NovelToon NovelToon
Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:145.9k
Nilai: 5
Nama Author: Humala's

Hanum adalah mahasiswi dari universitas ternama di kotanya. Ia merupakan gadis yang cantik dengan kharisma yang mempesona, hingga siapa saja yang melihatnya pasti terpesona.
Suatu hari ia bertemu dengan dosen ganteng bernama Aditya. Dosen muda yang jadi favorit seluruh mahasiswi di universitasnya. Berbeda dengan yang lain, Hanum justru membuat kesan pertama yang buruk dimata Aditya.
Hanum terus menghindari Aditya. Namun, takdir sepertinya selalu mempertemukan mereka.
Tanpa disadari sebenarnya Aditya selalu mengamati setiap gerak gerik Hanum.
Bagaimana kisah Hanum dan Aditya selanjutnya?
Selamat menikmati ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humala's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diara lagi

“Mah aku berangkat ya” pamit Aditya sambil mencium punggung tangan mamanya

“Iya hati-hati” jawab mamanya.

Melihat mobil Aditya yang sudah keluar gerbang. Mereka berdua pun masuk rumah.

“Num, besok kan hari libur, kamu mau pergi shopping ngga? Temenin mama” tanya Bu Dena

“Mau kemana ma?” tanya balik Hanum

“Ke mall XX, kita belanja, lagian kan besok kan weekend, daripada kamu dirumah saja jadi mending ikut mama” ucap Bu Dena

“Iya ma” jawab Hanum

“Hari ini kamu mau ke kampus kan?”

“Iya ma. Hanum mau ke perpustakaan kampus. Ini Hanum mau keatas ambil tas” jawab Hanum

“Oh ya sudah. Kamu hati- hati ya.” Ucap Bu Dena

“Baik, ma” ucap Hanum sambil mencium punggung tangan Bu Dena

...****************...

“Num, kamu ambil saja apa yang kamu suka” ucap Bu Dena

“Iya, ma” jawab Hanum

Mereka berdua menghabiskan waktu berdua untuk berbelanja. Hanum hanya mengambil satu rok.

Kemudian ia melihat ada kemeja yang sangat bagus. Pasti akan pantas jika Aditya yang memakainya. Ia melihat –lihat kemeja tersebut. Bu Dena melihat Hanum dari kejauhan, dan mengetahui maksud Hanum, langsung mendatanginya.

“Bagus Num, buat siapa?” tanya Bu Dena

“Iya mah”Hanum kaget melihat mama Aditya

“Buat Aditya ya?” tanya Bu Dena

“Hhmm pasti bagus jika Aditya yang pakai ma” jawab Hanum

“Iya dia pasti suka” ucap mama

“Hanum bayar dulu ke kasir ya ma” ucap Hanum

“Ini pakai kartu mama” sambil mengulurkan kartu

“Ngga usah ma, pakai ini saja. Kemarin mas Aditya sudah memberikan uang belanja buat Hanum di dalam kartu ini” jawab Hanum

“Oh yasudah kalau begitu” jawab Bu Dena.

Selesai berbelanja Bu Dena mengajak Hanum makan.

“Num, mama seneng deh kamu nikah sama Aditya. Mama dari dulu pengen punya anak perempuan yang bisa diajak belanja seperti ini. Tapi menantu perempuan juga sudah cukup sekarang” ucap Mama

“Iya ma”

“Kamu tau ngga, Aditya sering lo nemenin mama belanja sampai dia bosan.” Ucap mama

“Iya mah?”

“Iya. Mama suka ngajak Aditya kalau dia tidak ada kegiatan apa-apa di rumah. Dia juga tidak pernah mengeluh ke mama, padahal nungguin mama belanja lama banget” ucap Bu Dena

Mendengar mama bercerita membuat Hanum ingin lebih tau lagi tentang Aditya.

“Mas Aditya suka nya apa ya ma?” tanya Hanum

“Oh dia, kalau makanan dia tidak suka makanan yang terlalu berminyak. Makanan favorit nya kalau western steak, tapi kalau makanan Indonesia dia suka semuanya. Dia ngga pernah pilih-pilih makanan” jawab Bu Dena

“Oh begitu ma!” ucap Hanum

“Sedikit banyak aku harus mengetahui tentang Aditya, karena aku kan istrinya” batin Hanum

...****************...

