NovelToon NovelToon
My First Love

My First Love

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:147.2k
Nilai: 5
Nama Author: mom's chaby

Kisah seorang gadis bernama Yasmin Anindiya Febriana yang jatuh cinta pada Evan Kane Wijaya sejak ia masih kecil. Seiring berjalanya waktu cunta Yasmin kepada Evan semakin tumbuh.
Dia selalu bermimpi suatu hari bisa menjadi kekasihnya. Dan siapa sangka mimpinya itu menjadi kenyataan. Orang tua mereka ternyata sudah menjodohkan keduanya.
Yasmin sangat bahagia, tapi tidak dengan Evan. Evan menolak perjodohan itu, karena dia mencintai gadis lain. Tapi karena keluarganya memaksa, Evan akhirnya setuju.
Pernikahan itu pun terjadi, setelah sebelumnya Evan dan Yasmin menandatangani surat perjanjian.

Yasmin berjanji dalam hatinya akan berusaha menaklukan hati Evan.
Bagaimana cerita selanjutnya?. Apa Yasmin berhasil merebut hati Evan?
Yuk simak kisah selanjutnya!!
Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya ya dears😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Tidur Di Sini

"Emang kenapa sih kak?. Ahh aku tau, kakak juga pengen ikut ya?."plqTanya Yasmin menebak-nebak.

Evan menatap Yasmin dengan tatapan yang tidak biasa, dan Yasmin tidak mengerti apa arti tatapan Evan saat ini. "Kak Evan gak marah kan aku ngajak keluarga kak Evan ikut?." Tanya Yasmin. Evan diam saja.

"Jawab dong kak!! Kakak nggak marah kan?."Tanya Yasmin lagi.

"Kalau aku bilang aku marah, kamu mau apa?."Tanya balik Evan.

"Ya aku minta maaf. Aku nggak bermaksud apa-apa. Aku cuma pengen ngajak mereka liburan, itu aja. Kakak tenang aja, aku gak bakalan ngomong macem-macem sama mereka." Jawab Yasmin. Dia lalu mengambil bantal dan selimut.

"Mau kemana?." Tanya Evan.

"Ke pasar." Jawab Yasmin asal bicara. "Ya tidurlah kak." Imbuh Yasmin, lalu menyimpan bantal yang di sofa. Dia berbaring, menarik selimut dan memejamkan mata, dengan posisi miring ke arah sandaran sofa.

Evan masih berdiri ditempatnya, menatap Yasmin yang berbaring meringkuk di sofa. "Pindah yas." Ucapnya tiba-tiba. Yasmin tidak menyahuti. Evan berjalan menuju sofa.

"Kamu denger aku kan Yas?." Tanya Evan.

"Hemm." Sahut Yasmin.

"Hey!! Pindah!! Jangan tidur disini." Ucap Evan seraya mengguncang pelan lengan Yasmin.

"Apa sih kak?." Tanya Yasmin sedikit kesal, karena merasa terganggu oleh Evan.

"Ayo pindah!! Jangan tidur disini." Titah Evan.

"Pindah kemana?." Tanya Yasmin.

"Kasur." Jawab Evan cepat.

"Tadi bukanya kak Evan nggak mau tidur di sofa?." Tanya Yasmin.

"Udah cepet, pindah."Titah Evan tak sabar.

"Iya...iya." Jawab Yasmin lalu pindah. Gak sabaran banget sih jadi orang. Lagian bukanya dari tadi kek bilang kalau aku gak usah tidur disofa. Gerutu Yasmin dalam hatinya.

"Boleh aku matiin lampunya kak?." Tanya Yasmin.

"Matiin aja." Jawab Evan. Yasmin mematikan lampu kamar, juga lampu tidur yang ada di atas nakas, lalu dia tidur memeluk guling. Tak butuh waktu lama baginya untuk masuk ke alam mimpi.

Sementara disana, Evan masih duduk disofa sambil memainkan ponselnya, berusaha menghilangkan kegelisahan yang dari tadi dia rasakan. Mendengar Yasmin akan syuting untuk iklan sabun mandi, benar-benar membuatnya tidak tenang.

Membayangkan iklan sabun mandi, tentu saja akan ada adegan mandi yang akan dilakukan Yasmin sebagai bintang di iklan tersebut. Banyak pasang mata yang akan melihat sebagian tubuh mulus Yasmin, dan semua itu sangat mengganggu fikiranya.

Mungkin karena dia sudah menganggap Yasmin seperti adiknya sendiri, Evan merasa harus melindungi Yasmin dari hal-hal yang kurang baik menurutnya. Itulah yang Evan fikirkan.

Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, Evan mencoba tidur tapi tidak bisa. Dia nekat pindah ke kasur dan tidur disebelah Yasmin, yang sudah berada dialam mimpi, dengan posisi menyamping memunggunginya. Tiba-tiba terdengar tawa renyah dari mulut Yasmin, walau hanya sebentar dan pelan. Evan menolehkan kepalanya melihat wajah Yasmin yang tersenyum dan sesekali tertawa, walau matanya terpejam.

Senyum Evan mengembang melihatnya. Mimpi apa sebenarnya dia?.Bahagia sekali sepertinya. Tanya Evan dalam hati. Entah dia sadar atau tidak, Evan terus saja memandangi wajah Yasmin yang sedang tertidur. Semakin dia memandang, semakin menyadarkanya kalau Yasmin ternyata benar-benar cantik.

Bulu matanya yang panjang dan lentik, hidungnya yang mancung, juga dagunya yang sedikit belah, membuat dia terlihat seperti boneka. Pandangan Evan kini beralih ke bibir Yasmin yang ranum dan indah sangat menarik perhatianya. Cantik. Pujinya dalam hati.

Evan tersentak kaget saat tiba-tiba saja tangan Yasmin melingkar dipinggangnya dengan erat. Dia memeluk Evan, bahkan kini kepalanya dia dekatkan ke dada Evan.

Jantung Evan tiba-tiba berdetak sangat kencang, apalagi sekarang Yasmin semakin mengeratkan pelukanya. Yasmin tidak sadar kalau yang dia peluk saat ini bukanlah guling, melainkan suaminya.

Evan bisa mencium wangi sampo dari rambut Yasmin yang terasa menggelitik indera penciumanya. Dia ingin melepaskan diri dari situasi ini, tapi hatinya berkata sebaliknya. Dia merasa sangat nyaman dan menikmati saat Yasmin memeluknya seperti ini, walau dia tahu Yasmin tidak sadar dengan apa yang dilakukanya.

Perasaanya tiba-tiba menghangat, dan ada rasa aneh yang Evan rasakan dalam hatinya saat ini. Dan entah dia sadar atau tidak, saat ini dia pun memeluk Yasmin dan mencium puncak kepalanya. Rasa nyaman, haru dan bahagia memenuhi relung hatinya, lalu dia pun tertidur, dan malam itu untuk pertama kalinya sepasang suami itu tidur saling berpelukan.

...

Jam empat tepat, alarm di hp Yasmin berbunyi. Tak seperti biasanya, pagi itu Yasmin enggan sekali membuka matanya karena merasa nyaman dan betah berada di kasurnya. Biasanya Yasmin akan langsung bangun, tapi tidak dengan pagi itu yang terasa lebih hangat dari biasanya. Rasanya dia sangat malas membuka mata apalagi bangun, sampai dia menyadari ada sesuatu yang terasa hangat namun sedikit berat melingkar dipinggangnya.

Yasmin yang penasaran langsung merabanya, memastikan apa sebenarnya yang melingkar di pinggangnya itu. Matanya langsung terbuka, begitu dia tahu kalau itu adalah tangan manusia. Tapi tangan siapa?. Apa mungkin ini tangan jin, seperti cerita yang pernah dia dengar dari temanya. Tanya Yasmin dalam hatinya.

Mata Yasmin membulat sempurna saat dia tahu siapa pemilik tangan itu. "Kak Evann!!Gumamnya kaget sekaligus tak percaya. Dia langsung bangun dan duduk sambil terus mengucek kedua matanya. Meyakinkan diri kalau dia tidak berhalusinasi.

"Ini beneran kak Evan!! Dia tidur disini, dan....dia...dia meluk aku, hahh!!" Gumam Yasmin tak percaya. Perasaannya campur aduk, antara terkejut, senang dan takut. Dia takut Evan melakukan sesuatu yang lain saat dirinya sedang tidur. Walau dia mencintai Evan dan status mereka adalah suami istri, Yasmin tetap tidak mau Evan melakukan sesuatu padanya hanya karena nafsu, bukan karena cinta, karena dia tahu Evan tidak mencintainya.

Enggak, dia gak mungkin melakukanya. Buktinya pakaianku masih lengkap, dan aku tidak merasakan sakit di bagian intimku. Gumamnya dalam hati. Lalu dia bangun dan pergi ke kamar mandi.

Selama mandi dia masih saja memikirkan kenapa Evan bisa tidur memeluknya seperti itu. Seingatnya dia tidur sendiri memeluk guling dan Evan tidur di sofa.

