NovelToon NovelToon
Dendam(Istri) Yang Terluka

Dendam(Istri) Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:299k
Nilai: 5
Nama Author: pipihpermatasari

Blurb :

"Aku rela berkorban demi dirimu, Mas. Bahkan, dengan sukarela memberikan uang gajiku kepadamu. Tapi kenapa, teganya dirimu memberikan semuanya kepada selingkuhanmu!"

Airin benar-benar merasa kecewa atas apa dilakukan oleh Aldi suaminya. Airin merasa di lecehkan dan tidak dihargai.


Hingga Airin berpikir untuk mengakhiri pernikahannya dan berniat untuk balas dendam.

Akankah rencananya berhasil atau ia berubah pikirannya dan menerima Sonia untuk jadi istri kedua suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipihpermatasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Enggak sopan!

#Keesokan harinya ...

Seorang wanita cantik, tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Kemudian, menatap jam dinding menunjukan pukul jam setengah enam pagi.

'Masih ngantuk, tapi harus kerja.' gumam Airin memejamkan matanya kembali.

Suara ponsel pun berbunyi tanda ada panggilan masuk.

'Haduh, siapa lagi yang nelepon? Aku masih ngantuk tau.' Airin merasa kesal.

Wanita itu pun membiarkan ponselnya berdering. Karena masih sangat ngantuk. Bagaimana tidak, saat menghadiri pesta dia harus pulang jam dua belas malam. Serta di tengah jalan tiba-tiba mobil mogok dan Airin harus sampai rumah jam dua dini hari.

Saat jam menunjukan jam setengah tujuh pagi, wanita itu langsung bangun. Ketika menatap jam dinding Airin merasa terkejut, dengan segera wanita itu berlari menuju kamar mandi.

'Ya ampun, mana udah setengah tujuh lagi pasti kesiangan nih.' gumam Airin mempercepat mandinya.

'Lagian tadi udah bangun, malah tidur lagi. Dasar bodoh kau, Airin!' wanita itu menyalahkan dirinya sendiri karena bangun kesiangan.

#Saat selesai mandi, Airin segera berjalan menuju lemari untuk mengambil baju kerja.

Ponsel miliknya pun berbunyi. Saat wanita itu selesai memakai baju kerjanya dengan segera mengambil ponselnya.

"Aku sudah ada di bawah, turunlah." Bram.

'A-apa dia sudah ada di bawah? Lagian mau ngapain sih?' gumam Airin berbicara pada dirinya sendiri.

Wanita itu berjalan menuju ballroom dan tidak menemukan Bram di bawah.

'Dasar punya atasan kerjaannya cuma mengerjaiku. Dia bilang ada di bawah, nyatanya enggak ada.'

Airin benar-benar kesal. Wanita itu berjalan menuju cermin untuk berdandan. Dia mengambil pondasion kemudian sedikit mengoleskannya ke wajah, lalu memakai sedikit bedak. Setelah selesai, segera memakai liptin dan mengoleskan ke bibirnya.

Saat semuanya sudah beres, wanita itu segera berjalan menuju ruangan tamu. Betapa terkejutnya Airin saat melihat seseorang sedang duduk di sofa.

"Bram?"

Airin merasa terkejut dengan kehadiran atasannya yang tiba-tiba masuk begitu aja.

"Kok, kamu bisa ada disini? Padahal pintunya sudah aku kunci dan kartunya pun ada di tanganku," wanita itu menatap heran pria yang sedang duduk si sofa.

"Tentu aja bisa. Kamu lupa ya, kalo aku ini pemilik hotel disini. Jadi apapun bisa aku lakukan," Bram tersenyum.

Wanita itu pun menatap kesal Bram. Walaupun dia pemilik hotel tersebut, tidak seharusnya masuk begitu aja tanpa permisi.

"Aku tau kamu itu pemilik hotel ini. Tapi alangkah baiknya kalo mau masuk bilang dulu sama orangnya. Aku paling enggak suka sama orang yang so paling berkuasa main masuk begitu aja," wanita itu menatap benci Bram.