Selama 3 hari Aditya tidak menghubungi Hanum sama sekali. Hanum sebenarnya ingin mengetahui bagaimana kabar Aditya disana. Apakah dia sedang baik baik saja. Namun, ia gengsi untuk memulai duluan.

Sampai pada akhirnya seminggu berlalu, Aditya pulang ke rumah. Sementara Hanum belum pulang dari kampus. Aditya langsung mandi dan istirahat hingga tertidur.

“Mas!” ucap Hanum pelan membangunkan Aditya

Namun tidak ada respon dari Aditya, tidurnya begitu lelap. Hanum pun mendekati Aditya dan mengelus lengan tangan Aditya.

“Mas, mas bangun sudah mahgrib”ucap Hanum pelan

“Hhhmmm...” jawab Aditya setengah sadar

“Bangun, sholat dulu, makan"

Aditya membuka matanya lalu segera menarik Hanum dalam dekapan nya.

“Mas, kenapa?” tanya Hanum

“Sebentar saja. Kita sudah satu minggu tidak bertemu.” Pinta Aditya sambil merangkul Hanum

Hanum menuruti ucapan suaminya. Selama dua menit lamanya mereka berpelukan, Aditya kemudian melepaskan tangan nya.

“Sholat dulu” ucap Hanum lagi

“Iya” jawab Aditya sambil bangun dari posisi tidurnya

Setelah sholat Aditya turun ke bawah. Di meja makan, Hanum membantu bibi untuk menyiapkan makanan.

“Mana mama dan papa?” tanya Aditya ke Hanum sambil menarik kursi meja makan

“Oh, Mama sama papa kemarin berangkat ke Yogyakarta” ucap Hanum

“Kenapa mereka tidak bilang padaku” tanya Aditya

“Kemarin mereka bilang kalau mas nanyain bilang saja ke Yogyakarta, ke rumah nenek.” Jawab Hanum

“Oh” jawab Aditya singkat

Seperti sebelumnya Hanum mengambilkan makanan Aditya. Mereka berdua makan dengan lahap. Selesai makan Hanum dan Aditya masuk ke kamar. Aditya kembali ke ruang kerja nya sementara Hanum duduk di tepi ranjang memainkan HP nya.

“Drrt... drrttt.. drrt” suara HP bergetar

Hanum pun meraih HP Aditya yang diletakkan di meja lampu sisi kiri ranjang. Disana sudah tertulis pesan dari Diara.

“Kamu sudah sampai rumah?.....” isi pesan singkat dari Diara yang bisa terbaca oleh Hanum

Melihat hal ini hati Hanum sakit. Bagaimana bisa Diara tau kalau Aditya habis pulang dari luar kota. Ia hendak menanyai Aditya, namun mengurungkan niat nya. Aditya pasti mengira bahwa ia cemburu.

“Drrt.. drrt.. drrt” HP bergetar lagi

“Adit, are you okay?” isi pesan singkat dari Diara di layar HP Aditya

Hanum melihatnya, hatinya berdesir.

“Ah.. terserah kalian. Aku mau tidur saja” ucap Hanum pelan sambil menarik selimutnya.

Aditya selesai bekerja di ruang kerja nya, ia langsung memasuki bilik kamar sebelah kanan. Melihat Hanum sudah tidur ia juga ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Hanum.

...****************...

Keesokan harinya ketika bangun, Aditya sudah tidak mendapati Hanum di sebelahnya lagi. Ia mencari di sekeliling ruangan kamar hingga turun ke bawah, namun tidak ada.

“Bi, Hanum kemana ya?” tanya Aditya

“Oh non Hanum sudah berangkat tadi pagi” jawab bibi

“Kemana ini kan hari libur” tanya Aditya

“Wah kurang tau tuan, soalnya tadi bibi mau tanya tapi kelihatan buru-buru” jawab bibi

Aditya khawatir, tidak biasanya Hanum bersikap begini pergi tanpa pamit. Ia pun langsung mencoba menghubungi nomer Hanum tapi tidak aktif. Aditya kemudian menghubungi orang tua Hanum.

