NovelToon NovelToon
Dermaga Cinta Aisyah

Dermaga Cinta Aisyah

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / CEO / Tamat
Popularitas:835.4k
Nilai: 5
Nama Author: UQies

Berkisah tentang seorang wanita bernama Aisyah yang harus menelan pil pahit saat suami yang begitu ia rindukan justru mengkhianati kesetiaannya.

Senja sore di dermaga itu menjadi saksi patah hati Aisyah sekaligus penguat hati yang Allah hadirkan untuknya.

Sejak saat itu, Aisyah kerap kali datang ke dermaga yang sama saat senja ketika kenangan pahit itu kembali menghampirinya.

Allah tidak pernah tidur, di dermaga ini Dia memisahkanku dengan pria pengkhianat dan di dermaga ini pula Dia mempertemukanku dengan pria baik yang bernasib sama denganku. (Aisyah)

Apa arti semua ini? akankah senja di dermaga kali ini menjadi saksi kebahagiaanku? (Aisyah)


Yuk baca cerita lengkapnya.

Sebelum baca jangan lupa subscribe/favorite, dan tinggalkan jejak like dan koment yah agar Authornya semangat 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Bersalah

Akmal mencoba mengabaikan pria itu, mungkin dia hanya kebetulan lewat dan melihat ke arah yang sama di mana Aisyah dan Khaira bediri di sana.

Mobil yang dikemudikan Akmal kini tiba tepat di hadapan dua wanita beda usia itu. Sebelum turun, pria itu menetralkan perasaan dan degupan jantung yang selalu muncul saat melihat sosok wanita bercadar itu, tak lupa ia memasang wajah dinginnya seperti biasa.

"Assalamu 'alaikum, terima kasih sudah menemani Khaira menunggu," ucapnya setelah turun dari mobil dan menghampiri Khaira.

"Wa'alaikum salam, i-iya," jawab Aisyah lalu melambaikan tangan kepada Khaira yang kini sudah berada di dalam mobil dan juga melambaikan tangan ke arahnya.

Aisyah menatap kepergian mobil itu dengan tatapan yang sulit di artikan, sejenak ia menarik napas lalu membuangnya perlahan. Setelah merasa sedikit tenang, Aisyah kembali melangkahkan kakinya ke dalam ruang guru untuk mengambil tasnya lalu menaiki motornya matic pinknya.

Namun, baru akan meninggalkan sekolah, seorang pria tiba-tiba menghadang jalannya hingga membuat Aisyah hampir terjatuh dari motor.

"Aisyah, kasi aku kesempatan untuk berbicara denganmu," pinta pria itu yang tidak lain adalah Zaid.

Melihat wajah Zaid tepat di hadapannya, Aisyah kembali merasakan sesak di dadanya, perasaannya kembali bergemuruh. Rasa benci, marah dan kecewa kembali mengusiknya. Namun, sebisa mungkin ia berusaha menetralkan perasaannya agar tidak terlihat di mata Zaid.

"Tidak ada yang perlu di bicarakan, lagi pula aku tidak ingin mendengar apa pun darimu," jawabnya datar. Ia hendak kembali melajukan motornya tapi Zaid malah memasang tubuhnya tepat di depan motor Aisyah.

"Aisyah, please!" pinta Zaid sekali lagi dengan wajah memelas.

"Ku mohon, jangan lagi ganggu kehidupanku," ujar Aisyah.

"Sebentar saja, Aisyah." Zaid berpindah dari hadapannya lalu mendekati Aisyah dari samping.

Namun, Aisyah justru memanfaatkan kesempatan itu untuk langsung melajukan motornya, membuat Zaid sedikit kesal.

"Mungkin sekarang kamu tidak mau berbicara denganku, Aisyah, tapi aku pastikan kamu sendiri yang akan mencariku nanti," gumam Zaid menatap kepergian Aisyah yang semakin manjauh.

⚓⚓⚓

Sepanjang perjalanan menuju rumah, Khaira tidak pernah berhenti bercerita. Apalagi gadis kecil itu selalu menceritakan tentang Aisyah, wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibunya, membuat Akmal merasa sedikit tidak nyaman.

"... terus, Om tahu tidak, wajah Ummi itu sa..." ucapan Khaira terpotong karena tiba-tiba Akmal membunyikan klaskson mobil yang tentu mengagetkan gadis itu.

"Ada apa, Om?" tanya Khaira polos.

