Kinara gadis 23 tahun yang bekerja di perusahaan Geraldio company, yang hampir satu tahun namun sekalipun belum pernah melihat seperti apa wajah bosnya.
Rasa penasaran yang tinggi membuat Kinara nekat naik ke lantai 17 ruangan pimpinan perusahaan bernama Radhika. B Geraldio. Pria kaku irit bicara sulit senyum, sosok pria aneh yang membuat Kinara jatuh cinta.
Ketika hati mulai terbuka Radhika justru bertemu wanita yang mirip almarhum calon istrinya Mukta Arandyah.
Kinara terpaksa pergi membawa luka hatinya yang baginya sulit untuk melupakan pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta.
Sosok Bara yang hadir sebagai pengganti Radhika adalah dua nama dengan satu karakter yang sama.
Ikuti terus ceria Asmara dan Luka Kinara dana Bara hanya disini👇👇
Sorry I Love You Boss!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salting Di Pagi Hari
”Apa dia sudah bangun? Ataukah sudah berangkat?” Kinara menyibak selimutnya duduk melihat kearah sofa.
Ia berjalan mendekati sofa dimana pria berwajah blasteran antara jawa dan jerman masih tidur lelap dalam mimpinya.
Kinara meraih selimut yang terjatuh di bawah sofa merundukkan sedikit punggungnya menyelimuti tubuh kekar pria dingin yang baginya sulit melihat dia tersenyum ramah. Tanpa sadar instingnya menuntun tangannya untuk menyentuh wajah tegasnya.
Belum sempat jarinya menyusuri pahatan sempurna sang maha karya, Radhika lebih dulu meraih pergelangan tangan Kinara.
”Ada apa?” meraih pergelangan tangan Kinara, sontak membuat gadis itu gugup dan kaget luar biasa.
”Eee, Aku__ Selimut mu terjatuh aku hanya__”
”Hanya ingin menggoda Ku!” bangkit Radhika menarik lengan gadis itu hingga wajah mereka sangat dekat.
Entah bagaimana caranya Kinara mengendalikan debaran jantungnya, bahkan dia sendiri takut jika pria yang mirip dalam mimpinya itu mendengar dentuman dadanya yang begitu kuat.
”Aku mau mandi! Aku ingin kembali bekerja aku bosan berada sini tanpa melakukan apapun,” Kinara menarik tangannya cepat menjauh dan lari kedalam kamar mandi.
Kinara dibuat salting karena pria itu berhasil membuatnya terciduk dan malu. Radhika menarik sudut bibirnya tersenyum smirk, melihat tingkahnya yang menggemaskan.
”Kau seperti seekor kelinci yang melompat lucu saat orang menangkap mu,” gumam pria 28 tahun itu lalu bangkit dari pembaringannya.
Didalam kamar mandi Kinara menekan dadanya yang berdebar hebat.
Ya, Tuhan aku harap jantungku akan kembali normal setelah keluar dan melihatnya lagi. ucap gadis itu pada hatinya, menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan.
Selama hampir 25 menit Radhika menunggu Kinara yang tak juga keluar dari kamar mandi.
Sungguh sial gadis itu masuk kedalam kamar mandi tapi lupa membawa handuk dan baju gantinya. Karena masuk terburu-buru akibat ia tertangkap basah saat akan menyentuh wajah tampannya.
Tanpa berpikir panjang lagi Radhika memukul pintu kamar mandi tidak sabar.
”Kinara kau mandi atau tidur lagi di dalam? Buka pintunya Kinara!” sementara Kinara tengah gugup bagaimana caranya keluar sedang dia lupa membawa handuk dan pakaian gantinya yang masih tertinggal di ranjang.
”Iy__Iya, sebentar!” jawabnya gugup.
”Kinaraaa!” teriaknya lagi keras
”Bisa tolong ambilkan pakaian ku, Tuan! Aku lupa membawanya.” teriak Kinara dari dalam pada akhirnya.
”Astaga, Kinara Kau__” dengusnya geram.
