Brisena Cyrille Kinsley atau kerap dipanggil Sena adalah artis pemula yang mendapat banyak hujatan di sosial media dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Setelah mengalami kematian dia akhirnya melihat bahwa keberuntungan dirinya telah di curi oleh adik angkat nya. Ia sangat menyesal memilih untuk bunuh diri
"Apakah anda ingin berenkarnasi dan melupakan kenangan kehidupan sebelumnya atau anda ingin mengulang kehidupan anda sebelumnya dengan melaksanakan misi sistem?" Sebuah suara yang mengaku sebagai sistem kehidupan bertanya kepada Sena
Sena akhirnya memilih untuk mengulang kehidupan sebelumnya dan melakukan misi berkeliling antar dunia untuk menolong dirinya yang juga di curi keberuntungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nefaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Tak terasa 6 bulan berlalu sejak Sena mulai bersekolah, beberapa kali Aurel membuat hal licik untuk membuat nama baik Sena jelek. Tapi tentu saja Sena yang mengetahui jalan cerita aslinya tidak akan dikalahkan.
Hari ini adalah hari ujian kenaikan kelas. Ujian ini akan menjadi penentu apakah kelas mereka akan tetap sama atau akan di pindahkan. Suasana kelas 10Ipa1 tentu tidak berbeda dengan kelas lainnya. Mereka sangat fokus mengerjakan soal. Akan jadi hal yang memalukan jika mereka di keluarkan dari kelas unggulan. Seperti biasa, Sena yang pertama kali menyelesaikan ujian di kelasnya. Setelah merasa jawabannya sudah benar, ia segera mengumpulkan lembar jawabannya. Tak lama Lisya dan diikuti oleh Aurel juga ikut mengumpulkan lembar jawabannya.
"Sena!" Lisya memanggil Sena yang sedang duduk di taman depan kelasnya
"Bagaimana ujianmu?"
"Kurasa aku akan baik-baik saja. Ohya Sena, seperti biasa kau sangat hebat memprediksi soal. Terutama soal matematika, fisika dan kimia hari ini. Latihan soal yang kau berikan padaku mirip dengan soal itu" Sena hanya tersenyum mendengar perkataan Lisya.
"Yang lain masih belum keluar ya"
"Aku tadi keluar bersamaan dengan Aurel. Aku heran mengapa dia sangat aktif hanya saat ujian saja. Saat hari biasa aku tak pernah melihatnya mengerjakan soal di depan kelas ataupun membantu yang lain mengerjakan soal"
"Itu karena dia curang" Sena menjawab dengan santai tanpa memperhatikan ekspresi Lisya
"Apa!? Kau serius?" Sena mengangguk
"Kalau begitu kita harus melaporkannya ke pihak sekolah!"
"Tenang lah Lisya, percuma jika kau tidak memiliki bukti. Aku sudah mengumpulkan bukti karena itu kau tenang saja. Masih terlalu cepat untuk mengungkapkan kecurangan Aurel"
"Baiklah kalau begitu. Kapan kau akan melaporkan Aurel?"
"Kurasa saat nilai sudah keluar. Bukankah saat ujian pertengahan semester sebelumnya dia juga menjebak ku seperti itu?" Lisya melihat Sena tersenyum tapi matanya tidak terlihat tersenyum. Lisya terkedang merasa ngeri melihat Sena, ia merasa seperti sedang berhadapan dengan kakaknya
Saat asik berbincang, Ana, Lily dan Keyra akhirnya menyelesaikan ujian mereka. Melihat temannya telah selesai Lisya mengajak mereka ke kantin. Tentu saja mereka berempat setuju.
"Ohya Sena apakah ulang tahunmu jadi di rayakan?" Lisya bertanya kepada Sena yang sedang asik menikmati bakso nya
"Iya, keluargaku sangat bersemangat merayakannya karena ini adalah ulang tahun pertamaku bersama mereka"
"Apakah kau sudah ada kabar tentang kakakku?"
"Belum. Terakhir kali ia dapat dihubungi saat aku melakukan panggilan telpon saat di kantin beberapa bulan lalu"
"Aku kira ia hanya tak menjawab panggilan dariku. Ternyata ia benar-benar menghilang lagi"
"Lagi?"
"Iya, kakak itu akan lupa waktu jika terlalu serius dan sibuk. Terakhir kali saat melakukan wajib militernya, ia benar-benar tidak menghubungi kami selama 2 tahun lebih. Dan saat pulang pun ia tak menghubungi kami. Karena itu ia di serang oleh rival bisnis nya" Sena mengingat pertama kali ia bertemu dengan Ray, ia akhirnya mengerti mengapa Ray yang seorang pengusaha memakai baju tentara saat itu. Ternyata itu adalah hari dia dipulangkan dari wajib militer.
"Kalau begitu, kalian tidak jadi mengumumkan pertunangan kalian?"
