NovelToon NovelToon
POLISI GANTENG Kesayangan

POLISI GANTENG Kesayangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:17.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wachid Tiara

seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

22

"Kak Nathan!!! Jangan bilang kalau kalian udah..." Nathan buru-buru membekap mulut Winda dengan tangannya.

Hana terkejut dengan apa yang dilakukan Nathan.

"Diem Winda, jangan mikir aneh-aneh, Hana masih sekolah..."

"Hana udah kelas tiga kok, beberapa bulan lagi juga lulus" Hana memotong ucapan Nathan

Nathan dan Winda saling menatap satu sama lain dan kembali menatap Hana

Winda menarik tangan Nathan yang membekapnya, kemudian melotot kearahnya

"Dengerin ya kak, aku bilangin sama mama, kalau kakak enggak nikahin Hana" ancam Winda

"Winda dengerin kakak, kakak mau nikah sama Hana tapi nunggu Hana lulus sekolah oke, dan sementara biarin kayak gini dulu" Nathan masih belum yakin tentang perasaannya.

"Oke, terserah kakak aja, ya udah lah, lagian kakak juga bukan anak kecil, jadi Winda percaya sama kakak" Winda memeluk Nathan, dia bahagia karena kakaknya sudah sedikit demi sedikit melupakan masa lalunya

"Ya udah Winda pulang dulu ya kak, takut Dinda nyariin, dan kayaknya Dimas juga udah pulang" Winda mencium tangan kakaknya dan mendekat kearah Hana, memeluknya dengan erat.

"Terimakasih Hana" bisik Winda

Hana mengangguk dan tersenyum padanya.

Setelah Winda pulang Nathan menarik tangan Hana dan membawa masuk ke kamarnya

"Sakit kak...!!" Teriaknya

"Aku udah bilang, kamu tunggu dikamar, kenapa malah keluar?!!" Bentak Nathan

"Kenapa kak? Bukankah kita memang mau pacaran? Kenapa harus sembunyi-sembunyi?" Tanya Hana.

Hana tidak habis pikir kenapa Nathan marah jika adiknya atau bahkan semua orang tahu kalau dia miliknya.

"Denger, kita cuman pura-pura Hana, ini tidak nyata, jangan membawanya terlalu jauh!!" Nathan menatap tajam kearah Hana

"Jadi kakak cuman pura-pura selama ini? Aku pikir aku sudah satu langkah maju menuju hati kakak, tapi kenapa kak?" Air mata Hana sudah turun membasahi pipinya.

"Dengar Hana, bukankah ini semua kemauanmu sendiri, kamu yang bilang kalau kita pacaran. Sementara aku, aku belum bisa menganggapmu sebagai seorang pacar ku, aku belum bisa, apalagi menikah. Kita belum sampai tahap apapun Hana, aku hanya merasa nyaman bersamamu, dan kurasa kamu juga begitu." jelas Nathan.

Hana tersenyum kecut mendengar ucapan Nathan, dia memang yang sudah memaksa Nathan untuk menganggapnya sebagai pacar, tapi tidak seharusnya juga Nathan bersikap seperti itu padanya, bahkan setelah apa yang mereka lakukan.

Hana menghapus air matanya dengan tangannya dan tersenyum manis pada Nathan.

"Iya, kak Nathan bener, Hana yang terlalu bersemangat, pas denger kita bakalan nikah, Hana sampai lupa kalau status hubungan kita bahkan belum jelas hehehehe...." Hana tertawa kecil setelah mnya

Nathan menatap hana dengan tatapan yang penuh tanda tanya.

"Ya udah kak, Hana mau mandi dulu, udah bau asem nih, abis itu Hana mau siapin makan malam, kakak mau dimasakin apa? Hana udah nyari resep di Internet, pasti anti gagal!" ucap Hana bersemangat seperti biasanya, seperti tidak terjadi apa-apa.

Sikap seperti ini lah yang justru seperti menikam hati Nathan, entah kenapa rasanya begitu sesak dan sakit.

"Kamu enggak perlu ngapa-ngapain, kita pesen go food aja" ujar Nathan, entah kenapa melihat tingkah Hana yang seperti ini malah membuat hatinya tidak tenang.