"Nggak apa-apa, Sayang, itu tadi sepertinya Om lihat burung terbang," jawab Akmal asal tapi tidak bohong, sebab memang benar ada burung yang terbang meleweti mereka baru saja.

Namun, Khaira mengernyitkan alisnya karena merasa ada yang janggal dengan alasan Omnya, hanya saja ia tidak mengerti apa itu.

"Ooo," ucap Khaira pada akhirnya yang tak ingin ambil pusing.

Tidak terasa, mobil mereka tiba di halaman rumah yang cukup luas, di mana Ibu Sofi telah menunggu kedatangan mereka di depan rumah.

"Omaaa," teriak Khaira sambil berlari ke arah Ibu Sofi lalu memeluknya. Ya, Khaira tumbuh besar dalam pengasuhan Ibu Sofi sejak kecil, dan itu membuat hubungan mereka sangat dekat. Bahkan, kehadirannya membuat Khaira tetap mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, meski bukan ibu kandungnya.

Setelah mengantar Khaira, Akmal langsung kembali ke perusahaan untuk mulai bekerja. Sementara itu, Ibu Sofi dan Khaira langsung masuk ke dalam rumah untuk makan siang.

"Oma, apa Papa sudah sampai di Singapura?" tanya Khaira saat tiba di meja makan.

"Mungkin sudah sampai, Sayang," jawab Ibu Sofi.

"Khaira mau telepon Papa, boleh tidak?" tanya Khaira yang sudah merindukan sang ayah padahal baru saja pagi tadi mereka berpisah.

"Jangan sekarang yah, Papa kamu pasti lelah, besok saja kita hubungi," ujar Ibu Sofi lembut.

Khaira tampak memanyunkan bibirnya sejenak, tapi pada akhirnya dia tetap mengangguk menyetujui perkataan sang oma.

⚓⚓⚓

Keesokan paginya, seorang pria sedang duduk di hadapan seorang dokter. Wajahnya tampak pucat setelah mendengar diagnosis terbarunya yang cukup membuatnya shock.

Bahkan setelah pertemuannya dengan dokter raut wajahnya tidak berubah. Pria itu berjalan gontai menyusuri jalan yang mulai ramai oleh pasien di rumah sakit itu. Hingga ia masuk ke dalam mobilnya, namun tidak langsung mengemudikannya.

Sejenak ia terdiam dengan tatapan kosong ke depan, air matanya tampak sudah berkumpul di pelupuk matanya saat mengingat ibu dan putrinya di Indonesia.

Seketika ia juga menjadi merasa bersalah karena telah mengikat wanita yang mulai ia cintai dalam diam dengan lamarannya beberapa waktu lalu, ia kini merasa bersalah kepada semua orang yang mengaharapkan kepulangannya ke Indonesia.

Tak terasa air mata itu mengalir membasahi pipinya. Tubuh pria itu bergetar hebat, ia menangis tanpa suara. Di sela-sela tangisannya, suara ponselnya berdering, membuat pria itu segera menghapus air mata dan berdehem beberapa kali agar tak terdengar suaranya yang bergetar.

"Halo, assalamu 'alaikum, Sayang," ucap pria itu lembut.

"Wa'alaikum salam, Papa, lagi apa?" tanya Khaira dari seberang telepon.

"Papa lagi duduk di mobil, Sayang. Khaira lagi apa? Sudah makan?" tanya Zafran.

"Sudah, Pa, sama Om dan Oma, Papa kapan balik ke sini?" tanya gadis itu antusias.

"Hmm, papa belum tahu, Sayang, masih banyak yang harus Papa urus di sini," jawab Zafran yang kini wajahnya tampak sedih.

"Yaaa, padahal Khaira udah kangen nih sama Papa. Oh iya, Papa jangan lama-lama di situ dong, Papa cepat pulang yah biar Ummi bisa cepat tinggal bareng Khaira." Air mata Zafran kembali menetes saat mendengar rengekan putrinya itu

Jika ingin jujur, Zafran sangat ingin memberikan kasih sayang dari keluarga yang lengkap untuk Khaira, tapi Qadarullah, sekarang ia merasa jalannya begitu sulit untuk bisa memenuhi keinginannya itu.

"Papa? Papa masih disitu?" panggil Khaira karena tidak mendapat respon dari Zafran.

"Eh iya, Sayang, Papa masih disini," jawab Zafran. "Apa Om kamu ada di situ?" lanjutnya bertanya.

"Ada di kamarnya Pa, tunggu yah, biar Khaira panggilkan," ucap Khaira, lalu terdengar hening di seberang sana.