"Awalnya keluargaku ingin mengumumkan saat aku lulus. Tapi karena aku mulai mendapat banyak tawaran pernikahan dari teman kerja ayah, makanya ayah menyarankan untuk mengumumkannya saat aku berulang tahun. Tapi kalau kak Ray tidak datang, pengumumannya tidak akan di lakukan" Lisya dan yang lainnya mengangguk mendengar perkataan Sena
"Ohya saat aku ulang tahun, ibu mengatakan untuk kalian ikut menginap di rumahku. Apakah kalian mau?"
"Tentu saja!" Ana, Lily dan Keyra menjawab bersamaan.
"Baiklah kalau begitu" mereka berlima berbincang sambil tertawa. Tanpa mereka sadari mereka kembali menjadi pusat perhatian. Bahkan Aurel yang duduk agak jauh dari mereka melihat kelompok Sena yang di puji orang-orang. Keberadaan Aurel semakin tidak di anggap di sekolah itu. Sena benar-benar menjadi ratu di sekolah mereka. Bahkan mulai banyak anak sekolah lain yang datang kesekolah mereka hanya untuk melihat Sena.
"Aurel kamu kenapa?"
"Aku tidak kenapa-kenapa kak Jo, hanya sedih saja Sena bisa sangat akrab dengan mereka tapi selalu mengabaikanku. Lisya juga membenciku sejak ia berteman dengan Sena. Aku semakin takut suatu hari kak Jo juga akan menjauhiku" Aurel mengusap matanya yang mengeluarkan air mata. Melihat ini Jonathan segera memeluk Aurel.
"Jangan sedih, aku sudah berjanji bahwa aku tak akan meninggalkanmu" Jonathan sedih melihat Aurel seperti ini. Ia adalah gadis yang baik dan ceria, sejak Sena muncul Aurel sering membandingkan dirinya dengan Sena dan sedih karena tidak bisa akrab dengan Sena.
Ia sudah bertanya kepada Brian, mengapa keluarga mereka sangat membenci Aurel, tapi bukannya dapat jawaban Brian malah memblokirnya dan tidak pernah menyapa nya lagi. Mereka telah berteman sejak kecil dan ini pertama kalinya Jonathan di abaikan oleh Brian. Sebelum memblokir Jonathan, Brian hanya mengirim pesan mengatakan bahwa Aurel adalah iblis yang sering menyakiti Sena
Jonathan tentu saja tidak percaya, ia telah melihat Aurel tumbuh sejak kecil. Ia gadis baik yang bahkan akan menangis karena tidak sengaja menginjak semut. Bagaimana mungkin gadis baik seperti Aurel menyakiti Sena. Jonathan merasa Brian sangat bias terhadap Sena. Sena adalah adik kandung nya tentu saja ia membela Sena. Jonathan merasa hanya dia dan nenek Aurel yang waras karena tidak mempercayai Aurel akan menyakiti Sena. Orang tua Sena, Brian dan Lisya adalah manusia yang tak tahu terima kasih. Aurel sudah membantu mereka tapi malah memilih menjauh dari Aurel. Jonathan sangat yakin bahwa Aurel benar-benar gadis baik sedangkan Sena adalah manusia paling munafik yang ia kenal.
"Aurel, jangan menangis lagi. Aku akan menegur Sena agar tidak menganggumu lagi" Aurel hanya mengangguk di pelukan Jonathan. Tanpa ada yang melihat Aurel tersenyum sinis
"Kak Jo, aku tidak ingin kau bertemu Sena, bagaimana jika kau juga akan menyukainya?"
"Aku sudah bilang, satu-satunya yang kusuka adalah dirimu. Gadis jahat seperti Sena tidak cocok dibandingkan dengan dirimu. Aku sudah mengatakan jangan terlalu baik, jika Sena menganggumu kau harus membalasnya"
"Tapi Sena adalah sepupuku, ia anak paman dan bibi ku. Bagaimanapun mereka yang merawat ku sejak bayi. Aku ingin membalas kebaikan mereka dengan menjaga Sena" Jonathan hanya menghela napas kasar, lihatlah Aurel bahkan masih memikirkan orang tua yang merawatnya walaupun sudah di usir dari rumah. Jonathan semakin membenci Sena dan keluarganya. Mereka bodoh karena tidak dapat melihat kebaikan Aurel. Ia bertekad untuk melindungi Aurel yang sangat baik ini.
"Dengar Aurel, kau tidak usah memperdulikan mereka lagi, mereka yang mengabaikan mu dan suatu hari mereka akan menyesal karena menyia-nyiakan gadis baik sepertimu dan malah memilih gadis jahat seperti Sena"
"Baiklah kak Jo, dan terima kasih karena sangat menyayangiku. Aku hanya memiliki dirimu dan nenek di pihakku sekarang"
"Jangan berterima kasih, kau adalah tunanganku dan aku tentu akan membela mu. Sekarang habiskan makananmu"
"Baik kak Jo"