Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Ckrek (pintu terbuka)
Siska dan satpam terkejut dengan apa yang mereka lihat. Siska menutup mulutnya saking terkejut. Parel, kepala sekolah, dan David mendekat dan ikut terkejut.
Dion dan Angra juga terkejut angra langsung berdiri diikuti Dion
"apa kalian lakukan?" Teriak Parel
"I..ini bisa Rini jelasin ayah, bunda"
"Apa? jelasin apa? Kalian dengan posisi seperti itu?" Tanya parel. Siska lebih baik bungkam ia masih mencerna apa yang ia lihat.
"Tenang tuan.. kita harus bicara baik-baik. Sebaiknya kita bicara diruangan saya saja." Kata kepala sekolah menenangkan. Siska mendekat pada Anggra dan juga Dion yang terlihat takut. Siska berhenti di depan Dion.
"Kau? Kau anaknya? Anaknya Zahra?"
"Darimana Tante tau?" Tanya dion binggung
"Aku tau ibumu itu alim. Tapi aku tidak tau anaknya bejat. Tidak! aku seperti nya salah mendidik anak" ucap Siska sambil melirik Anggra.
"Bukan begitu Bun. Angra dan Dion hanya terkurung di sini. Kami...."
"Hanya terkurung? Tapi posisinya tidak seperti itu?"
" Bun Anggra tadi mencoba memanjat dan terjatuh dan Dion.. Dion dia..."
"Cukup! Aku akan hubungi orang tuamu. Kita perlu bicara"
"Ia Tante" jawab Dion. Angra hanya bisa diam
"Ayo kepala sekolah. Kita keruanganmu saja" ucap Siska dan melangkah pergi.
"Mari nyonya" ucap kepala sekolah mempersilahkan
Parel mengejar Siska di ikuti kepala sekolah dan satpam
David mendekat pada Anggra dan Dion
"Apa yang terjadi Rin?"
"Aku bisa jelasin Vid. Semua tidak seperti yang kalian lihat tadi... Kami terkunci dan aku mencoba mencari jalan keluar dan aku terjatuh dan dan.."
"Lalu kenapa handphone mu tidak dapat dihubungi?" potong David
"Hp? Hp..Hpku" angra mencari Hpnya dikantong
"Hpku mati. Lihat ini" ucap Anggra menunjukkan Hpnya pada David
"Lalu bagaimana dengan mu ?" Tanya David pada Dion
"Aku tidak membawa Hp. Hpku di tas ada di tenda tadi"
"Vid, apa yang akan terjadi? Aku takut" ucap Anggra memengang tangan David
"Bisa bisanya aku marah. Saat seperti ini" ujar Dion dalam hati
"Aku juga tidak tau Rin..bunda dan ayah terlihat marah besar."
"Kak. Kak bantu aku kak. Jelaskan pada bunda dan ayah. Aku takut.. a..apa bunda akan buang aku jadi anaknya?" Tanya Angra yang takut
"Tumben panggil kakak. Ada maunya aja."
"Kakak?" Ucap Dion kaget
"Iya aku dan Rini adalah adik kakak sama sepertimu dan Tion. Bedanya kalian laki semua kami laki dan perempuan"
"Jadi kembaran Angra David? Jadi selama ini. Ah sepertinya aku memang belum mengenalnya. Mungkin Masih banyak rahasia yang belum aku ketahui" ujar Dion dalam hati
"Aku mohon Vid bantu aku bilang bunda. Aku takut."
"Aku akan bantu sebisanya ya. Kamu tenang aja" David mencoba menenangkan Anggra yang gelisah
"Sebaiknya kamu telpon ayah dan ibumu Dion. Kasih tau yang sebenarnya."
"Ah iya. Aku pinjam ponsel Vid. Aku tidak ada Hp."
David memberikan Hpnya pada Dion
"Sebaiknya kita temui ayah bunda. Mereka pasti sudah menunggu disana"
"Baiklah" ucap Anggra pasrah
Anggra melangkah bersamaan dengan David meninggalkan Dion sendiri.
"Apa yang akan terjadi ya Vid? Aku benar-benar takut"
"Aku juga kurang tau. Rin. Kita lihat saja nanti" ujar David.
Sesampainya di depan ruang kepala sekolah Anggra terhenti.
"Vid" rengek Anggra
"Cih.ternyata cewek juga... Manja!"
"Engga lucu tau. Aku takut"
"Ayok masuk"
Angra dan David masuk semua melihat kearah mereka. Angra menunduk dan memilih duduk.
Sunyi semua diam.
" Bun." Panggil Anggra
"Tunggu anak itu dan keluargannya..baru bicara" ujar Siska
"Tapi Bun" Siska hanya melihat tajam kearah Anggra dan membuat Anggra diam
30 menit kemudian
Cewek pintu terbuka dan tampaklah Dion, Tion, Zahra dan juga Sofian
"Siska?" Tanya Zahra
"Iya Zah. Cepat duduk. Kita mau bicara"
Zahra dan yang lain duduk
"Gini tuan sofian ..." (Parel menceritakan apa yang terjadi dan apa yang iya lihat")
"Jadi sebenarnya apa yang terjadi Diom?" Tanya Sofian pada Dion
"Kami terkurung di gudang olahraga pah. Anggra mencoba mencari jalan keluar dia naik bangku dan terpeleset. Dion membantunya dan dan akhirnya posisi kami seperti itu. Kami tidak melakukan apa-apa yah" ucap Dion
"lalu kenapa kalian berdua saja di gudang itu.?" Dion diam ia tidak tau harus jawab apa
"Begini om ya. Aku hanya mencoba menghibur Dion,"
" Tapi tidak berduaan di dalam gudang kan?" Tanya Siska membuat Dion dan Anggra bungkam ini memang salahnya
"Apa keputusan mu sis?" Tanya Zahra
"Aku mau mereka menikah" membuat Zahra dan Sofian kaget
"apa?" Ucap Dion, Anggra, dan David bersamaan
"Siapa yang akan menikah, Dion?" Tanya Tion binggung
"Bun. Anggra dan Dion engga melakukan apa apa Bun. Kenapa di nikahkan?"