"Terserah kak Nathan aja, Hana mau mandi dulu kalau kayak gitu" Hana terus mempertahankan senyum manisnya

Hana keluar dari kamar Nathan, meninggalkan Nathan yang masih mematung disana

Hana memasuki kamarnya, dia segera menguncinya dan berlari menuju kamar mandi, kemudian menyalakan kran nya, tubuhnya meluncur kebawah begitu saja, air matanya mengalir dengan deras nya

Sakit, bahkan begitu sakit, entah kenapa rasanya seperti membunuhnya

"Kuat Hana, kamu pasti bisa, ini resiko yang harus kamu terima, dan konsekuensinya untuk menjalin hubungan dengan orang yang punya masa lalu yang tidak bisa dilupakan begitu saja, tahan Hana tahan.....Biarkan kamu merasakan sakit dulu, mungkin besok kamu akan mendapatkan rasa manis, kamu udah enggak bisa mundur lagi, kamu sudah memulai nya, kamu harus yakin kamu bisa melewati ini semua" Hana menyemangati diri nya sendiri disela-sela tangisannya

Disisi lain, Nathan merasa apa yang dia katakan tadi terlalu kasar untuk Hana, namun kenapa Hana justru malah tersenyum, tidak memarahinya

"Arghh!!! Sial!!! Apa yang sebenarnya harus aku lakukan" Nathan menjambak rambutnya dengan kasar

Setelah beberapa saat, Hana keluar dari kamarnya dan melihat Nathan tepat didepan pintu kamarnya

"Kak Nathan, ada apa?" Tanya Hana, dia berjuang keras untuk bisa bersikap seperti dia yang biasanya

"Enggak apa-apa, kita makan malam, makannya udah dateng" Nathan menatap manik indah mata Hana, Hana membalasnya dengan senyuman yang manis.

"Ayok!!" Hana, berjalan mendahului Nathan, Nathan terdiam di tempatnya, menatap Hana yang semakin menjauh

'kenapa dia tidak bergelayut manja di lengan ku seperti biasanya saat kita menuju ke arah yang sama' ucap Nathan dalam hati

"Kak, ayok! Hana udah laper" Hana memanggil Nathan dengan tawa kecilnya, yang membuat hati Nathan menjadi semakin terasa sakit.

"Iya" Nathan berjalan mendekati Hana yang justru segera menuruni anak tangga tanpa menunggu Nathan.

Mereka berdua makan dengan hening tanpa ada suara dari keduanya, hanya terdengar dentingan sendok dan garpu mengenai piring.

Hana makan dengan cepat, setelah makan Hana langsung bergegas menuju ke kamarnya.

"Kamu mau kemana Hana?" Tanya Nathan saat Hana buru-buru meninggalkan Nathan yang masih makan dimeja makan.

"Hana banyak tugas kak, mau dikerjain sekarang, soalnya besok harus dikumpulin, Hana ke kamar dulu kak" Hana kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya

Air matanya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk keluar, dia tidak mau Nathan melihat dirinya yang seperti ini, dia harus tetap menjadi Hana yang selalu ceria dan tidak pernah sedih sekalipun di hadapan Nathan

Hana kembali mengunci pintu kamarnya dan kembali menangis disana hingga dia lelah dan tertidur.

------------

Nathan oh Nathan, seneng banget bikin anak orang nangis... 😝

Ditunggu komentarnya dan jangan lupa like nya ya 😉

1
Isabela Devi
lucu juga
Isabela Devi
ada aja🤣
akhirofi kurnia
cerita tentang Ray judul ny apa
Nana Mama'y Arkha
cerita y kebanyakan dipotong,jadi gak asik lagi buat D baca
Nana Mama'y Arkha
novel termales bgt buat D baca,ceritnya jadi gak nyambung,kbnyakan D potong padahal udh sering baca
sri Anita asri
aku suka novel ini
ceritanya sangat menarik
Muji Lestari
Hana ini ngeyel di bilangin jgn pergi mn2ee ttp pergi.ya sudah salah sendiri calon anaknya keguguran/Facepalm/
Indri Ani40
kpn hamil nya....
Indri Ani40
adehhhhhh Ada pelakor
Indri Ani40
🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Indri Ani40
sikap hana begitu mungkin krn kurang ksh syg DN perhatian Dr keluarga
Indri Ani40
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Indri Ani40
seruuuuuu
Indri Ani40
KY nya seru😆😆😆😆😆
Tuthy Dzaky Syarif
bagus seru ni lanjut
Zidane Zidan
Pepet terus Hana jangan kasik kendor babang Nathan pasti klepek2
Zidane Zidan
waahh ceritanya lucu banget baru episode pertama sdah bikin q tertawa , agresif banget gadis nya , lanjut thor😀😀
Anisa Sabenx
ih Thor kata2nya terlalu kaku..
Anisa Sabenx
yah, dimana2 pasti temennya tuh Bella..kan q merasa terpanggil tuh🙄
Sugi hartini
banyak part adegan dewasa nya di potong jdi nggk seru...maaf aku pergi dulu.. karena nggk seru lagi😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!