“Halo, Assalamualaikum. Yah Hanum ada disana” tanya Aditya panik

“Walaikumsalam. Iya. Hanum disini” jawab Pak Rendra

“Oh iya yah. Boleh Aditya ngobrol sama Hanum? Soalnya HP Hanum tidak aktif” ucap Aditya

“Sebentar. Biar ayah ke kamar Hanum.” Jawab Ayah sambil berjalan ke kamar Hanum

“Eh tidak usah yah, Biar Aditya saja yang kesana nanti” ucap Aditya

“Oh yasudah kalau begitu”jawab Ayah

Sebenarnya ayah juga merasa kalau mereka sedang ada masalah. Hanya saja ayah tidak mau ikut campur dalam permasalahan mereka. Biar mereka sendiri yang menyelesaikan nya.

Tapi Ayah meminta Ibu untuk berbicara dengan Hanum.

Di kamar Hanum, Ibu mencoba berbicara dengan nya.

“Num, kamu kenapa pagi- pagi sudah kesini?” tanya Ibu sambil membelai rambut Hanum

“Hanum kangen rumah Bu” jawab Hanum

“Iya ngga apa- apa kalau kamu kesini Ibu dan Ayah juga senang. Tapi apa Aditya tau?” tanya Bu Rita

1
Qaisaa Nazarudin
Aku gak tau mau bilang Hanum ini Bodoh apa tolol sih,pikirannya cetek banget..Sorry ya thor aku ngehujat perannya,Bukan outhor nya,Kalo riders merasa kesal dgn alurnya itu berarti kamu berhasil bikin novel yg bagus,Dan membawa para riders masuk kedlm novel mu..😄😄🙏🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Inilah resikonya suka banget rahasiaan pernikahan, Sekurang-kurangnya sahabat sendiri harus tau,Udah jadi isu aja baru masing2 kebakaran jenggot..haiih..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Biasanya orang penjelasan dulu baru bertengkar,Ini mah bertengkar dulu baru penjelasan..😂
Qaisaa Nazarudin
Ngaca gak tuh?? 😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gitu dong Nin,Yangnpunya istri siapa yg ngasih kabar siapa,saat isteri di dekatin pria lain malah marah2..Aku dari awal gak suka dengan perjodohan mereka,Mending sama Lukas aja..
Qaisaa Nazarudin
Bu Rita terlalu ikut campur urusan anaknya,Setelah itu dia yg panik sendiri..hadeeuuhh...
Qaisaa Nazarudin
Bodoh Aditya..
Qaisaa Nazarudin
Cciihh alasan tuh ulet bulu..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Berlebihan banget,Udah kayak orang baru habis lahiran aja..Aku MP malam,paginya udah bisa jalan aja walaupun jalan pelan dan kayak ada rasa yg mengajal gitu,saat pipis dan cebok nya perih gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Singkat dan padat MP nya..Tau2 udah jebol aja..
Qaisaa Nazarudin
Udah gede tapi masih kekanak-kanakan,Yang satu egois,yang satunya sok gengsi..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Aditya dari awal ketemu udah suka sama Hanum,Makanya dia langsung posesif gitu,Kalo cuman di jodohin pasti akan ada jual mahalnya,apa lagi sekarang belom menikah..
Qaisaa Nazarudin
Belom apa2 udah posesif banget,Harusnyanbiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka,Bagi mereka ruang bicara berdua..
Qaisaa Nazarudin
Wah Niat banget para ortu..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Mah kan ku bilang juga apa,Kamu harus gentle Kas,Soal di tolak/terima itu soal belakangan,Yang penting kamu udah jujur ke Hanum..
Qaisaa Nazarudin
Apa Lukas suka sama Hanum tapi takut di tolak,makanya dia diem aja..
niraaauci
Hanum beruntung sekali punya suami seperti pak Aditya ..suksess thoor
nining
lanjut kk.....sering2 ya up nya jangan kebanyakan off🤣🤣
Devi Sihotang Sihotang
di tunggu up nya ya thor
Devi Sihotang Sihotang
clara buat drama apa ge
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!