NovelToon NovelToon
BUKAN SUGAR DADDY

BUKAN SUGAR DADDY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:70.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss el

"Ren kamu kirim gadis itu jauh dari negara ini," ucap Devano dengan wajah tanpa ekspresi itu saat bicara.

"Gadis yang mana tuan dan apa kesalahannya?" bertanya dengan penuh tanda tanya, karena belum paham atas ucapan tuannya.

"Gadis yang ada di sebelah mobil ini, karena dia membawa penyakit yang menular," melirik sekilas lalu merasakan kembali penyakit itu lagi.

"Penyakit menular apa tuan?" belum paham maksud perkataan tuannya ini.

"Saat aku melihat kearah dia, jantung ku bekerja dua kali lipat dari biasanya. Bahaya sekali penyakit itu, cepat kamu kirim dia jauh dari negara ini,"

Dalam hati Ren " itu bukan penyakit tuan muda tapi anda jatuh cinta namanya, selamat datang di dunia baru menurut anda tuan muda dan selamat menikmati. jika saya menuruti ucapan anda lalu saya sendiri yang akan susah saat anda tau apa arti debaran jantung itu".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biasa Saja.

Setelah keluar dari kantor Rindu langsung mengendarai motornya menuju tempat janjian bersama Risa.

Tidak butuh waktu lama dia sudah sampai di tempat tujuan dan ternyata sahabatnya sudah sampai duluan.

"Lo udah lama nunggunya?"

Rindu langsung duduk di sebelah sahabatnya dan tempat janjian mereka adalah sebuah kafe ala-ala anak muda.

"Nggak kok baru beberapa menit yang lalu dan juga tempat gue lebih dekat dari tempat lo,"

Balas Risa lalu menyadarkan minuman yang sudah dipesankan lebih dulu untuk sahabatnya.

Karena dia tahu jika sudah janjian dengan rindu seperti ini maka langsung menyosor minuman dia daripada nanti dia dihabiskan lebih dulu memesankan untuk sahabatnya sebelum datang.

"Setelah ini kita mau ke mana Sa? Nonton yuk udah lama kita nggak nonton,"

Karena sibuk dan waktu habis untuk magang saja jadi rasanya mereka butuh waktu me time di tengah kesibukan mereka.

"Boleh deh nanti temani gue juga ya mau bawa sepatu,"

Mereka menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja lalu meninggalkan kafe itu menuju pusat perbelanjaan.

Memasuki sebuah toko khusus sepatu yang menyediakan berbagai jenis sepatu mulai dari sepatu santai hingga sepatu kerja juga ada bahkan sendal sekalipun.

"Bagus yang mana Rin?"

Memperlihatkan beberapa sepatu yang dipilih dan menanyakan kepada sahabatnya menayangkan cocok untuk dirinya.

Memang belanja itu lebih enak bertanya kepada orang karena orang lain yang akan menilai bagus atau tidak terhadap barang yang kita gunakan.

"Kalau untuk kerja warna hitam,"

Kan memang bilang beli sepatu kerja jadi lebih baik warna hitam.

Rindu juga ikutan memilih sepatu saat melihat jejeran sepatu bagus yang bisa membuat kaum hawa lupa diri.

Belanja memang tidak bisa di pisahkan sama perempuan.

Udah kayak perangko dan kertas, klop banget.

"Lo belanja juga?"

Melihat sahabatnya yang asik memilih sepatu dan sudah ada dua pasang sepatu di tangan Rindu.

"Hooh tiba-tiba gue berubah fikiran,"

Rindu membawa sepatu yang sudah di pilih ke kasir di ikuti sama Risa.

"Lo cuma ambil dua aja?"

Sama dengan Rindu, Risa juga mengambil sepatu dua pasang saja.

"Cuma ini aja, buat ganti saat kerja bosan itu-itu aja,"

Selesai membayar mereka berdua keluar dan tujuan sekarang adalah menonton sesuai rencana awal.

"Gue beli tiket lo cemilan ya,"

Membagi tugas setelah menentukan film apa yang mau di tonton.

Film yang di pilih adalah horor komedi.

Bisa di bayangkan bagaimana kisah filmnya, yang jadi pemeran hantu pun bingung karena ada genre komedi.

Tidak jadi horor lagi tapi itu yang akan mereka tonton.

Entah ide dari mana hingga film itu ada tapi yang jelas banyak juga penontonnya.

"Ayo masuk, film bentar lagi mulai,"

Saat sudah di dalam banyak juga yang menonton, banyak ternyata peminat film yang satu ini.

Selama dua jam mereka nonton dengan berbagai ekspresi dari yang ketakutan hingga ketawa ngakak.

"Ya ampun filmnya bikin sakit perut,"

Mereka keluar bioskop dengan sisa tawa dengan film yang mengocok perut dan juga menguji keberanian.

"Udah ah gue capek ketawa,"

Memegang perut yang sejati sudah kejang ketawa karena ada saja aksi pemain film yang membuat kesan horor tidak terlalu menakutkan.

"Sekarang kita mau ke mana lagi?"

Melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan sudah menunjukkan pukul delapan malam.

"Makan yuk habis itu pulang,"

"Makan lagi? Bukannya tadi sudah,"

Karena sebelum datang ke sini mereka sudah makan dan sekarang ingin makan lagi bahkan di dalam selama menonton mereka juga mengunyah.

"Lo lupa kalau gue masih dalam pertumbuhan,"

Rindu menatap mencibir ke arah sahabatnya itu.

"Masa pertumbuhan apa? Lo makan banyak belum tentu lo akan berkembang kecuali berkembang biak,"

Risa mendelik menatap sahabatnya saat di katakan berkembang biak.

"Terserah, gue lapar mau makan,"

Rindu tertawa di belakang Risa yang menghentakkan kaki karena kesal.