"Entar-entar Anggra dan Dion? Kalian bisa menikah?" Tanya Tion yang tidak dipedulikan
"Sis,kamu yakin?" Tanya Parel pada istrinya.
"Iya mas. Mereka sudah melanggar agama"
"Tapi bagaimana sekolah mereka. mereka masih SMA?" Tanya sofian
"Bu. aku dan Dion cuma teman bun. Dion punya Najwa bun dan Anggra suka sama orang lain" ujar Anggra
"sekolah. mereka sekolah di Sasendri mereka aman. iya tidak kepala sekolah?" tanya Parel
" namun ini melanggar aturan sekolah. bagaimana bisa jika sekolah mengijinkan mereka tetap sekolah setelah menikah saya takut menjelekkan sekolah ini" ujar kepala sekolah
"Asal mereka lulus SMA tidak masalah." ujar Sofian setuju
"bagaimana denganmu Zahra?" tanya sofian
"aku setuju dengan mu mas. Jika mereka bisa lulus SMA. Nanti kuliah mereka tidak akan masalah"
"Baiklah. Kelapa sekolah apa masalahnya?"tanya Parel
" Begini aja tuan nyonya pak bu. Asal tidak ada yang tau mereka menikah dan juga Anggra tidak hamil tidak masalah. Lagi pula setahun lagi mereka lulus" ujar kepala sekolah?"
" Ini apa sih Dion. Anggra bisa hamil?" Ujar Tion yang pasti tidak dipedulikan
"Bun yah Anggra tidak mau menikah dengan Dion dia pendiam yah. Apa jadi nya rumah Anggra. Sepi yah"
"Dion juga engga mau menikah dengan dia yah. Dia cewek seperti cowok. Disekolah ini semua mengiranya cowok pah mah. Dion baru tau dia cewek saat kami terkurung tadi. dan aku milik Najwa. mah mama tau itu kan"
"kita tidak cocok mah. kami hanya teman"
"Anggra? cewek?" ucap Tion. David diam karena memang dia tidak bisa ikut campur
"teman? tapi melakukan itu? keputusan sudah bulat" ucap Siska
"yah"
"kamu berani berbuat maka berani tanggung jawab baru anak ayah" ujar Parel
"vid." bisik angra
"aku takut Rin" ujar david
"pah mah. Dion tidak bersalah. mah pah ini salah pernikahan kami masih SMA dia dia cowok pah" ucap Dion menunjuk pada Anggra
"cowok? namun kalian melakukan itu? ayah saja yang baru lihat tau dia wanita"
"pah. Tion .. Tion.. tanya Tion pah Anggra cowok di sekolah ini"
Sofian melirik pada Tion
"benar pah Anggra itu cowok. aku baru tau dia cewek"
"papah aku mohon pah."
"ayah ikut tuan Parel saja. dia sebagai orang tua wanita dan keputusan ada di dirinya. karena bila terjadi sesuatu dialah yang malu"
"yah. ayolah ya ..Bun jangan begitu" rengek Anggra
"cukup! ini keputusan sudah bulat." ujar parel
"ayo mas kita pulang"
"tunggu tuan" ucap Sofian
"ada apa pak Sofian?"
"aku minta maaf atas kelakuan anakku"
"ia sis. aku salah merawat anak. harusnya laki-laki melindungi wanita bukan berusaknya"
"mah pah. Dion tidak salah apa2 kenapa kalian minta maaf"
"karena kau salah. makanya papah dan mama minta maaf"
"tidak Zahra. ini juga salahku aku yang tidak bisa merawat anakku. harusnya dia bisa menjaga dirinya. aku pikir penampilan tomboy karate bisa aku banggakan ternyata aku salah"
"Bun."
"ayo kita pulang. besok kita akan berkumpul lagi masalah pernikahannya.ini sudah larut kita perlu istirahat"
"mari" ujar kepala sekolah
kepala sekolah, parel, Siska, David dan Anggra pergi
"mah pah. percaya Dion kan"
"mama percaya.. tapi itu dulu. sekarang tidak. jadi kamu harus tanggung jawab agar mama bisa percaya lagi"
"tapi mah. jika kamu menikah mama harap lindungi dia dan lupakan Najwa"
"tidak akan mah. Najwa tidak akan Dion lupakan. mah aku dan Anggra juga tidak saling mencintai"
"tidak masalah ..cinta dapat datang dengan beriringan dengan waktu"
"tapi mah.."
"Dion!" Sofian menghentikan Dion.
"Sebaiknya kita pulang. kita butuh istirahat"
To be continued
pendek banget
mampus Dion huuuu