Pria itu pun merasa tersentuh dengan ucapan Airin. Emang benar tidak seharusnya masuk begitu saja.

"Aku benar-benar minta maaf ya, Airin. Kebetulan gerimis di luar aku bakal kedinginan nanti," ucap Bram sambil menatap Airin.

"Hujan?"

Airin merasa aneh mendengar perkatan Bram. Padahal, tadi melihat keluar tidak hujan. Wanita itu pun membuka jendelanya untuk memastikan ucapan Bram dan ternyata benar saja gerimis.

"Ternyata benar gerimis ya?" Airin menatap Bram.

"Heem. Oya, kita sarapan dulu, pasti kamu belum sarapankan?" tanya Bram pada Airin.

"Bapak tau aja kalo aku belum sarapan," Airin cengengesan.

"Ini orang kadang panggil Pak, Bapak, kamu pikir aku Bapakmu?"

Pria itu merasa kesal bila Airin memanggil dirinya sebutan seperti itu kecuali saat berada di dalam perusahaan.

"Lah, emangnya kenapa? Bukannya bapak itu atasanku, ya? Jadi wajarlah, bila aku panggil ...."

"Bram!" Pria itu langsung memotong pembicaraannya.

"Kamu hanya bisa panggil namaku, Bapak atau Pak hanya di kantor aja," lanjutnya.

"Oke, baiklah," wanita itu kemudian ikut duduk di sofa.

"Aku benar-benar minta maaf ya, sudah berani masuk tanpa izin kamu."

Pria itu merasa tidak enak sudah masuk begitu saja.

"Ya aku maafin, tapi jangan sekali-kali kayak gitu lagi. Aku paling enggak suka sama orang yang suka nyelonong begitu aja," ucap Airin.

"Aku benar-benar nyesel nih, sekali lagi minta maaf, ya," pria itu sambil menatap Airin.

"Iya. Sekarang ayo, kita makan!" ajak Airin dengan semangat.

"Nih orang semangat benar ya mau sarapannya," kata Bram.

"Tentu aja semangat karena lapar banget nih," wanita itu cengengesan.

Bram pun hanya mengelengkan kepalanya mendengar perkataan Airin.

"Ini siapa yang beli makanannya?" tanya Airin.

"Ini masakan Bi Ayu. Aku sengaja membawa bekal untuk makan disini," jawab Bram.

"Oh ... pantesan aja pakai misting segala," kata Airin.

"Udah jangan banyak ngobrol, ayo, kita sarapan," ajak Bram.

Mereka pun kini sedang menikmati sarapan paginya. Hari ini, hari yang sangat bahagia bagi Bram, bisa sarapan pagi bersama Airin.

"Enak banget makanannya," ucap Airin.

"Tentu aja makanan Bi Ayu enggak ada duanya. Kalo ada apa-apa aku suka minta Bi Ayu untuk buat makanan kesukaanku," ucap Bram.

Kedua orangtua Bram sudah meninggal dunia akibat kecelakaan. Semenjak meninggalnya kedua orangtua Bram, Bi Ayulah yang merawat dan membesarkan Bram hingga dewasa. Dia begitu sangat tulus membesarkannya. Bi Ayu sudah 45 tahun mengabdi bekerja di rumahnya. Makanya kalau ada makanan yang dia inginikan pasti akan selalu meminta Bi Ayu memasaknya.

"Enak banget ya, kalo punya asisten rumah tangga apa-apa tinggal minta," ucap Airin.

"Kamu juga kalo mau minta apa-apa tinggal bilang aja sama aku," ucap Bram.

Airin pun tiba-tiba terbatuk saat Bram berkata seperti itu. Bram langsung menyodorkan air putih pada wanita itu.

"Kalo makan tuh, pelan-pelan," ucap Bram sambil menatap Airin.

Wanita segera meminum air putih yang di kasih oleh Bram, kemudian menatap pria yang kini ada di sampingnya.

