Terlahir dari Keluarga yang sangat religius serta kedua orang tua nya ahli dalam agama dan di hormati oleh para warga, sungguh berbeda jauh dengan anaknya.
Jaya Jaeludin pemuda lajang berusia 23 tahun yang hobinya berpetualang ke tempat tempa seram dan penuh dengan ke mistikan. Selain Ia suka berpetualang Jaya pun bergaul dengan para preman yang hobinya mabuk mabukan dan berjudi... Sampai titik dimana Ia membantu seorang wanita yang berstatus sebagai wanita yang di tinggalkan oleh suaminya, memasang kan sebuah susuk ilmu Hitam. Ia di kampung nya sampai tingkat desa di cap sebagai Dukun Cabul.
Ikuti kisah nya Novel Aku Bukan Dukun Cabul
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang Haji RIS', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Agus Kepada Muhtar
Agus pun langsung beranjak bangkit dan mengajak kakak' iparnya untuk berbicara secara empat mata, agar tak ada orang lain mendengar nya.
"Kang Muhtar. Sebenarnya saya ingin menceritakan nya tapi malu. Saya juga ingin berterus-terang kepada Fani tapi takut Ia akan marah dan meminta cerai kepada ku Kang." Kata Agus.
"Menurut akang soal cerita ke Istri mu Agus jangan dulu deh untuk saat ini, nanti pelan pelan juga dia akan mengerti dan apa yang sebenarnya sedang terjadi." Saran Muhtar.
"Tapi Kang. Ritual itu telah gagal dan tidak sampai selesai. Sebab saat itu ada hantaman dahsyat yang menghancurkan sesajen yang mengelilingi diriku. Saya sendiri sampai terpental ke belakang dan mengeluarkan darah dari mulut dan dada pun terasa sesak seakan akan merasakan diriku di cabut nyawa oleh malaikat." Tutur Agus sedikit memelankan suaranya takut ada orang yang mendengar kan nya.!!
Saat Agus menuturkan lebih jauh tentang ritual tersebut kepada kakak iparnya, suara ponsel Muhtar terdengar memekakkan telinga mereka berdua. Muhtar langsung mengangkat telepon nya.
"WaallAikum Salam Abah... Gimana.?" Tanya Muhtar..!!
"Muhtar mohon maap tadi tidak ada sinyal... Tapi setelah Abah berada di pusat kota, tampak ponsel Abah terlihat beberapa kali panggilan telepon dari kamu..!! Kata Abah Dewa menjelaskan.
"Ohk begitu Abah Dewa kapan akan kerumah saya.?" Tanya Muhtar.
"Muhtar untuk saat ini Abah sedang bersama dengan Lukman mau keluar kota ada urusan terlebih dahulu, nanti setelah kembali Abah langsung kerumah mu." Kata Abah Dewa dalam sambungan telepon.
"Ohk iya Abah. Hati hati di jalan kalau begitu Muhtar tidak akan menggangu perjalanan Abah ke luar kota." Kata Muhtar.
"Iya..... Terima Kasih.. Assalamualaikum." Kata Abah Dewa.!!
"WaallAikum Salam." Jawab Muhtar lalu menutup panggilan telepon nya.!!
"Dari Abah Dewa.. Kata nya tidak bisa kesini sekarang. Ia bersama dengan anaknya lagi menuju keluar kota. Pas tadi nelepon saya Abah Dewa sedang berada di rumah gurunya yang ada di bawah bukit Gunung Mananggel. Pantesan dari tadi saya telepon di luar jangkauan terus.. SMS nya baru masuk sekarang jadi dia langsung menelpon ke saya." Kata Muhtar memberi tahukan kepada Agus.
****************************************
Senja kini sudah tiba adzan Maghrib berkumandang di kampung yang jauh hiruk pikuk perkotaan........ Di salah satu kampung yang masih terlihat pohon pohon besar dan rumah rumah penduduk dengan bangunan rumah panggung, Terdengar di telinga seorang lelaki setengah baya memakai ikat kepala warna hitam yang sedang duduk bersila mulut komat kamit berdzikir di salah satu masjid yang ada di kampung tersebut.
Sebutan orang orang sakti yang mengetahui mata batin lelaki itu, Eyang Aprak.... Bila sedang berkumpul dengan paranormal lain nya. Tetapi warga dan para penduduk di kampung itu tidak mengetahui nya bahwa lelaki itu seorang paranormal yang sedang di beri tugas oleh Ki Romo. Lelaki sekitaran umur lima puluh tahunan itu memperkenalkan dirinya bernama Abah Aprak... Dia memberi tahukan bahwa sedang tersesat dan mencari saudara yang ada desa tempat pemuda yang bernama Jaya Jalaludin tinggal.