Saat Yasmin keluar dari kamar mandi Evan sudah bangun. Yasmin segera membuang muka saat Evan menatap kearahnya. Entah kenapa saat ini dia merasa sedikit malu pada Evan. Begitu juga Evan, saat ini dia sangat malu karena pasti Yasmin tahu kalau dia tidur di kasur dan memeluknya. Tadinya Evan berniat pindah sebelum Yasmin bangun, tapi ternyata auhor tidak mengijinkan🤪

"Kamu udah bangun?." Tanya Evan.

"Belum!! Aku masih tidur." Jawab Yasmin asal.

"Memangnya kamu berangkat jam berapa?. Jam segini udah siap-siap." Tanya Evan.

"Jam tujuh pagi aku harus udah di lokasi."Jawab Yasmin.

"Kamu pergi sama siapa?." Tanya Evan lagi.

"Astrid." Jawab Yasmin

"Mau aku anter?." Tanya Evan.

"Gak usah kak, makasih. Aku nggak mau ngerepottin kak Evan."Jawab Yasmin.

yang sudah siap pergi.

Dengan celana skiny jeans, crop top t-shirt berwarna putih polos juga dad sneakers yang dipakainya, membuat Yasmin semakin terlihat cantik dimata Evan. Apalagi pagi itu dia menguncir rambutnya, membuatnya semakin terlihat menggemaskan.

"Aku pergi sekarang ya kak!! Pamit Yasmin.

"Kamu nggak sarapan dulu?." Tanya Evan.

"Nanti aja." Jawab Yasmin seraya mengambil tas selempangnya. Dia memegang handle pintu kamar, berniat membukanya, namun tiba-tiba. "Kak Evan, kenapa tadi kakak tidur dikasur?. Kakak nggak macem-macemin aku kan?."Tanya Yasmin, membuat Evan terkejut dan sedikit malu.

Bersambung❤️❤️❤️

...----------------...

1
Sari Tambunan
kok tidak ada kelanjutannya
tris tanto
pertanyaan yg membagongkan
tris tanto
atas tuan bwh pak,,
tris tanto
walopun gk mencintai kamu yas tp kamu msh terikat pernikhn jngn mmberi celah orng luar masuk,,marwahmu sbg istri gmn itu
Holipah
lanjut kak
Jenny Rias
andai kn punya suami seprti didunia pernovelan 😪dikehidupan nyata sedih teeruss kpn bhagaianya
Mom's Chaby: sabar kak🤎
total 1 replies
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
part nya Benar-benar menggambarkan kebahagiaan Yasmin dan Evan dan sekarang malah nular ke sini 😁😁
kan bikin senyum senyum sendiri 🤭
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
mungkin bagi Yasmin yang sudah merasakan cinta nya terbalas sudah melupakan masa masa menyakitkan itu tapi tidak bagi Evan yang pasti merasakan penyesalan itu
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
yang udah bucin 🤭🤭
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
semoga berhasil Astrid untuk mendapatkan cinta nya gerry 💪💪
haduuuh manten yang satu ini beneran bikin gemeeees aja sih
sengaja banget ya Evan bawa baju kurang bahan 🤭🤭🤭🤭
biar bisa ngurung Yasmin di kamar
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
nah kan kalau di balik kata kata nya Evan langsung mingkem
biar Evan juga tahu lah rasanya seperti apa yang Yasmin rasakan dulu
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
Evan cemburu tuh semoga kamu selamat Yasmin sampai rumah dan gak di apa apain sama pak su yang mode cemburu akut
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
meskipun Yasmin sudah memaafkan nya tapi mungkin bagi Evan yang memang melakukan kesalahan itu masih mengingat dan tetap merasa bersalah
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
bikin anak memang gampang Yasmin bukankah kamu juga menyukai nya
kalau hadir nya Anak itu baru bukan urusan kita
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
amiiiien semoga kakek bisa lekas sadar dan sehat kembali untuk bisa melihat cicitnya yang sebentar lagi bakal hadir
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
memenuhi keinginan kakek sekaligus modus Evan 😁😁😁
setelah banyak drama dan salah paham akhirnya kalian bisa menikmati dan merasakan yang namanya suami istri yang sesungguhnya semoga saja kecebong nya cepat tumbuh ya Van agar istrimu bisa hamil
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
ternyata ehem ehem kalian memang harus di pending lagi karena sikonnya yang tidak memungkinkan
baru juga sudah baikan sekarang di hantam berita yang tidak mengenakkan semoga kakek baik baik saja
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
nah kan kalau gini enak dilihat nya makin terlihat romantis dan uwuuuuuu 🥰🥰🥰🥰🥰
lovely
klo gue jd Yasmine cuekin aja tuh c evan😡
lovely
dasar orang tua egois nnti pasti yg tersakiti ceweknya🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!