Beberapa saat kemudian, terdengar Khaira berbicara adengan Omnya.

"Halo, assalamu 'alaikum, Bang," ucap Akmal di seberang telepon.

"Wa'alaikum salam, bagaimana pekerjaanmu di kantor? Apa ada kesulitan?" tanya Zafran.

"Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada, Bang. Bagaimana pengobatanmu di sana?" tanya Akmal.

"Alhamdulillah, lancar. Oh iya tolong jaga Khaira dan Mama yah," pintanya lagi.

"Iya, Bang, kan kemarin udah di kasi tahu," ucap Akmal.

Cukup lama mereka berbincang seputar perusahaan. Hingga Zafran akhirnya mengakhiri panggilannya.

Sebelum melajukan mobilnya, Zafran menyempatkan diri untuk mengirimkan pesan kepada sang asisten, Fadil. Pesan singkat, tapi sangat urgent.

Di tempat lain, Akmal sedang melakukan pembicaraan dengan temannya via telepon. Dan wajahnya ikut memucat saat mengetahui fakta yang di berikan oleh temannya. Tangannya bahkan bergetar karena begitu terkejut.

"Abang, dari dulu, kau selalu saja seperti itu, bersikap baik-baik saja padahal masalah di belakangmu sangat besar," gumamnya dengan raut wajah sendu.

-Bersambung-

1
RIMAWATI
ceritanya bagus..
UQies (IG: bulqies_uqies)
memang ada yg kayak gitu kak, apalagi org itu org tertua di keluarga, jd seolah dia punya kuasa
Anonim
Jujur aku wanita, tapi aku gk suka dgn sifat aisyah, terlalu berlebihan baiknya, udh di jadih obat persngsang untung suaminya yg ketemui, udh di fitnah di rendahksn nadih aha peduli, jujur bukannya reharu atau bagaimana makah bikin ginsba gitu maaf ya thour
UQies (IG: bulqies_uqies): Nggak papa kak, karakter org memang beda2 kan kak 😁
total 1 replies
Anonim
Heran kenapa bu’de nya ikut campur urusan rumah tangga mereka, punya hak apa ya
Sri Ariyanti
Luar biasa
UQies (IG: bulqies_uqies): Alhamdulillah terima kasih kakak 🥰
total 1 replies
zeus
👍
UQies (IG: bulqies_uqies): Alhamdulillah, terima kasih kakak 🥰
total 1 replies
zeus
Yang jd pertanyaan?
Zafran Kan yg maksa dulu si akmal buat masuk di perusahaan Dia.. Naah, ketika akmal di pecat kok kyk lepas tangan gitu?
Sungguh Aneh Dan tidak masuk akmal
UQies (IG: bulqies_uqies): krn Zafran nggak ada kuasa lagi, kak, yg berkuasa sdh berpindah tangan
total 1 replies
zeus
Klo zafran pinter, Harusnya Langsung Lamar ainun dulu
Krn bisa nguatin Posi2 waktu sidang Hak asuh, krn klo Dia msh sendiri/duda Maka bisa di pasti Kan Posi2 nya klh telak lawan mantan
zeus
Dah di bilangin, akmal itu Pantesnya di pakein rok
zeus
Akmal ini tll bnyk mikir
Egois...
apajalah
🍁🍂👌
Bunda SalVa
luar biasa ceritanya kak 👍🏻👍🏻
UQies (IG: bulqies_uqies): Alhamdulillah, terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Bunda SalVa
loppppeeee yang buanyaakkk buat Mas Akmal 😍😍😍😍
Bunda SalVa
ide jail dari Akmal bagus juga nih...jadi ketahuan sifat aslinya Ridwan 😅😅
Bunda SalVa
nyesek banget liat kakak dan adik yang saling berkorrban untuk kebahagiaannya masing2 😭😭😭😭
Rahma Lia
Luar biasa
UQies (IG: bulqies_uqies): Alhamdulillah terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Bunda SalVa
pasti ini ulah Zaid buat ngancam Aisyah biar mau balik dengannya lagi 😡
Bunda SalVa
Akmal mana sih ??? apa nantinya Akmal akan berkorban demi kebahagiaan Khaira ?? 🤔🤔
Bunda SalVa
pengennya sama Akmal tapi kenapa yang dapat peluang malah Zafran yah 🤭🤭
Nora♡~
waaaaw...cerita nya best....Tahniah thor dan terus lah berkarya.
UQies (IG: bulqies_uqies): Alhamdulillah, terima kasih, Kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!