Radhika meraih pakaian Kinara diatas ranjang sesuatu terjatuh didalamnya, diliriknya sebuah bra warna marun yang menggelikan matanya.
”Maaf, Aku lupa!” sahutnya dari dalam.
”Ya, Tuhan Kinaraaa!” gerutu Radhika menyebut namanya berang.
Kinara mengintip bossnya yang berjalan mendekat melalui celah pintu yang dia buka sedikit.
”Cepat ambil pakaian mu, Kinara!”
”Berbaliklah dan jangan menghadap kedepan, Tuan!” perintah Kinara membuka pintu hampir separuhnya mengambil pakaiannya dari tangan Radhika cepat.
”Dasar wanita merepotkan saja!” sungutnya membalikkan ttubuhnya.
****
Di Kantor Dion kembali melihat Kinara turun dari mobil bossnya. Ada banyak pasang mata menatap tidak suka akan kedekatan Kinara dengan pewaris tunggal perusahaan Geraldio. Kinara berjalan seraya melirik Dion yang masih menatapnya dengan tatapan anehnya.
“Dion, Kau tidak merasa ada yang aneh pada Kinara?“ Cibiran Marisa memutuskan kontak matanya menatap gadis pujaanya.
Melirik Marisa sekilas lalu kembali menatap gerak punggung Kinara yang hampir menghilang dari balik dinding.
Tidak ada yang saling menyapa diantara keduanya hanya lirikan mata yang menyisakan sebuah tanya.
Ada hubungan apa antara Kinara dan tuan Radhika? pimpinan sekaligus pemilik tunggal perusahaan pengolahan getah karet terbesar di Indonesia. Dion berpikir jika Kinara sengaja mendekati Radhika demi tujuan tertentu.
Marisa menatap nyalang dengan tatapan sinisnya, melihat Dion mengejar wanita yang menjadi rivalnya sejak satu tahun lalu.
Dimana Kinara diterima bekerja dan ditempatkan di bagian gudang bersama mereka. Yang berhasil mencuri perhatian Dion padanya, Pria yang juga Marisa sukai sejak awal ia mengenal Dion.
“Kinara!“ panggil Dion mengejar langkah gadis di depannya.
“Dion,“ toleh Kinara canggung menjawab panggilannya.
“Aku lihat kau lebih nyaman diantar tuan Radhika dengan mobil mahalnya?“ ujar Dion mensejajarkan langahkanya mengikuti gadis itu.
Kinara melirik Dion. “Apa maksud dari ucapan mu Dion?“ Tanya gadis itu di sela-sela langkahnya menuju pintu lift.
“Berkali-kali aku menghubungi mu, tapi tidak sekali pun kau membalasnya?“ Kinara menelan salivanya sulit, menatap netra Dion. Begitu juga dengan Dion menembus dua manik hitam indah itu. Seakan mencari jawaban atas pertanyaannya disana.
“Maafkan aku Dion pada saat itu aku__“
“Kinara!“ panggil seniornya dengan nada tinggi.
“Kak, Retno," lirihnya. “Maaf Dion aku harus pergi,“ ucap gadis itu melirik seniornya takut.
“Dengar, Kinara! Jangan mentang-mentang kamu dekat dengan tuan Radhika lalu kau bisa bolos kerja seenaknya!“ tegas seniornya dengan sorot matanya yang tajam.
“Ma'af kak Retno selama dua hari saya tidak enak badan.“ jawab Kinara memberi alasana.
“Sekarang cepat kamu bersihkan semua ruangan kantor! Lalu siapkan minuman di lantai 20. Satu jam lagi akan ada meeting penting.“ perintah wanita dengan potongan rambut bergaya demi moore itu.
“Baik, Ka,“ ujarnya patuh.
“Ingat aku akan tetap memotong gajimu 50% karna kau bolos selama dua hari,“ ucapnya seraya melangkah pergi.
Kinara membulatkan kedua matanya sempurna. “Apa lima puluh persen?“ protes Kinara memutar tubuhnya. Menatap punggung seniornya yang telah berjalan menjauhinya.
🌷Bersambung____