SEKUEL DARI CERITA YANG BERJUDUL FIRST SIGHT.
Menjadi anak angkat dari keluarga yang cukup kaya di Islandia membuat kehidupan Daisy Caroline begitu menyedihkan.
Diadopsi di usia sembilan tahun pada awalnya kedua orang tua angkatnya sangat menyangi-nya dan itu membuat Daisy begitu bahagia tapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama, tepat satu bulan setelah di adopsi Daisy baru sadar jika dirinya diadopsi hanya untuk kepentingan pribadi. mereka hanya butuh tulang sumsum miliknya untuk menyembuhkan anak kandungnya yang bernama Sherly. Semenjak itu kehidupan Daisy jauh dari kata bahagia. Puncaknya ketika Daisy memergoki kekasihya yang diam-diam telah berselingkuh dengan Sherly membuat Daisy begitu sakit hati dan pergi ke sebuah club malam untuk melampiaskan kemarahannya. Tapi siapa yang menyangka jika dirinya akan terlibat cinta satu malam dengan seorang Billionare muda Marchel Alexander Johnson Rodriguez yang membuat kehidupannya berubah seratus delapan puluh derajat.
# tidak ada konflik berat dan tidak ada pelakor di novel ini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitasari Juari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 22
*
*
Daisy mengambil koper besar yang sedikit usang miliknya dan memasukan semua baju bajunya. Daisy tak membawa satu barang pun milik keluarga Horison cukup membawa bajunya yang tak begitu banyak itu. Dirasa sudah beres Daisy menyeret kopernya keluar dari kamar itu begitu melewati ruang tamu disana sudah ada Sherly, Margaret dan Fredly.
" Kau tak mencuri barang milik kami kan.?" Sinis Margaret .
" Kau boleh mengeceknya terlebih dahulu sebelum aku pergi." Sahut Datar Daisy dan melempar koper bututnya.
Margaret menatap jijik pada koper lusuh itu tapi tetap mengecek isinya Karena takut Daisy mengambil barang-barang berharga di rumah itu.
Daisy menatap datar dan mencibir dalam hati. " Cih. Aku sangat bodoh bertahan dengan mereka selama hampir sembilan belas tahun aku hidup di dunia ini."
" Kau benar akan pergi? Kau akan tinggal dimana kau tak punya keluarga selain kita." Kata Fredly yang melihat anak angkatnya benar-benar aka keluar dari rumahnya.
" Sudah cukup aku tinggal dengan menderita di rumah ini dan kini saatnya aku mencari kebahagiaan untuk diriku sendiri." Sahut Daisy.
" Dasar anak tidak tahu balas budi! Kau sangat tidak sopan berbicara seperti itu pada daddy. Dialah yang memungut mu dari panti dan membesarkan mu." Kata Sherly.
" Oh Benarkah?" Daisy berpura-pura kaget.
Tapi sedetik kemudian ekspresi wajah Daisy berubah menjadi sangat dingin. " Tapi bagaimana ya, aku bahkan tidak mau mengucapkan terimakasih karena keluarga ini mengambil ku dari panti." Ucap Daisy tenang.
" Kau anak tak tahu di untung! Margaret ingin melayangkan tampau di pipi Daisy tapi Daisy dengan cepat menangkis nya dan mendorong Margaret ke belakang.
" Ingat aku bukanlah anak adopsi kalian lagi. mulai detik ini bahkan menyentuh rambut ku pun kalian sudah tak berhak." Kata Daisy berlalu dari rumah itu tanpa menoleh kebelakang sedikitpun.
Fredly mrnatap kepergian Daisy dengan pandangan sulit di artikan. Entahlah Fredly merasakan sesak saat melihat anak angkatnya itu pergi tanpa melihat kearahnya sedikitpun.
" Bagus deh benalu itu sudah pergi dari rumah kita." Ucap Margaret.
Sherly Tersenyum puas. " Sekarang kau akan menjadi gelandangan di luar sana Daisy Caroline dan Derry akan segera ku paksa menikahiku dengan kehamilan kini." Batin Sherly tertawa bahagia karena telah berhasil membuat Daisy pergi dari rumah keluarganya.
Ya Sherly tidak tahu saja jika Daisy tidak sendirian. Daisy masih memiliki sahabat yang mungkin bisa membantunya atau mungkin seorang pria yang akan melindungi Daisy.
Daisy berjalan tanpa tentu arah sembari menyeret koper buntut nya. Ingin pergi ke apartemen Clara tapi sahabatnya itu sedang menginap di rumah orang tuanya. Dan ingin menelpon pun rasanya tidak enak. Uang tabungan pun sudah habis untuk membayar uang kuliah. Memikirkan hidupnya kedepannya yang mungkin akan sangat sulit membuat Daisy berfikir kenapa harus terburu-buru keluar dari rumah itu tanpa memiliki rencana Terlebih dahulu.
" Stupid!! Kau Stupid Daisy." Umpatnya pada dirinya sendiri.
" Tidak. Ini yang terbaik keputusan ku sudah benar."
Daisy Membuka tas nya berharap menemukan uang walai hanya sedikit paling tidak cukup untuk makan sekarang dan besok. Tapi setelah memporak-porandakan isi tas Daisy tak menemukan adanya uang bahkan satu sen pun.
" Wait! Ini kartu nama Billionare itu kan?" Kata Daisy saat menemukan kartu nama gold yang di berikan marchel tadi.
Daisy teringat dengan tawaran Marchel dan tanpa banyak pikir lagi berlari untuk menghentikan taxi walau tak punya uang masa bodoh yang terpenting baginya pergi ke alamat yang ada di kartu itu lebih penting.
clara jodohkan sama mike aja thor🙏
ada2 aja tu daisy🤣🤣🤣🙏