"Lagian ada-ada aja sih kamu bicara. Masa iya, kalo aku mau apa-apa tinggal minta sama kamu. Emangnya aku ini pacarmu." Airin mengelengkan kepalanya.

Tiba-tiba pria itu memegang tangan Airin kemudian menatap wanita yang ada di depannya dengan tatapan intens.

"Sebenarnya aku sangat menyukaimu, Airin," Bram menatap wanita itu.

Airin pun terbelelak saat pria yang ada di depannya sekaligus atasan kerja mengatakan perasaan suka padanya.

"Aku sangat menyukaimu, Airin," ucap pria itu sekali lagi.

"Maukah kamu jadi pendamping hidupku?" Bram tersenyum dan berharap wanita yang ada di depannya mengatakan iya.

Airin pun merasa bingung harus berkata apa. Emang Bram orangnya baik, pengertian dan suka menolongnya. Akan tetapi, Airin sadar diri dia hanyalah bawahan kerja.

Wanita itu pun segera melepaskan tangan Bram," maaf, aku enggak bisa," jawab Airin.

"Kenapa enggak bisa?" tanya Bram.

"Kamu tau sendiri kalo aku pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangga. Jadi, enggak mungkin secepat ini aku bisa kembali untuk membina rumah tangga. Aku masih trauma dan ingin menenangkan hatiku dulu," jawab Airin.

"Aku mohon jangan marah sama aku karena aku menolakmu," lanjutnya

Bram tersenyum sambil menatap Airin, " aku enggak marah, aku ngerti gimana perasaanmu sekarang.  Aku akan menunggu kamu sampai siap jadi istriku," Bram tersenyum.

"Makasih sudah mengertikan aku."

Wanita itu merasa bahagia karena Bram tidak marah atau membencinya.

#Sarapan pagi pun sudah selesai. Mereka segera pergi  dari hotel tersebut dan berjalan menuju mobil untuk berangkat kerja ke kantor.

1
Henny Dai
Kecewa
Kadek Bella
lanjut thoor
Ruzita Ismail
Luar biasa
Dhe Cath Ryne
sampah...... kirain cuman satu bab, nulis belepotan .... nama aja belepotan kayak anak paud lagi makan, eh ternyata hpir semua bab tulisan mu belepotan.. sampah lu tolol
Ruzita Ismail
Luar biasa
vhieh: makasih udah mampir, Kak🙏
total 1 replies
Elok Pratiwi
tidak menarik ... membosankan drama nya mentok hanya gitu2 aja ..
tri kutmiati
cerita yg tdk konsisten..salah kaprah ...nama siapa jd siapa....
Ma Em
sudahlah Airin tidak usah sama Riko kalaupun diteruskan kamu pasti tidak akan bahagia belum apa apa ibunya sudah menyebalkan apalagi kalau jadi menantunya mending sama Bram sajalah orangnya baik ga macam macam
Elya Karin
kalau jodoh gak kemana kan Thor...😀
vhieh: Betul, Kak😇. Makasih udah mampir di karyaku🙏
total 1 replies
Elya Karin
gak tau takdir tuhan gimana yak kasian juga am Glen sama2 baik seperti Bram...bingungmilih yang manaaaa...
Elya Karin
yah ....sad ending
Elya Karin
sebel sama irin sok jual mahal
Elya Karin
cie cie..terima ya Airin tembakan babang Bram 🌹
Elya Karin
udh ah airin sama Bram aja sejatinya baik dan tajir lagi 🤭😀😀
Elya Karin
laki laki aneh, mau balikan nak morotin aja tuh
Elya Karin
udah Airin gak usah diladenin dasar muka tembok
Elya Karin
mimpi ketinggian si Aldi nih sip jugaa balikan sama pesakitan kaya elo
Elya Karin
dasar laki2 Laknut mokondo aja belagu cerain aja biar tinggal kolor
Elya Karin
Kecewa
Elya Karin
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!