Eyang Aprak sudah dua hari Ia tinggal di rumah Jalaludin untuk menghindari gangguan mahluk raja siluman Ghaib penunggu Gunung Kencana yang pusaka nya telah di ambil oleh pemuda sebleng bernama Jaya. Akan tetapi sampai saat ini serangan dari bangsa dedemit itu pun tidak pernah ada.
...................... Malam itu pukul 19:00 Setiap malam Selasa selalu di adakan pengajian rutinan oleh ustadz Jalaludin, tampak di dalam masjid itu terlihat beberapa suguhan kue dan air kemasan mineral tersaji di setiap para warga yang mengikuti dan mendengarkan tausyiah oleh sesepuh kampung tersebut.
Satu jam lama nya tausiyah ustadz Jalaludin pun selesai, Eyang Aprak dan Ayah nya Jaya pun kembali pulang kerumah yang ada di samping masjid, ada sesuatu yang akan di tanya kan oleh Jalaludin kepada Eyang Aprak tersebut.
Di salah satu ruangan telah tersedia dua gelas kopi hitam dan dua bungkus rokok kretek menemani obrolan malam dua lelaki yang tak jauh berbeda usia nya.!!
"Abah Aprak saya tahu anda datang ke kampung ini bukan untuk mencari saudara tetapi ada tugas khusus dari ketua organisasi anda." Kata Jalaludin memulai percakapan nya... Lalu ia mulai membuka rokok yang ada di hadapannya setelah itu mulai menghisap rokok tersebut setelah rokok itu mulai menyala keluar lah asap putih dari Jalaludin seraya menatap tajam mata kearah Eyang Aprak.
"Hahahahaha. Ilmu spiritual dan mata batin anda masih sakti juga Jalaludin. Tawa menggema di ruangan rumah panggung tersebut.
"Sudah aku duga dan sangka. Bahwa anda adalah Eyang Aprak. Anggota dari paranormal dan jabatan mu juga tinggi di kalangan organisasi tersebut. Ada hal penting apakah sehingga Eyang Aprak datang dan melilis kampung ku.?" Tanya Jalaludin dengan sorot mata yang begitu tajam. Pikiran dan hatinya ada kemungkinan terkait kepada anaknya yaitu Jaya Jaeludin.
"Sebelum nya saya meminta maap tentang kedatangan ku dengan berpura pura mencari saudara dan menjadi musafir agar bisa tinggal sementara waktu di rumah anda..... Tapi................" Kata Eyang Aprak terdiam.
"Tapi apa...... Eyang.." Kata Jalaludin penasaran.....!!
Lelaki berusia lima puluh tahunan itu pun menjelaskan kedatangan ke kampung Orang Tua Jaya atas perintah dari Ki Romo ketua organisasi paranormal di negri nya. Menurut pandangan mata batin dari Ki Romo bahwa anak yang paling besar dari Jalaludin telah mengusik Raja Siluman yang tinggal di Gunung Kencana... Tujuan dirinya datang kesini untuk melindungi keluarga Jalaludin dari serangan serangan bangsa dedemit......
"Hmmmmmmm...... Lagi dan lagi Jaya penyebab nya.!! Gumam Jalaludin...
"Hehehehe...........!! Anak anda itu begitu spesial Kang di kawasan dan bundaran orang orang sakti di negri ini... Kemungkinan terbesar Jaya... Lahir ke alam dunia ini adalah salah satu pilihan Sanghyang Tunggal yang akan membimbing satu anak yang akan menjadi penguasa di negri ini atau pun sampai tingkat dunia.... Kita sebagai Orang Tua yang sudah merasakan asam garam nya kehidupan hanya bisa mendoakan yang terbaik saja." Kata Eyang Aprak menebak alur kehidupan anak dari sesepuh kampung tersebut.
"Maksud anda. Eyang.!! Jalaludin tidak mengerti dengan ucapan yang di lontarkan oleh pria yang menjadi musafir di rumahnya selama dua hari ini.
"Nanti suatu saat akan datang dimana akan lahir seorang anak dari kalangan masyarakat kelas bawah dengan kehidupan Orang Tua nya serba kekurangan kadang pagi makan sore tidak makan... Seorang ibu yang melahirkan nya mempunyai sosok sipat yang penyabar walaupun kehidupan nya serba kekurangan. Hinaan cacian dan kadang target buruan oleh orang orang yang merasa iri terhadap diri wanita itu akan di dapatkan nya. Belum lagi oleh suaminya di tinggalkan pergi gara gara kawin lagi dengan perempuan yang masih muda, Ibu itu dengan sabar dan penuh keikhlasan merawat dan membesarkan anak anaknya.....!! Eyang Aprak terdiam sesaat.
Bersambung.