Gadis itu berjalan beriringan menuju tempat makan yang kebetulan mereka lewati.

"Gue butuh makan banyak untuk menghadapi kenyataan,"

Risa memesan beberapa makanan ringan untuk menambah mood yang sudah di acak-acak sama Rindu.

"Kenyataan bahwa bang Ken ngga ngelirik lo,"

Rindu tertawa melihat ekspresi sahabatnya itu.

Bukan rahasia lagi jika Risa masih berjuang mendapat perhatian Kenzo, tapi laki-laki seolah merasa tidak mengenali Risa.

Sakit tidak sih?.

"Sahabat lacknat ya gini, bukannya bantuin eh malah jatuhin mental,"

Risa memandangi sekeliling tempat itu untuk melihat-lihat.

Hingga pandangan nya terhenti pada meja yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.

"Ya ampun tampannya,"

Lirih Risa melihat sosok yang sangat mempesona di hatinya.

"Siapa?"

Heran Rindu melihat wajah sahabatnya minta di tampol wajahnya.

"Laki-laki di belakang lo, ya ampun calon suami idaman kali,"

Pandangan Risa tidak lepas dari sosok yang sudah mencuri perhatian dia sejak awal.

Rindu yang merasa penasaran pun melihat ke arah pandangan Risa hingga dia melotot melihat siapa orang itu.

"Ck kirain siapa?"

Rindu mengalihkan lagi fokus nya pada yang baru dia tinggalkan.

Padahal dia tadi lagi melihat sosmed miliknya dan terhenti pada hal yang tidak penting, gumam hati Rindu.

"Mata lo buta, itu tampan kali Rin. Kalau nggak dapat bang Ken dia juga bisa ajak kompromi,"

Rindu geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang sudah seperti anak sekolah baru mengenal cinta.

Menggelikan.

"Yang jelas bagi gue biasanya,"

Ya gimana tidak bilang biasa jika yang di maksud Risa ada Devano bosnya.

"Setampan itu Rin?"

Risa tidak habis fikir sama jalan fikiran sahabatnya ini.

Jika setampan itu di katakan biasa, lalu kategori tampan menurut Rindu itu seperti apa?.

Apa mereka sudah tidak satu server dalam menilai laki-laki lagi?.

"Jadi?"

Setampan apa pun tetap bagi Rindu biasa saja karena orang itu Devano.

'Dari sekian banyak tempat kenapa bisa bertemu tuh orang di sini?'

Seingat Rindu bosnya itu langsung pulang, tapi apa peduli dia mau kemana pun Devano itu urusan laki-laki yang menganggap dia memiliki penyakit mematikan.

'Ingin gue cekik jika ingat kata-kata itu lagi'.

"Perlu di periksa kayaknya mata lo,"

Makanan mereka datang, Risa yang makan saja masih sempat curi pandang ke arah Devano.

Untuk Rindu dia tidak peduli karena menurutnya tidak penting.

"Bang Ken,"

Rindu melambaikan tangan pada abangnya yang tiba-tiba baru masuk ke dalam sana.

Ken yang merasa namanya di panggil mendekati adiknya itu.

"Sayang kamu di sini,"

Ken yang tanpa malu memanggil Rindu dengan kata sayang dan juga melabuhkan kecupan di pucuk kepala adiknya.

'Menggelikan'

Jika sedang di rumah mana ada mereka seperti sekarang, tapi karena lagi berada di tempat umum jadi Rindu harus bisa menahan mulutnya agar tidak kelepasan.

Tanpa Rindu sadari interaksinya bersama Ken tidak luput dari tatapan tajam Devano yang siap menerkam kapan saja.

\=\=\=\=\=

Bersambung 😘

1
Ratu EL
bang Dev ngerep
Ratu EL
duh kayaknya seru punya sahabat
Ratu EL
itu jatuh cinta bang Dev,,,duh gumusnya
Sandy
semakin penasaran aja
NURZZY
mantap bgt deh ceritamu thor. ayo up yg banyak ya thor... 💪💪💪
Sandy
bagus ceritanya dan makin penasaran
Sandy
salut sama devano
Aisyah
Wow kenzo skali cinta langsung lamar
Aisyah
Smoga cepat smbuh thor agar bs beraktifitas maksimal
Ratu EL: amin makasih kak🤗
total 1 replies
Aisyah
😀😀😀 Vanoo vano rindu kok d lawan ya kalah laa
Ratu EL: ya jelas kalah ya kak🤭
total 1 replies
Aisyah
Ngambek2 sedap
Ratu EL: doakan aja semoga Rindu berubah fikiran dan mau membujuk Devano 😊
total 1 replies
Aisyah
Nah klo gercep kyk gtu kn aku gk naik darah vano, coba aja dr kmrn2 km gercep kyk gtu
Aisyah: Banget
total 2 replies
Aisyah
Ternyta klo org kaku mngenal cinta jadinya bucin akut dn posesif kronis
Ratu EL: nggak tergolong lagi ya kak akutnya🤭
total 1 replies
NURZZY
ih lucu bgt si kamu Devano. masa dia gk tau itu bukan penyakit tapi itu namanya jatuh cinta tau...
Aisyah
Uwuu bngt deh jd sneng aku
Aisyah: Lebih ke greget
total 2 replies
Ida Farida Husen Ilyas
up lg thor
Ratu EL: siap kakak😊
total 1 replies
Aisyah
Wwow sungguh jawaban yg amazing,
Aisyah
Bucin akut dah vano
Ratu EL: udah tingkat tinggi kak😄
total 1 replies
Ida Farida Husen Ilyas
💪💪💪thor
Aisyah
Haish rindu kasian vano tau
Aisyah: Rada rada
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!