Penyesalan Suami / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Sering dibully oleh keluarga sang suami, serta mertua dan ipar yang mulai ikut campur dalam rumah tangganya. Pernikahan impian yang semula tergambar indah, seketika berubah.
Memiliki suami yang mulai dingin, membuat Tari tergoda untuk berpaling.
Bermula dari reuni, Tari mulai bermain api. Akankah api itu menghangatkan atau justru membuatnya terbakar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babak Ke 2

Bukan Salahku Indahnya Reuni Bagian 22

Oleh Sept

Tok tok tok

"Pak Rio."

Suara berat laki-laki terdengar dari balik pintu. Itu pasti sopir pribadi Rio yang sebelumnya dipanggil untuk mengantarkan Tari karena hari sudah gelap.

Sementara itu, Tari berusaha menetralkan detak jantungnya yang mau meledak. Aksi Rio berturut-turut memacu adrenalin wanita tersebut.

Sedangkan Rio, dia seolah di atas angin. Saat Tari tidak mendorong atau menepisnya, Rio merasa Tari juga merasakan hal yang sama seperti dirinya.

Bermula dari malam itu, hal-hal lebih gilaa lagi mungkin akan terjadi antara mereka berdua.

Klek

Rio membuka pintu ruangan, kemudian Tari berjalan di belakangnya agak canggung. Pipinya bahkan masih terasa hangat dan merona.

"Antarkan Bu Tari ke rumahnya," titah Rio pada sang sopir.

"Baik, Pak Rio."

Tari pun menatap Rio sekilas, tidak berani menatapnya lama. Dan mengangguk pelan, seolah pamit mau pulang.

Rio pun balas mengangguk, kemudian melihat kepergian Tari yang berjalan bersama sopir pribadinya itu.

Setelah Tari benar-benar pergi, Rio seperti mendapatkan energi dari langit. Badannya yang kemarin lemas, tidak bersemangat dan lelah. Seketika menjadi segar bugar.

Sambil menutup lagi pintunya, bibirnya mengulas senyum. Sumringah dan matanya berbinar. Dapat vitamin C dari Tari barusan, Rio langsung sehat wal Afiat

Segala penyakit dan racun dalam tubuhnya seolah lenyap tak bersisa.

***

Matahari sudah bersinar terang, Rio sudah pakai baju rapi.

"Katanya mau tambah dua hari?"

Rio tersenyum kecut.

"Ini resepnya!"

"Tidak usah," jawab Rio sambil memasukkan ponsel ke dalam saku celana.

Rio tidak butuh resep obat lagi di rumah sakit itu. Obatnya ada di kantor, dia tidak butuh dokter lagi, perawatnya siapa lagi kalau bukan Tari.

Pagi itu Rio sudah dijemput sopir setelah selesai mengurus administrasi rumah sakit.

Dia pergi dengan mood yang bagus, sampai dokter perempuan yang cantik itu mencibirnya beberapa kali.

"Lain kali tidak usah berobat kalau sakit. Suruh saja dia datang!" celetuknya saat mengantar Rio sampai lobby.

Rio mencebik. Kemudian bersiap ke perusahaan. Tidak sabar bertemu vakum cleaner nya.

***

Di kantor, Tari duduk dengan gugup di meja kerjanya. Matanya menatap pintu berkali-kali. Entah mengapa, ia merasa nervous saat Rio bilang akan ke kantor hari ini.

Katanya sakit, kok cepat sekali sembuhnya.

Tap tap tap

Derap langkah kaki yang mendekat, belum apa-apa membuat Tari merinding. Itu pasti Rio.

"Tari."

Sudah tahu kalau itu Rio, tapi Tari tetap saja kaget saat namanya disebut.

"Ya, Pak."

"Ke ruangan ku sekarang!" titah Rio lalu berjalan duluan mendahului Tari.

"Waduh."

Tari tambah ketar-ketir, mau diapakan lagi dirinya kali ini? Apakah ia kelihatan segampang itu? Astaga ...

Tari gelisah, masalahnya dia masih istri orang. Kalau begini ceritanya, lalu apa bedanya dia dengan Dewa?

Wanita itu ragu saat akan masuk pintu. Tapi tetap harus profesional. Ia mengatur napas kemudian membuka pintunya.

"Selamat pagi," sapa Tari.

"Duduklah!"

Rio meminta wanita itu duduk di tempat yang tersedia, kemudian matanya fokus pada laptop. Padahal, pikirannya sudah lari ke mana-mana.

Pipi Tari yang cubby, membuat Rio ingin menggigitnya.

Klik

Tari kaget, tiba-tiba Rio melipat laptop. Pria itu kemudian beranjak dari tempatnya. Lalu berdiri di sebelah bangku Tari.

Jantung Tari kembali diajak salto, tatkala laki-laki itu mencondongkan tubuhnya ke arah Tari.

"Apa semalam kau bisa tidur?"

Tari menelan ludah.

"Semalam aku memikirkanmu sepanjang malam," kata Rio lagi.

"Pak!" pekik Tari saat Rio memegang tengkuk lehernya lalu bersambung.

1
Eva Nietha✌🏻
Nyosor trus ampe pasrah
Eva Nietha✌🏻
Kapok kalian
Eva Nietha✌🏻
Nah cwe panuan hamil 👏🏻👏🏻 good biar dewa n tari pisah
Eva Nietha✌🏻
Huhhhhh knp aq deg2 an ya 😆😆
Eva Nietha✌🏻
Iman q ga kuat .. langsung terbayang2 Rio klo jd tari 🤣🤣🤣🤭
Omha Achun
Luar biasa
Bunda Aish
wa ..wa.... siap-siap ya jangan sampai kedatangan si menyesal karena tiada guna
Bunda Aish
kalau kayak gini sepertinya gpp selengki dibalas selengki, mana lebih untung kayak nya buat Tari /Applaud//Facepalm/
Sky Blue
Pdahal berharap klw Dewa sdar akan sgala kekurangannya. bkan malh melalkukan hal² konyol kek gitu.
Surati
bagus
Modish Line
sok tau bgt lu ....laki2 tua dr mana coba?
Modish Line
Karena lu egois
Modish Line
Tim Riolah ....Dewa mah buang aja ke laut
Dewa Dewi
wahh minta ditabok nih mulutnya si Dewa 🤬🤬 sial bgt Tari punya suami kaya Dewa udh tukang selingkuh, keluarganya toxic semua lagi
Dwi Fadilah
Luar biasa
kakaika
garuk pake besi 🤣
Jihan Yuni
alur cerita nya bagus... karakter nya jg bagus saya cerita nya
komalia komalia
mau nya si s dewa nya menyesali sama orang tua nya
komalia komalia
udah baca godaan mantan
komalia komalia
pastisi dewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!